
Alia langsung masuk ke ruang UGD. Karena heditrasi, karena terus muntah tanpa henti. Pak tono guru yang membawa Alia ke rumah sakit begitu khawatir berSama dengan Nadia yang tak mengikuti MOS. (Masa orantasi siswa).
Alia langsung di tangani dokter. Dipasangkan infus, untuk menggantikan cairan tubuh yang sudah keluar banyak. Membuat tubuhnya lemah. Dan diberikan obat agar tak muntah lagi.
Bu dina, nenek Alia di dorong oleh bu ilan, menuju rumah sakit. Tempat cucunya di rawat. Mereka sangat khawatir saat Nadia bilang kalau Alia masuk rumah sakit karena muntah muntah terus
Bu Dina berfikir sejenak. Tadi pagi Bu Dina sendiri yang menyiapkan sarapan buat Alia. Hanya roti dan susu tak ada yang salah dengan itu. "kenapa Alia muntah muntah seperti yang di bilang Nadia" itu yang di pikirkan Bu Dina.
Nadia langsung memeluk Bu Dina sambil menangis. Begitu Bu Dina sampai di ruang UGD. Nadia sendiri tak tahu, apa yang terjadi dengan sahabatnya itu
"Nenek, Nadia juga gak tahu apa yang terjadi sama Alia" ucap Nadia sambil menangis.
Bu Dina memeluk Nadia dengan erat
"Sudah kamu jangan nangis. bukan salah kamu" ucap Bu Dina mencoba menenangkan gadis yang baru berusia 11 tahun
"Maaf, anda wali murid yang bernama Alia?" ucap pak Tono sama Bu Dina.
"Iya, saya nenek nya" ucap Bu Dina
"Karena wali murid sudah ada disini. Saya izin pamit kembali ke sekolah" ucap pak Tono
"Baiklah makasih sudah mengantarkan Cucu saya" ucap Bu Dina.
"Pak bolehkan saya disini untuk menemani sahabat saya" ucap Nadia. Masih merasa khawatir pada Alia sahabatnya
"Boleh tapi besok kamu tetap harus masuk ke sekolah yah" ucap pak tono. Melangkah pergi.
"Makasih pak" Ucap Nadia lagi.
Bu Dina menanyakan pada dokter tentang keadaan Alia. Dan dokter mengatakan keadaan Alia sudah baik. dan sekarang Alia sudah bisa di pindahkan ke ruangan inaf.
Alia masih tertidur sekarang. Badanya begitu lemah. Karena sedari tadi muntah terus mengingat makanan yang di berikan Ratu Yasmin tadi, membuat Alia merasa mual dan kepalanya merasa pusing dan ingin muntah terus
"Kasihan Alia gara gara Ratu jelek itu. Alia jadi kaya gini" ucap Bela kesal dengan Ratu kuntilanak itu.
"Iya, mereka begitu menginginkan Alia. Kita harus lebih ekstra menjaga Alia. Karena, semakin banyak yang ingin memiliki jiwa Alia" ucap Cris.
"Kak gimna cara kita nyembuhkan Alia?" tanya Bella. Merasa khawatir sama Alia.
__ADS_1
"Kita ga usah ikut campur. Para manusia bisa menyembuhkan Alia dengan kecanggihan alat mereka" seru Cris
"Kak apakah yang di inginkan Ratu jelek itu?" tanya Bela lagi. Karena dalam sudut pandang Bela, wajah Ratu itu begitu menjijikan hancur dan tak jelas. Berbeda dengan yang di lihat Alia. Ratu Yasmine begitu cantik anggun dan menawan.
"Ya apalagi kalau bukan ingin menjadikan Alia menjadi bagian dari mereka"
"Tadi aku lihat banyak anak manusia yang tinggal di kerajaan itu"
"Ya, itu mereka yang meninggal karena melahirkan. Mereka ambil jiwanya saat mereka dalam perjalanan menuju ke alam baka"
"Kenapa bisa begitu kak, Aku tak mengerti"
"Mereka sangat suka wanita hamil. Makanya mereka selalu menunggu wanita yang hendak melahirkan untuk di ambil jiwa nya. Apalagi wanita yang hamil diluar nikah. Dan mereka yang hendak aborsi. Mereka sangat suka wanita wanita itu" tutur Cris
"Kak aku takut"
"Mereka tak jahat kok. Mereka hanya senang, menambah pengikut mereka. dan mereka mengincar perempuan"
"Terus Suci kak, gimna?" tanya Bela merasa penasaran dengan panglima Ratu Yasmin itu.
