
Yudi terus bertanya tanya tentang pacar pertama Nadia yang kata Nadia sudah putus itu. Yudi penasaran dengan laki laki yang sudah menjadi pacar Nadia beberapa hari ini.
Suara jeritan dan tawa seperti hanti terdengar dari kamar Sinta, Ibu kandung Alia. Antara takut dan terkejut Nadia dan Yudi saling melihat satu sama lain.
Sebenarnya Yudi dan Nadia sudah terbiasa dengan suara yang menakutkan itu. Tapi tetap saja bila mendengar lansung pasti terkejut dan juga merasa takut.
Alia melihat Yudi dan Nadia yang terlihat ketakutan. Alia melihat ke arah kamar Ibunya Sinta. Bila menjerit seperti itu, berarti mamah Sinta sedang kerasukan hantu. Hidup mamah Sinta sudah hancur lebur. Bagai hatinya sudah tak berbentuk lagi. Hidupnya sudah tak berarti saat Ayah Aji meninggalkannya. Demi istri sah nya mamah Eva.
Sekarang sudah beberapa bulan Ayah Aji tak menemui Alia. Alia tak masalah seperti itu. Walau tak datang berkunjung. Setiap bulan Ayah Aji masih rutin mengirim uang, pakaian dan segala kebutuhan Alia. Secara materi Alia tak kekurangan sama sekali. Yah walau ada rasa kesepian di hati Alia.
Mamah Sinta, sudah tak ingin hidup lagi. Jiwanya seakan sudah mati. Makanya banyak hantu yang merasuki Sinta.
"Alia, kamu gak takut?" Bisik Nadia.
Alia hanya menggelengkan kepalanya.
Rumah Alia, begitu ramai. Makanya suasana rumah Alia selalu panas walau sedang hujan gede. Karena banyak mahkluk astral yang senang berada di rumah Alia.
Padahal Nek Dina, Pak Iman Dan Bu Ilan adalah orang yang taat pada agama. Mereka selalu menjalankan perintah agama dan sholat tepat waktu.
Para penghuni rumah Alia begitu senang berada di rumah Alia. Sudah di usir beberapa kali pun. Mereka tetap datang lagi ke rumah Alia. Mereka tak pernah mengganggu. Tapi tetap saja tak ada ruang untuk Alia bernafas, karena begitu sesak.
Apalagi saat ibunya Cris mengadakan pesta. Pasti selalu sesak dan ramai. Karena Madam sebutan untuk ibunya Cris. Selalu mengundang berbagai hantu dari semua kalangan. Tak hanya hantu orang Belanda. Hantu pribumi juga selalu datang.
Yudi sudah pulang kerumahnya. Karena ibunya sudah memanggil. Dari dulu sampai sekarang, ibunya Yudi selalu tak suka dengan Alia. Mungkin karena, Alia lahir tanpa ikatan pernikahan. Mungkin itu yang membuat para warga benci. Hanya orang tua Nadia yang tak menganggap Alia anak haram. Orang tua Nadia begitu baik dan menyayangi Alia. Dan selalu mengizinkan Nadia menginap di rumah Alia. Bila mereka dinas keluar kota. Nadia selalu di titip kan di rumah Alia.
Dalam tiga hari ini, orang tua Nadia akan tugas ke kota sebelah. Nadia menginap di rumah Alia. Itu lebih baik. Karena Badan dan wajah Nadia penuh luka dan lecet. Semua karena Hantu yang merasuki Fatur. Jadi Nadia tak perlu pulang ke rumah. Karena orang tua Nadia besok bakalan berangkat ke kota sebelah.
Malam pun tiba. Nadia masih resah tak bisa tidur. Membuat Alia juga tak bisa tidur.
"Nadia, kamu kenapa?" Tanya Alia. Melihat Nadia bolak balik tak tenang.
"Alia, aku kepikiran sama ucapan kamu tadi siang. Aku sepwrti mendengar suara orang berpesta" Ucap Nadia bulu kuduknya mulai merinding. Karena baru kali ini. Nadia merasa takut menginap di rumah Alia.
__ADS_1
"Kamu dengar suara gaduh itu, Nad?" Ucap Alia meyakinkan Nadia.
Nadia mengangguk sebagai jawaban. Dan mulai merasa takut.
