Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
Chapter 41 DAESY


__ADS_3

Sampai di rumah Alia. Gadis hantu itu, masih mengikuti Alia dan Cris. Cris yang sudah berubah menjadi hantu lagi, mencoba menghalangi gadis hantu itu.


"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Cris tiba tiba. Membuat gadis hantu itu terkejut. Gadis hantu itu tak menyadari kehadiran Cris. Karena sedari tadi ia terus mengikuti Alia dan Cris.


"Tuan, anda membuat saya terkejut" ucapnya sopan. Namun masih terkejut, karena Cris sudah berdiri di hadapan gadis hantu itu.


Gadis hantu itu, begitu cantik hampir sama dengan Bela. Walau Bela, masih jauh lebih cantik. Gadis hantu ini, berambut coklat dengan mata yang sendu. Tak menghilangkan kecantikan dari wajah khas orang Belanda. Kulitnya yang seperti susu itu, dengan tubuh ramping dan tinggi 175cm ini, membuat semakin terlihat bak model yang berlenggak lenggok di atas catwalk. Begitu sempurna paras cantik, gadis belanda ini jika terlihat dari dekat. Hidung yang mancung dan bibir yang tipis. Membuat gadis ini, menjadi maha karya paling sempurna.


Sesaat Cris begitu terpukau dengan kecantikan, gadis Asli Belanda yang membuatnya terkesima. Cris berpaling, tak ingin menghianati cinta nya pada gadis manusia. Orang Indonesia asli, yang tepatnya keturunan jawa. Membuat Alia, tak tergantikan sama sekali. Oleh gadis hantu ini, Yang berasal dari Negara yang sama dengan Cris.


Gadis hantu itu, masih melihat Cris dengan seksama. Cris yang begitu indah, tujuan gadis hantu itu memang ingin mengikuti Cris. Laki laki dari keturunan orang Belanda asli, yang telah membuat gadis hantu ini ingin mengenal lebih dekat dengan Cris. Karena gadis hantu ini tahu, Cris bukan manusia, melainkan hantu yang sama dengan dirinya.


Gadis hantu itu, melamun sendiri entah apa yang dipikirkan gadis hantu itu. Namun dari sorot mata nya, gadis hantu itu tertarik dengan Cris. Karena gadis hantu itu, terus terusan mengikuti Cris dan Alia sampai rumah Alia.


"Apa tujuan mu ke sini?" Tanya Cris lagi, membuyarkan lamunan gadis hantu itu.


"Perkenalkan, aku Daesy nama tuan siapa?" Daesy memperkenalkam diri, dan bertanya nama Cris. Cris masih cuek dan jutek, merasa masa bodoh dengan nama gadis hantu itu. Cris tak bisa menebak, apa maksud Daesy itu. Maksud baik, atau malah maksud jahat.

__ADS_1


"Aku gak minta kamu memperkenalkan diri, aku hanya ingin tahu ada maksud apa kamu mengikuti sampai kemari" tutur Cris tegas. Cris bersikap keras, hanya untuk melindungi Alia. Cris tak ingin, gara gara Cris Alia yang mendapat masalah dengan gadis hantu ini.


Daesy tersenyum, sikap Cris yang tegas. Membuat Daesy semakin penasaran dengan sosok Cris, yang membuat Daesy ingin dekat dengan Cris. Walau Cris tak suka, Daesy akan terus mendekati Cris.


Cris mengerutkan kening. Tak suka dengan cara Daesy tersenyum. Senyuk itu, memang taj berarti apa apa. Cris tetap waspada pada Daesy, yang begitu mencurigakan.


Dari jauh Bela melihat Cris berbicara dengan seseorang. Yang terlihat sama dengan Bela.


"Siapa gadis itu?" Tanya Bela sesaat saat berada di samping Alia. Alia sedari tadi kesal dan jengkel. Karena gadis hantu itu, mengikuti Cris dan Alia sampai ke rumah. Apalagi gadis hantu itu, seperti tertarik pada Cris. Alia merasa begitu.


