
Pertandingan di mulai.Berbagai serangan yang di berikan Fadhil mampu di patahkan si kembar.Sebaliknya serangan yang di lancarkan si kembar bisa di patahkan.Kedudukan mereka seimbang.
Pertandingan terus berlanjut,mereka semuanya kelelahan,Si kembar mulai terbawa emosi karena belum bisa mendapatkan apa yang mereka mau.Akhirnya mereka merubah strategi untuk mendapatkan sample itu.Fatimah fokus pada kelemahan kuda kuda Fadhil sedangkan,Fatih berusaha meraih sehelai rambut Fadhil.Dengan serangan bertubi tubi dari Fatih,akhirnya Fadhil lengah dengan kuda kudanya ,seketika itu Fatimah langsung melancarkan tendangan ke arah kaki agar Fadhil jatuh dan bisa memberi pukulan di wajahnya.
Aug....
Fadhil terpental.Walaupun hanya seorang anak kecil tapi tenaga dan pukulan mampu melukai wajahnya dan bibirnya pun berdarah.
Setelah Fadhil jatuh Fatih dengan cepat mengambil sehelai rambut Fadhil,kemudian dia pura pura memberi saputangan untuk membersihkan darah di bibirnya.
"Maaf Ustadz atas pukulan adikku,boleh saya membersihkan darahnya?" Kata Fatih sambil membersihkan darah di bibirnya.
Waktu pandangan mata beradu,dan tangan kecil menyentuh pipi nya,ada perasaan aneh dan damai.
Fatimah melihat Fadhil mengeluarkan darah langsung memeluknya.
"Maafkan Fat...Ustadz...terlalu keras ya pukulan Fat.." Kata Fatimah sambil membelai luka di bibirnya
Fadhil terpaku akan perhatian si kembar,
Kenapa aku begitu damai memeluk mereka,apakah mereka bener anakku?
Fadhil membelai rambut mereka dan mengambil sehelai rambut untuk pengambilan test DNA.
Ingin melukai dan mendapatkan darah sebagai sampel Fadhil tidak tega.
Semua yang melihat ikut terharu,mereka berbisik seperti anak dan Bapak aja.
Ustadz Ali yang menjadi guru pembimbing mereka merasa khawatir kemudian menghampiri mereka.
"Fatih...Fatimah ...kalian ga apa apa?" Tanya Ustad Ali.
"Ustadz ...kami ga apa apa,cuma ini Ustadz Fadhil terluka gara gara kami" Kata Fatimah masih menangis.
"Ana..ga apa apa kok Ustadz..." Jawab Ustadz Fadhil sambil tersenyum.
Ustadz Ali terkejut melihat luka di bibir, kemudian dia malah tertawa
"Ha...ha...Fadhil...ga salah nich...seorang Banteng kalah dengan landak kecil?" Kata Ustadz Ali sedikit mengolok.
Semua hadirin pun bersorak dan ikut tertawa.Mereka baru sadar Seorang Fadhil yang terkenal Banteng di Ilmu Bela diri kini terperdaya oleh sepasang anak kembar yang baru berusia Empat tahun kurang.
Fadhil hanya tersenyum kecut.
"Ya.. sesekali Banteng kalah dong dengan landak kecil" Kata Fadhil sambil berdiri.
"Saya akui untuk pertandingan ini saya kalah dengan mereka"
"Kalian emang hebat Nak..." Ucap Fadhil sambil menggendong mereka berdua.
"Ya..berarti kita ga bisa ngalahin Bunda dong Kak,Ustadz Fadhil aja ga bisa ngalahin kita berdua" Kata Fatimah tanpa dosa.
"Maksud kalian apa?" Tanya Ustadz Fadhil
Ustadz Fadhil melihat ke arah Ustadz Ali dan Ustadz Zaki yang menjadi pembimbing mereka.
"Aduh..kalian ternyata masih penasaran aja ingin menjatuhkan Bunda kalian?" Kata Ustadz Ali.
