ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Di kejar Gengster#


__ADS_3

Setelah keluar dari Apartemen Fadhil,Rayhan langsung menelpon Andini.


(Halo...Assalamualaikum maaf ini siapa ya?)


(Walaikum salam..ini Rayhan An..nomor saya belum kamu Save ya?)


(Maaf Pak Ray...Saya lupa ,tadi langsung tidur jadi ga sempet pegang ponsel)


(Ada apa ya Pak kok telpon Saya malam malam?)


(Maaf An...posisi kamu di mana?)


(Saya ada di hotel Pak..ada apa ya?)


(Bisa kita ketemu?ada yang ingin Saya bicarakan?)


(Apakah ga bisa besok?soalnya ini malam banget?)


(Sangat penting An..)


(Ga bisa di telpon Pak?)


(Ga bisa ini Urgent banget,tapi kita ketemu kalau langsung di kamar kamu gimana?)


(Apa Pak di kamar?ga salah?) teriak Andini.


(Jangan salah paham An...Saya tidak melakukan apa apa?ini pertemuan rahasia,lagian kamu kan ga sendiri ada teman kamu kan?)


(Iya. sich Pak...tapi)kata Andini ragu.


(Ga usah banyak berpikir An..ini Urgent,setelah obrolan kita selesai Saya janji langsung pulang)


(Baiklah Pak..dengan terpaksa)


(Makasih An..tolong kirim nomor kamar kamu)


(Assalamualaikum)


(Walaikum sallam)


Setelah memutuskan ponselnya Rayhan langsung menuju hotel Andini,sebelumnya Dia menemui anak buahnya terlebih dahulu untuk selalu menjaga keamanan di hotel sekitar.


***Di Hotel*


"Napa An...kok kayanya marah banget?" Tanya Nadia sambil melihat Andini yang melempar ponselnya.


"Ga tahu tuh..polisi gila pingin ketemu tapi minta nomor kamar kita"


"Maksud kamu pak Komandan tadi pingin masuk kamar kita?gila ...lihat kamar kita kaya kapal pecah malu malu in dong?"


"Makanya Nad...Gua aja ga ngerti maksud Dia apa?udah sana ganti baju yang sopan biar Dia tidak melihat aurat kamu"


"Iya..ya..apa gua harus pakai jilbab?"


"Terserah kamu aja" Kata Andini sambil memegang kepalanya karena tiba tiba terlintas bayangan orang orang yang menuju ke kamarnya"


**Ada apa dengan kepala ku sich...


Andini** memukul kepalanya.


"An..lo kenapa kok mukul kepala lo?emangnya ga sakit?" Tanya Nadia.


"Nad...beresin baju kamu sekarang!kita keluar dari hotel malam ini!" Perintah Andini tiba tiba.


Setelah melihat bayangan bayangan di kepala ,Andini merasa ada bahaya yang menghampirinya.


"Kenapa An..." Tanya Nadia ga mengerti,tadi suruh ganti baju,E..sekarang malah suruh beresin baju.


"Bawa seadanya pakaian kamu dan barang barang penting yang menyangkut pekerjaan aja,cukup pakai tas ransel aja?koper kita tinggal." Perintah Andini sambil memasukkan Laptop di tasnya.


"Kamu bawa sepatu kets kan?pakai itu aja" Kata Andini.


Siapa mereka? apa para geng ster ,cepat banget mereka nemuin gua.


Pintu kamar di ketok seseorang.Andhini dan Nadia kaget,Andini waspada takut para anggota geng yang mengetuknya.


Nadia yang melihat wajah Andini penuh kekhawatiran Dia jadi ketakutan.


"An ..siapa itu?" Kata Nadia ketakutan


"Gua ga tahu ..." Kata Andini berusaha berkosentrasi biar bisa melihat siapa di balik pintu.


"Apa Pak Komandan An..?" Kata Nadia lagi .


Andini mengeluarkan nafas kasar karena tidak bisa konsentrasi gara gara Nadia ga bisa diam.


