Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
Chapter 50 HOTEL


__ADS_3

Alia masih memeluk Ayahnya. Begitu erat Alia sangat merindukan Ayahnya. Sinta melihat Aji tak suka. Sinta berpaling, walau hatinya masih mencintai Aji. Masih berdebar bila melihat Aji. Sinta sudah memilih untuk melepaskan Aji.


Aji masih terkejut saat melihat rumah yang Alia tinggalin hancur tak tersisa.


"Sayang, rumahmu kenapa?" tanya Aji. Aji sendiri masih merasa bingung karena, hanya rumah Alia yang hancur.


"Itu, ada pergeseran tanah Yah" jawab Alia sama seperti Mbah Karyo tadi. Alia berbohong.


Alia tak mungkin, berbicara jujur tentang Daesy. Iya, larva hantu itu, yang membuat rumah Alia roboh seperti terkena gempa. Alia lupa membereskan semuanya agar seperti sebelumnya.


Ne'Dina sama Mamah Sinta, keburu datang. Makanya Alia belum sempat membereskan semuanya seperti semula.


"Kalau begitu, kamu sama Ne'Dina dan Mamahmu sementara tinggal di hotel dulu yah. Biar rumah ini, Ayah bangun lagi" ucap Aji Ayah Alia.


Kebohongan Alia ternyata di percaya Aji. Alia sering berbohong jika berurusan dengan para hantu. Untuk urusan hantu, Alia tak bisa berkata jujur. Karena Alia tak ingin di anggap Gila karena, percaya dengan Hantu. Padahal Alia memang bisa melihat hantu itu sendiri.


Ne'Dina begitu senang dengan ucapan Aji. Untuk membangun kembali rumahnya yang roboh karena pergeseran tanah ini.


Mereka bertiga diantar Aji untuk tinggal di hotel sementara waktu.


Di dalam mobil, Sinta diam seribu bahasa, tak ingin melihat Aji. Sinta terus melihat ke arah jalan melalui jendela kaca mobil. Alia duduk di sisi yang lain mobil Aji. Jadi Ne'Dina yang harus duduk di tengah.


Aji banyak ngobrol dengan Alia. Alia begitu senang bisa menceritakan semuanya, tentang teman temannya di sekolah dan juga sahabatnya Yudi dan Nadia. Sesekali, Sinta melirik Alia. Namun kembali melihat ke jalan Raya. Melihat padatnya jalanan Kota Semarang.

__ADS_1


Aji melirik Sinta di kaca spion. Melihat wanita yang pernah Aji hancurkan. Sinta sudah tak muda lagi. Sinta sudah terlihat tua dan keriput di mana mana.


Alia mirip sekali dengan Sinta. Alia perbaruan wajah Sinta dan Aji. Namun lebih dominan pada Sinta. Walau masih cantik Alia. Namun Sinta juga, masih terlihat cantik di umurnya yang baru berkepala empat.


Andai waktu bisa di ulang. Aji ingin sekali kembali ke masa itu, ke masa di mana Aji bertemu Sinta. Mungkin bila tak bertemu, Sinta akan hidup bahagia dengan orang lain. Dan Aji sendiri, bahagia bersama Eva.


Aji menghembuskan nafas panjang. Memikirkan Eva yang sudah jauh melangkah. Eva sudah tak bisa di gapai lagi. Aji menyesal telah menghancurkan rumah tangga nya sendiri.


Kepala Alia begitu pusing. Alia membaca pikiran Aji-Ayah Alia, tentang penyesalannya. Ne'Dina masih belum bisa menerima. Sedangkan Mamah Sinta, masih memikirkan Ayah Aji. Dan Pak Supir memikirkan keluarga bosnya yang hancur.


Pikiran orang lain, yang datang masuk ke pikiran Alia itu, membuat Alia bingung sendiri. Harus bagaimana?. Alia malah memikirkan tentang Ayah dan Mamahnya. Ternyata selama ini, kedua orang tuanya mengalami rasa sakit hati yang teramat dalam karena kehadiran Alia.