"Iyalah Ustadz..dari dulu kita masih penasaran bagaimana membuat Bunda bertekuk lutut,katanya kalau Bunda kalah mau memberi tahu siapa Ayah kami"
"Kami kira kalau kami kalah dengan Ustadz Fadhil,kami bisa mengajak adu tanding bertiga dengan Buddha waktu nanti kesini,tapi ini Ustadz Fadhil aja kalah ama kita bagaimana bisa ngalahin Bunda...Betul ga Kak?" Kata Fatimah nunjukin rasa kecewa.
"Betul Ustadz..dulu kita pernah coba adu tanding berempat melawan Bunda tapi juga kalah telak" Kata Fatih
Ustadz Ali mengangguk dan mengingat waktu itu Dia membantu si kembar untuk adu tanding dengan Bundanya di bantu Bu Arumi juga,tapi Empat lawan satu ternyata tetap tidak bisa mengalahkan Andini.
Dan Ustadz Ali pun heran Fadhil yang menegang berbagai penghargaan di bidang Ilmu Beladiri juga kalah dengan si Kembar.
Ustadz Fadhil masih tidak mengerti apa yang mereka bahas.
"Udahlah...Ustadz kami capek banget,kami mau istirahat dulu" Kata Fatih setelah menyadari Dia harus mengamankan sampel DNA yang sudah dia dapat.
"O..ya Ustadz lain kali kalau bertanding dengan siapapun jangan meremehkan lawan walau dengan anak kecil" Kata Fatih sambil memegang luka Ustadz Fadhil dan mengajak adiknya ke kamar untuk Istirahat.
Ustadz Fadhil hanya terdiam mungkin benar kata si Kembar Dia hanya setengah tengah menghadapi Si kembar,tapi Dia juga merasa waktu detik detik terakhir Dia sudah mengeluarkan sepenuhnya kemampuannya tapi Dia emang kalah strategi dengan si kembar.
Ustadz Ali dan Ustaz Zaki mengantar si kembar ke kamar masing masing.
Sebelum mereka pergi Ustad Fadhil meminta Ustad Ali dan Ustadz Zaki untuk menemui di kantor nya setelah mengantar Si Kembar.
Fadhil pergi ke toilet untuk membersihkan darahnya dan menelpon seseorang untuk menemui dia di kantor.
Sampai di ruangannya ponsel dia berdering dan ternyata Uminya yang menelpon.
"Halo Assalamualaikum...Umi..." kata Fadhil dalam telpon
"Walaikum sallam nak... itu kamu kirim foto si kembar maksudnya apa?itu anakmu?kamu udah nikah?atau kamu ulang lagi kesalahan kamu empat tahun lalu?Fadhil...Fadhil...percuma kita kirim kamu Ke Tarim agar kamu merenung dosa tapi malah kamu tambah dosa lagi?Apa kamu ingin melihat Umi ama Abi cepat mati?" Kata Umi Zahra di telpon sambil menangis.
"Astagfirullah...Umi kalau ngomong beri jeda dong,Telpon bukan tanya kabar malah bernyanyi kaya burung beo" Kata Fadhil sambil memegang luka nya yang terasa perih.
"Fadhil..itu muka kamu kenapa?habis berantem?" Tanya Umi Zahra panik lihat muka Fadhil di layar handphonenya ada luka.
"Fadhil ga pa..pa Umi cuma luka kecil,sudah Umi sekarang ambil nafas pelan pelan dan tanyakan Ke Fadhil satu satu,kepala Fadhil pusing mau jawab yang mana dulu" Kata Fadhil berusaha memadamkan emosi Umi Zahra.
__ADS_1
"Ya...ya maaf kalau Umi panik"
"Sekarang Umi tanya muka kamu kenapa?habis berantem?"
"Bukan Umi...ini bukan berantem,tadi kita sebagai dewan juri adu bakat pada para peserta Hafidz,dan ini ada salah satu peserta mengajak adu bakat beladiri dan ini hasilnya mereka mampu mengalahkan Fadhil"
"Apa ga salah denger kamu kalah dengan salah satu peserta dan kalau ga salah mereka masih di bawah umur kan?"
"Ya..umi bukan itu aja, Fadhil juga kalah di Panahan" Kata Fadhil sambil cemberut.
"Apa..Kakak kalah di Panahan dengan bocah kecil?ga salah Kak?Wah berarti mereka yang ke dua yang bisa mengalahkan Kakak setelah Dhini." Kata Anisah sambil memperlihatkan wajahnya di layar Handphone.
