ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Hafalan Surat Al Baqoroh#


__ADS_3

Di panggung Andini kaget tiba tiba salah satu juri bersholawat bersama mereka,Andini memperhatikan dengan seksama ternyata Juri tersebut adalah klien Dia.


Ga nyangka orang sedingin itu bisa bersholawat dengan sempurna.


Walaupun pemikiran bercabang Andhiani berusaha tampil dengan sempurna.


Ketika sholawat berakhir Dia bernafas lega,dan berharap Ustadz yang bersholawat dengannya segera meninggalkan panggung.


Entah kenapa hatinya bergetar dan jantungnya rasa nya ingin copot.


Ada apa dengan diri hamba ini


Ya Allah...


lebih baik menghadapi seratus penjahat daripada menghadapi satu Ustadz ini.


Andini berusaha menenangkan hatinya.Keringat dingin pun keluar dati tubuhnya.


Fatimah yang memegang tangan Andini merasakan telapak Bundanya sedingin es.


"Bunda kenapa?kok tangannya dingin " Bisik Fatimah.


"ga apa apa nak..mungkin udah lama Bunda ga tampil seperti ini,Bunda malu" Kata Andini menutupi kegalauannya.


"Bunda sal ting ya deket ama Ustadz Ganteng" Kata Fatih berusaha menggoda Bundanya.


"Idih...mulai berani menggoda Bunda ya" Kata Andini me noel pipinya Fatih.


"Fatimah setuju kalau Bunda dengan Ustadz ganteng itu" Kata Fatimah berbisik sambil melirik Fadhil.


Fadhil mendengar kata kata Anaknya tersenyum,


Ayah juga mau dengan Buddha kalian Nak..


"Hush ngaco kalian...udah udah fokus dengan perlombaan kalian" Kata Andhiani sambil tertunduk malu,Dia tahu Fadhil mendengar perkataan anaknya.


Untung mukanya di tutupi cadar jadi tidak kelihatan kalau pipinya merona.


Di bawah panggung Rayhan menatap sedih melihat kebersamaan Andini dan Fadhil.Dia ga menyangka ternyata gadis yang selama ini di rindukan Fadhil adalah gadis yang sama,yang telah membuat hatinya bergetar.


Selama ini Dia tak pernah merasakan apa arti cinta yang sebenarnya.Tapi setelah cinta hadir hanya untuk mematahkan hatinya.


Ach...An..


kenapa kamu hadir di saat seperti ini?


Ga mungkin Aku harus bersaing dengan sahabat ku


Karena Fadhillah yang telah membuat Aku menjadi sukses seperti ini.


Nadia melihat kesedihan di mata Rayhan waktu melihat aksi panggung Andini,Fadhil dan anaknya.Dia tahu kalau Rayhan cemburu


An..


Ga nyangka di negara ini Kamu di cintai Dua orang sekaligus,


mereka semua tampan tampan.


Gua jadi iri sama loe An ..


"Terimakasih untuk semua,dan maaf untuk dewan juri Saya mengganggu proses penilaian kalian,tadi kaya ada magnet yang menarik Saya untuk ikut bersholawat sudah lama Saya sudah tidak mendengar Sholawat ini,jadi seperti membuka memori lama" kata Ustadz Fadhil memberi sambutan.


"Kalau boleh Saya usul gimana kalau mereka suruh bersholawat kembali,dan semoga tidak ada magnet lagi biar tidak mengacaukan penilaian lagi"Kata Ustadz Fadhil lagi


"Gimana semua setuju?" Kata Mc menanyakan ke para juri.


Para juri mengangguk setuju.


"Gimana untuk Si kembar dan Bunda apakah kalian setuju?pasti masih punya Sholawat yang lain kan?tapi dengan Syarat jangan ada magnet lagi biar Ustadz Fadhil tidak ikut Bersholawat?" Kata Mc ikut menggoda.


