
Andini Pramudita
Adalah sesosok gadis pekerja keras dan rajin belajar.
Dia terdaftar sebagai murid sebuah kampus Negeri di Surabaya,Dia bisa masuk menjadi salah satu Mahasiswa di Kampus tersebut menggunakan jalur Bea Siswa yang berprestasi Karena kecerdasan dan kegeniusannya dia pun bisa menyelesaikan Dua tahun setengah untuk menyelesaikan program S1,Dan dia juga dapat tawaran Beasiswa melanjutkan S2 di Kampus Negeri Jakarta.Untuk tawaran tersebut Andini belum berdiskusi dengan Ibunya.
Selain kuliah Andini juga bekerja paruh waktu di Restoran,hasil kerjanya sebagian Dia Tabung dan sebagian di gunakan kebutuhan sehari hari dengan Ibunya.
Andini hidup hanya berdua dengan ibunya,Namanya Arumni.Arumni adalah sesosok ibu yang lembut,dan penuh pengertian.Ibu Arumi berjuang sendiri tanpa ada suami yang membantu membesarkan Andhini.Tidak ada yang tahu kemana Suami Arumi berada.Arumni hanya bilang Suaminya meninggal waktu kecelakaan.Ada suatu rahasia yang tidak pernah Arumi ceritakan kepada siapapun bahkan kepada anaknya sekalipun.Andhini pun ga pernah bertanya dimana Ayah berada,dan sepertinya dia pun ga peduli tentang Ayahnya,mau Ayahnya masih hidup atau tidak diapun ga mau tahu.Dari kecil Dia selalu di hina teman sebayanya kalau dia anak haram,anak yang di buang,anak yang ga di harapkan Ayahnya,Dia pun ga pernah menggubrisnya.
Pernah Andini ingin menanyakan tentang Ayahnya,waktu itu dia berumur 8 tahun,karena ada tugas sekolah yang harus menceritakan sesosok seorang Ayah.
***Flash back on***
"Assalamualaikum...Ibu" tidak ada sahutan didalam.
Tumben sepi.. kemana Ibu?biasanya jam segini Ibu di dapur menyiapkan dagangan untuk aku jual?Tanya Andini dalam hati.
Andini berjalan menuju ke kamarnya,tapi sebelum sampai ke kamar Andini mendengar suara isak tangis Ibunya di ruang Sholat.
"Mas lihatlah anakmu sudah besar,Dia mirip kamu Mas,Apakah kau tidak merindukan putrimu?kau boleh tidak mengingatku,kau boleh membenciku,tapi kau jangan membenci anakmu,Aku takut Allah keburu memanggilku,dan belum sempet aku memberitahukan kalau kau telah menitipkan benih di rahimku." Isak Tangis Arumi membuat hati Andini sakit.
Andini ingin sekali menghampiri dan menghibur ibunya tapi dia mengurung niatnya,
biarlah Ibu mengadu kepada Allah dari pada aku mengganggunya.
Andini bergegas masuk kamar dan Sholat kemudian dia membereskan dagangan untuk berjual keliling.
Andini tidak sampai hati untuk menanyakan siapa Ayahnya.Karena Dia menganggap Ayahnya adalah penyebab Ibunya menangis.Dan Andini benci kalau ada orang yang membuat Ibunya menangis,dan Dia berjanji akan membencinya seumur hidup.Sebelum berangkat jualan Andini membuka buku tugas sekolah dan menulis.
Ayah....
Aku ga tahu bagaimana dirimu,bagaimana sifatmu.
Yang ku tahu karena ada kamu aku lahir di dunia ini.
Ibu selalu berkata kamu orang baik,kamu orang yang sangat perhatian,maka dari itu Allah memanggil Orang yang baik seperti itu.
Diapun menutup buku tugas sekolah terus berangkat untuk berdagang keliling.
Pernah suatu hari Teman temannya pada mengejek,Andini hanya diam dan fokus dengan dagangannya.Tapi temen temen yang jahil tidak berhenti sampai situ,tahu Andini tidak menggubris ledakannya,mereka mulai mengganggu dan membuang dagangannya,melihat hal itu Andini marah dan langsung memukul anak itu.Anak itu pun menangis dan mengadu kepada ibunya.
