
"Lo ..ada ada aja,mana ada yang mau sama gua ?gua kan udah punya anak ...dua lagi,sedangkan mereka masih lajang"
"Ah..sudah ga usah di bahas gua mau mandi dulu gerah nich...oh ya changer gua mana ya?apa Lo simpan Nad?"Kata Andhini sambil masuk ke kamar.
"Udah di simpan anak anak,tanya mereka aja"kata Nadia sambil melanjutkan nonton Drakor
"Assalamualaikum...."
"Walaikum sallam bunda"jawab si kembar serempak.
"Bunda sudah pulang?"
"Sudah...kalian sudah mandi?"
"Sudah Bunda..."
"Okay Bunda mandi dulu,oh..ya hp bunda tolong di charger ya"Kata Andhini sambil memberikan ponsel nya ke Fatih.
Satu jam kemudian Angga pulang bersama adik nya yang suruh jemput di bandara,Angga terpaksa meminjam mobil kantor karena Andhini di hubungi tidak bisa.
"Assalamualaikum...."
"Walaikum salam...e...paman udah pulang?"kata si kembar menyambut Angga.
"Wah kalian sudah segar aja...ni kenalin adik Paman?"kata Angga mengenalkan Raya kepada si kembar.
Raya penasaran tiba tiba ada si kembar yang tidak Dia kenal,apakah Kakaknya diam diam sudah menikah?tapi tadi panggilannya paman bukan ayah?atau jangan jangan kakaknya menikahi seorang janda?idih..kok kaya ga laku aja sih Kak...Andhini ga bisa dapetin kok lari nya ke janda.Kata Batin Raya.
"Assalamualaikum Tante nama Saya Fatimah dan ini Kakak Saya Fatih"Kata Fatimah sambil mengulurkan tangannya ke Raya untuk cium tangan,sedangkan Fatih hanya mengatup tangannya.
Raya merasa lucu atas tingkah Fatih,Dia melihat ke arah Fatih dan rasanya muka itu benar benar Familiar,tapi entah di mana Dia pernah melihat wajah itu.
"Kak..ini siapa jangan bilang ini anak sambung kamu?"Tanya Raya sambil membisikkan ke Angga.
"Ya kalau Bunda nya mau Kakak sangat bahagia"Kata Angga sambil masuk di dalam rumah di ikuti Raya dan Suami nya yang menggendong anak kecil sekitar umur satu tahun.
Di ruang keluarga duduk Nadia yang masih menonton Drakor.
"Assalamualaikum Nad..."Salam Angga.
"Walaikum salam Pak Angga"Kata Nadia gugup,karena baru kali ini Dia bisa bertatap muka dengan Angga langsung,sedangkan tadi Dia bertemu dengan sekilas dan posisi Angga selalu fokus dengan Andhini.
"Nad...jangan nonton terus ayo Sholat dulu"Teriak Andhini dari dapur.
__ADS_1
"Ya sebentar An..."Teriak Nadia.
"Maaf pak Angga saya sholat dulu takut Ibu Negara ngomel ngomel"Kata Nadia.
"Makanya Tan...dari tadi kalau di ajak berjamaah itu mau,udah tahu Ibu Negara itu bawelnya setengah mati"Kata Fatih.
"Iya Tan...kata Pak Ustad jangan suka menunda Sholat,karena sholat itu tiang agama"kata Fatimah mulai ceramah.
"Siap Bu Nyai...ini Tante yang cantik ini mau Sholat"Kata Nadia langsung menuju ke kamarnya takutnya Nyai kecil akan ceramah yang menghabiskan waktu 2 jam untuk siraman rohani,ya melebihi bawelnya Bunda nya.
Raya hanya melihat interaksi mereka berempat dan menautkan alis ke arah Angga.
"Kak tolong jelaskan apa yang terjadi?"Tanya Raya masih penasaran dengan orang orang asing di apartemen kakak nya.
Angga hanya tersenyum dan masuk ke dapur di mana ada Andhini di sana.
"E...tunggu paman biar Fatimah yang membantu Bunda aja"Kata Fatimah karena takut kalau bunda nya hanya berdua dengan Angga sedangkan Fatimah tahu kalau Angga ada rasa dengan Bunda nya.