Si kembar melihat ke Bundhanya.Bundhanya tersenyum dan mengangguk setuju.


"Insya Allah kami akan bersholawat kembali,dan semoga tidak ada magnet kembali,untuk para juri dan penonton tolong buang semua benda yang mengandung magnet nanti biar tidak tertarik oleh magnet kami" Kata Andini


Semu para penonton dan dewan juri tertawa.


"Ternyata Bundanya si kembar bisa melawak juga ya.." kat MC .


"Bunda boleh Saya memberi tantangan?" Pinta Habib Hasyim sebagai pimpinan pesantren dan penyelenggara tersebut.


Semua penonton terkejut,karena semua tahu bagaimana nama besar Beliau dan jarang untuk mengucapkan setiap ada pertemuan.


Andini tersenyum kepada Habib,Dia tahu dari tadi Habib berusaha menembus pertahanan dirinya.


Diam diam kamu kepo tentang gua Bib..?Batin Andini.


Untuk menghadapi seorang Habib Andini bener bener extra mengeluarkan tenaganya untuk mempertahankan dari penglihatan Habib.


Fatih dan Fatimah tahu kalau Bundanya sedang melawan kekuatan yang berusaha menembus pertahanan Bundanya.


"Bunda..boleh kami bantu?" Kata Fatih dengan berbisik.


"Tidak usah Bunda masih sanggup,,kalian jaga jaga aja mungkin habis ini orang itu akan mengganggu kalian,kalau kalian ga mampu menyerah lah jangan di paksa." Kata Andini kepada si Kembar.


"Kami akan berjuang Bunda,ini adalah tantangan terbesar kami,apalagi dari seorang Ulama Besar." Kata Fatimah.


"Baiklah,lindungi hati kalian dengan Dzikir dan Sholawat untuk mengalahkan Dia" kata Andini.


"Gimana Bunda terima tantangan dari Habib?" Kata MC mengganggu diskusi Andini dengan si kembar.


Andini tersenyum dan mengangguk

__ADS_1


"Terimakasih untuk Habib akan penyambutannya yang sangat antusias dan menguras tenaga Saya"


"Tenaga apa Bunda?dari tadi Bunda di sini dan tidak ngapa ngapain?" Tanya Mc di susul ketawa para penonton.


"Ya tenaga Saya untuk biar tidak Nervous...coba bisa Tuan bayangin Saya harus berdiri di panggung yang semegah ini,di tonton berjuta orang dari berbagai negara,di tantang oleh seorang Habib gimana Saya tidak gugup,dan lihatlah keringat dingin sudah keluar dari tubuh Saya,kaya Saya habis maraton aja" Kata Andini tenang.


Para penonton Tertawa melihat kekonyolan Andini.


"Tantangan soal apa ya Habib?semoga tantangannya tidak membuat Saya pingsan karena kehabisan keringat dingin" Kata Andini masih menggunakan kekonyolannya.


Habib Hasyim sangat kagum pertahanan Ibu dan anak di depan panggung.Walau jiwanya separoh sedang menjaga pertahanan batin,tapi mereka masih bisa tenang.


"Tantangan Saya adalah bersholawat lah dan coba tarik Saya seperti kamu menarik Ustadz Fadhil,gimana apakah bisa?" Kata Habib Hasyim sambil menatap Andini,Dia juga masih berusaha menembus pertahanan mereka.


Sebenarnya kamu Siapa Nona...


"Baiklah Habib,Insya Allah kami bisa,Tuan Mc bisa minta tolong ga? carikan benda yang bisa di tarik magnet dan taruh di dekat Habib biar Dia ketarik dan ikut bersholawat di sini" Kata Andini.


Semua penonton tertawa,mereka benar benar terhibur akan kekonyolannya.


"Ga nyangka ya Pak Ray..si macan Betina bisa ngelawak seperti itu" Kata Anak buah Rayhan.


