Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
CHAPTER 45 DAESY BAGIAN 5


__ADS_3

Alia masih melihat Mbah Karyo berdiri di luar. Alia pun mengetuk pintu rumah Ne'Mul.


"Tok Tok Tok" suara ketukan pintu di luar rumah Ne'Mul. Terdengar dari dalam seseorang berjalan menuju pintu untuk membuka kan pintu.


Pintu pun di buka, terlihat Ne'Mul yang begitu menor menghiasi mukanya yang keriput, oleh make up yang begitu mencolok dengan warna warna yang cerah. Membuat muka Ne'Mul benar benar seperti badut.


Alia menutup mulutnya menahan tawa. Alia tak ingin menyinggung Ne'Mul. Sebisa mungkin Alia berusaha untuk senatural mungkin. Walau sebenarnya Alia sudah tak kuat menahan tawa.


"Hai cantik tumben..." ucapan Ne'Mul terhenti begitu melihat Mbah Karyo sedang berdiri agak jauh dari rumah Ne'Mul.


Ne'Mul berjalan menabrak Alia, segera berlari menuju Mbah Karyo langsung memeluk Mbah Karyo.


"Aduch sayang cintaku, kalau mau datang datang aja. Gak usah bawa bawa Alia" ucap Ne'Mul kepedean. Masih memeluk Mbah Karyo dengan begitu erat.


"Kamu gak usah kepedean, aku cuman mengantar cucu ku" ucap Mbah Karyo ketus. Berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan nenek tua yang ganjen.


Alia sudah tak kuat menahan tawanya. Alia pun tertawa terbahak bahak, melihat pemandangan itu. "Pantas saja Mbah Karyo tak ingin ke rumah Ne'Mul. Ini to alasanya" pikir Alia saat itu.


Sesaat Alia melupakan rasa takutnya. Karena kelakuan Ne'Mul uang begitu kocak dan sangat menghibur Alia. Alia begitu terhibur dengan aksi Ne'Mul. Sampai Alia susah untuk berhenti tertawa, karena lucu.


Wajah Mbah Karyo, begitu merah menahan marah, kesal dan sebal. Melihat Mbah Karyo sama sama mau. Mbah Karyo mau menolak, sedangkan Ne'Mul mau suka.


Alia tak pernah berpikir Ne'Mul bisa segenit ini. Rasanya tak pantas, untuk wanita tua seperti Ne'Mul berkelakuan seperti ABG. Pemandangan itu, membuat Alia tak bisa berhenti untuk terus menertawakan Mbah Karyo dan Ne'Mul.


Mbah Karyo tak ingin membuang waktu begitu lama di runah nenek tua genit ini. Mbah Karyo melepaskan pelukan Ne'Mul, mulai bicara tentang maksud kedatangan dan Alia.

__ADS_1


Ne'Mul pun akhirnya mengizinkan Alia untuk mengambil air di sumurnya. Walàu Ne'Mul terus menempel sama Mbah Karyo. Entah bagaimana, cara Mbah Karyo melepaskan diri dari Ne'Mul. Sampai tinggal satu rumah lago, rumah kosong sebrang jalan.


Sepanjang jalan, Alia masih terus tertawa mengingat kejadian tadi. Kejadian yang benar benar menghibur Alia.


"Udahlah Ndo(anak perempuan) jangan ketawa terus, aku malu" gumam Mbah Karyo merasa malu sekali, karenà kelakuan Ne'Mul yang genit. Membuat wajah Mbah Karyo masih memerah.


"Abis lucu Mbah, aku gak nyangka kalau Ne'Mul itu penggemar setia Mbah!" seru Alia masih tertawa. Alia benar benar tak bisa berhenti untuk tertawa.


Sampai tak terasa, Alia sudah sampai di sebrang rumah kosong itu. Alia berhenti tertawa. Alia merasakan aura yang begitu besar. Jalan raya ini, memang tak terlalu ramai. Warga di sini, tak pernah mau lewat sini, padahal jalan ini begitu dekat dengan jalan utama dan pasar. Yang tak jauh dari rumah Alia.


Rumah ini, begitu megah. Bergaya arsitektur Eropa. Begitu elegan dan mewah, namun entah sejak kapan. Rumah ini jadi begitu menakutkan. Munhkin semenjak di tinggalkan oleh pemiliknya sekitar 30 tahun yang lalu.