"Ya, Suci sama dengan Alia. Ratu Yasmin menjanjikan hidup abadi. Bila jafi bagian dari mereka".
"Dia manusia kan?"
"Apa sama dengan kita?"
"Tentu berbeda, Kita hanya hantu penasaran yang masih menyimpan dendam Makanya kita tak bisa menuju alam Baka. Sedangkan Suci manusia yang mengorbankan jiwa raganya untuk hidup abadi"
"Sampai kapan Suci akan hidup kak?"
"Tergantung perjanjian dengan Ratu Yasmin"
"Aku tak suka dengan suci'
"Iya, kamu harus hati hati sama dia. Dia menyimpan kekuatan yang besar dan kuat. Makanya ia menjadi panglima Ratu Yasmin"
Bella masih terdiam. Melihat Alia tertidur dengan lemas. Bella menjaga Alia dari jauh. Sedangkan neneknya dan Nadia masih setia di samping Alia. Di ruang inaf tempat Alia dirawat.
~Di alam mimpi Alia~
__ADS_1
"Suci" Panggil Alia
"Lihat Aku Alia. Sekarang aku sudah menjadi mahkluk yang abadi. Hidupku sekarang bahagia karena tak ada yang bisa mengalahkan ku" seru Suci bangga pada dirinya sendiri. Aura kekuatan nya memancarkan kekuatan yang begitu dahsyat.
"Aku ga mau sepertimu" bentak Alia
"Kamu bod*h. Buat apa menjadi manusia yang lemah. Hidup sebentar menua dan mati" ucap Suci meremehkan.
Alia tak tahu, sedangng berada dimna sekarang. Yang jelas ini bukan di dunia manusia. Di sini di tempat Suci. Yang entah dimna?.
Hanya ada pohon yang besar di sini. Tak ada kehidupan disini. Semuanya penuh dengan tumbuhan. Namun di tempat ini. Membuat seseorang menjadi kuat dan hebat.
"Aku mau pulang" bentak Alia lagi. Mulai terbelenggu. Karena akar akar pohon di tempat ini mulai mengikat tubuh Alia. Sampai Alia tak bisa bergerak.
"Ayolah Alia, kekuatan kamu begitu besar. Sayang kalau hanya jadi seorang manusia saja" ucap Suci lagi
"Aku ga mau jadi seperti kamu. Aku ingin tetap menjadi manusia. Aku gak mau melawan kodrat aku sebagai manusia" ucap Alia mulai melemah. Karena Akar pohon ini semakin mengikat Alia. Sampai membuat Alia sesak.
"Kamu akan mati Alia, bila kamu memilih menjadi manusia" ucap Suci lagi melihat Alia tanpa ampun.
"Lebih baik Aku mati. Dari pada menjadi seperti kamu" ucap Alia terbata bata. Karena akar pohon ini semakin kuat membelenggu Alia.
"Kamu bodoh Alia" bentak Suci lagi. Merasa marahkarena Alia tak berniat seperti dirinya.
Alia sudah sesak semakin sesak. Dan tiba tiba saja Cris langsung memotong akar pohon itu dengan pedang listrik miliknya.
Alia terjatuh lemas.
"Sudahku bilang jangan mengganggu Alia lagi" bentak Cris sambil menyodorkan pedang listriknya pada muda Suci
"Aku benci, hantu rendah yang mengganggu aku" ucap Suci murka.
Cris langsung menyerang Suci dengan pedang listriknya. Suci tak bisa menghindar. Dan membuat Suci terbelah menjadi dua.
"Aku akan membalasmu hantu rendah" ucap Suci. Yang seketika menghilang dari tempat itu.
Cris langsung menggendong Alia. Yang terbujur kaku di tanah. Dan membawa kembali jiwa Alia pada dunianya.
Alia langsung membuka matanya. Kejadian tadi membuatnya merasa lelah. terlihat sang Nenek tertidur di samping Alia. Terlihat Bu Ilan dan Pak Iman juga tertidur di sopa rumah sakit. Di sebelah kanan Alia.
__ADS_1
Cris tersenyum melihat Alia. Dan Alia membalas senyuman Cris yang menawarkan. Dalam fikiran Cris"Suci masih belum menyerah".
Bersambung