Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
Chapter 52 HOTEL BAGIAN 3


__ADS_3

Semua penderitaan Mei-mei tak sampai di sini saja. Mei-mei kehilangan bayi dalam kandungannya. Karena, kelakuan Yongki dengan kekasihnya Tiara.


Yongki sudah berani membawa Tiara tinggal di rumah mereka. Dan membuat Mei-mei jadi pembantu, untuk melayani Yongki dan Tiara


Mei-mei tak bisa berbuat apa apa. Karena, Ayah mertuanya sudah memberikan semua kuasa dari harta warisan. Karena, Yongki sudah menikah dengan Ying Mei. Salah satu syarat Yongki mendapatkan harta warisan, yaitu dengan menikah. Yongki sudah menikah dengan Ying Mei. Semua harta jatuh ke tangan Yongki.


Semua yang Yongki lakukan pada Ying Mei, hanya alat untuk mendapatkan harta yang ingin Yongki miliki.


Yongki hanya mencintai Tiara. Namun tak bisa menikahi Tiara. Karena, Tiara istri dari teman Yongki. Tiara istri dari Ben. Tiara berselingkuh sudah lama sekali. Dari awal Tiara menikah dengan Ben.


Ben tak tahu kelakuan istrinya seperti itu. Karena, Ben sering meninggalkan Tiara untuk tugas sebagai pejabat negara. Jarang pulang hanya mengirimkan uang dan segala kebutuhan Tiara.


Tiara yang kurang di belai berselingkuh dengan Yongki. Laki laki yang membuat Tiara bahagia, bahagia luar dalam. Yongki memberikan semua yang Tiara ingin kan.


Bahkan permainan di ranjang pun Yongki berikan pada Tiara. Berneda sekali perlakuan Yongki pada Ying Mei. Yongki tak pernah memperlakukan Ying Mei dengan baik.


Ying Mei hamil pun, Yongki tak suka. Yongki tak ingin Ying Mei hamil anaknya. Karena jika Ying Mei hamil, semua warisan yang Yongki pegang, akan beralih pada Ying Mei sebagai ibu dari anaknya.


Yongki sengaja membuat Ying Mei keguguran. Dan menyalahlan Ying Mei yang tak bisa menjaga kandungannya.


Ying Mei benar benar menderita lahir dan batin. Membuatnya depresi berat. Ying Mei mulai sering mengamuk. Tak menerima dengan keadaanya yang begitu kacau. Tak ada lagi harapan untuk hidup Ying Mei.


Semua hancur, tak ada yang bisa di banggakan lagi. Harapan satu satunya, anaknya sudah pergi dari hidupnya. Kekuatan Ying Mei pun mulai tak terkendali. Membuat Keluarga Yongki memasukan Ying Mei ke rumah sakit jiwa. Karena, Ying Mei sudah tak waras lagi.


Tekanan demi tekanan di dapatkan Ying Mei selama menikah dengan Yongki. Sedikit pun Ying Mei tak pernah bahagia. Hanya air mata yang di dapatkan Ying Mei.

__ADS_1


Yongki benar benar meninggalkan Ying Mei di rumah sakit jiwa. Ying Mei tak gila, Ying Mei hanya defresi. Mereka tak peduli lagi, dengan keadaan Ying Mei.


Semua tentang janji pernikahan itu, hanya satu kebohongan dan kepalsuan saja. Tak ada yang tersisa bagi Ying Mei untuk bertahan hidup lagi. Yongki benar-benar menghancurkan hidup Ying Mei.


Sampai Yongki menikah lagi, bukan dengan Tiara melainkan dengan wanita lain. Salah seorang artis terkenal bernama Lucina. Kenyataan itu, membuat Ying Mei hancur. Hatinya benar benar sakit.


Yongki sudah melupakan Ying Mei. Melupakan pernikahanya, bersama Ying Mei. Yang tak pernah di akui oleh Yongki. Yongki tak pernah mengakui Ying Mei sebagai Istrinya.


Ying Mei bagi Yongki itu, sebuah aib. Entah apa salah Ying Mei pada Yoñgki sampai sampai Yongki memperlakukan hal yang buruk pada Ying Mei.


Ying Mei pernag menanyakan pada Yongki. Kenapa memperlakukan semua ini pada Ying Mei. Namun dengan santainya Yongki menjawab, tak suka saja. Hanya karena alasan tak masuk akal, Yongki tega memperlakukan semua ini pada Ying Mei.


