Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
CHAPTER 44 Daesy bagian 4


__ADS_3

Ne'Ima mendekati Alia, salah satu penghuni paling tua di rumah Alia. Memberitahu kan bahwa Yudi bisa melihat, mahkluk tak kasat mata di rumah Alia. Makanya Yudi terlihat stres sendiri. Yudi begitu ketakutan dengan apa yang di lihatnya kini.


Alia begitu terkejut mendengar ucapan Ne'Ima. Alia bergetar, tubuhnya tak bisa bergerak. Alia seperti kesetrum listrik saat menyentuh Yudi untuk ketiga kalinya.


"Alia selamatkan temanmu, kamu harus mengalahkan Daesy. Sekarang semua hantu disini di kendalikan Daesy" ungkap Ne'Ima.


Ne'Ima sendiri seorang warga kebangsaan Tiongkok. Ne'Ima meninggal karena di racuni oleh pembantu nya sendiri. Ne'Ima seorang pedagang kaya yang hidup sendiri, semua keluarganya mati di bantai pribumi. Hanya Ne'Ima yang selamat. Ne'Ima yang seorang diri memang cerdas. Ia bisa mengubah hidupnya sendiri hingga ke posisi teratas. Ilmu yang di dapat di Tiongkok, membawa Ne'Ima jadi tabib yang terkenal di seluruh kota.


Namun malang nasib Ne'Ima asisten yang selama ini membantunya, ternyata punya pikiran buruk, dan meracuni Ne'Ima oleh buatanya sendiri. Karena ingin menguasai harta Ne'Ima. Asisten yang bernama Ying Mei, itu begitu serakah dan sering di marahin Ne'Ima karena, selalu menyuruh pasien Ne'Ima untuk membayar lebih. Padahal Ne'Ima tak pernah mematok harga untuk jasanya mengobati orang orang yang sakit.


"Ne'Ima, siapa sebenarnya Daesy?" tanya Alia masih lemas, karena bersentuhan dengan Yudi.


"Daesy bukan hantu yang baik, sekarang untuk sementara kamu jangan menyentuh temanmu itu..."


"Kenapa gak boleh Ne'Ima?"


"Energi kamu akan terserap habis, kalau kamu menyentuh bagian tubuh Yudi".


Alia berpikir keras, bingung harus bagaimana. Alia melihat ke kiri dan ke kanan, mencari Bela. Namun tak ada di mana mana.


"Bela sedang di kurung di alam lain!"


Alia menoleh ke arah Ne'Ima.


"Alia harus apa?" bingung harus bagaimana menghadapi Daesy. Alia sudah berpikir ada yang tidak beres dengan Daesy. Alia tak bisa melihat kilasan masa lalu Daesy. Itu pertanda buruk, kekuatan Daesy, begitu besar karena bisa menyembunyikan kekuatan itu.


"Kenapa Ne'Ima tak berpengaruh dengan kekuatan Daesy?" tanya Alia, karena hanya Ne'Ima yang tak linglung seperti hantu yang lain. Seperti terhipnotis oleh Daesy, sekarang yang membuat Alia khawatir itu Cris.

__ADS_1


Ne'Ima tersenyum, "Aku sudah hidup puluhan ribu tahun di sini, mana mungkin aku terpengaruh dengan kekuatan Daesy".


"Berarti hanya Ne'Ima yang bisa bantu Alia?"


"Aku sudah berniat membantumu, kamu anak yang baik".


"Pertama tama, Yudi bagaimana?".


"Kamu siapkan daun kelor, biji cabe merah dan 7 air dari 7 sumur".


Alia mengerutkan keningnya, tak mengerti kenapa harus menyiapkan itu.


"Udah, ke rumah Yudi tanya Mbah Karyo, dia pasti bantu kamu, siapkan itu sebelum matahari tenggelam"


Alia mengangguk mengerti. Alia membiarkan Yudi tergeletak di lantai. Ne'Ima pun memindahkan Yudi ke kamar Alia. Daesy melihat Alia berlari ke luar rumahnya, Daesy tak peduli itu.


Ne'Ima menjaga Yudi, karena Ne'Ima sudah berniat membantu Alia. Biasanya Ne'Ima tak pernah ikut campur dalam urusan Alia, namun kali ini situasi sudah kacau. Daesy sudah mengacaukan seisi rumah ini.


