Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
Chapter 39 MASIH DENGAN PAK RIZAL


__ADS_3

Pak Rizal menyadari kesalahan. Akhirnya Ia menyerahkan diri ke polisi, dan memberitahukan mayat, yang di kubur di belakang kontrakan itu mayat Risa.


Risa di nyatakan hilang, selama satu minggu. Orang tua Risa, sudah mencari Risa kemana mana. Bahkan sudah melapor ke pihak polisi.


Orang tua Risa tak menyangka kalau, Pak Rizal yang telah membunuh putri mereka. Orang tua Risa begitu percaya, sama Pak Rizal. Bahkan akan menjodohkan Risa dan Pak Rizal. Tapi apa yang di lakukan Pak Rizal, sungguh kejam.


Orang tua Risa sangat tak terima, putri bungsunya meninggal dengan cara seperti itu. Ibunya Risa terus mengutuk Pak Rizal, dengan sumpah serapah. Karena, tak menerima dengan kematian putrinya ini.


Mereka ingin, Pak Rizal di hukum seberat beratnya. Karena, sudah menghilangkan nyawa putrinya.


Karir yang selama ini, Pak Rizal bangun dengan susah payah. Kini hilang sudah karena, kesalahan yang tak bisa di maafkan.


Semua menyayangkan kelakuan Pak Rizal. Padahal Pak Rizal, sempat menjadi idola semua kalangan. Namun kini, Pak Rizal sudah menjadi buruk citranya karena kelakuannya sendiri.


Risa sudah di kuburkan secara layak. Namun Risa, masih belum bisa menerima kalau sekarang, sudah bukan manusia lagi. Risa ingin Pak Rizal, juga ikut bersama nya.


Pak Rizal sudah di nyatakan bersalah. Dan di hukum di penjara seumur hidup. Namun di dalam penjara, Risa masih mengganggu Pak Rizal. membuat Pak Rizal menjadi gila. Dan berteriak teiak sendiri. Karena ketakutan, terus menerus di ganggu Risa.


Kata kata Pak Rizal, tak di percaya. Karena hanya Pak Rizal yang melihat Risa. Pak Rizal di anggap gila, oleh mereka semua. Hingga Pak Pak Rizal, di masukan ke ruang isolasi. Pak Rizal menjadi pasien yang pesakitan. Pak Rizal, di bawa ke rumah sakit jiwa. Karena kondisinya yang tak stabil.


Orang tua, Rizal sendiri. Langsung pindah ke kota lain. Mereka sudah malu, dengan perbuatan anak mereka. Rumah Pak Rizal, diinggalkan begitu saja. Tak ada yang tahu, mereka pindah kemana. Mereka sudah terlanjur malu, tak ingin membuat malu lagi. Karena, masih tinggal di kota ini.

__ADS_1


Berita Pak Rizal sudah langsung masuk koran. Sebagai berita kriminal. Semua karena, Pak Rizal tak bisa mengontrol naluri lelakinya. Membuat Pak Rizal menghancurkam dirinya sendiri, karena perbuatan nya.


Sekarang tak ada yang tahu, nasib Pak Rizal seperti apa. Berita Pak Rizal menghilang begitu saja. Bagaikan di telan bumi.


Di sekolah pun, sudah tak ada yang menyebut nyebut Pak Rizal lagi. Mereka seolah lupa dengan gosip yang sudah begitu lama beredar.


Masalah Pak Rizal masih menggantung. Entah akhirnya seperti apa?. Yang jelas, orang tua Risa masih tak bisa menerima kematian putrinya. Mereka masih menyayangkan, kematian putrinya dengan cara yang tragis seperti itu.


Setiap hari, Ibu Risa masih terus terusan menangis. Masih merasa sakit hati, dan tak bisa menerima. Walaupun Pak Rizal sudah di hukum karena perbuatan nya. Namun orang tua Risa masih belum bisa memaafkan Pak Rizal begitu saja. Mereka masih menyimpan dendam, karena sakit hati kehilangan putri bungsu mereka. Yang seharusnya masih lincah, seperti anak SMA pada umumnya.


Kematian Risa, memang datang secara tiba tiba. Makanya orang tua Risa, masih belum bisa ikhlas.


