
Nadia masih bingung. Karena melihat Alia yang seperti sedang risih. Nadia tahu, Kalau Alia itu sedang berbicara sama teman Ghaib nya. Ntah Cris atau Bella. Nadia mempercayai Alia karena Alia pernah menolong dari cengkraman hantu perempuan waktu itu. Nadia mengingat kejadian itu seketika badannya merinding karena takut.
Pak Ahmad dan Bu Siska berbisik pelan. Mereka membicarakan Alia. Mereka bilang kalau Alia itu stres karena berbicara sendiri. Mereka pun menertawakan Alia, dan meremehkan Alia. Sudah pasti Alia merasa sakit hati dengan ucapan mereka. Walau tak terdengar oleh yang lain tapi Alia bisa membaca pikiran orang.
Alia mencoba bersabar, buat Alia perlakuan mereka pada Alia sudah biasa. Karena Alia sangat menyayangi Yudi sebagai sahabat mereka. Alia sangat menyayangi kedua sahabatnya ini. Nadia Dan Yudi. Dua sahabat sejatinya yang selalu menemani Alia saat senang maupun saat sedih dari dulu sampe sekarang Alia sudah SMP.
Alia tak memperdulikan apa kata orang. Yang penting kedua sahabatnya ini mempercayai Alia. Itu sudah lebih dari cukup untuk Alia. Merasa hidup berarti karena mempunyai sahabat seperti Nadia dan Yudi.
Sedangkan Mbah Karyo sangat menyayangkan sikap anak dan menantunya yang menghina Alia habis habisan. Sebenarnya pak Ahmad tak seperti itu. Ini semua karena pengaruh istrinya siska.
Dari dulu, Mbah Karyo tak menyetujui Ahmad dengan Siska. Karena Mbah Karyo tahu sifat Siska seperti itu. Tapi mereka sudah menjadi jodoh. Walau sebenarnya Ahmad bisa saja mendapatkan yang lebih dari Siska.
Untung saja, cucunya tak seperti itu. Yudi anak yang baik. Tak seperti kedua orang tuanya. Yang pikiran nya sangat picik dan suka menghina orang lain.
Tiba tiba saja, angin berhembus kencang. Sampai membuat semua barang di rumah Yudi terbang kemana mana. Yang membuat pak Ahmad dan Siska ketakutan. Alia pun langsung memegng tangan Nadia takut ada yang menculik Nadia.
Suara tawa yang menggelegar dibarengi dengan suara petir. Dan secara tiba tiba mereka tersedot ke dalam dimensi lain. Yang ntah ada dimana tak ada yang tahu.
Alia terbangun karena Cris membangunkan Alia. Alia sudah berada di sebuah ruangan yang sangat indah seperti di dalam kastil kerajaan.
Alia mencoba membuka matanya sejenak. Di atas kepala Alia sudah ada Yudi, Nadia dan kedua orang tua Yudi yang sedang berada di dalam kurungan. Kurungan yang seperti kurungan burung.
Mereka terlihat pingsan. Di dalam kurungan itu. Alia langsung kaget dan terkejut dan berfikir kenapa mereka ada di sana?
Suara tawa itu kembali bergelegar. Terlihat ada naga yang sedang terbang. Seekor naga yang begitu besar seperti dinosaurus.
Tubuh Alia seketika bergetar. Melihat mahkluk yang baru pertama di lihatnya.
Ternyata legenda naga terbang itu benar benar ada. Tapi Alia tak habis pikir. Karena bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Alia berjalan mundur. Dan menabrak seseorang. Alia menoleh, ternyata itu Mbah Karyo. Mbah Karyo terlihat sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya. Sama seperti Alia yang sama sama terkejut.
"Mbah dimna kita?"bisik Alia masih melihat seekor naga putih itu. Yang masih terbang rendah di dalam ruangan.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu, tapi Aku baru pertama kali melihat mahkluk besar ini." Bisik Mbah Karyo lagi.
Sedangkan Cris dan Bela, masih melihat sosok naga itu. Tak bisa berbuat apa apa karena kekuatan mereka seakan akan hilang di dimensi ini. Cris dan Bela malah seperti manusia biasa.
Tiba tiba saja, naga putih itu berubah jadi pria yang berbadan kekar berambut putih panjang dan di kepala nya ada tanduk. Baju yang di gunakan mereka itu seperti baju pada jaman romawi kuno.