Alia tak suka ada gadis lain yang juga mendekati Cris. Alia cemburu, walau tak ada kata itu yang terucap dari mulut Alia. Dari sikap Alia juga terlihat, kalau Alia cemburu. Alia salah tingkah memperhatikan Cris dan gadis hantu itu.


"Kenapa Bela baru sadar sekarang, kalau gadis yang disukai Cris itu Alia" itu yang dipikirkan Bela.


Tanpa sadar, Alia membaca pikiran Bela. Membuat Alia malu sendiri, ketahuan oleh Bela. Alia memang tak pernah ngomong sama Bela. Tapi begitu cepat, Bela menyadari semua itu.


Ekpresi wajah Alia, tak berubah sama sekali. Saat menyadari Kalau antara kakaknya dan Alia, ada perasaan di antara mereka, yang tak bisa di ungkapkan. Alia masih saja, terlihat kesal dan jengkel.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Bela mendatangi Cris dan gadis hantu itu. Bela sudah berada di antara Cris dan gadis hantu itu tanpa Alia sadari.


"Kamu salah tempat" bentak Bela, sudah berada di depan Cris. Cris sendiri terdiam, membiarkan Bela yang maju. Menghadapi gadis hantu itu, yang sepertinya tak mau pergi.


Daesy tak suka melihat Bela, yang tak kalah sempurna dengan Daesy sendiri. Daesy tak berniat pergi dari tempat ini. Susah payah Daesy mengikuti Cris dan Alia. Masa mau pergi begitu saja, rasanya sia sia saja aku berjuang. Bila Daesy mengikuti Cris dan Alia, hanya untuk pergi lagi.


"PERGI" usr Bela. Dengan nada yang begitu tinggi, setengah berteriak. Membuat Cris terkejut dengan sikap kasar Bela. Suara Bela itu, terdengar sampai ketempat Alia yang tak terlalu jauh dari tempat Cris saat ini.


Daesy tersenyum jahat


"Kalau aku tak mau pergi, kamu mau apa?" Ledek Daesy tak mau kalah. Daesy selalu mendapatkan apa yang Daesy mau. Kali ini, Daesy begitu tertarik pada Cris. Membuang jauh jauh harga dirinya, untuk mengikuti Cris. Daesy sudah tak peduli, Cris mau atau tidak. Yang jelas, Daesy ingin Cris dan bagaimana pun caranya harus Daesy miliki.


Gadis hantu Belanda ini, anak pejabat tinggi orang Belanda pada jaman kolonial. Daesy biasa di manja oleh keluarganya. Terlebih lagi, Daesy jadi anak satu satunya, keluarga pejabat tinggi itu.


Semua yang Daesy inginkan harus Daesy dapatkan bagaimana pun caranya. Karena Daesy diajarkan untuk mendapatkan apapun yang Daesy mau. Tanpa terkecuali, karena orang tua Daesy selalu memanjakan Daesy. Makanya sikap Daesy begitu agresif. Pantang menyerah untuk mendapatkan yang Daesy mau. Dengan cara yang benar atau dengan cara licik. Pokoknya menghalalkan segala cara. Bagi Daesy, cara apapun tak salah. Selama itu, memperjuangkan sesuatu yang di inginkan. Pemikiran pemikiran itu, sudah di terapkan di keluarga Daesy yang selalu bertindak seenaknya. Dan begitu menyebalkan karena Daesy begitu, egois. Untuk mempertahankan apa yang sudah jadi prioritas utama Daesy.


Daesy berasal dari keluarga bangsawan pada masa kolonial Belanda. Semua takut, pada ayah Daesy karena seorang pejabat tinggi di masa itu. Tak adà yang berani melawan. Semua tunduk, makanya Daesy bersikap arogan, manja dan selalu seenaknya seperti sekarang.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like yah..


__ADS_2