ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
# Tahfidz Al Qur an #


__ADS_3

...Empat Tahun kemudian.......


Di bandara Soekarno Hatta terlihat banyak orang lalu lalang yang turun mau pun naik pesawat.


Ada sepasang anak kembar berjalan sambil mendorong koper mereka,Mereka kelihatan Tampan dan cantik dengan balutan baju koko dan baju muslim yang sepadan.Wajah mereka bener bener mirip dan tidak bisa membedakan,Perbedaan di jenis kelamin mereka.


"Bunda...lihat itu yang menjemput kita" Kata anak perempuan itu sambil menunjuk ke arah orang yang memegang Spanduk bertuliskan Fatih dan Fatimah.


"O ...iya nak ayo..." Ajak Bunda mereka.


"Mari...Bu..." Kata Dia lagi kepada Ibunya.


Mereka adalah Andini Pramudita dan Ibunya Arumni.Mereka datang ke Jakarta karena mau mengantar Anak kembarnya menjalani karantina untuk persiapan Lomba Hafiz Alquran yang di adakan di Tarim.


Anak kembarnya mewakili Indonesia untuk mengikuti lomba Hafidz Alquran di Tarim.


Walaupun usianya masih belia mereka pun bisa membuktikan kalau mereka sangatlah hebat.


Selain mendampingi anaknya untuk karantina,Andini juga memutuskan untuk tinggal di Jakarta karena Dia di Mutasi ke Perusahaan pusat karena prestasi kerjanya yang sangat memuaskan,Dan di perusahaan pusat dia di angkat menjadi Manager Keuangan.


Tadinya Arumi menolak untuk ikut ke Jakarta,karena dia masih takut dengan keluarga suaminya.Tapi hal ini selalu di tutupinya.


Andini pun membujuk Arumi agar mau ikut dan tinggal di sana.Andhini tidak mau ibunya tinggal di Palembang sendiri tanpa Sanak keluarga.


Dengan berbagai cara bujuk rayu Andini akhirnya Arumi memutuskan untuk ikut.


Ya..mungkin benar kata Andini itu sudah dua puluh lima tahun lalu,aku harus mulai memperbaiki keadaan,mungkin Mas Aditya telah melupakanku.


"Assalamualaikum...Fatih dan Fatimah" Sapa Orang yang menjemput si kembar


"Walaikum salam Ustadzah" Jawab si kembar.


"Assalamualaikum Bunda,perkenalkan saya Almira dan ini Anisa" Sapa Ustadzah Almira memperkenalkan diri.


"Kami di tugaskan untuk menjemput Fatih dan Fatimah"


"Walaikum salam Ustadzah nama saya Andini dan ini ibu saya Arumi"


"Senang bertemu dengan Anda" Kata Andini sambil bersalaman.


"Sama sama,dan tidak menyangka ternyata Bundanya si kembar bener bener cantik,kami kaum hawa sangat mengagumi kecantikan Bunda"


"Terimakasih atas pujiannya,Saya merasa tersanjung" Kata Andini tersenyum.


Merekapun masuk kedalam mobil dan menuju tempat karantina.


Sampai di karantina Andini mengantarkan si kembar di kamar masing masing,menyiapkan keperluan yang di butuhkan.


"Sayang...Jaga diri baik baik ya,jangan nakal,belajar yang benar,dan buat bangga Bunda ...oc" Nasehat Andini untuk anaknya.


"Oc...Bunda kami akan menjadi kebanggaan Bunda dan Nenek" Kata Fatimah sambil bergelayut manja sama Bundanya.


Dan Kami akan bertemu dengan ayah kami Bunda...Batin Fatih.


Walaupun mereka masih kecil tapi kemampuan berpikirnya pun melebihi kemampuan orang dewasa.


Dengan mengikuti Hafidz Alquran Fatih yakin suatu hari nanti akan bertemu dengan Ayahnya.


Walau Bundanya tidak bercerita siapa Ayahnya,tapi Fatih yakin kalau dominan wajah yang Dia miliki itu adalah milik Ayahnya.