Alia jadi sedih. Kareba kehadiran Alia membuat mereka terluka semuanya. Alia tahu, kalau Ayahnya punya keluarga baru yang cuman pencitraaan saja. Alia jadi kasihan dengan kedua kakaknya. Selama ini, di bohongi oleh orang tuanya.


Lamunan Alia buyar, saat Alia berhenti di hotel. Hotel bintang lima, yang cukup terkenal di masa Alia. Namun ternyata di balik itu, banyak kisah kelam di dalamnya.


Alia melihat banyaknya mayat membusuk di sana. Bau amis yang begitu menyengat hidung Alia. Alia tak ingin tinggal di hotel ini. Alia menolak, namun tiba tiba saja Cris dan Bela datang untuk menemani Alia. Alia merasa bersyukur dan tenang saat ada dua hantu ini. Cris dan Bela, yang selalu menjaga Alia dari bahaya.


Dulu Hotel ini, tempat pembantaiam masal. Alia banyak melihat hantu, yang tak sempurna di sini. Namun di sini, tetap saja jadi hotel terlaris dan terbaik karena, Fasilitasnya yang modern.


Pemilik Hotel ini, sudah melakukan pesugihan pada penghuni pembantaian masal itu, setiap bulan ada korban yang meninggal, untuk di jadikan tumbal. Namun pihak Hotel sudah menutup mulut, orang orang jadi jadi korban pesugihan pemilik hotel ini.


Alia melihat, pemilik Hotel ini sudah menggadaikan jiwanya, untuk Iblis yang berada di sini. Dan Iblis itu, tepat berada di puncak Hotel ini yang ada 2000 kamar ini.

__ADS_1


Alia tak ingin masuk, namun terpaksa karena Nenek dan Mamahnya sudah masuk duluan.


Alia beralasan ingin diam dulu di luar karena, kepanasan dalam mobil. Ayah Aji mengangguk, dan memperbolehkan Alia di luar sebentar.


Alia tak ingin masuk karena, di depan Hotel begitu banyak bertebaran tumbal tumbal manusia, yang jadi korban pesugihan pemilik Hotel. Mereka semua melihat ke arah Alia.


Malahan sampai berkumpul di depan Alia. Untung Ada Cris dan Bela yang menjaga Alia, sampai Alia bisa masuk ke dalam dengan selamat, sampai kamar yang di pesan Ayahnya.


Ne'Dina meminta pesan satu kamar saja. Tak ingin merepotkan Aji, jika harus pesan tiga kamar. Ne'Dina tahu, untuk menginap di hotel ini, semalaman begitu mahal. Karena Fasilitas hang di tawarkan Hotel ini begitu lengkap dan modern. Sebanding dengan harganya yang mahal.


Karena, permintaan Ne'Dina, Ayah Aji memesan satu kamar saja. Satu kamar yang lumayan harganya. Kamar besar dan mewah ini, akan menjadi tempat menginap Ne'Dina, Alia, dan Mamah Sinta. Untuk sementara selama, rumah mereka di bangun kembali.


"Nak, apa ini tak berlebihan, kamu menyewa kamar ini. Padahal sewa Hotel yang murah saja, kita tak masalah!" Seru Ne'Dina merasa tak enak dengan kamar yang begitu mewah, dengan Fasilitas lengkap ini.


"Gak apa apa Bu. Aku ingin yang terbaik untuk kalian. Kalian tidur dengan nyaman do sini, soal biaya gak usah di pikirkan" gumam Aji menjelaskan.


"Tapi..."


Belum selesai Ne'Dina berbicara, Aji sudah memotong ucapan Ne'Dina.


"Udah gak ada tapi-tapian, nikmati saja" gumam Aji sambil tersenyum.


Alia masih diam sedari tadi, kamar yang di tempati Alia ada penghuninya. Seorang wanita berbaju merah, dengan dandanan mirip Ne'Ima yang ada di rumah Alia. Alia melihat hantu ini juga, sepertinya sama sama orang Tiongkok.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2