Tak ada kabar dari Pak Rizal. Tak tahu, kondisinya seperti apa sekarang. Alia takut, Pak Rizal bunuh diri. Karena, Risa terus terusan mengganggu Pak Rizal untuk ikut denganya.


"Hay Alia" sapa Risa, sambil menggandeng tangan Pak Rizal.


"Kalian.." Alia tak melanjutkan kata katanya. Alia sudah tahu, kalau Pak Rizal pasti sudah meninggal. Saat Risa membawa, Pak Rizal kehadapan Alia.


"Aku ke sini, mau mengucapkan terima kasih Alia" gumam Risa, masih menggandeng tangan Pak Rizal.


Alia mengangguk. terlihat wajah Pak Rizal, begitu berseri. Mungkin, sekarang Pak Rizal sudah terbebas dari rasa bersalahnya. Karena, telah menghilangkan nyawa kekasih hatinya ini. Terlihat Pak Rizal begitu tenang, tak ada rasa ketakutan lagi. Begitu juga Risa, auranya sudah tak menghitam, dendamnya sudah berubah. Dengan Pak Rizal ikut bersamanya, ke alam kematian yang abadi.

__ADS_1


"Alia, terima kasih. Karena sudah menyadarkan aku, sekarang aku mau pamit. Sudah tak ada dendam, kebencian dan rasa takut lagi. Kami akan pergi" tutur Pak Rizal dan Risa. Mereka berdua sudah pergi membawa rasa tenang.


Alia melihat, Pak Rizal dan Risa sudah melangkah pergi ke alam keabadian. Semua sudah selesai. Semiga di luar sana, tak ada yang terjadi seperti mereka lagi.


Sekarang Alia merasa lega, Alia mulai melangkah. Namun Alia melihat, ada seseorang yang sedang berada di belakang Alia. Alia mencoba menoleh ke belakang.


"Cris" panggil Alia.


Cris tersenyum pada Alia. Anak manusia ini, sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Walau hati Cris selalu berdebar, saat melihat Alia. Begitu juga Alia yang sepertinya menyukai Cris.


Rasa cinta, yang berbeda dunia ini. Tak akan pernah bisa bersama. Makanya baik Alia atau Cris. masih memendam perasaan mereka masing masing.


Alia begitu senang melihat Cris. Hantu tampan ini, yang bisa membuat Alia jatuh cinta.


Di sisi lain, Zidan melihat Alia dan Cris. Zidan tak suka dengan Cris. Hantu orang belanda yang selalu bersikap sinis dan judes sama Zidan. Kini malah bisa tersenyum manis seperti itu, pada Alia. Benar benar tak bisa di percaya. Namun Zidan masih belum menyadari kalau, antara Cris dan Alia saling jatuh cinta.


Tak ada yang salah, dengan perasaann cinta itu sendiri. Namun Alia dan Cris, sudah melawan kehendak alam. seorang manusia dan hantu, tak akan bisa bersama. Itu yang di tekankan, dalam hati Alia dan Cris. Asalkan bisa melihat satu sama lain, itu sudah cukup bagi Cris dan Alia.


Seminggu setelah itu, Alia mendapat kabar. Kalau Pak Rizal, sudah meninggal karena bunuh diri. Alia tak terkejut sama sekali. Mungkin lebih baik seperti itu.


Alia sudah melihat, Pak Rizal dan Risa bahagia sekarang. Namun tetap orang tua Risa, masih belum bisa menerima, saat Pak Rizal juga, mati karena bunuh diri.

__ADS_1


Tetap saja orang tua Risa, masih belum bisa memaafkn Pak Rizal. Itu yang membuat Pak Rizal, tak bisa pergi jauh ke alam keabadian. Semua masih terhenti, saat Orang tua Risa masih belum merelakan kepegian Risa dan memaafkan Pak Rizal. Walaupun begitu, Risa dan Pak Rizal terlihat bahagia saat mereka bersama. Jadi sepasang hantu yang romantis, mengalahkan manusia sendiri. Walau tak mengganggu namun, sudahlah Alia tak mau melihat mereka. Alia jadi cemburu, dengan sepasang kekasih ini. Yang selalu bermesraan di mana pun mereka berdua berada. Sedangkan Alia manusia, masih sendiri. Bukan maksud gak adil, Alia yang memilih untuk sendiri sih.


Bersambung...


__ADS_2