
Alia sangat berharap mamahnya menerima Alia sebagai putrinya. Namun sepertinya, rasa benci Mamahnya pada Alua membuat Sinta tak ingin menerima Alia. Walaupun begitu, Alia tahu Sinta begitu menyayangi Alia jauh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Alia tahu, Alia bisa merasakan Hati Sinta yang tersakiti.
Sinta hanya di luar membenci Alia. Namunjauh dari dalam lubuk hatinya Sinta begitu menyayangi Alia. Walau tak pernah memeluk Alia. Aliatahu Sinta begitu menyayangi Alia.
Sinta masih melihat jendela luar. kamar hotel yang di sewa Aji. Ada di lantai 10 hotel ini. Pemandangan di luar terlihat jelas rumah rumah penduduk dan sungai sungai yang mengalir. Hotel ini ada di pysat kota. Semuaterlihat jelas. Apalagi kalau malam, terlihat begitu indah tata kota yang penuh dengan lampu jalanan kita dan rumah rumah penduduk.
Sinta melihat dengan tatapan kosong. Sintamemikirkan Alia. Benar yang di pikirkan Alia. Sinta begitu menyayangi Alia. Jauh dari dalam hatinya yang paling dalam. Sinta begitu sayang sama Alia.
Sinta selalu berbohong pada semua orang kalau Sinta membenci Alia dan Aji. Sinta hanya mencintai Aji. Hanya Aji laki laki yang Sinta cintai. Namun Sinta tak ingin merusak hubungan Aji dan Eva.
Sinta tahu, rumah tangga Aji hancur karena, Sinta. Sinta tahu, akar permasalahan antara Aji dan istrinya adalah Sinta. Sinta penyebab segala masalah yang terjadi pada Aji dan Eva.
Sinta meneteskan air matanya, Alia tahu sedari tadi melihat Sinta. Alia selalu memperhatikan Sinta. Walau Sinta tak tahu, namun Alia begitu menyayangi Sinta, sebagai Ibu yang melahirkan Alia.
Alia ikut meneteskan air matanya saat Ibunya Alia, Sinta menangis meratapi hidupnya. Aliaingin memeluk Sinta, Alia ingin memberitahukan bahwa semua bukan salah Sinta. Namun tak bisa. Alia takut, Sinta gak mau di peluk Alia.
Alia buru-buru berpaling saat Sinta melihat Alia. Sinta tahu, Alia sedari tadi memperhatikan dirinya. Sinta membiarkan Alia melihatnya dari jauh. Sinta yang membuat jarak antara Sinta dan Alia jauh.
Sinta tak ingin, Alia malu mempunyai ibu seperti Sinta. Sinta tak pantas dibanggakan. Sinta sudah buruk dan hancur. Tak ingin menambah beban Alia. Pikiran Sinta tentang Alia sudah salah.
Alia begitu merindukan Sinta. Alia tak peduli dengan pandangan orang tentang Sinta. Alia ingin di akui oleh Sinta. Alia ingin Sinta memeluk Alia. Alia ingin seperti mereka. Seperti ibu dan anak lainnya. Alia ingin merasakan punya ibu.
Alia punya mamah. Walau Alia sudah mendapatkan kasih sayang dari pak Iman dan Bu Ilan. Tetap saja, Alia ingin kasih sayang dari Sinta. Sinta sebagai ibu kandung Alia.
Sinta melihat Alia, menatap punggung Alia. Sinta tak berani melihat Alia secara langsung. Sinta ingin sekali memeluk putrinya yang setiap harinya sudah tumbuh menjadi gadis cantik.
Alia jauh lebih cantik dari Sinta ketika masih muda. Pasti banyak laki laki yang suka pada Alia. Harusnya gadis seumur Alia, pasti banyak teman. Walau hanya Yudi dan Nadia yang main ke rumah Alia. Namun Sinta yakin, Alia di sekolah pasti banyak teman.
__ADS_1
Sinta tersenyum memikirkan Alia putrinya. Alia tak berani melihat Sinta. Alia tahu itu, Sinta juga menyayangi Alia. Walau tak di ungkapkan secara langsung. Alia sudah cukup bahagia, walau orang lain tak tahu tapi yang penting Alia tahu kalau Sinta juga sayang Alia. Itu sudah cukup untuk Alia, Alia tak ingin meminta lebih dari Sinta.
Alia tak ingin menyakiti Sinta lagi. Ibu dan anak ini jadi saling menyakiti karena, keegoisan Sinta. Semua jadi korban. Tak hanya Alia, Aji dan juga Sinta sendiri, semua ikut sakit hati.