Selain Fatih bisa Hafidz Alquran ,Dia juga pandai memainkan tangannya di laptop.Dia adalah bagian dari Hacker hacker di dunia.


Suatu hari Dia berhasil meretas data kependudukan milik pemerintah.Dia berusaha menerobos dan mencari keberadaan ayahnya.


Dengan menscan wajahnya di permainan tangannya,kemudian munculah sebuah data yang memunculkan wajah yang sama .


***Muhamad Fadhil Al Firdaus


Usia :30 tahun


Alamat :Surabaya


Pendidikan : Sarjana Kedokteran***


Data itu menyebutkan data yang mempunyai kepemilikan wajah yang sama dengan dirinya.Di situ tertulis kalau ayahnya adalah anak pemilik pondok pesantren di Surabaya dan sekarang Dia berada di Tarim.


Ach.. ternyata ayah ku sekarang di Tarim,bagaimana aku bisa menemukan Ayah.


Semenjak tahu Ayahnya di Tarim,Fatih merasa putus asa karena tidak tahu dengan cara apa bisa bertemu dengan Ayahnya.Fatih hanya bisa berdoa semoga bisa di pertemukan oleh ayah kandungnya.


Ternyata doa anak sholeh selalu dikabulkan,Fatih dan Fatimah di beri kepercayaan untuk mewakili TPQ nya mengikuti lomba Hafidz Alquran,dan kalau menang akan di lanjutkan sampai tingkat Internasional yang akan diselenggarakan di Kota Tarim.Mendengar Kota Tarim Fatih langsung bersemangat dan berharap akan menang sampai ke Kota Tarim dan bisa bertemu Ayahnya.


Fatih langsung menggali sumber informasi tentang Hafidz tingkat internasional yang di selenggarakan di Kota Tarim,ternyata yang menjadi salah satu juri adalah Ayahnya.


Aku harus bisa sampai tingkat Internasional dan bertemu Ayahnya.


Karena tahu kesempatan ini adalah peluang besar untuk bertemu sang Ayah,Fatih mengajak Fatimah untuk bekerjasama untuk memenangkan lomba sampai tingkat internasional.Fatimah sangat setuju akan ide kakaknya karena dia pun juga merindukan sang Ayah.


Kemampuan dan kejeniusan di antara mereka adalah sepadan,jadi mereka tidak akan kesulitan untuk meraih kemenangan itu.


Karena berkat bimbingan Bundanya dan Ustad Pembimbing Fatih dan Fatimah akhirnya memenangkan perlombaan sampai tingkat Nasional dan sekarang adalah tahap sebagai Duta dari Indonesia untuk mengikuti Hafidz Alquran tingkat Internasional.


Selama satu bulan mereka di karantina di Jakarta untuk mendapatkan ilmu tambahan.Waktu karantina di Jakarta sudah usai akhirnya mereka harus berangkat ke Tarim.


Andini dan Arumi mengantarkan ke Bandara Soekarno Hatta,mereka selalu berpesan untuk selalu menjaga diri baik baik dan belajar yang giat.


"Bunda kami pamit dulu ya...jaga diri Bunda dan tolong jaga Nenek,Doa kan kami yang terbaik,Love u Bunda..." Fatih mencium tangan Bundanya dan kemudian memeluknya.


Fatimah juga melakukan yang sama seperti Kakaknya dan mereka berpelukan.


"Bunda...nanti kalau kita menang ,boleh tidak kalau adik minta di daftarkan masuk kelas beladiri,tangan adik udah pegel pegel nich tidak latihan" jawab Fatimah manja


"Iya..Bunda Fatih juga mau..." jawab Fatih tidak kalah manjanya


"Oc...nanti kalau kalian sudah selesai Bunda akan memasukkan ke kelas Beladiri,kalian mau pilih apa saja boleh" Kata Andini


"Bener Bunda..?apa aja?asyik...." teriak mereka semangat.