"Hmm, Madam sedang mengadakan pesta. Tapi tak tahu pesta apa. Hampir sebulan sekali mereka berpesta" Seru Alia. Menjelaskan.
Nadia mengerutkan keningnya. Tak ngerti dengan maksud Alia.
"Siapa Madam?" Tanya Nadia serius
"Madam, ibunya Cris. Hantu Belanda yang nolongin kamu tadi" Ucap Alia.
Mendengar nama Cris. Nadia teringat dengan wajah tampan Cris. Walau pun dia hantu. Tapi kharisma tetap menggoda. Kalau dia manusia pasti banyak yang suka.
"Kamu kenapa Nadia?" Tanya Alia lagi.
"Gak, teringat aja wajah tampan Cris" Jawab Nadia mulai memerah wajahnya.
Alia melihat Nadia yang merona. Cris memang tampan tapi, jika Nadia menyukai Cris. Alia tak tahu harus gimana.
Entah kenapa, Alua senang mendengar ucapan Nadia itu. Setidaknya, Nadia tak berharap pada Cris. Sekarang Alia yang merona.
"Cris" Panggil Alia. Sesaat sudah berada di depan Alia dengan pakaian kebangsaanya yang begitu tampan bak pangeran di negri dongeng.
Nadia melihat sekeliling. Nadia tak bisa melihat Cris sama sekali.
Alia tersenyum ke arah jendela. Yang tak ada apa apa menurut Nadia. Karena Nadia benar benar tak melihat Cris sama sekali.
"Alia, mau ke pesta bersamaku?" Tanya Cris pada Alia.
Entah kenapa Alia mengangguk mengiya kan.
Alia langsung sadar. Kalau sekarang Alia tak sendiri ada Nadia di kamarnya. Alia melihat ke arah Nadia yang masih bingung. Karena Alia mengangguk tanpa sebab. Alia melihat ke arah Cris.
__ADS_1
Cris pun mengajak Nadia untuk datang bersama
"Nad, kamu mau datang ke pesta bersamaku?" Tanya Alia.
Nadia bingubg harus jawab apa. Baru kali ini, Nadia di ajak ke pesta mahkluk astral. Nadia mulai merinding sekarang. Ada rasa takut dalam diri Nadia.
Melihat itu, Alia langsung menolak ajakan Cria. Dan Cris pun menghilang seketika.
"Alia, padahal kamu datang saja. Tak usah peduliin aku" Ucap Nadia saat berbaring di tempat tidur Alia.
"Gaj Nad, Aku gak mau ninggalin kamu. Aku khawatie kalau kamu ditinggalkan sendirian disini" Ucap Alia. Sama sama berbaring di kasur Alia.
"Alia, apa kamu pernah datang ke pesta mereka?" Tanya Nadia lagi.
"Pernah, aku sering di undang oleh Madam. Maka dari itu, tadi Cris jemput aku"
"Gimana pesta itu Alia?" Tanya Nadia bangun dan mulai serius ingin tahu pesta para hantu itu.
"Yah, tak beda jauh dengan pesta manusia Nad"
"Hanya seperti itu, kok kayanya gak seru.."
"Aku gak bisa berbaur dengan para hantu Nad. Tenagaku akan terserap habis oleh mereka kalau aku lama lama bersama mereka".
"Bisa gitu yah"
"Iya Nad hanya hantu yang kuat yang bisa menunjukan diri pada manusia. Karena bila mereka berlama lama di dunia manusia. Tenaga mereka juga akan terserap habis oleh manusia".
"Gitu yah, Bukanya dunia kita dan dunia mereka saling berhubungan?"
"Iya memang saling behubungan. Tapi tetap mereka tak bisa seenaknya masuk ke dunia manusia"
Nadia terus bertanya macam macam pada Alia. Sampai mereka bergadang semalaman untuk mengobrol. Nadia tak takut pada Alia. Karena Alia spesial bisa melihat hantu. Nadia malah bangga pada Alia. Alia terus mengatakan semuanya pada Nadia sebagai sahabat yang Alia percaya.
__ADS_1
Tak ada kebohongan antara Alia dan Nadia semuanya sudah di ceritakan Alia pada Nadia.
Bersambung......