
Hampir satu minggu Andhini di Rumah sakit,Sesekali Rayhan pun menjenguknya kalau tidak bertugas.
Penjahat yang di tangkap pun membuka identitas ketuanya.Andhini minta tolong Fatih untuk menyelidiki tentang ketua Gangster yang sekarang berada di Indonesia,dan ketua itu membantu orang yang dendam terhadap Andhini dan Ibunya.
Andhini merasa tidak tenang meninggalkan Ibunya terlalu lama walaupun Dia sudah menempatkan pengawalan yang sudah ketat,anak buahnya,anak buah bosnya dan bantuan dari kepolisian yang ternyata menjadi komandannya adalah Maher,temannya waktu di Palembang.
Andhini membuat laporan dan mengajukan pengunduran diri untuk kembali ke Indonesia,agar bisa menjaga Ibunya.
Fadhil menerima laporan dan pengunduran diri dari Andhini.Ada rasa tak rela melepaskan Andhini.
Tapi Fadhil masih ragu tentang ini semua.Apalagi mengingat kemarahan Si kembar.Fadhil berusaha introspeksi diri dan meyakinkan hati yang ragu.
Mungkin untuk kecantikan Andhini adalah wanita sempurna,tapi untuk sifat wanita Sholehah Andhini belum apa apanya.Makanya Fadhil masih ragu untuk menetapkan hati.
Fadhil menyuruh Angga ke rumah sakit untuk menyelesaikan kontrak kerjasamanya dengan Andhini,dia belum siap untuk menghadapi Andhini.
Angga sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan bosnya.Dia pun ke rumah sakit untuk menemui klien yang selama ini telah bekerjasama dengan perusahaannya.
Sampai di rumah sakit Angga masuk kedalam perawatan Andhini dan Dia terkejut waktu melihat orang yang duduk di tempat tidur pasien.
"Dhini....apakah itu kamu?" Tanya Angga tidak percaya karena saat itu Andhini tidak memakai cadarnya.
"KaK Angga" Andini terkejut dan buru buru mencari cadarnya.
"Ga usah kamu tutupi Din...sudah terlambat?dan kenapa kamu jahat tidak kasih tahu Kakak kalau itu kamu?"
"Maaf Kak?" Kata Andhini lagi.
Angga melihat ke Si kembar dan mengerutkan keningnya.Wajah mereka sangat mirip..tapi mirip siapa Dia lupa.
"Mereka anak anakku" Kata Andhini.
"Nak...kenalin ini Paman Angga dulu Dia Bosnya Bunda waktu masih muda" Kata Andhini.
Si kembar memperkenalkan diri,mereka menatap Angga penuh selidik,ternyata walaupun punya sifat bar bar Bundanya banyak yang mencintainya.
Mereka tahu di mata Angga menyimpan kerinduan,hanya Ayah lah orang yang munafik dan selalu mengharapkan sesuatu yang sempurna.
"Anak anak kamu ganteng dan cantik Din" Kata Angga sambil mencium pipi si kembar bergantian.
"Eits...jangan cium cium Paman,kita bukan Muhrim" Kata Fatimah menahan bibirnya Angga yang mau mencium pipinya.
"Masak ga boleh?"
"Kata Pak Ustadz ga boleh,Paman bukan ayah kami jadi bukan Muhrim" Kata Fatimah.
"Dari pada cium Fatimah lebih baik gini" Kata Fatimah sambil mencium tangan Angga.
"Sama aja kan paman?" Kata Fatimah lagi.
"Iya..ya..maaf Paman ga tahu" Kata Angga lagi sambil mengelus ujung jilbab Fatimah.
"Nadia tolong bawa anak anak ke bagian Administrasi urus kepulangan Saya,Dan jangan lupa telpon Ustadz Ali malam ini kalau bisa kita berangkat" Kata Andhini menyuruh Nadia.
"Kita pulang sekarang Din?" Tanya Nadia.
"Iya..di sini sudah tidak ada yang kita kerjakan Nad.." Kata Andhini.
"Ga jadi ngajak Anak anak jalan jalan?" Kata Nadia.
"Lain kali aja,kita sudah lama tinggal di sini" Kata Andhini.
"Pulang sekarang ga apa apa Tante kita sudah jalan jalan sama Ay...eh...sama Ustadz Fadhil." Kata Fatimah .
"Kalian sudah jalan jalan,Tante belum" Ucap Nadia cemberut .Dia berharap sebelum pulang ke Indonesia ingin sekali menikmati tempat rekreasi di Kota Tarim karena selama ini hanya ketegangan yang Dia dapat.
