Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
CHAPTER 54 HOTEL BAGIAN 5


__ADS_3

Alia mengikuti rencana Ying Mei. Alia melihat sorot matanya Ying Mei, tak berbohong. Alia mempercayai Ying Mei yang dasarnya bukan hantu jahat.


Alia mengerti, pantas tak melibatkan Cris dan Bela. Karena, bila dua hantu itu ada, Ying Mei tak bisa meminta bantuan Alia. Alia kenal betul dengan Cris dan Bela. Mereka berdua pasti langsung menyerang Iblis itu, tanpa melihat seberapa besar kekuatan Iblis itu.


"Baiklah, di mana Iblis itu sekarang?"


"Sepuluh kilometer dari sini, Iblis itu tak bisa mendengar, Iblis itu hanya bisa merasakan dengan kekuatan pikiran. Makanya aku mengunci pikiran aku agar tak terbaca olehmu. Karena, bila Iblis itu tau tentang kamu, aku harus mengabdi selamanya pada Iblis itu"


"Aku ingin tanya sekali lagi padamu?"


"Apa?"


""Kenapa kamu malah meminta tolong padaku?, Kan yang mempunyai kekuatan ini, tak hanya aku! Masih banyak yang mempunyai kekuatan ini. Kenapa kamu milih aku?" Tanya Alia penasaran.


"Tak tahulah, aku juga tak tahu, kenapa aku bisa percaya padamu. Padahal usiamu masih belasan tahun. Tapi aku yakin kamu, bisa menolong aku"


Dari jarak sepuluh kilometer, terdengar suara erangan dan hentakan tanah. Tanda Ying Mei harus segera memberikan tumbalnya pada Iblis itu.

__ADS_1


Sebelum membawa Alia, Ying Mei membaca beberapa mantra yang sama sekali tak Alia mengerti untuk mengelabui Iblis itu. Setelah selesai membaca mantra mantra itu, Ying Mei mengikat tubuh Alia dengan tali, cukup kuat namun tak membuat Alia sakit.


"Maafkan aku, harus berbuat seperti ini padamu, tolong aku. Hanya ini satu satunya kesempatan" bisik Ying Mei pada Alia.


Alia hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Ying Mei, menarik tubuh Alia. Ying Mei sudah berpesan agar Alia tak boleh menggunakan kekuatannya. Ying Mei hanya menyamarkan tubuh Alia agar terlihat seperti manusia biasa. Kalau Alia menggunakan kekuatannya, Iblis itu akan tahu. Iblis itu, lebih sensitif dari siapapun. Ying Mei meminta Alia agar tenang.


Alia mengangguk dan mengerti, walau dalam hatinya ia masih ragu. Karena, kekuatan Alia ini, selalu datang sendiri tanpa bisa Alia kendalikan. Makanya Alia sering terlibat masalah dengan hantu hantu lain, karena kemampuannya ini.


Sampai di Istana Iblis itu, Alia berkonsentrasi penuh. Untuk tak membaca pikiran Iblis itu. Iblis itu berbentuk aneh, tak punya telinga, namun matanya ada lima. Badannya pendek dan Buntet. Namun kakinya panjang seperti tihang listrik. Tangannya ada enam, seperti laba laba-laba. Sungguh bentuk yang aneh, namun lucu bagi Alia. Alia tak ingin tertawa atau apapun, walau terlihat lucu di mata Alia.


Alia menunduk, tubuhnya bergetar. Alia sndiri tak tahu, kenapa tubuhnya bisa bergetar. Namun Alia tak bisa bertanya pada Ying Mei. Alia tak ingin menggalkan rencana Ying Mei. Entah kenapa, baik Alia atau Ying Mei, mereka saling percaya satu sama lain.


Iblis itu tertawa, melihat Ying Mei membawa tumbal untuknya. Kakinya yang panjang, menyentuh tubuh Alia, membuat Alia terkejut.


Alia berteriak Aaaaaaa "Kakak takut" ucap Alia tak ingin melihat Iblis itu.

__ADS_1


Iblis itu semakin bersemangat. Iblis itu, melilitkan kakinya pada tubuh Alia. Membuat Alia seperti sedang di mangsa ular. Alia terus-terusan menjerit. Namun Iblis itu semakin suka dengan tingkah Alia.


Dari bawah kursi singgana Ying Mei memperhatikan Alia. Bunga pemikat itu muncul saat Iblis itu, akan memkan tubuh Alia.


Alia benar-benar takut kali ini, melihat mulut Iblis itu yang besar akan melahap tubuh Alia hidup hidup. Alia harus bertahan, sedikit lagi. Walau Alia tak tahu sampai kapan harus bertahan. Alia berada di ambang kematian. Kini hidup dan matinya di pertaruhkan di sini. Alia benar-benar berharap Ying Mei segera melaksanakan tugasnya.


Alia sudah tak tahan. Alia beneran takut, ini akhir dari hidupnya. Saat Iblis itu, akan memasukan tubuh Alia ke mulutnya. Bunga pemikat itu pun akhirnya muncul di kepala Iblis itu.


Ying Mei terbang, lalu menarik bunga pemikat itu telat di atas kepalanya. Alia ditarik keluar dari mulut Iblis itu. Iblis itu menjerit, mengerang kesakitan. Ying Mei pun, terbang melarikan diri dari tempat Iblis itu bersama Alia.


Alia masih menutup matanya. Alia masih takut melihat mulut Iblis itu, Alia tak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Ying Mei tersenyum melihat Alia masih menutup matanya. Ying Mei tahu, Alia masih ketakutan. Ying Mei pun tahu, bagaimana rasanya berada dalam mulut Iblis itu, rasanya tak enak jadi makanan Iblis itu. Ying Mei akan membawa Alia terbang sejauh mungkungkin. Sampai benar-benar aman. Setelah itu, baru Ying Mei akan memberitahu Alia


Bersambung....


Jangan lupa like dan komen ya teman teman. Sebagai bentuk dukungan buat aku agar semangat buat ceritanya. Karena aku masih pemula.


Curhat dikit.

__ADS_1


Waktu sekolah dulu aku paling malas nulis di buku. Atau bahkan baca buku. Tapi, setelah baca cerita karya orang lain di group fac****k. Aku jadi tertarik membuat cerita. Awalnya cerita cerpen bukan cerita bersambung kaya cerita ini. Lama kelamaan aku membuat cerita bersambung di fb. Terus ada yang ngasih saran menyuruh aku membuat cerita di aplikasi aja.


Akhirnya aku iseng buat cerita ini di salah satu aplikasi. Tapi, tidak lolos kontrak. Aku pun akhirnya buat cerita disini dan Alhamdulillah keterima kontrak di sini. Ya walau banyak kesibukan karena, menulis cerita ini cuman untuk mengisi waktu kosong di jam kerja aku. Pas waktu istirahat kadang aku sempatkan buat cerita. Kadang malam setelah kerja. Kalau lagi malas ya tinggalkan saja hehe


__ADS_2