"Idih..awas kamu Dik...." Kata Fadhil sambil memperlihatkan kepalan tangannya di depan layar .
"Ga kena..kena.." Kata Anisha meledek.
"Udah...udah...ga di rumah ga di telpon ribut melulu,lagian kamu udah punya anak aja masih ngeledek Kakak kamu yang JONES" Kata Abi Rizal di samping Umi Zahra dan Anisa.
"Idih.. kalian ya pada kumpul dan selalu aja kompak ngeledek Ana,Umi...lihat lah mereka jahat ama Fadhil..." Kata Fadhil melihat mimik manjanya.
"Idih Kakak malu tuh ama umur,dan apa ga malu ama Ridwan?" Kata Anisa sambil melihatkan anaknya di layar Hp.
"Halo..jagoan.. " Kata Fadhil sambil mengelus layar Hape nya setelah wajah ponakannya di depan layar.
"Udah.. udah.. Fadhil sekarang Umi mau ngomong serius!"Kata Umi Zahra sambil memangku Cucunya.
" Siapa Anak kembar itu?Itu anakmu?" Kata Umi Zahra ke pokok permasalahan kenapa Dia telpon Fadhil.
Tok...tok..tok..
"Masuk..." Kata Fadhil setelah mendengar suara pintu.
"Assalamualaikum...Ustadz"
"Maaf Ustadz...ada yang bisa saya bantu?" Kata Asistennya .
"Iya...ni tolong antar ke rumah sakit untuk cek DNA dengan rambutku ya" Kata Fadhil sambil menyerahkan amplop coklat kepada Ustadz Alif sebagai asistennya.
"Tes DNA Ustadz?" Tanya Ustadz Alif bingung karena selama Dia menjadi asistennya Ustadz Fadhil belum pernah punya anak dan tidak pernah sama sekali dekat wanita.
Walau banyak yang ingin mendekati,seperti Ustadzah Nabila tapi Ustadz Fadhil tidak pernah merespon.
Udah ga usah banyak tanya...lakukan aja!"Kata Ustadz Fadhil.
"Baik Ustadz...saya mohon pamit" Kata Ustadz Alif mohon diri Dia tidak mau melihat Banteng itu marah.
"Umi ga salah denger kamu mau test DNA dengan siapa?anak itu?" Kata Umi murka mendengar Fadhil mau test DNA.
"Umi...tolong dengarkan Fadhil dulu tenang...menurut Umi foto yang Fadhil kirim tadi apakah mirip Fadhil?" Kata Fadhil.
"Umi..Fadhil ga tahu itu anak Fadhil apa bukan?makanya Fadhil coba tes DNA untuk pastiin,semua teman teman Fadhil pun bilang mereka mirip Fadhil,dan sifat nya bener nener mirip Fadhil tadi pas kami duel bersama"
"Dan Fadhil hanya melakukan sama gadis itu saja,tidak pernah melakukan lagi Umi,percayalah..."
"Kalau si kembar emang anak Fadhil berarti itu anak hasil waktu itu."Kata Fadhil sambil berkaca kaca.
" Fadhil...kamu kan masih ingat wajah gadis itu,kenapa ga kamu tanyakan langsung ke Ibunya?" Kata Umi.
"Maaf Umi Bundanya masih ada di Jakarta dan Dia akan ke sini satu bulan ke depan,sekalian menyaksikan kemenangan putra putrinya atau ga" Kata Fadhil.
"Makanya Umi ,sebelum pertemuan kami Fadhil mau test DNA dulu untuk membuktikan mereka anakku atau bukan,soalnya Fadhil takut Dia akan mengelak tentang si kembar seperti sekarang Dia telah menghilang entah kemana,padahal Fadhil sudah merenggut kesuciannya kenapa Dia ga mau minta pertanggung jawaban Fadhil" Kata Fadhil sambil menangis.
"Baik Fadhil Umi percaya,semoga ada kabar baik"
"Oh...ya kalau emang mereka anak kamu apa yang akan kamu lakukan ke depannya" Tanya Umi.
"Fadhil belum punya rencana Umi,nanti kalau udah ada hasilnya kita pikirkan lagi" Kata Fadhil sambil menghela nafas.