Andhini tahu kalau temannya butuh refreshing karena ketegangan yang terjadi selama ini,apalagi Dia hanya di Rumah sakit dan menjaga Andhini.
"Baiklah kita pulang lusa gimana?habis dari Rumah sakit kita cari penginapan dulu,besok kita kunjungi tempat wisata dan Lusa kita pulang" Kata Andhini.
"Hore...kita jalan jalan " Sorak Si Kembar serempak.
Nadia mengerutkan keningnya.
"Tadi katanya sudah rekreasi sama Ustadz Fadhil dan mau pulang?ini di ajak rekreasi lagi semangat?harusnya yang bahagia Tante dong kok malah kalian?" Kata Nadia sambil geleng geleng kepala.
"Tante..tidak ada orang yang menolak di ajak rekreasi,apalagi sama Bunda,kita kan belum ada moment bersama Bunda di sini" Kata Fatih sambil memeluk Bundanya.
__ADS_1
"Idih..Kakak Fatimah juga mau " Kata Fatimah sambil memeluk Andhini juga.
"Dasar bocah Kembar ada ada aja tingkahnya" Kata Nadia.
"Din..kok kita ga kembali ke Apartemen Ustadz Fadhil atau Pak Rayhan?" Tanya Nadia.
"Aku ga mau ngerepotin mereka lagi Nad..." Kata Andhini.
"Kalau tinggal di Apartemenku gimana?kebetulan Raya hari ini datang bersama Suami dan Anaknya,besok kalian bisa sama sama main bareng" Kata Angga.
"Masak Kak?Raya mau kesini?"
Angga mengangguk,dan Dia berharap Andhini mau menerima usulannya jadi Dia bisa bersama Andhini walau sesaat,karena Dia sadar Andhini sudah milik Orang lain.
Syukur syukur Dia besok boleh ambil cuti untuk ikut pergi bersamanya.
"Wah boleh juga Kak,Andhini kangen sama Raya,udah lama ga ketemu"
"Kira kira Dia sampai sini jam berapa?" Tanya Andhini.
"Mungkin sore kalau ga ada halangan di jalan" Kata Angga.
"Kalau gitu habis dari sini kita langsung ke Apartment Kak Angga gimana?kita membuat Surprise buat Raya" Kata Andhini.
"Boleh juga..Dia pasti senang" Kata Angga.
"Asyik...kita mau adakan pesta,Fatimah akan bantu Bunda" Kata Fatimah.
"Baiklah biar tidak memakan waktu lama bagaimana kalau ngurus Administrasi sekarang?terus kita ke Apartment Kak Angga" Kata Andhini.
"Siap..komandan" Kata Nadia dan Si kembar serempak.
Mereka bertiga langsung menuju ke bagian Administrasi,sedangkan Andhini mulai membahas pekerjaan dan menandatangani semua berkas yang di perlukan.
Angga tidak menyangka kalau Dia akan sedekat ini lagi dengan Andhini,dulu Dia sudah tahu kalau kinerja Andhini sangat bagus dan Dia berharap setelah ini ada moment moment lagi untuk bersama.
Tapi Dia sadar semuanya itu tak mungkin karena sekarang Andhini sudah punya keluarga sendiri dan Dia tidak tahu Suami Andhini siapa?Dan laki laki manakah yang beruntung mendapatkan cinta Andhini.
Beberapa menit kemudian Nadia dan si Kembar datang.Mereka mengatakan kalau biaya Rumah sakit sudah di bayar seseorang tapi tidak mau menyebutkan identitasnya.
Andhini kaget siapa yang telah membayar tagihannya.Dia lalu membuka laptopnya dan berusaha membobol email Rumah sakit,Dia pingin tahu siapa yang telah membayar tagihan itu.
Andhini terkejut setelah tahu siapa yang melunasi tagihan rumah sakit tersebut,ternyata tagihan itu di bayar Fadhil.
Buat apa Dia membayar?apa karena Aku Bunda dari anak anaknya?
Setelah keadaan Dia mulai pulih,Andhini mulai mampu mengandalkan pikirannya,dan Dia tahu kenapa Fadhil berusaha menghindar dari Andhini.
"Kak..kalau boleh tahu sekarang Pak Fadhil dimana?" Tanya Andhini.
"Tadi Dia di Resto?ada masalah?" Tanya Angga.