"Wah...wah kayanya semangat banget nich yang mau lomba?" Kata Ustad Zaki


"Oh...iya Ustad ,Fatimah seneng banget soalnya habis dari perlombaan Fatimah ama Kakak akan di masukkan kelas bela diri lagi,lagian tangan kita udah gatel ingin bertanding lagi"


"Dan kita masih penasaran mengalahkan Bunda?" Kata Fatimah lugu.


Ustad Zaki terkejut,kemudian Dia melirik Bundanya si kembar terus melihat kembali ke arah si kembar, Dia takut lama lama melihat Bundanya si Kembar jantungnya makin meledak.


Semenjak pertemuan pertama satu bulan yang lalu Ustad Zaki sudah mulai terpesona dengan kecantikan Bundanya yang sangat sempurna tapi sederhana.


Biasanya Ustad Zaki kalau mau bertemu dengan wanita atau jalan di keramaian Dia selalu memakai kacamata hitam,tapi untuk hari ini Dia lupa membawa kacamata,Maka Dia hanya bisa menunduk agar tidak terjadi kontak mata dengan yang bukan muhrim.


Mungkin kah Wanita secantik itu bisa beladiri?kenapa anak anaknya bilang pingin mengalahkan Bundanya?padahal dari data pribadi mereka kalau mereka mempunyai gudang prestasi ilmu beladiri berbagai macam dari Taekwondo ,pencak silat,karate dan Anggar dan mereka sudah memegang sabuk tertinggi dari jenis beladiri tersebut.

__ADS_1


"Maaf Ustadz...sepertinya pesawat sebentar lagi berangkat kita harus segera Take off" Ucap Ustad Ali membuyarkan lamunannya.


"Ba...baik Ustadz" Jawab Ustad Zaki salah tingkah.


"Maaf Din...Ibu..,kami pamit dulu ya..." ujar Ustad Ali kepada Andini dan Ibunya.


"O...ya Ustad...titip anak anak ya tolong jaga mereka.." kata Andini .


"O...tenang aja mereka anak hebat...bisa ..bisa bukannya yang melindungi Ana,tapi mereka yang bakal melindungi kami para orang dewasa" canda Ustad Ali sambil tertawa.


#Flash back On #


Ustadz Ali ingat waktu itu ada jambret yang sempat membawa kabur uang Panti yang baru saja Dia ambil dari Atm untuk membelikan keperluan panti,Ustadz Ali sempet mengejar dan saling baku hantam dengan jambret, dan ternyata jambret itu tidak sendiri,temen temennya keluar dari berbagai penjuru total Dua belas orang dengan si jambret.


Ternyata Ustad Ali di jebak oleh si jambret.Jambret lari dan menuju sarang mereka.Ustad Ali tidak bisa berbuat apa apa,mungkin ini hari terakhir Dia hidup.


Ustad Ali hanya bisa berdoa dengan keselamatannya dan mengingat Umi dan Abinya.Dia merasa belum bisa membahagiakan orang tuanya.Air mata Ustad Ali pun mengalir.


Ya Allah ..bila saya selamat dari sini Saya berjanji akan mengabulkan permintaan Umi untuk menikah dengan Nafisah.


"Hai...Ustad...kenapa?takut menghadapi kita kita?" Teriak para jambret.


Ustad Ali terdiam kemudian menenangkan hati nya


"Saya tidak takut ama siapapun,tapi saya cuma takut sama Allah" Kata Ustad Ali


"Hai...lihat ketua...udah terpojok masih aja berani " kata jambret yang lainnya.


"Ayo...kita hajar Ustad sombong itu " kata jambret yang lainnya


"Ayo...." para jambret pun menyerang Ustad Ali.


Ustad Ali pun kewalahan menghadapi serangan bertubi tubi.Di saat Dia terdesak tiba...tiba ada sekelebatan orang menyerang para jambret itu.


Achg.....Aduh....B******t...