Dan pada akhirnya, Ying Mei bunuh diri di rumah sakit jiwa. Yang sekarang jadi hotel tempat Alia menginap. Sebelum pembantaian masal terjadi di tempat ini.


Alia kembali sadar. Dan Sinta masih memperhatikan Alia sedari tadi membuat Alia terkejut.


"Apakah kamu punya indra ke enam seperti yang di katakan Ne'Ima?" Tanya Sinta tiba tiba. Membuat Alia benar benar tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Sinta-mamahnya Alia.


"Da da ri mana, Mamah tahu ten tang Ne'Ima?" Tanya Alia terbata-bata. Alia masih terkejut dengan pertanya Sinta-mamahnya Alia. Baru kali ini, Sinta mengajak Alia berbicara. Dari dulu, sampai sekarang.


Baru kali ini, Sinta Mamahnya Alia mengajak bicara Alia dengan serius. Antara terharu dan bahagia. Mendengar Mamahnya mau berbicara dengan Alia. Tanpa sadar Alia, meneteskan air matanya karena bahagia. Alia berharap, semoga ini bukan mimpi. Bila ini mimpi, Alia tak ingin bangun lagi.


"Maafkan Mamah, Alia. Tak seharusnya Mamah menyalahkan mu atas semua yang terjadi sama Mamah. Mamah yang salah, kamu hanya korban atas keegoisan mamah saja" tutur Sinta hampir menangis.


"Mamah bolehkan Alia memanggilmu dengan sebutan Mamah" ucap Alia sambil menangis.

__ADS_1


Sinta mengangguk.


Alia memeluk Sinta dengan erat. Sampai Cris dan Bela datang membangunkan Alia. Cris dan Bela berhasil menarik Alia ke dunia nyata.


Alia membuka matanya, Alia sudah sadar ternyata semua itu, hanya mimpi. Alia menangis karena, semua itu hanya mimpi.


"Maaf Alia, aku mengganggu mimpi indahmu, karena jika kamu tak segera keluar kamu akan terjebak dalam mimpi itu selamanya. Dan tubuhmu akan di ambil alih oleh Ying Mei" tutur Cris menjelaskan semuanya.


Alia menghapus air matanya. "Dia yang melakukan semua ini?" Ucap Alia kesal karena, hantu wanita itu malah mengusik sisi terlemah Alia.


"Iya Alia, Ying Mei begitu tertarik dengan kemampuan mu. Dia ingin memiliki tubuhmu untuk membalaskan dendam pada semua manusia yang menyakiti nya. Ying Mei begitu haus akan dendam. Ying Mei tak suka melihat orang lain bahagia. Kamu memiliki masalah yang rumit. Namun kamu memiliki teman teman yang menyayangimu, Ying Mei tak suka dengan itu" tutur Bela menjelaskan.


"Aku mengerti kenapa Ying Mei ingin tubuh aku. Karena di masa dia hidup tak ada yang membela Ying Mei, hidupnya begitu menyakitkan, itu jadi alasan dia tak tenang sampai sekarang" tutur Alia, sudah melihat kilasan dari masa lalu Ying Mei.


"Kamu gak perlu membela hantu itu, dia sudah mencelakimu Alia!" Seru Bela memperingatkan Alia.


"Di mana Ying Mei sekarang?" Tanya Alia, karena tak melihat Ying Mei di mana pun.


"Cris sudah mengurung Ying Mei di penjara gaib" jawab Bela.


Alia melihat ke arah Cris. Cris menunduk. Alia masih teringat dengan mimpi nya itu. Mimpi tentang Mamahnya Sinta, tentang pertanyaannya.


Alia berpikir apakah Mamahnya pernah bertemu Ne'Ima. Alia melihat Sinta-Mamahnya Alia tertidur begitu pulas. Alia mencoba melihat masa lalu Sinta-Mamahnya Alia.


Ternyata benar, sewaktu Sinta hamil Alia, Sinta pernah bermimpi di datangi Nenek-Nenek. Nenek-Nenek itu, Ne'Ima. Ne'Ima bilang pada Sinta, kalau putrinya kelak akan jadi perempuan yang berbeda dari wanita pada umumnya. Putrinya akan menjadi gadis yang mempunyai kemampuan supranatular. Saat itu, Sinta menganggap mimpi itu tak nyata. Tapi hari ini, semua ucapa Ne'Ima jadi kenyataan.

__ADS_1


Bersambung...


Maaf lama up nya


__ADS_2