Sepeninggalan Fatimah Raya mendekati Kakaknya.
"Kak...ada yang di sembunyikan dari aku?"Tanya Raya.
"Soal apa?sudah sudah kamu ajak Suami kamu dan anak mu ke kamar kamu habis ini kita makan bersama"Kata Angga berusaha menghindar pertanyaan Raya.
"Tu..kasihan suami kamu,biar dia istirahat dulu,kakak juga mau mandi ,lengket semua nich habis dari restoran"Kata Angga sambil berjalan ke kamar nya
"Istirahat dulu Man..biar badan fresh"Kata Angga kepada adik ipar nya.
"Baik Mas..terimakasih"Kata Arman sambil mengikuti Raya ke kamar nya.
Tepat jam tujuh malam persiapan makan malam sudah selesai.Andhini dan si kembar mulai menata ruang makan untuk makan malam bersama.
Sedangkan Raya dan suami nya masih di dalam kamarnya mungkin karena kelelahan.
Sambil menunggu Raya keluar Si kembar menghafal Alquran an yang di simak Andhini.
Sedangkan Nadia masih asyik menonton Drakor nya
Setelah merasa istirahat cukup Raya dan suaminya keluar dan melihat Nadia di ruang keluarga.
"Eh...mba Raya sudah bangun?alhamdulilah Mba...keburu lapar nich .mau makan katanya harus nunggu Mba Raya dulu"kata Nadia ambil mengunyah kacang nya.
Raya hanya geleng geleng kepala
__ADS_1
Ni orang urat malu nya udah putus kali ya...yang jadi tuan rumah siapa yang berlagak Nyonya besar siapa,gua kan adik nya Kak Angga harusnya yang bertingkah kaya gitu kan gua bukan Dia.
Raya hanya geleng geleng kepala dan tidak mengerti Kakak nya bisa memungut orang kaya gitu
Sayup sayup terdengar suara orang ngaji,dan suara itu mengingatkan Raya pada seseorang.
Gua jadi ingat Lo An...sekarang Lo di mana?
Beberapa saat kemudian Angga keluar dari kamar nya,dan tak lama kemudian Arman dan Eli juga keluar.
"wah cantiknya anak Mama"Kata Raya memuji putrinya yang baru berumur dua tahun
"Ya jelas dong Ma..yang merias kan Papa"Jawab Elia sambil bergelayut manja di kaki Papa nya.
"Ah...Mas ga adil tahu,yang mengandung Siapa?yang berjuang waktu melahirkan siapa?tapi di nomor dua kan"Kata Raya memeluk lengan Arman.
"Eh..ga boleh Mama ini Papa Elia" kata Elia sambil mencubit kaki Raya.
"Biarin..ini Suami Mama..Uwek.."ledek Raya
"Huwa...Papa ..mama nakal,tidak boleh ini Papa Elia bukan suami Mama"Tangis Elia meledak.
"Cup...cup..anak Papa cantik jangan nangis ya..."kata Arman sambil menggendong Elia
"Mama...sudah lah anak sendiri suka di ledekin"Kata Arman lagi.
"Lagian kesel Mas..Elia pilih kasih "Kata Raya cemberut.
"Ray...Ray..udah punya anak masih aja cemburu,cemburu Ama anak sendiri lagi"
"Ternyata Lo belum berubah juga ya Ray.."Kata Andini mengagetkan Raya dan menoleh ke arah suara
"Kau..."kata Raya sambil menutup mulut nya dan berlari menghampiri Andhini.
"An...ini bener kamu?"Raya mengguncang bahu Andhini.
"Eh..Tante Bunda nanti sakit tahu di gitu kan"Ucap Fatimah.
"Bunda...?"Tanya Raya.
"Ini...maksudnya apa An...?
"Kak Angga..bener kan ini Andhini?terus itu siapa?"tanya Raya .
__ADS_1
Dia bingung apa yang barusan Dia lihat,dan ga percaya bisa bertemu dengan sahabatnya hampir lima tahun tidak ada kabar,dan sekarang bertemu sekaligus membawa anak kembar