"Betul..semalam kita lihat aksinya menghadapi para Gangster seperti Macan yang mengamuk,terus tadi pagi Dia juga memperlihatkan taringnya" Kata Anak buah Rayhan yang lain.


"Sudah..sudah kalian jangan berisik kita dengar sholawat nya lagi" Kata Rayhan.


"Ya Pak...kami akui suaranya bagus,Semoga tantangan Habib bisa Dia atasi" Kata Anak Buah Rayhan lagi


"Baiklah kita sambut kembali penampilan Si kembar dan Bundanya apakah mereka mampu menarik Habib untuk bersholawat bersama?" Kata Mc mempersilahkan Andini dan Si kembar.


...Allahumma Shalli wa Sallim ’Ala ....


...Sayyidina wa Maulana Muhammadin....


...’adada ma fî ’ilmillahi Shalatan ....


...daimatan bi dawami Mulkillahi....


Mereka mulai bersholawat.


...Allahumma Shalli wa Sallim ’Ala ....


...Sayyidina wa Maulana Muhammadin....


...’adada ma fî ’ilmillahi Shalatan ....


...daimatan bi dawami Mulkillahi....


Tiba ada suara yang langsung naik panggung.Semua penonton langsung melihat asal suara itu ternyata dari Habib Hasyim.


Semua para penonton bersorak ternyata hanya beberapa menit Sholawat mereka mampu menarik Habib Hasyim ke panggung.


...**Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami,...


..., dengan limpahan rahmat yang abadi, selama keabadian kerajaan Allah**"....


Bukan hanya Habib Hasyim yang tertarik dengan Sholawat tersebut tapi Dewan juri berdiri dan ikut bersholawat.Penonton pun ikut bersholawat.


Tepuk tangan penonton sangat riuh,mereka semua terpukau penampilan Si kembar dan Bundanya.


Semua penonton yakin kalau si Kembar Lah yang jadi pemenang tahun ini.


"Wah. .Habib ternyata suara Habib merdu sekali,Saya yang masih muda aja tidak punya suara sebagus itu,dan bagaimana Habib tantangan untuk mereka apakah mereka lulus?" Tanya Mc.


"Sangat luar biasa,dan tidak bisa Saya pungkiri mereka punya imajinasi yang bagus dan mampu membawa kita di masa lalu,seperti Ustadz Fadhil tadi mendengar Sholawat pertamanya karena Dia mengingat Masa Lalu bersama Uminya,Dan Sholawat tadi mengingatkan Saya waktu kecil ,gara gara Sholawat itu memberi tekat kepada Saya untuk menjadi Ustadz" Kata Habib Hasyim.


Penonton bertepuk tangan .


Habib Hasyim mendekati si kembar.


"Ga nyangka pertahanan kalian bagus,Abah sangat suka akan kemampuan kalian" Kata Habib kepada si kembar.


"Terimakasih Abah,ini jadi uji coba kami yang pertama" Kata Fatih.


"Wah...hebat kalian baru uji coba tapi kalian masih bisa mengimbangi Abah?"


"Abah bisa aja kami masih belajar," Kata Fatimah.


"O..ya Abah..boleh kami tanya ga?"


"Apa..?"


"Tadi Abah bisa menembus pertahanan Buddha ga?" Tanya Fatih.


Habib menggeleng kepalanya


"Bunda kamu terlalu kuat,Abah tidak bisa " kata Habib jujur.


"Yach...masih ada yang belum bisa Kak?"


"Emang kenapa?"


"Kata Bunda kalau ada yang bisa mengalahkan Bunda Dia siap mencari Ayah buat kami,tapi ini Abah aja ga bisa mengalahkan Bunda jadi harapan punya ayah ga bisa" Kata Fatimah sedih.


"Emang Ayah kalian kemana?"


"Idih Abah...kata Buddha kita ga boleh kepo in orang lain itu sama aja Ghibah,dan Ghibah itu ga boleh" Kata Fatimah.


"Maafin Abah..." Kata Habib mengelus rambut Fatimah.