Jeritan para jambret kesakitan.Ternyata beberapa jambret jatuh tersungkur.Ustad Ali bangun dan melihat kalau beberapa jambret pada tumbang.Terdengar suara anak kecil tertawa.


Ha...ha...ha...


Ustad Ali pun menoleh ke arah suara anak kecil yang tertawa.Dia terkejut karena kurang dari 100m dari dia berdiri,Dia melihat sepasang anak kembar yang menjadi anak didiknya di TPQ.


Wah...bisa bisa ana di semprot ama orang tuanya telah melibatkan anak anaknya di tempat yang berbahaya.


Ustad Ali bergumam sendiri,selama ini Dia belum pernah melihat orang tuanya si kembar.Ustad Ali hanya beranggapan kalau mereka adalah berasal dari keluarga terpandang karena kecerdasannya dan kulit anak itu sangat bersih.


"Gimana kakak gaya permainan sepeda Adik?ada kemajuan ga?" kata si kembar yang perempuan dengan santainya dan pura pura tidak merasa kalau roda sepedanya mengenai beberapa muka para jambret yang tadi menyerang Ustad ali.


"Boleh...juga gaya kamu dik,dan lihat hasil karya kamu" kata si kembar yang laki laki sambil menunjuk ke arah para jambret yang jatuh tersungkur.


"Hai...Paman..pada ngapain tidur di situ?apa kalian ga punya rumah apa kok tidur di jalan?" tanya Si kembar perempuan pura pura tidak tahu apa yang di lakukan.


"B****** kecil...awas kamu ya..." teriak si jambret.


"Upssss... Kakak...adik takut...mereka marahin dedek....Hiks. .hiks..." kata si kembar perempuan menangis.


"Sudah..sudah mereka ga marahin dedek,mereka lagi akting di film" Kata si kembar Laki laki menghibur.


"Yang bener kak.?..kaya di tv dong?berarti tadi gaya sepedaku masuk tv?asyik.....plok...plok..." kata si kembar cewe bertepuk tangan gembira.


"Fatih...Fatimah..." panggil Ustad Ali.


"Assalamualaikum...Pak Ustadz..." ucap si kembar serempak.


Ustad Ali bingung dengan kepolosan mereka,karena apa yang mereka lakukan tadi sudah membuat ketua jambret marah melihat anak buahnya ambruk gara gara sepeda anak kecil itu.


"Kalian pulang aja...nanti Orang tua kalian marah marah?" kata Ustad Ali


"Ga..mau Ustad..Fatimah mau lihat adegan Akting Paman paman ini,dan Fatimah juga pingin lihat aksi gaya sepeda yang aku tunjukkan tadi" Kata Fatimah masih menggoyangkan sepedanya.


"Enak aja.. kalian mau pergi?setelah melukai anak buahku!" Teriak ketua jambret.


"Sabar Bang...mereka anak anak yang belum tahu apa apa,urusan ini hanya saya yang bertanggung jawab" kata Ustad Ali berusaha melindungi si kembar.


"Hua... hua...Kakak Paman itu nakal,marahin dedek...Hua...hua..." Fatimah menangis tambah kencang.


"Maaf Paman jangan bikin Adikku nangis" kata Fatih pada para jambret.


"Bodo amat...dasar bocah cengeng gitu aja nangis?mau main main dengan ku?" kata Jambret itu penuh emosi.


"Hua....hua...Kakak lihat dia ngatain Dedek cengeng..." tangis Fatimah tambah kenceng.


"Hai...Paman. .Fatih bilang jangan bikin Adikku nangis,lihatlah gara gara paman adikku nangis tambah kenceng"


"Apa Paman juga pingin ngerasain roda sepedaku seperti temen temen paman itu" kata Fatih nahan amarah.


"Hai..bocah kecil berani kamu nantang aku?" jambret itu marah karena merasa di tantang bocah kecil.


"Fatih..bawa adik kamu pergi dari sini!.….biar ini jadi urusan Bapak" kata Ustad Ali berusaha mengusir anak didiknya dari bahaya.Dia takut tidak bisa melindungi anak didiknya karena tadi aja dia sudah kewalahan.