Karena melihat muka anaknya lebam ibu itu tidak terima,terus Ibu itu marah marah ke Arumi yang tidak tahu apa apa .
"Arumi...Arumi...?" Teriak Ibu Maryam sambil berkacak pinggang depan pintu .
Arumi yang sedang membuat kue pesanan Bu Haji langsung ke depan.
"Maaf Bu Maryam ada apa?"
"Ada apa...ada apa?mana anakmu?Anak haram itu?"
Arumi kaget,selama ini Dia terima semua hinaan tentang dirinya,tapi dia tidak terima kalau anaknya di hina.
__ADS_1
"Maaf Bu maryam,tolong jaga sikap Anda!selama ini Anda menghina,mencaci saya,saya terima,tapi kalau Anda menghina anak saya,saya tidak terima"
"Mau Anak saya haram atau tidak apakah Anda Tuhan yang bisa menentukan?Semua anak dilahirkan di dunia ini semua suci,mau di dapat dari perbuatan kotor gimanapun anak itu tetap suci.."
"Halah...ga usah sok ceramah,dasar wanita J*****....,mana anakmu?lihat ni muka Anakku sampai kaya gini itu karena perbuatan anakmu?kalian harus ganti rugi dan membayar pengobatan anakku sampai sembuh" Kata Bu Maryam sambil menunjuk muka anaknya.
Arumi pun kaget melihat wajah Bobi,mukanya lebam dan hidungnya patah masih di perban.
Sekuat itukah anakku memukul temannya?padahal badan temennya lebih besar?Ga nyangka ilmu bela dirinya berkembang pesat.
"Baik...Bu Maryam saya harus ganti berapa?
" Kamu harus ganti rugi Lima juta,Dan ini biaya operasi hidung anakku Lima juta jadi total Sepuluh juta..mengerti"kata Bu Maryam.
Arumi kaget,karena merasa ga punya uang segitu.
"Bu...maaf apa tidak ada keringanan biaya lagi,saya tidak punya uang segitu?"
"Dasar miskin...pokoknya kamu harus bayar segitu ..atau anakmu akan aku serah kan ke Dinas Panti Sosial?
" Jangan...bu..."Arumi menangis.
Dari jauh Andini melihat Ibunya lagi bertengkar ,dan menangis.Andhini marah melihat ada orang yang menyakiti ibunya.
"Anda apakan Ibu saya?" Teriak Andini.
"O...ini Anak haram itu?"kata Bu Maryam sinis.
" O...kamu Bob,dasar pengecut kamu ya,baru digituin aja uda mengadu,gimana kalau kaki kamu aku patahkan bisa bisa sudah lapor polisi"Jawab Andhini Sinis pula.
"Patah...hidungnya Patah...?apa ga salah?"
Ha...ha...ha...
"Dasar bocah gila...sudah matah in hidung malah ketawa" maki Bu Maryam.
"Sudah nak..ga usah di perpanjang masalah ini.." Kata Arumi berusaha meredamkan emosi Andini.
"Ga bisa bu..lagian Andini tadi cuma memukul dia,bukan matah in hidungnya.." kata Andini
"Jangan mentang...mentang kami orang miskin Bu Maryam...kami tidak semudah itu di bodoh in" kata Andini lagi sambil mendekati Bobi.
Dengan gerakan cepat tangan Andini melepas perban dari hidung Bobi.
"Lihatlah Ibu...bener kan kata Andini,Hidung Bobi masih baik baik aja"
Arumi terkejut,dan melihat kearah hidung Bobi.Benar di sana tidak ada luka tergores pun dan tidak ada tanda apa apa kalau hidung selesai di Operasi.
"Jangan kurang ajar kau Anak Haram...emang kamu tahu hidung yang normal atau hidung yang baru di operasi?"
" Emang saya tidak tahu Bu Maryam,tapi setahu saya kalau hidung habis di operasi ada bekas jahitan,tapi ini tidak..."
"Apa perlu saya patah in hidung anak kesayangan Bu Maryam,biar Bu maryam tahu perbedaannya"
__ADS_1
"Dan saya pun tak merasa rugi membayar sepuluh juta,karena kesalahan saya..." kata Andini dengan santai dan mendekati Bobi.