Di sisi lain Andini lagi di wawancarai MC .

__ADS_1


"Bunda..melihat keberhasilan Si kembar, boleh ga ceritain sedikit gimana Bunda mendidik mereka menjadi Anak yang berbakat seperti sekarang ini" Tanya Mc.


"Gimana ya...soalnya tidak ada yang istimewa cara mendidik mereka,Semua yang Saya lakukan sama"


"Karena hidup kami yang pas pasan jadi Saya lebih di sibukkan dengan pekerjaan"


"Cuma di malam hari Saya menemani mereka belajar,dan tidak lupa memberi tugas hafalan dan harus di setorkan malam harinya." kata Andini.


"Bunda kalau boleh tahu dimana Ayah si kembar?kenapa untuk pertemuan kali ini harusnya kedua orang tua harus mendampingi,tapi di sini Bunda datang sendiri?" Tanya salah satu orang tua dari peserta.


Andini menarik nafas panjang dan melihat kedua anaknya yang berdiri di samping Habib.


***Hal ini lah yang paling gua takutkan


Gua ga mau ikut tampil setiap kemenangan si kembar,karena pasti ujung ujungnya mereka akan kepo siapa ayah mereka.


Dan Gua juga belum siap untuk mengatakan kepada mereka.


Ya..Allah


Hamba harus jawab apa?


Hamba juga ga tahu siapa Dia***.


"Gimana Bunda apakah mau menceritakan tentang Ayah mereka?" Kata MC mengagetkan lamunan Andini.


"E...maaf..apakah ini harus di katakan di Forum seperti ini?" Kata Andini.


"Maaf Bunda,kalau tidak keberatan dan buat menjelaskan kepada penonton disini bahkan ini kita juga lagi live seluruh dunia" Kata Mc .


" Baiklah...Saya hanya menjawab yang penting aja"


"Kami sudah berpisah....Ya...Saya sudah berpisah dengan Ayah Anak anak jauh sebelum Saya mengandung mereka.Mungkin Dia sendiri tak akan tahu kalau Saya mengandung,soal kenapa kami berpisah itu adalah Aib kami ,jadi maaf Saya tidak bisa mengatakannya." Kata Andini."


"maaf Bunda kalau kami telah mengusik kehidupan pribadi Bunda" Kata Orang tersebut.


"Tidak apa apa Bund...Saya tahu pasti kalian semua di sini akan menanyakan Ayah mereka"Kata Andini.


" Baik Bunda mungkin akan di sampai kan di sini buat pembelajaran kita cara mendidik anak yang baik" Kata Mc lagi.


"Aduh apa ya...selama ini tidak ada yang istimewa cara mendidik mereka,bahkan mungkin Saya adalah Bunda yang kejam buat mereka"


"Selama ini terus terang Saya terlalu menerapkan disiplin kepada mereka,kalau mereka menginginkan sesuatu seperti sepeda gitu,pasti Saya akan memberi syarat menghafal satu surat"


"Pernah mereka ingin minta laptop ,Saya memberi syarat untuk bisa menghafal Surat Al baqarah" Kata Andini.


"Wow...ngeri juga ya..terus Surat Al baqarah itu bisa selesai berapa bulan?"Tanya MC.


"Waktu itu Saya tidak pernah memberi batasan kepada mereka,mereka menyelesaikan hafalan baru hadiah ada"


"Dan mereka selalu menyelesaikan dengan cepat,kalau ga salah Surat Al baqarah mereka selesaikan selama sepuluh hari"


"Ya...waktu itu Saya ingat dalam sepuluh hari ,Saya harus mencari Dua laptop dengan seharga sepuluh juta"


"Walaupun dengan seri laptop yang paling murah mereka pun sangat bahagia"


"Melihat kebahagiaan mereka Saya sangat senang sekali,tidak sia sia Saya mencari uang Sepuluh juta dalam sepuluh hari"Kata Andini.