Alia, berlari ke luar rumah. Menuju rumah Mbah Karyo. Mbah Karyo menunggu di depan rumah karena sudah tahu apa yang terjadi.


"Mbah, Yudi....."


Belum selesai Alia berbicara pada Mbah Karyo, namun Mbah Karyo sudah mengangguk paham dengan apa yang terjadi pada Yudi. Mbah Karyo sudah melihat itu, Mbah Karyo mempunyai kekuatan sama dengan Alia.


Mbah Karyo mengajak Alia ke kebun belakang rumah Yudi. Alia baru tahu, kalau di belakang rumah Yudi begitu banyak tanaman herbal. Untungnya saat ini, orang tua Yudi tak ada. Jadi Alia bisa leluasa masuk rumah Yudi bersama Mbah Karyo.


Setiap ada masalah, sering kali orang dewasa tak pernah ada. Seperti memang tak boleh hadir, dalam situasi yang genting ini.

__ADS_1


Setelah mendapat kan beberapa lembar daun kelor, biji cabe merah. Tinggal air dari tujuh sumber air berbeda.


Alia melihat Mbah karyo


"Tinggal air yah"


Alia mengangguk.


"Di rumah kamu ada satu sumur, di sini ada. Di rumah Nadia, di rumah Pak Rt, di rumah Ne'Mul, di rumah Pak Yana, dan satu lagi di rumah kosong depan jalan" tutur Mbah Karyo memberitahu kan letak sumber air dari terawangannya.


Alia menelen saliva nya saat mendengar rumah kosong depan jalan. Alia tahu di dalam situ ada siapa, disana ada siluman harimau yang ganas. Alia sampai merinding saat melihat harimau itu. Siluman yang besar tinggi dan terlihat garang, selalu melihat Alia dengan tatapan membunuh.


Alia berpikir, kenapa harus di rumah kosong itu yang ada sumurnya. Rasa takut Alia hilang sudah, karena rasa ingin menolong Yudi yang membuat Alia mencoba berani. Walau sebenarnya Alia takut sekali kalau harus ke sana.


Mbah Karyo melihat Alia melamun Mbah Karyo tahu, tentang runah kosong itu dan Alia pun pasti sudah tahu di sana ada apa?.


"Kamu gak usah khawatir, Mbah akan jagain kamu" ucap Mbah Karyo mencoba menenangkan Alia. Karena Alia terlihat tegang sekali dengan rumah kosong itu.


Satu persatu Alia dan Mbah Karyo meminta ijin pada warga yang mempunyai sumur, untuk di minta airnya sebotol minum. Mereka tak keberatan, karena memang sumber air di desa itu sangat melimpah. Walau kemarau panjang, warga desa itu tak kehabisan air.


Mereka akan bertanya pada Alia, untuk apa air itu. Mbah Karyo yang menjawab untuk tugas sekolah Alia. Mereka percaya saja. Hanya Nadia yang curiga, Nadia terus terusan bertanya pada Alia. Alia bingung harus jawab apa, Karena Nadia terus memaksa Mbah Karyo untuk memberitahu Nadia.


Nadia terkejut, Nadia memaksa ingin ikut. Namun Mbah Karyo melarang, Mbah Karyo tak ingin Nadia mengalami seperti Yudi. Nadia kecewa sih, namun demi keselamatan Nadia, Nadia mengerti dan tak memaksa làgi untuk ikut Alia dan Mbah Karyo.


Sampai di rumah Ne'Mul, Mbah Karyo meminta Alia masuk sendiri. Alia bingung, "Ada apa dengan Mbah Karyo, kelihatannya malas untuk ke rumah Ne'Mul" itu yang Alia pikirkan sekarang.


Ne'Mul seorang janda yang tinggal bersama cucunya yang sudah menikah. Mas Yono dan Mba Yayu. Cucu Ne'Mul Mas Yono begitu menyayangi neneknya ini. Yang memang bukan orang jawa tengah. Ne'Mul berasal dari sumatra makanya Ne'Mul keras. Namun yang membuat Alia heran, "Ada apa dengan Mbah Karyo dan Ne'Mul?"

__ADS_1


Bersambung...


Haii.. Author minta maaf ya lama up nya karena gak ada yang like atau komen. Dan juga disini author sambil kerja buat ceritanya. Ya buat cerita hanya sekedar mengisi waktu kosong aja tapi semoga aja banyak yang suka


__ADS_2