"Coba Gua chat dulu" Kata Andini sambil mengirim pesan ke Rayhan.


(Maaf Pak..apa sudah di depan pintu kamar?)


(Iya..Saya sudah di depan pintu kenapa lama sekali membukanya?)


(Maaf Pak..Saya buka pintunya)

__ADS_1


Andini mematikan ponselnya.


"Benar Nad didepan pak polisi,koper udah kamu masukin di lemari?" Kata Andini.


"Udah...An.."


"Ga ada yang ketinggalan?yang penting penting aja yang di bawa" Kata Andini sambil membetulkan cadarnya


Andini melangkah ke depan pintu dan membukanya.Diluar Rayhan menunggu dengan pakaian biasa.


"Ada apa An..kok kamu bawa tas?" Tanya Rayhan waktu melihat Andini dan temannya keluar bawa tas ransel.


"Ada marabahaya yang mengincar,jadi Saya harus keluar dari sini" Kata Andini pelan biar tidak terdengar Nadia.


Rayhan terdiam.Marabahaya apa yang mengancam?apa Andini tahu kalau anggota gangster sedang mencari Dia kesini?


Andini berjalan pelan pelan,Tangannya sambil memainkan ponselnya untuk masuk ke alamat surel yang di miliki Hotel.Dia ingin merusak sistem keamanan CCTV yang mengarah dari kamarnya agar pergerakannya tidak di lihat oleh musuh.


Untung Andini sudah mengoperasikan ponselnya seperti laptop,jadi di saat genting Dia hanya memainkan ponselnya.


Tiba tiba ada pesan masuk lewat ponselnya


Bunda tidak apa apa


Pesan dari anaknya.Ternyata pertalian darah mereka sangat kuat,jadi apa yang terjadi antar mereka pasti semua akan tahu.


Andini tidak bisa bohong,semakin hari kekuatan Anaknya hampir menyamai kemampuan dirinya yang sama sama mewarisi Ilmu dari leluhur mereka.


Bunda tidak apa apa,cuma lagi mau lari dari marabahaya,tolong bantu Bunda untuk merusak CCTV hotel,dan tolong pantau pergerakan orang yang mencurigakan.


Bunda merasa ada yang mau mencelakai .


Andini membalas pesan dari anaknya,terpaksa untuk saat ini Dia harus minta tolong anaknya karena tidak mungkin Dia bekerja sendiri di tambah Dia dalam pelarian.


Beberapa menit kemudian ada panggilan dari si kembar,mereka sudah melakukan apa yang Dia perintahkan,Mereka mengabarkan ada orang yang mencurigakan dari arah lobi.


Andini memperhatikan gambar orang yang di lobi.Anaknya mengirim gambar tersebut dan masih ada beberapa orang yang mencurigakan di luar atau di dalam hotel.


"Maaf Pak Ray...apakah Bapak menempatkan anak buah di dalam atau di luar hotel?" Tanya Andini memastikan siapa orang yang mencurigakan di lobi.


"Maksud kamu..." Tanya Rayhan sambil mengernyitkan keningnya.


Apakah Dia tahu kalau sedang di awasi?


"Apakah ini anak buah Pak Ray?" Tanya Andini sambil melihatkan foto di ponselnya.


"Bukan...itu..bukannya di Lobi hotel?" Kata Rayhan.


"Kalau ini bukan anak buah Pak Ray berarti ini orang yang mengincar Saya,berarti Saya harus segera pergi,lihatlah mereka sudah menyebar di berbagai lantai" Kata Andini sambil melihatkan gambar gambar yang di kirim anaknya.


"Sekarang perintahkan anak buah Bapak untuk menghalangi mereka di setiap sudut tapi masih dalam penyamaran" Perintah Andini.


"An..sebenarnya ada apa?" Tanya Nadia bingung melihat ketegangan antara Andini dan Rayhan.


"Ga ada apa apa Nad..yang penting kita harus segera keluar dari sini" Kata Andini menenangkan Nadia.