" Bagi orang yang mampu mungkin Uang sepuluh juta itu kecil,tapi bagi kami yang hidupnya pas pasan Uang segitu adalah Uang dalam mimpi"


"Tapi Saya tidak putus asa,Anak aja mau berjuang menghafal kenapa kita sebagai orang tua tidak mau berjuang untuk keinginan anaknya" Kata Andini.


"Bunda kalau boleh tahu untuk mencari uang sepuluh juta dengan cara apa Bunda?" Tanya ustadzah Nabila.


"Waktu itu Si kembar masih berumur Dua tahun mereka meminta Laptop,mungkin emang terlalu dini mereka mengenal laptop tapi Saya menyadari bakat mereka di atas rata rata anak seusianya."


"Di usia segitu saya ingat mereka sudah menghafal surat surat yang ada di Juz 30,dan di saat itu juga keadaan kami bener bener pas pasan"


"Waktu mereka punya keinginan untuk memiliki laptop,itu jadi tantangan saya sendiri"


"Karena Saya menyadari mereka bukanlah anak anak seperti lainnya,maka Saya memberi syarat untuk hafalan Surat Al baqarah yang kita tahu ayat ayatnya sangat banyak dan panjang panjang"


"Saya memperkirakan mereka hafal dua minggu,maka Saya harus bekerja keras untuk mendapatkan uang membeli laptop"


"Untuk setoran hafalan Saya minta bantuan kepada Ustadz Ali,karena selama Dua minggu Saya tidak pernah pulang ."


"Setiap hari Saya bekerja menjadi kuli bangunan,terkadang menjadi nelayan bahkan Saya juga ikut penggarapan jalan tol"


"Setiap hari Saya juga memantau hafalan mereka lewat video call,Setiap mendengar hafalan mereka hati Saya sakit karena semakin mereka bertambah hafalan jadi semakin cepat waktu untuk membeli laptop,sedangkan uang belum terkumpul"


"Tapi Alhamdulilah...Allah maha Adil dan mendengar Doa Saya untuk di permudahkan jalan rejeki Saya untuk membeli laptop"


"Satu minggu kemudian Saya mendapat kabar kalau ada lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan di bagian Accounting,kebetulan itu adalah bidang Saya waktu Saya kuliah,jadi Saya mencoba untuk melamarnya"


"Dan Alhamdulilah Saya lolos,kemudian Saya mulai bekerja di sana dan m


Meninggalkan pekerjaan kasar"


"Dua hari bekerja di kantor Saya menemukan keganjalan tentang penyelewengan dana perusahaan,Saya melaporkan kepada atasan"


"Waktu itu atasan tidak percaya karena Saya hanya karyawan baru,tapi Saya bertekad untuk membongkar penyelewengan tersebut"


"Saya berjanji dalam waktu tiga hari akan membongkarnya tapi dengan syarat Saya pinjam uang gaji sepuluh juta"


"Selama Tiga hari Saya mencari kebenaran dan Alhamdulilah misi berhasil ,Biang kerok perusahaan di tangkap dan Saya menerima uang Sepuluh Juta tapi bukan suatu pinjaman ,perusahaan memberikan sebagai fee"


"Saya bersyukur bisa mendapatkan uang itu,tapi Saya juga sedih Hafalan mereka sudah selesai tiga hari yang lalu dan saya belum membelikan laptop" Kata Andini berkaca kaca.


"Alhamdulilah Saya bangga kepada mereka walau telat membelikannya mereka tetap menerimanya" Kata Andini lagi sambil memeluk si kembar.


Semua tamu yang datang sangat terharu mendengar kisah Andhini.Mereka ikut merasakan betapa keras perjuangan Dia tanpa suami yang mengurus kedua anak anaknya.

__ADS_1


Fadhil mendengar cerita itu sangat terpukul,karena Dia merasa bersalah di saat masa masa sulit mereka Dia tidak mendampinginya.


__ADS_2