Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
Chapter 34 pulang Kerumah


__ADS_3

Alia sudah lebih baik. Tinggal di rumahnya adalah tempat yang paling nyaman. Yaitu kamar Alia.


Alia mencoba merebahkan tubuhnya. Tubuh mereka lelah sekali. Energinya hampir terkuras habis. Karena perjalanan itu. Sangat sangat melelahkan.


Alia pun terlelap.


~Di Mimpi Alia~


Alia berjalan jalan di tempat yang entah di mana. Dan entah kepada siapa Alia bertanya. Tak ada satu pin mahkluk yang bisa Alia tanya.


Tiba tiba saja, dari arah depan. Terlihat sosok mahkluk yang entah apa itu, yang langsung mencekik Alia.


Alia meronta ronta. Mencoba meminta tolong. Namun tak ada siapapun di sana. Alia mulai merasa sesak. Alia mencoba berteriak tapi suaranya tak keluar.


Alia mencoba memohon. Namun mahkluk itu, tak melepaskan tangannya dari leher Alia. Sampai Cris memotong tangan mahkluk itu.


Begitu tangan itu di potong Cris, mahkluk itu menghilang dari pandangan Alia. Alia ambruk seketika. Terlihat bekas berwarna merah di leher Alia.


Cris menarik tangan Alia, dan menghilang dari tempat itu. Alia sudah kembali pada tubuhnya. Alia membuka matanya. Perlahan yang terlihat Bela dan Cris.


"Kamu gak apa apa Alia?" Tanya Bela, khawatir.


Alia menggelengkan kepalanya.


"Cris itu apa?" Tanya Alia.


"Hanya mahkluk rendah saja" Jawab Cris.


"Kok dia, malah mau bunuh aku!" Seru Alia penasaran.


"Dia hanya iri saja padamu"


Alia mengerutkan kening nya Maksudnya apa Alia benar benar tak mengerti.


"Dia, pengikut Ratu Yasmin. Dia tak terima Ratunya musnah. Makanya dia datang lewat mimpi kamu. Karena dia tak bisa melawan kamu secara langsung".


"Terus aku harus gimana?"


"Ya gak gimana gimana"


"Apakah dia, akan selalu ganggu Alia, Cris?" tanya Bela yang sudah khawatir.


"Sepertinya, tidak" ucap Cris.


"Dia hanya bisa mengganggu Alia ketika Alia tidur saja. Tapi kamu gak usah khawatir. Dia gak akan ganggu kamu lagi" ucap Cris lagi.


Alia terdiam. Alia mencoba memegang leher yang masih terasa perih. Alia melihat cermin. Ada lingkaran merag dilehernya begiru sakit dan perih.

__ADS_1


Alia berpikir berkali kali. Kenapa Ratu Yasmin senang sekali mengganggu Alia. Sekadang pengikutnya yang gak jelas.


Alia masih melihat cermin. Alia melihat yang bukan dirinya. Yah itu mahluk yang begitu menjijikan masih melihat Alia dalam cermin. Tangan mahkluk itu sudah di potong Cris. Tapi pandangan itu membuat Alia merinding.


Cris langsung menutup cermin itu dengan kain sprei di kamar Alia.


"Untuk saat ini, kamu gak boleh lihat cermin dulu" ucap Cris.


Cris berpikir keras. Mahkluk itu masih berusaha mengganggu Alia. Kekuatan mahkluk itu memang tak seberapa. Tapi jika lengah sedikit saja. Alia benar benar dalam bahaya.


Bela melihat Cris. Mahluk itu, tak bisa di anggap remeh. Sekarang Bela dan Cris harus benar benar menjaga Alia.


Alia tahu, apa yang di khawatirkan Cris dan Bela. Alia juga tahu mahkluk itu begitu mengerikan. Alia merinding mengingat mahkluk itu.


Benar saja, mahluk itu, terus mengganggu seisi rumah. Membuat seisi rumah merasa takut dan terganggu. Namun mereka tak berani berbicara pada siapapun. Baik Nenek, Bu Ilan dan pak Iman. Mereka bertiga diam saja.


Tak terasa sudah beberapa hari ini. Mahluk itu, terus mengganggu seisi rumay. Hanya Mamah Sinta saja yang terlihat tenang. Mamah Sinta, diam begitu tenang tak seperti biasanya yang terus terusan berteriak.


