Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
Chapter 35 kembali ke Sekolah


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Kejadian kejadian sudah Alia lewati. Sekarang Alia sudah naik kelas jadi kelas dua SMP. Teman baru suasana baru. Dan yang lebih bagus lagi. Alia sekelas dengan Nadia.


Nadia begitu bahagia setelah tahu, kalau Alia satu kelas dengan nya. Nadia benar benar bersemangat akhirnya satu kelas sama sahabatnya ini. Nadia dan Alia tak akan terpisahkan. Keduanya begitu saling menyayangi satu sama lain.


Dan Nadia juga, jadi satu satunya teman Alia yang tahu semua tentang Alia. Sampai tak ada rahasia di antara mereka. Semua Alia ceritakan pada Nadia. Begitu juga Nadia pada Alia. Keduanya selalu terbuka dalam berbagai hal.


Jaman Alia dan Nadia sekolah bukan semester baru. Tapi caturwulan setahun sampe 3 kali UAS. Setiap empat bulan sekali mereka ulangan umum. Tak seperti jaman sekarang yang setahun di bagi jadi dua semester.


Semua berjalan seperti biasa. Hantu hantu yang di lihat Alia pun, tak berbahaya. Semua masih aman. Sampai murid baru datang ke sekolah. Masuk kelas Alia.


Dia bernama Zidan. Mohammad Zidan panjangnya. Dia anak laki laki yang tampan. Tapi ada sesuatu yang aneh dengan dia. Entah aoa itu.


Aura Zidan begitu hitam. Terus terlihat lingkaran matanya hitam. Wajahnya tampan namun pucat. Zidan begitu putih. Makanya sangat terlihat sekali kalau Zidan seperti sedang sakit.


"Alia, kamu liat gak murid baru itu" bisik Nadia pelan.


Alia mengangguk.


"Kok, Aku agak takut yah" bisik Nadia lagi.


Alia melihat Zidan. Yah, anak laki laki itu, memang terlihat agak aneh. Mungkin karena mukanya yang pucat.


Tiba tiba saja, Zidan sudah berada di depan meja Alia dan Nadia.


"Kamu melihatnya juga kan?" Tanya Zidan serius.


Namun sebelum menyelesaikan ucapannya, Zidan keburu di panggil Bu Guru untuk segera duduk di bangkunya yang agak jauh dari Alia dan Nadia.


Alia terus berpikir dari ucapan yang di ucapkan Zidan Tadi. Alia berpikir mungkin Zidan juga sama seperti Alia. Tapi Zidan terlihat begitu stres dan frustasi. Berbeda dengan Alia yang santai.


Alia jafi oenasaran, sebenarnya apa yang terjadi pada Zidan. Alia mencoba mencari tahu, tentang Zidan.


Alia melihat sebuah kecelakaan beruntun. Semua meninggal hanya Zidan yang selamat. Namun mata Zidan, rusak. Zidan tak bisa melihat lagi, namun ada seseorang yang mendonorkan matanya.


Mata itu mata anak indigo seperti Alia. Setelag sadar, Zidan sering melihat hal hal yang tak seharusnya dia lihat. Zidan sampai takut tidur.


Zidan sudah bilang pada orang tua nya. Namun orang tua nya tak percaya. Semua tak ada yang percaya. Makanya, Zidab stres sendiri. Zidan menghadapi semua sendiri. Ketakutan, kecenasan yang begitu luar biasa.


Alia tersadar sekarang, sekarang Alia tahu. Kenapa Zidan terlihat aneh. Alia melihat ke arah Zidan, Zidan sedang melihat Alia.


"Alia kamu melihat sesuatu dari Zidan" bisik Nadia penasaran.


Alia mengangguk.


"Ceritakan nanti padaku" bisik nadia lagi.

__ADS_1


Alia mengangguk lagi. Alia memikirkan Zidan, kasihan anak itu. Alia harus meyakinkan Zidan, agar Zidan bisa menerima kenyataan kalau Zidan bukan anak biasa. Namun sepertinya bakalan sulit.


Sampai jam istirahat, tak ada yang mendekati Zidan. Semua merasa takut sama Zidan. Zidan hanya duduk sendiri.


Alia mendekati Zidan.


"Kamu ngeliat aku aneh juga!" seru Zidan sinis.