"Tidak bisa Pak Ustad...Dia sudah bikin adikku nangis,jadi aku juga mau bikin dia nangis" kata Fatih keras kepala.


"Tapi Nak....


Belum Ustad Ali menyelesaikan ucapannya,Fatih sudah memainkan sepeda nya dan melaju ke arah bahu si ketua jambret.


" Aduh....B****** kecil..." teriak ketua jambret sambil memegang bahu tangannya dan terlepas tas ditangannya.


Fatimah dengan gerakan jumping dengan sepedanya mengambil tas yang terlempar.


"Alhamdulilah....pendaratan yang sempurna..."


"Lihat lah kak...tas sudah adik dapet" teriak Fatimah sambil mengayunkan tas yang baru dia ambil.


"Good...My ..girl...latihanmu hari ini sempurna" Kata Fatih sambil menekan tombol sepedanya.


Ketua jambret itu mengumpat sambil memegang bahu yang sakit.


"Ayo..serang mereka..." perintah sang ketua jambret.


Para jambret yang tidak terluka menyerang Ustad Ali dan si kembar penuh amarah.


Dengan lincah si kembar melawan dengan memainkan sepedanya,semua tidak menyangka kalau si kembar yang kelihatan manja bisa melawan lima orang dengan sekali hentakan sepedanya.


"Hore...hore. ..lihat Kak...mereka menangis .." teriak Fatimah sambil bertepuk tangan melihat para penjahat meringis kesakitan


"Akhirnya kakak membalaskan dendamku yang sudah membuat adik menangis"


"Adik.. suka.." kata Fatih pada adiknya


"Suka...suka...ha..ha..." tawa Fatimah.

__ADS_1


Nguing...nguing...


Suara sirine mobil polisi mendekati mereka.


petugas polisi turun dan meringkus kawanan jambret yang sudah babak belur.Komandan Polisi menghampiri Fatih dan Fatimah.


"Terimakasih Adik..adik udah menolong kami lagi membasmi para jambret ini" kata Komando polisi kepada si kembar.


"Sama sama Pak...maaf terlambat menghubunginya,jadi Bapak ga ke bagian bermain main dengan mereka" Ucap Fatih sambil tersenyum.


"Iya...sayang.. Tadi sebenarnya Bapak pingin melihat aksi Heroik kalian...Ha...ha.," kata Komandan Polisi sambil tertawa.


Ustad Ali mendekati mereka dan merasa heran kenapa tiba tiba ada polisi sedangkan tempat perkelahian mereka jauh dari jangkauan dari keramaian.


"Assalamualaikum...Pak Ustadz" kata Komando Polisi setelah melihat Ustad Ali mendekat.


"Walaikum Salaam...Maher.. " Teriak Pak Ustadz


"Ali....Wah ga nyangka bisa bertemu di sini" Kata Pak Maher


"Sekarang kamu sudah jadi orang sukses ya..."


"Bisa aja..."


"Udah menikah belum?"


"Belum?la..kamu Al...?


" Alhamdulilah.. belum juga"kata Ustadz Ali


"La kok sama?"Ha...ha..."Kata Komandan Maher sambil tertawa


"Kapan kamu akan menikah?" Tanya Ustad Ali penasaran karena dari dulu temen yang satu ini sangat dingin dengan cewek


"Belum ada planning...dan belum ada calon" Jawab Maher datar.


"Maher...maher sampai kapan kamu akan sedingin itu dengan cewek?sampai sampai di usia segini belum punya calon?" kata Ustad Ali sambil geleng geleng kepala.


"Belum ada yang pas..."


"Terus yang pas itu kaya gimana?kamu ganteng,punya masa depan?apalagi dari dulu kamu jadi idola para wanita,masak dari sekian dari mereka tidak ada satupun di hati" kata Ustad Ali lagi.