Gara gara mahkluk itu, Alia benar benar tak bisa tenang. Di sekolah pun. Mahkluk itu tetap mengganggu Alia dan teman teman Alia. Sampai membuat teman teman Alia ketakutan.


Sampai rumah, Alia memusatkan pikiran dan tenaganya. Mencoba bersemedi. Dengan menyilangkan kedua kaki dan tanganya di satukan membentuk piramid.


Alia mencoba mencari tahubkeberadaan mahkluk itu dengan menggunakan mata batin nya.


"Kamu datang menemui ku anak manusia?" ucapnya tiba tiba terdengar dari belakang Alia. Alia menoleh terlihat wujud asli mahkluk itu. Mahkluk itu seperti kuntilanak namun berambut merah dan berbaju merah.


"Kamu, kamu perempuan itu kan" ucap Alia terbata bata.


"Kamu benar, lama tak jumpa sayang. Bagaimana penampilan ku sekarang?" Tanya hantu perempuan itu.


"Kenapa kamu ganggu aku lagi?" tanya Alia tanpa menjawab pertanyaan hantu perempuan itu.


Hantu perempuan itu tertawa.


"Kamu istimewa, tapi sayang Ratu Yasmin sudah musnah"


"Kenapa kamu ganggu aku lagi?" tanya Alia lagi sambil membentak hantu perempuan itu..


Hantu perempuan itu tersenyum licik.


"Aku gak ganggu kamu, aku hanya ingin berteman denganmu. Itu saja".


"Kamu bohong".


"Aku gak bohong, aku hanya ingin berteman dengan mu"


"Aku gak percaya sama kamu".

__ADS_1


"Terserah".


"Katakan yang sebenarnya?".


"Ha, anak manusia yang menyusahkan. Susah sekali bohongi kamu".


"Katakan kamu mau apa?".


"Aku bosan. Aku ingin ke dunia Drucles".


Alia mengerutkan keningnya.


"Apa maksudmu?"


"Kamu harus antar aku ke sana. Aku ingin bertemu dengan Raja Rizwan. Raja muda yang mengalahkan Raja Carlo dan Ratu Yasmin." Tutur hantu perempuan itu.


Alia menggelengkan kepalanya.


"Aku akan membantumu tapi kamu janji gak akan ganggu teman teman aku dan keluarga aku lagi".


"Tak masalah".


"Namamu siapa sih? Aku belum kenalan dengan mu" tanya Alia


"Kamu bisa panggil aku Raya".


"Baiklah kak Raya, ingat janji mu yah, kalau kamu bohong aku gak akan membantu kamu".


"Kamu juga jangan bohong sama aku".


"Iya".


Alia pun membuka matanya. Terlihat hantu perempuan yang bernama Raya itu sudah berada di depan Alia. Dengan wujud yang cantik dan rambut merah yang nyentrik.


Alia pun memanggil Cris dan Bela. Mengatakan pada kakak beradik itu. Tentang permintaan hantu perempuan bernama Raya itu. Awalnya Cris menolak. Namun Alia memaksa. Karena hantu ini akan terus menganggu teman dan keluarganya.


Akhirnya Cris dan Bela pun bersedia mengantar hantu bernama Raya itu. Ha, benar benar merepotkan.


Semenjak Ratu Yasmin di bawa oleh Raja Carlo. Banyak mahkluk ghaib yang ingin datang ke dunia Drucles. Cris dan Bela tak menghiraukan mereka. Cris gak mau merepotkan Raja Rizwan.


Hantu hantu itu, berpikir untuk karya wisata ke dunia Drucles. Seperti bocah manusia saja.


Di luar dugaan, Raja Rizwan malah senang para hantu itu datang berkunjung. Makanya Raja Rizwan dan Raja Ratu lainya menyiapkan kendaraan khusus untuk para hantu dan mahkluk ghaib. Untuk berkunjung ke sana. Tapi tak gratis juga. Raja Rizwan meminta bayaran hal yang paling berharga. Entah apa itu.


Terkadang hantu hantu itu seperti manusia saja. Senang berkunjung ke dunia baru mengenal hal hal yang baru bagi mereka. Sepertinya mereka memang tak mau kalah dengan manusia. Tak mengherankan sih.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2