Pria itu pun langsung duduk di singgasananya. Yang terbuat dari emas dan berlian. Sedangkan dari arah lain Ratu Yasmin datang, dengan beberapa orang termasuk Suci juga. Langsung duduk di pangkuan pria itu.
Pria itu sangat bahagia kedatangan Ratu Yasmin. Istri yang di cintainya. Yang jauh lebih cantik dari biasanya.
Ratu Yasmin mengelus wajah pria itu, dengan lembut. Pria itu tersenyum bahagia dengan belayan Ratu Yasmin. Pria itu pun langsung memeluk Ratu Yasmin dengan tangan kirinya yang kekar.
"Para manusia itu yang sudah menyakitimu sayang" Tanya laki laki itu, pada Ratu Yasmin.
"Iya, sayang. Mereka semua sudah membuat aku kehilangan kekuatanku" Ucap Ratu Yasmin dengan manja.
"Kamu bohong ratu jelek. Kamu sendiri kan yang sudah menyakiti Alia" Teriak Bela, tak terima dengan tuduhan itu.
"Aww" Ucap Cris, lengannya sudah mengeluarkan darah.
"Cris maafkan Aku, gara gara Aku kamu.... " Bela tak melanjutkan kata katanya lagi. Bela pun menangis tapi Cris langsung memeluk adik kesayangannya ini.
"Aku gak apa apa" Ucap Cris menahan sakit. Yang ternyata begitu sakit. Karena serpihan Es itu, seperti mengalir dalam darahnya. Cris masih memeluk Bela.
"Kamu ya gadis manusia yang bernama Alia?" Panggil pria itu. Yang terlihat tak suka karena Ratu Yasmin sudah menyebarkan racun kebenciannya pada pria itu.
"Iya Aku Alia mau apa kamu" Bentak Alia tak mau kalah.
Pria itu tersenyum jahat. Pria itu tak menyangka kalau Alia bisa seberani itu. Menantang seorang raja di kediaman raja itu sendiri.
"Waw, aku suka keberanian mu gadis manusia. Tapi kamu hanya mahkluk lemah" Ucap pria itu meremehkan Alia.
Senyum Ratu Yasmin begitu banyak menyimpan misteri. Pasti ada sesuatu yang sudah di rencanakan mahkluk itu. Senyum itu penuh dengan siasat dan kelicikan. Ntah apa yang di rencakan sama Ratu Yasmin itu.
__ADS_1
"Aku kasihan banget sama kamu tuan" Gumam Alia bernada tinggi.
Pria itu mengerutkan keningnya tak mengerti apa maksud perkataan Alia
"Apa maksud kamu mahkluk lemah" Ucap pria itu tak suka
"Yah aku kasihan saja, Raja sehebat tuan. Bisa terpengaruh dengan mahkluk yang begitu licik seperti Ratu Yasmin" Seru Alia yang mulai meremehkan Ratu Yasmin.
Ratu Yasmin melihat ke arah Alia tak suka. Dan melihat pria itu terlihat begitu marah.
"Heyy..., manusia rendah. Jangan pernah kau menghina istri kesayangan Raja. Bila tak ingin, kamu sesali seumur hidupmu." Bentak pria itu tak terima.
Alia masih tersenyum masam.
Ratu brengsek ini sudah mempengaruhi pria itu dengan begitu besar. Sampai terus membela Ratu Yasmin. Yang membuat Alia dan bela ikutan kesal.
Tiba tiba saja Cris jatuh tersungkur ke lantai.
"Cris" Teriak Bela
Cris berbaring di lantai kastil. Mulutnya terus mengeluarkan darah yang begitu banyak. Membuat Bela menangis.
"Cris bangun Cris bangun"panggil Bela lagi.
Alia dan Mbah Karyo menghampiri Cris. Yang masih terbaring lemah dilantai. Bela mengangkat kepala Cris. Untuk berbaring di pangkuan Bela. Kali ini Bela benar benar ketakutan. Mulut Cris masih terus mengeluarkan darah segar. Sampai baju dan tangan Bela di penuhi darah Cris. Yang tanpa henti terus keluar dari mulutnya.
Kali ini, Bela tak bisa berbuat apa apa selain menangis dan menangis. Merasakan ketakutan yang teramat luar biasa. Cris seperti ini, Karena Cris menolong Bela. Bela benar benar merasa bersalah kareba sudah membuat Cris seperti ini.
Badan Cris semakin lemah. Darah Cris terus terusan keluar dari mulutnya. Tak henti henti semakin banyak dan tambah banyak.
Bersambung....
Jangan lupa like nya yah
__ADS_1