Membuat suasana di sekitar rumah ini begitu terasa angker dan aura di sini begitu menghitam. Alia tak pernah berani jalan sendiri bila lewat rumah ini. Alia lebih suka memutar lewat pasar kalau mau ke rumah Nadia. Padahal bila lewat jalan ini, jauh lebih dekat. Namun Alia tak mau kalau harus lewat sini.


Alia mengikuti Mbah Karyo sembari menutup matanya. Alia sudah merasakan kehadiran mahkluk itu, Mahkluk berwujud Harimau. Seperti dalam penglihatan Alia, Siluman Harimau itu terlihat besar tinggi dan garang.


Siluman Harimau itu, bernama Syam'un. Umurnya sudah ribuan tahun. Syam'un sudah mendirikan kerajaan yang begitu megah di tempat ini. Tempat ini sudah menjadi daerah kekuasaannya sudah sejak lama.


Raja Syam'un dengan gagah sudah berdiri tegap di gerbang kerajaan nya. Saat Alia bersama Mbàh Karyo mencoba masuk kerajaan itu, Alia bersama Mbah Karyo sudah masuk dunia gaib.


Gerbang tinggi yang berlapis emas dan berlian itu, perlahan terbuka sedikit demi sedikit. Terlihat Raja Syam'un sudah menunggu kehadiran Alia dan Mbah Karyo. Raja Syam'un yang biasa di panggil dengan Raja Syam itu sudah berdiri di depan gerbang dan menyambut kedatangan Alia dan Mbah Karyo.


"Selamat datang, wahai manusia" ucap Raja Syam dengan suara lantang dan menggema. Membuat Alia sedikit merinding.


Sebenarnya Alia tak ingin datang ke sini. Tapi demi Yudi dan semua penghuni rumah Alia yang tak kasat mata. Alia rela datang ke sini.

__ADS_1


"Raja maafkan kami atas kelancangan kami datang ke tempat ini, kami datang kesini karena ada màksud..."


"Aku sudah tahu maksud kalian. Aku izinkan kalian mengambil Sumber air dari kerajaan kami" potong Raja Syam'un. Sebelum Mbah Karyo menjelaskan maksud dan tujuan nya datang ke tempat Raja Syam'un.


Alia mengerutkan keninganya, Alia tak menyangka bakal semudah ini. Namun Alia masih merasa takut dengan mahkluk ini. Aura mahkluk ini, begitu besar karena kekuatanya juga besar. Sampai tak bisa di prediksi, sebesar apa kekuatan mahkluk siluman ini.


"Terima kasih Raja, di mana sumber air itu?" tanya Mbah Karyo. Mbah Karyo melihat ke kiri ke kanan mencari sumber air yang ada di penglihatan nya itu.


"Aku ijinkan kalian, tapi aku ingin gadis itu yang mengambir air di sumber air kami" pinta Raja Syam'un sembari menunjuk Alia.


Alia sudah tahu, pasti tak akan mungkin semudah itu. Pasti akan seperti ini, Alia tak bisa menolak keinginan siluman harimau ini. Semua ini demi Yudi dan semuanya. Alia tak bisa menolak.


Alia mengangguk, sedangkan Mbah Karyo menunggu di tempat ia berada.


"Siapa namamu gadis muda?" tanya Raja Syam'un, yang masih memperhatikan Alia.


"Alia" jawab Alia tegas, Alia tak mengetahui ada maksud apa?. Siluman ini begitu baik, langsung mengijinkan untuk mengambil air di tempatnya. Alia masih waspada, takut ini adalah jebakan.


Alia menoleh pada Mbah Karyo. Mbah Karyo mengangguk. Raja Syam'un mempersilahkan Alia untuk mengikuti dari belakang.


Alia masih memperhatikan dari belakang. Raja Syam'un, berjalan pelan di depan. Alia tak bisa berpikir jernih, Alia terus waspada takut Siluman ini berbuat sesuatu pada Alia. Alia tak bisa meminta tolong pada Mbah Karyo, karena jarak Mbah Karyo dan Alia sangat jauh dan semakin jauh. Alia masih berpikir bakal di bawa kemana Alia saat ini.


BERSAMBUNG.....


Maàf ya kalau lama up nya

__ADS_1


__ADS_2