"Baiklah...Umi tunggu kabar ya..."
"Assalamualaikum..."
"Walakkum salam...."
Setelah menutup panggilan dari keluarganya,Fadhil berdiam diri dan melamun.
Kalau emang mereka anakku apakah Bundanya mau denganku?
Membesarkan mereka berdua?
Fadhil bingung dan ga tahu harus bagaimana.Kalau di tanya cinta,Fadhil pun akan bilang jujur kalau Dia emang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama,tapi apakah Dia juga cinta?
Ya...Rabb..
Berikan hamba petunjuk untuk kita semua.
Di tengah tengah khayalan nya Pintu ruangan di ketuk dari luar.
Tok..tok..
"Ya masuk...!" perintah Fadhil sambil merapikan bajunya.
"Assalamualaikum...Fadhil.." Kata orang di balik pintu.
__ADS_1
"Walaikum sallam ...mari masuk" Kata Ustadz Fadhil.
Ustadz Ali dan Ustadz Zaki masuk.
"Wah.. enak juga suasana kantor kamu Dhil...ini yang dekor kamu?" Kata Ustadz Zaki.
"Iya...begitulah..." Kata Ustadz Fadhil.
"Ngomong ngomong napa nich manggil kita berdua ..." Kata Ustadz Ali sambil duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Ustadz Fadhil.
"O...ya ana mau tanya tentang si kembar?" Kata Ustadz Fadhil to the Point.
"Kenapa Ustadz dengan si kembar?apa dendam karena mereka melukai kamu?" Kata Ustadz Ali penasaran.
"Bukan..bukan jangan su udzon dulu...Ana nanya karena Mereka kan juga anak didik Ana juga apa salahnya Ana pingin tahu tentang mereka,dan mungkin aja Mereka akan mendapat Bea Siswa sekolah Di sini" Kata Ustadz Fadhil.
"O...Ana kira kamu dendam ama mereka"
"Tapi kayaknya ga mungkin deh...kalau mereka bakal boleh dan mau sekolah disini,karena mereka satu paket yang tidak bisa di pisahkan" Kata Ustadz Ali.
"Kayanya kamu sangat tahu tentang mereka ya Al..." Kata Ustadz Fadhil kepada Ustadz Ali.
"Ga juga sich...karena Bunda di Kembar orang nya sangat tertutup,cuma menurut aku aja sich..karena mereka jarang di pisahkan" Kata Ustadz Ali.
"Tapi belum kita coba to Al....siapa tahu untuk ini beda" Kata Ustadz Fadhil penuh harap.
"Ya...kita coba nanti aja ,kan belum pasti Dia bakal dapat Bea Siswa kan?" Tanya Ustadz Ali
"Kalau Si kembar mau akan Ana usahakan" Kata Ustadz Fadhil.
"Coba nanti Ana tanya mereka..cuma Ana ga jamin kalau Bundanya setuju?" Kata Ustadz Ali.
"Emang orang tua si Kembar pekerjaannya apa sich..." Tanya Ustadz Fadil
"Setahu Ana Bundanya bekerja di kantoran dan sekarang Dia di pindah di kantor pusat yang letaknya di Jakarta" Kata Ustadz Ali.
"La Ayahnya...?"
"Entahlah Ana juga ga tahu,Bundanya juga ga pernah cerita,cuma terkadang Fatih dan Fatimah selalu menanyakan tentang Ayahnya,terus Bundanya selalu memberi syarat agar bisa mengalahkan Dia baru di kasih tahu siapa Ayahnya" Kata Ustadz Ali
"Ana kan jadi penasaran sehebat apakah Bundanya tersebut?Apa dia seorang Ustadzah karena Anak Kembar mereka sangat pintar di berbagai Agama,Atau Seorang anak CEO ?" Tanya Ustadz Fadhil
"Dia hanya orang biasa yang menjadi pendatang di kota Palembang" Kata Ustadz Ali
"Kok kayanya kamu ada hati dengan mereka?atau jangan jangan ingin PDKT dengan Bundanya si kembar?padahal kalian kan belum pernah bertemu?" Tanya Ustadz Zaki sedikit cemas karena Dia merasa harus bersaing dengan Ustadz Fadhil.