"Pak Ray..tolong lindungi Nadia ya..Saya jalan di depan" Kata Andini langsung berjalan dan berbicara di telpon.


(Halo Assalamualaikum...Bunda tidak apa apa... tenang aja,kalian tidur dan istirahat besok kompetisi kalian yang terakhir.)


(Iya...iya..nanti kalau sudah aman Bunda kabari..)


(Assalamualaikum..)


Andini mengakhiri panggilannya.Mereka mulai berjalan menuju Lift.Di ujung lorong terdengar keributan.


Andini tahu yang bikin keributan adalah anak buah Rayhan.


Sampai di depan Lift Andini berhenti dan Dia merasa bahaya mengancamnya lebih dekat.Andhini memperhatikan Lift di sebelah nya bergerak dan tujuannya adalah lantai Dia berpijak.


"Pak Ray..bawa Nadia masuk Lift..kalian tunggu Aku di parkiran belakang..Cepat!" Kata Andini langsung mendorong Rayhan dan Nadia masuk Lift yang pintunya terbuka.


Ketika Pintu Lift terbuka ada kilatan siinar yang melesat,Andini menyadari kilatan tersebut adalah dari pistol peredam suara.


Dia langsung melompat ke arah tangga darurat dan terus turun.Desingan Suara pistol menggema,ketika peluru peluru mengenai tembok depan Andini.


Andini terus meloncat dari tangga darurat.Suara Pistol pun bergantian.Dia menghitung suara Pistol bahwa yang mengejarnya dua orang.


Sampai di ujung tangga Andini di hadang Dua orang bercadar mereka mengarahkan pistol ke Andini.


Buset dah...Gua di kepung ..mereka menggunakan senjata api semuanya.


Andini melihat arah ke bawah.Jalan satu satunya adalah melompat.Dia memperkirakan tinggi tangga darurat dari lantai satu dan dua adalah tujuh meter.Kalau Dia meleset dalam lompatan ,Dia akan mati mengenaskan.Kalau Dia tidak melompat berarti akan ada empat peluru bersarang di jantungnya.


Ini benar benar menguji andrenalin ,Gua harus fokus.


Andini langsung fokus,Dia mendengar keempat pelatuk senjata api itu mulai di tarik.


Andini mulai menghitung.


Satu...


Dua..

__ADS_1


Ti...


Andini langsung melompat,dan di susul teriakan ke empat orang bercadar yang menyerangnya.


Andini sudah memperhitungkan sekali melompat maka peluru peluru mereka akan menghantam yang di depan mereka.


Pendaratan Andini kurang bagus,karena posisi tangga darurat itu berkelok kelok,maka tubuh Andini menabrak tembok dan berguling guling kebawah.


Sampai di bawah tubuh Andini terasa sakit semua.Dia merasakan salah satu lengannya terkilir.Andhini berusaha bangkit,tapi tubuhnya terasa lemah keningnya berdarah karena terbentur tangga darurat.


Dari arah belakang Andini merasakan bahaya mengancam ,Dia menghitung langkah kaki yang ada.


***Buset..dah mereka ada enam orang.


Ya Allah...


sampai kapan ini berakhir


Tadi Gua udah lepas dari empat orang


Sekarang Enam orang


Huh***...


Andini menghembus nafas kasar.Dia berusaha mengumpulkan tenaga untuk bangun.Untung Laptop dan berkas berkas kerja yang ada di tasnya sudah Dia pasrahkan ke Rayhan waktu di Lift.Kalau tidak di bawa Rayhan bisa bisa laptop itu sekarang sudah hancur.


Andini berusaha bangun,hanya hitungan detik enam peluru menyerangnya ,Dengan kecepatan kilat Andini menghindar dan Dia mengeluarkan senjata rahasia.


Aww..Aww..


Terdengar teriakan secara bersamaan dari arah belakang.Semua yang menyerang Andini terkapar di tanah,dengan anak panah kecil menancap di kening mereka.


Walaupun sudah menghindar ternyata salah satu peluru mengenai lengan yang terkilir.