"Kalau gitu gimana kalau kita ke Resto,ada yang ingin Aku tanyakan ke Dia,tapi sebelumnya bisa antarkan Anak anak ke Apartment Kak Angga biar mereka yang membuat surprise untuk Raya" Kata Andhini sambil membereskan laptopnya.
"Mereka...?" Tanya Angga tidak percaya.
"Tenang Paman jangan meremehkan kami ,walaupun kami masih kecil tapi kami bisa di andalkan...betul kan Bunda?" Kata Fatimah.
"Betul Kak...tenang aja,Dhini tahu kemampuan mereka kok"
"" Ayo kita berangkat"Kata Andhini.
Mereka akhirnya pulang menuju Apartment Angga,Di jalan Andhini memberi instruksi kepada Anaknya apa yang harus di lakukan untuk penyambutan Raya,mereka berhenti sebentar di sebuah pertokoan untuk membeli bahan yang diperlukan.
Sampai di Apartment mereka langsung bekerja sesuai tugas masing masing,Andhini memasak makanan kesukaan Raya.
Sampai pertengahan hari Mereka selesai menyelesaikan semuanya.
Andhini menyuruh anak anak dan Nadia istirahat,Kemudian Dia mengajak Angga untuk ke Resto Dia ingin menyelesaikan masalah dengan Fadhil.
Dalam mobil Angga menanyakan kenapa Ayah Anak anak tidak ikut,Andhini hanya diam dan tidak berkomentar.
"Maaf Din..kalau Kakak lancang akan pertanyaan tadi" Kata Angga merasa bersalah atas pertanyaannya.
"Ga apa apa kok Kak,wajar kalau Kak Angga menanyakan ayah mereka,karena ga mungkin kan mereka lahir tanpa seorang Ayah?" Kata Andhini.
Akhirnya Dia menceritakan kisahnya dengan Angga,karena selama ini Angga sudah Dia anggap Kakaknya sendiri.
__ADS_1
"Yach ..begitulah Kak,kayanya nasib Anakku tidak jauh beda dengan ku,tapi aku tidak pernah menyesal mungkin ini takdir Tuhan" Kata Andhini sambil menghela nafas panjang.
"Maaf Din,jadi sampai sekarang Anak anak belum tahu Ayahnya?"
"Kayanya mereka sudah tahu duluan sebelum Aku Kak?"
Andhini tahu kalau Si kembar sudah mengetahui siapa Ayahnya,Dan Andhini tahu kalau anak kembarnya marah dengan Ayahnya.
Setelah sembuh dan otaknya mendapat penyegaran akhirnya Andhini bisa menggunakan pikirannya.
Terkadang ada rasa syukur dalam diri Andhini karena Dia mempunyai ketajaman pikiran.Dengan ketajaman pikiran itu Dia akan tahu apa yang terjadi dan apa yang bakal terjadi sehingga Dia bisa berjaga jaga dengan kemungkinan yang ada.
Tapi terkadang dengan ketajaman pikirannya Dia,hidup ini tidak pernah punya kejutan sama sekali.Sehingga hidup terasa hampa.
Tapi di saat peristiwa itu mengapa Dia juga tak punya firasat sama sekali,mungkin kalau Dia udah punya firasat,kejadian itu tak akan pernah terjadi.
Mungkin ini sudah kehendak dari Allah,anggap aja ini suatu kejutan yang terindah dari hidupnya,Dari peristiwa itu Dia memiliki anak kembar yang jenius dan selalu menemani hidupnya.
Beberapa menit kemudian mobil mereka sampai di Resto.Angga tidak berani menanyakan lagi,Dia melihat Andhini banyak melamun setelah Dia menanyakan tentang Ayah si Kembar.
Andhini minta tolong Angga agar di pertemukan dengan Fadhil.Angga mengantar Andhini ke ruangan Fadhil.Ternyata Fadhil tidak ada di sana.
Angga mencoba naik ke balkon,karena Dia tahu kalau Fadhil sedang kalut biasanya Dia menyendiri di sana.
Tepat dugaan Angga Fadhil sedang menyendiri di sana,dan Angga melihat Fadhil meneteskan airmata.Baru kali ini Dia melihat kesedihan Fadhil selama bertahun tahun kerja dengan Fadhil.
"Assalamualaikum Ustadz?" Ucap Angga.
"Walaikum sallam Angga,kamu sudah balik?" Kata Fadhil.
"Sudah Ustadz ini berkas berkas yang di inginkan sudah di tanda tangani An...eh..maksud Saya dengan Nona Andhini" Kata Angga.