"Ada yang sudah Pas ...tapi ga tahu orangnya mau apa enggak?"


"O.. ya siapa?apakah ana kenal?"


Maher menggeleng.


"Kenapa ga kamu tanyakan ke dia tentang perasaannya?" Kata Ustad Ali lagi.


Maher diam.


"Ali..Ali kaya kamu juga sudah punya yang pas aja,nyatanya sampai sekarang kamu juga belum menikah"Kata Komandan Maher.


"Iya..juga ya..Aku juga belum ada yang cocok"kata Ustadz Ali sambil garuk garuk kepala


"Setelah selamat jangan lupa janji hati dengan Allah Ustadz?"kata Fatih tiba tiba menyela.


"Janji hati?maksud kamu?"Tanya Ustadz Ali


"Ya ..janji hati,setahu kami kalau orang sedang kepepet dan nyawa di ujung tanduk biasanya mengucapkan janji hati kepada Allah"Kata Fatimah


Ustadz Ali tercengang dan akhirnya Dia menyadari kalau perkataan mereka ada benarnya,karena Dia telah berjanji kalau selamat akan menerima perjodohan itu.


Ya Allah..


mungkin Nafisah adalah jodohku sehingga Engkau langsung mengabulkan permintaanku,dan mungkin aku harus melupakan gadis itu.


"Ha...ha...ternyata selain bisa berantem bisa baca isi hati orang ya"Kata Maher sambil mengacak rambut Fatih.


"Idih..Pak Komandan kebiasaan mengacak rambut Fatih,Fatih sudah besar tahu"jawab Fatih sambil pasang tampang cemberut.


"Ya maaf Fatih...habis kamu lucu...dan lagi kalau Bapak ngacak rambut Fatimah bisa bisa mengamuk"Kata Komandan Maher lagi.


"O...kalau Paman nyentuh Fatimah ini..."Kata Fatimah sambil mengacung kepal tinjunya ke arah Komandan Maher.


"Ampun Fatimah...Paman tidak berani,nanti bisa bisa Ibu kamu langsung memecat Saya jadi temannya"Kata Maher lagi sambil tersenyum.


"Nah...itu Paman tahu..kalau Paman sudah di pecat jadi teman Ibu,Paman tidak bisa melihat wajah Ibu dengan diam diam"Jawab Fatimah sambil memainkan sepedanya.


Buset...dah ini anak tahu aja kalau aku diam diam memperhatikan Ibunya


Ustadz Ali terkejut ternyata Maher sudah mengenal Orang tua si kembar,sedangkan Dia belum bertemu sama sekali.


"Maaf komandan mereka sudah masuk mobil semua" kata anak buah Maher.


"Baik sebentar lagi aku ke mobil" Kata maher


"Maaf Al...aku ke kantor dulu,uang kamu komplit to?" Tanya Maher


"Alhamdulilah komplit. ."


"Syukur Alhamdulilah...Ana balik dulu ya..." kata Maher langsung memeluk Ustad Ali.


"Fatih..Fatimah makasih ya...atas bantuan kalian."


"Assalamualaikum..."


"Walaikum sallam"


"Maaf Pak Ustadz kami pulang dulu takut Bunda nyariin? kata Fatih kemudian


" Kalian tidak ada yang terluka?"


Mereka menggeleng


"Syukur Alhamdulilah...tadi Pak Ustad takut kalau kalian kenapa napa"


"Tenang aja Pak Ustad...kita ga papa kok...lihat ini kami ga ada yang terluka to" kata Fatimah sambil melihatkan tangan mungilnya yang bersih.


"Gimana kalau Bapak antar kalian?"


"Ga usa pak...kita kan bawa sepeda?"


"Gini aja Bapak ikutin kalian dari belakang , ya..."


"Ya...udah Pak Ustad makasih "


"Sama sama..."


# Flash back off*

__ADS_1


"Hai...Al ayo pesawat mau tinggal landas" Kata Ustad Zaki.


"Oh...iya Ayo berangkat"....


__ADS_2