Darah mengalir dari lengannya.Andhini berusaha menekan dan mengatasi pendarahan yang ada.Dia berusaha berdiri tapi tubuhnya mulai melemah karena banyak darah yang di keluarkan.


"An...kamu tidak apa apa" Tanya Rayhan langsung menangkap Andini karena mau jatuh.


"Pak..Ray..kenapa di sini?mana Nadia?apakah Dia baik baik aja?" Kata Andini lemah .


"Nadia aman dan sudah bersama dengan anak buah ku" Kata Rayhan masih memegang Andhini.


Rayhan berusaha membantu Andini berdiri.Disaat Andini berusaha bangun,Dia merasakan desiran angin dan kilatan cahaya putih di kegelapan mengarah ke dirinya.


"Awas..." Teriak Andini langsung mendorong Rayhan.


Rayhan yang belum menyadari ada bahaya terkejut dan merasa badannya di dorong Andini,Dia jatuh berguling guling.


F*** You.


Andini mencabut belati yang mengenai lengannya dan Langsung melempar ke arah pemiliknya.Dalam kegelapan malam tidak menghalangi insting Andhini.Lemparan belati mengenai jantung pelempar.


Aww...aww..


terdengar jeritan orang kesakitan di kegelapan.


Tepat terdengar jeritan itu tubuh Andini ambruk,banyak darah yang keluar dari lengannya.Ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga juga.


Lengan yang terkilir terkena peluru di tambah terkena tusukan belati yang sangat tajam.


Luka Andini sangat parah.Belati yang tadi menancap dan di paksa di cabut mengeluarkan darah yang banyak.


Rayhan melihat Andini ambruk langsung menghampirinya.Dia melihat darah keluar dari lengan Andini.


Rayhan langsung menelpon Ambulan.


"An...kamu ga apa apa?Kamu harus kuat An..!" Kata Rayhan sambil memeluk Andini.


Dia tidak menyangka walau dalam keadaan lemah Andini masih melindungi Dia dari lemparan belati.


Rayhan memperhatikan luka yang amat besar,di tambah ada peluru di dalamnya.


"An..kepada kamu lakukan itu,harusnya Aku yang melindungi kamu" Kata Rayhan menangis.Dia sangat malu ternyata insting kewaspadaan Dia masih kalah dari Andhini.Padahal yang menjadi polisi adalah dirinya yang seharusnya melindungi bukan di lindungi.


Rayhan memberanikan diri membuka cadar Andini biar dengan keadaan pingsan Dia masih menghirup udara dengan bebas.


Rayhan terkejut waktu melihat wajah Andini,ternyata di balik cadar tersimpan kecantikan yang sangat alami dan belum pernah di lihat Rayhan selama ini.


Di saat terpesonanya Rayhan terhadap Andini,Petugas Ambulans tiba dan segera membawa Andini ke rumah sakit.


Rayhan mendampingi Andini di dalam Ambulans.Terasa getaran di saku Andini,Rayhan mengambilnya ternyata ponsel Andhini dari **My Twins.


Apakah ini anak Andini?Ana harus bilang apa**?


Rayhan bingung antara di angkat atau ga ponsel tersebut.


Ponsel terus berbunyi,Rayhan akhirnya mengangkatnya .


(Halo Assalamualaikum Bunda...gimana Bunda lolos dari pengejaran penjahat kan?Bunda baik baik aja kan?Bunda ...)


Tut Tht...tutty..


Tiba tiba ponsel mati kehabisan daya.Rayhan menarik nafas panjang,Akhirnya Dia terbebas dari pertanyaan yang tidak bisa Dia jawab.

__ADS_1


Mobil Ambulans sampai di rumah sakit,Andini langsung di tangani Dokter dan menjalani operasi untuk mengeluar peluru di lengannya.


Setelah Andini masuk ruang Operasi,Rayhan menelpon anak buahnya untuk mengantar Nadia ke rumah sakit untuk menemani Andini.


__ADS_2