"Gak kok" jawab Alia.


"Kamu kaya aku kan?"


"Yuup"


"Kok kamu, bisa santai gini. Gak lihat gitu, mereka itu mengancam."


"Kata siapa?".


'terus, ngapain mereka ngikutin aku terus. Sampai aku gak bisa tidur sama sekali. Aku, gak mau kaya gini. Aku oengen normal, kaya yang lain. Lebih baik aku buta saja, bukan harus melihat mereka" tutur Zidan, hampir menangis. Tak tahan karena, mereka para hantu itu terus terusan menampakan diri mereka.


Alua menghembuskan nafas panjang.


"Dulu aku juga sama kaya kamu, takut dan tak terima, tapi lama kelamaan aku terim aja".


"Gak bisa gitu, aku gak mau bisa melihat mereka".


"Gak segampang itu".


"Kamu pasti bisa".


"Enak aja, kamu ngomong gampang goti. Kamu gak ngerasain, bagaimana kalau jadi aku. Tersiksa takut seperti ini".


"Sebwnarnya, yang membuat sulit tuh, bukan mereka. Tapi kamu sendiri".


"Udah, aku gak mau ngomong lagi sama kamu". Zidan langsung pergi, meninggalkan Alia sendiri.


Alia terdiam. Zidan begiru kesulitan untuk bisa menerima kenyataan ini. Tapi bila di biarkan, kasihan Zidan.


Nadia mendekati Alia, yang melamun sendiri.


"Gimana, tentang Zidan?" Tanya Nadia penasaran.


"Yah, dia sama kaya aku. Tapi dia, baru dapat melihat hantu setelah kecelakaan itu. Gak kaya aku, dari lahir. Zidan masih belum bisa menerima kenyataan ini" tutur Alia.


"Emang gak bisa di bilangin gitu?"

__ADS_1


"Kaya nya, gak bisa".


"Kok bisa gitu?".


"Mata itu, udah cocok denfmgan Zidan jalan satu satunya yah, Zidan harus menerima kenyataan".


"Sulit juga".


"Aku kasihan, sama Zidan"


"Kalau, Zidan nya gak mau, kamu mau paksa gitu? Alia jangan buat masalah baru".


"Aku minta bantuan sama Cris dan Bela aja lah".


"Separah itu kah Alia, sampai kamu berusaha bantuin Zidan".


"Iya Nad, kalau gak segera di tolong Aku takut Zidan akan nekad".


"Gawat dong".


"Maka dari itu"


"Aju dukung aja deh, aku juga kan gak tahu harus bantu apa"


"Makasih yah"


"Semangat yah Alia"


"Okey"


"Alia mendatangi, Cris dan Bela. Alia pun menceritakan semuanya pada Cris dan Bela. Alia benar benar ingin menolong Zidan. Kasihan temanya itu. Cris dan Bela pun mau menolong Zidan.


Saat pulang sekolah, Zidan di datangi Bela.


"Kamu siapa?" Tanya Zidan karena Bela terus menghalangi Zidan untuk pulang ke rumah.


"Aku teman Alia" ujar Bela.


Zidan menggelengkan kepalanya. Gadis itu, bahkan bisa berteman, dengan hantu. Di sini Zidan, berjuang mencari cara untuk menutup mata batin. Zidan tak ingin melihat hantu hantu itu. Zidan ingin hidup normal seperti dulu. Zidan lelah, dan cape harus terus terusan melihat mereka.


Mereka yang tak ingin di lihat Zidan. Zidan benar benar menolak kemampuan ini. Kalau ada cara untuk membuang atau menutup mata batin ini. Zidan ingin menutupnya segera.


Zidan benar benar tak ingin berurusan dengan mereka. Atau ikut campur dengan mereka ataubsampai berteman. Zidan gak mau, Zidan menolak. Sudah cukup, rasa takutnya sudah di uji beberapa kali hari ini. Karena mata ini, Zidan tak bisa tidur dengan nyenyak. Kemapun Zidan pergi. Semua mengganggu Zidan.Zidan sudah ketakutan sampai ubun ubun. Terlalu takut untuk di jelaskan. Makanya Zidan selalu emosional. Zidan selalu marah marah pada semua orang. Karena Zidan tak ingin jadi anak indigo.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like.


__ADS_2