"Ga..apa bener Nona Andhini sudah keluar dari Rumah Sakit?" Tanya Fadhil.
"Emang bener Ustadz,ada apa?"
"Kamu tahu sekarang Dia tinggal dimana?kenapa Dia tidak balik Apartment Saya?"
"Saya tidak tahu Ustadz?" Kata Angga berbohong karena Dia janji dengan Andhini tidak boleh mengatakan ke Fadhil dimana Dia tinggal sementara.
"Oh..iya Pak Ustadz kalau ingin tahu sekarang Nona Andhini tinggal di mana,sekarang Nona Andhini sedang di sini dan ingin bertemu dengan Tuan" Kata Angga.
"Apa Dia disini?" Kata Fadhil terkejut,Dia tidak menyangka kalau akan bertemu dengan Gadis itu.
"Ya Saya di sini..boleh Saya masuk Tuan?" Kata Andhini di belakang Angga.
Fadhil melihat Andhini di sana,gadis yang selama ini Dia rindukan,tetapi juga gadis yang ingin Dia hindari.
Fadhil melihat Andhini tidak lagi memakai cadar hanya menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.
"Pak Angga bisa tinggalkan kami sebentar Saya ingin ngobrol dengan Pak Ustadz" Kata Andhini.
"Angga di situ aja,Nona Andhini apakah tahu adzab wanita dan laki laki yang bukan muhrim tinggal dalam satu ruangan." Kata Fadhil.
"Iya Saya tahu,bahkan Saya tahu hadist yang mengatakan Adzab tersebut,tapi maaf Pak Ustadz Saya bukanlah wanita Sholehah yang selalu berpegang teguh dengan hadist"
"Tapi walau Saya tidak berpegang teguh dengan hadist ,Saya masih punya batas batas normal"
"Pak Angga Saya mohon keluarlah sebentar,dan Pak Ustadz cukup dari situ dan berbalik lah agar Pak Ustadz tidak Zina mata,sedangkan Saya tetap disini" Kata andhini lantang.
Angga hanya mengangguk dan melangkah keluar,Dia tahu dengan tatapan mata Andhini seperti itu kalau Dia lagi marah dan tidak ada yang bisa membantah.
Setelah Angga keluar,Andhini mengeluarkan Uang yang sudah Dia persiapkan untuk membayar biasa Rumah Sakit yang sudah di tanggung Fadhil.
"Saya kesini cuma ingin mengembalikan uang biaya pengobatan Saya,karena Saya tidak mau berhutang,Dan maaf sampai di sini kerjasama kita ,nanti soal atasan Saya biar lah Saya yang mengatasi,Tentang konsep yang pernah Saya utarakan untuk perkembangan Resto ini silahkan mau di pakai atau tidak"
"Dan satu lagi jangan lah ragu akan keputusan Anda,karena Saya bukanlah Wanita Sholehah seperti yang Bapak harapkan,jadi jangan merasa di bebani akan tanggung jawab Anda dengan Si Kembar.Bagaimana pun Anda hanya Ayah biologis,tapi Anda tidak bernas ab dengan Anak anak."
"Selama ini mereka hanya tahu orang tua mereka hanyalah Saya,Jadi tidak usah merasa bersalah akan peristiwa ini,semuanya sudah Saya lupakan,biarkan dosa ini Saya pertanggung jawabkan nanti"
"Terimakasih Saya kesini hanya menyampaikan hal seperti ini,Mulai sekarang Saya janji tidak akan mengganggu hidup Bapak ,dan tolong lepaskan beban hati Bapak biar Bapak bisa mencari pendamping hidup dengan tenang"
"Assalamualaikum...." Kata Andhini langsung melangkah pergi dan Dia tidak menunggu jawaban dari Fadhil.
Dia harus berburu waktu karena sebentar lagi Raya akan datang.Dan mulai lah bersenang senang dengan sahabat lama.
***GOOD BYE MASA LALU DAN GUE AKAN BERDAMAI DENGAN Masa Lalu.
__ADS_1
ANGGAP AJA DIA BUKAN JODOH.
Andhini*** hanya bisa meneteskan air mata,dulu Dia berharap suatu saat nanti akan di pertemukan dengan laki laki itu dan merajut masa depan bersama demi anak anak,tapi ternyata takdir berkehendak lain,Dia bukanlah kriteria laki laki itu,yach...bagai bumi dan langit yang tidak mungkin di persatukan.