"Wah kayanya ada yang merasa takut di saingi nich...." Seloroh Ustadz Ali
"Apaan sich Al..." Kata Ustadz Zaki.
"Kayanya Bundanya di kembar sangat hebat ya...si gunung Es aja bisa meleleh,Ana jadi penasaran" Kata Ustadz Fadhil lagi.
"Wah bukan hebat lagi,Dia cantik melebihi Bidadari,tapi Dia juga dingin melebihi Es balok,tapi Dia juga bisa lembut selembut kain sutra" Kata Ustadz Ali.
"Kok bisa?mana ada orang dingin bisa lembut yang benar yang mana?" Tanya Ustadz Fadil.
"Ya dua..dua nya,Dia bisa lembut pada orang orang di sekelilingnya terutama para kaum hawa,tapi Dia bisa berubah menjadi Dingin kalau bertemu bukan mahram dan bisa berubah jadi Macan betina kalau ada yang mengusiknya" Kata Ustadz Ali.
"Yang di katakan Ustadz Ali bener Dil...Ana aja ngerasain kalau Dia sangat dingin ama Ana,cuma tahu tuh kalau ama Ali bisa lembut gitu?" Kata Ustadz Zaki.
"Ga juga...kata Siapa Zak..?walau Ana sudah kenal lama Dia juga terkadang bersikap dingin,dan ngomong ama Ana kalau ada perlu aja itu hanya seputar si Kembar selebihnya Dia sangat jaga jarak" Kata Ustadz Ali.
"Mungkin karena Dia tahu kamu sudah punya istri?" Kata Ustadz Zaki.
"Ana rasa bukan itu deh..emang dari awal pertemuan Dia sangat dingin dan galak Ana aja heran ada cewek seperti itu,cantik cantik tapi galak" Kata Ustadz Ali mengenang pertemuan pertama dengan Andini waktu Dia menolong Abahnya.
"Hai melamun aja ingetin apa?jangan jangan bayangin Bundanya si kembar ya...ingat bro..udah punya anak istri jangan ingat wanita lain" Kata Ustadz Fadhil.
"Apa an sich..Dil ..Ana ingatlah kalau udah punya anak istri,Ana cuma lagi bayangin pertemuan dengan Bundanya si Kembar pertama kali sangat memalukan" Kata Ustadz Ali.
"Memalukan gimana..jadi penasaran" Kata Ustadz Zaki.
Ustadz Ali menceritakan bagaimana pertemuan dengan Bundanya si kembar.
Fadhil dan Zaki mendengarkannya kemudian mereka tertawa.
"Sumpah Al...ana ga bisa bayangin wajah kamu waktu itu mungkin kaya mayat hidup ya...Kamu kan paling takut di ajak ngebut" Kata Ustadz Zaki.
"Mungkin ga cuma mayat hidup,bisa jadi darah Ana waktu itu udah beku,sumpah..waktu itu Ana takut,dan parahnya lagi Dia lebih Ekstrim daripada kamu Dil soal balap mobil" kata Ustadz Ali.
Ha...ha...ha..
Ustadz Fadhil dan Ustadz Zaki tertawa terpingkal pingkal dan mereka membayangkan segahar apa Bundanya Si kembar.
Waktu Pun berlalu mereka akhirnya mengenang waktu jaman mereka di pondok,Fadhil akhirnya lupa tujuan awal memanggil Ustadz Zaki dan Ustadz Ali.
"Wah maaf Bro..Ana udah ngantuk nich...takutnya ga bisa bangun pagi" Kata Ustadz Ali menguap.
"Bener juga Dil..Ana juga ngantuk banget,aneh Kamu masih segar aja padahal tadi habis bertanding?" Kata Ustadz Zaki.
"Tadi Ana udah minum kopi dulu..jadi ya ga ngantuk" Kata Ustad Fadhil.
"Kalau gitu kita pamit dulu ya,Uda ngantuk nich...Assalamualaikum..." Ucap Ustadz Ali sambil beranjak keluar dari kantor Ustadz Fadhil.
__ADS_1
Dari mereka bertiga hanya Ustadz Ali lah yang tidak kuat bergadang.