Tangan Andini reflek ingin memukul hidung Bobi...
"Jangan Andini..." Teriak Arumi sambil menyambar tangan Andini biar tidak Melukai Bobi.
Kecepatan tangan Andini masih kalah dengan kecepatan Ibunya,serangan mendadak untuk Bobi mampu di patahkan Ibunya.
Andini marah mukanya merah padam.
"Beruntung kamu Bob...Ibuku masih membelamu,kalau tidak sudah habis tuh hidung.." Kata Andini kesal langsung memukul bongkahan batu di sebelahnya.
Bruk.....
Batu sebesar kepala manusia hancur berkeping keping.Bobi dan ibunya pun terkejut.Tidak bisa membayangkan bagaimana kepala bila terkena pukulan itu.
"Bobi...Bu Maryam silahkan pergi,apa kalian pingin seperti batu itu?jangan mentang mentang kalian itu orang kaya seenaknya pada kami orang miskin" Teriak Andini menahan amarah.
Bobi dan Bu Maryam langsung lari terbirit birit meninggalkan rumah Arumni.Orang orang yang melihat hanya geleng geleng kepala dan memaki mereka.
Rasain tuh...hanya dengan bocah kemarin sore orang sombong itu lari terbirit birit.
mampus kamu....
Arumi melihat kemarahan anaknya hanya bisa mengelus dada.
Mas lihat lah sifat amarahnya seperti kamu.
Dengan melihat kemarahan itu Arumi teringat mantan suaminya.
Setelah peristiwa itu ternyata Bu Maryam tidak tinggal diam,Dia mengadu kepada Suaminya yang di tambahi bumbu bumbu yang tidak sedap sehingga mengundang emosi yang memuncak.Suaminya pun memanggil anak buahnya untuk memberi pelajaran kepada Arumi dan anaknya.
Malik Suhanda
Itulah nama ayah Bobi Suhanda.
Dia adalah orang terkaya di kota itu,Dia seorang Pengusaha terkenal kejam dan seorang rentenir.Semua orang takut kepadanya,karena siapa yang membuat kesalahan pasti akan di hancurkan.
Sebenarnya di kota itu juga ada orang kaya lagi tapi Dia tidak pernah sombong dan memamerkan kekayaannya.Dia seorang Kyai dan memiliki sebuah Pesantren bernama Al Firdaus.
Muhamad Rizal Al Firdaus
Nama yang sangat di agungkan dan di muliakan di kota itu,karena sifat dermawan,welas asih,dan menghargai sesama itu yang membuat mereka merasa nyaman dan memuliakan Kyai tersebut.
Setiap ada pertemuan dua kubu itu selalu berbeda pendapat,dan ujung ujungnya Kubu Malik Suhanda selalu kalah karena kurang dukungan dari masyarakat.
Bu Maryam sangat senang karena berhasil memprovokasi suaminya.Akhirnya keluarga Arumi terancam.
Ternyata Allah Maha Tahu,dan selalu menolong Hamba Nya yang menderita apalagi Hamba tersebut adalah orang yang Sholeh dan tidak pernah meninggalkan Ibadah sedikitpun
Keluarga Suhanda tidak pernah tahu kekuatan Arumi sebenarnya.Walaupun Dia terlihat wanita lemah dan mudah memaafkan,tapi di balik wajah tersebut Dia sembunyikan kekuatan yang sebenarnya.Hanya Andini yang tahu,karena selama ini yang melatih Andini bisa jago beladiri itu juga dari Ibunya.
Arumi adalah seorang cucu pemilik perguruan Silat yang terkenal di Jawa Barat,karena ada perselisihan keluarga,Arumi pergi dari rumahnya setelah Orang tuanya meninggal kemudian merantau di Jakarta.
__ADS_1
Dalam perantauan itulah Dia bertemu Aditya Pratama dan kemudian menikah.Karena perbedaan kasta mereka di pisahkan dengan Orang tuanya Aditya.Arumni pun meninggalkan Kota Jakarta dan pergi ke Kota Surabaya.
Di kota ini berharap akan melupakan masa lalu dan hidup bahagia.