Sinta kembali ke posisi semula. Sinta tak ingin Alia tahu, Sinta memperhatikan Alia. Padahal Alia sudah tahu semua yang di lakukan Sinta. Alia tahu tanpa Sinta beritahu. Kemampuan Alia, membuat Alia tahu siapa saja orang yang tulus dan siapa saja orang yang berpura-pura.
Sekarang Alia bersyukur dengan kemampuan ini. Alia jadi bisa mengenal harus berteman dengan siapa, dan siapa yang harus Alia hindari dan jauhi.
Tuhan sudah memberikan cara yang terbaik untuk Alia. Dengan kemampuannya ini Alia jadi banyak-banyak bersyukur telah di beri kelebihan dari tuhan.
Tok tok tok terdengar suara pintu dari luar, Alia menghapus air matanya. Segera membuka pintunya. Ternyata ada Zidan dan Nadia.
Zidan langsung memeluk Alia, namun Alia langsung mendorong tunuh Zidan, membuat Zidan terjatuh ke lantai.
"Gak ada acara peluk-peluk" Guman Alia judes dan sinis.
Alia berpikir tiga hari yang lali, ini pasti kerjaan Bela. Cris bilang, Bela yang menggantikan jadi Alia. Selama Alia di culik Ying-Mei.
"Ayolah Alia, kamu sudah janji mau menerima aku"
"Kapan, aku bilang mau menerima kamu?"
"Kamu sudah lupa Alia?"
"Aku gak ingat" Ketus Alia, Langsung berpaling Alia yakin ini pasti ulah Bela. Entah apa yang Bela janjikan pada Zidan.
Nadia tertawa
__ADS_1
"Aku aneh dan heran, kenapa kamu bisa berubah dalam tiga hari? Seperti bukan kamu Alia, namun hari ini kamu sudah jadi diri kamu sendiri" Guman Nadia masih tertawa melihat Zidan.
Zidan masih cemberut, sikap Alia kembali seperti semula. Zidan sudah senang, saat Alia berubah walau cuman tiga hari tapi sudah membuat Zidan bahagia.
Aloa terdiam sesaat, membuka mata bathin nya. Untuk mencari tahu apa yang terjadi selama Alia tak ada. Dan apa yang dilakukan Bela, sampai Zidan jadi berani begini. Alia terkejut, Bela sudah tebar pesona pada setiap anak laki laki di sekolahnya. Bela benar-benar membuat Alia malu. Terus Bela juga memberikan harapan palsu pada Zidan dan beberapa anak laki-laki lain.
"Aduh Bela, kamu membuat aku dalam masalah" Pikir Alia dalam hati.
Pantas saja, semenjak Alia kembali Bela tak pernah menemui Alia. Ternyata ini yang dilakukan Bela. Alia sudah cukup kesal dengan Bela. Alia ingin segera menemui Bela. Bela harus membereskan kekacauan yang di buatnya.
Sinta melihat Alia, Nadia dan satu teman Alia. Yang Sinta tak tahu, anak laki-laki itu, baru pertama kali Sinta lihat. Anak laki-laki itu, terlihat tampan. Sinta yakin anak laki-laki itu menyukai Alia. Sinta jafi tersenyum sendiri memikirkan itu.
Nadia mendekati Alia, "Alia mamahmu tersenyum, apakah ini pertanda?" Bisik Nadia, Nadia pada Sinta. Karena Sinta selalu bersikap menyebalkan pada Nadia dan Yudi. Tak pernah memberi kesan yang baik.
Alia tersenyum, melirik Sinta-Ibunya Alia sejenak. Alia sudah tahu apa yang ada di pikiran Ibunya kali ini. Alia begitu senang, walau tak di ungkapkan namun sudah cukup membuat Alia senang.
Zidan masih cemberut, melihat sikap Alia masih juga bersikap cuek dan seperti biasa tak pernah merespon.
Nadia duduk di bangku kamar Hotel yang Alia dan keluarganya tempati. Begitu nyaman, begitu mewah. Nadia sudah berpikir pasti mahal sekali menginap satu malam di sini.
"Alia, Ayah kanu orang kaya yah?" Bisik Nadia lagi pada Alia.
Alia terseny, Alia tahu sekaya apa Ayah-Alia. Alia ingin berusaha sendiri, mendapatkan kekayaan dengan cara Alia.
Nadia masih melihat sekeliling. Melihat satu-persatu dari ruangan yang di sewa oleh Ayah-Alia untuk keluarganya.
"Aku mau loh, tinggal di sini" Guman Nadia.
__ADS_1
Alia tersenyum lagi. Alia juga merasa nyaman tinggal disini, walau baru satu malam, karena tiga malam kemarin Alia di culik Ying-Mei. Alia jadi merindukan Ying Mei. Alia ingin bertemu kembali dengan Ying Mei