
Dengan malas malasan Andini bangun dari tidurnya.Badannya terasa remuk dan sakit semua.Setelah kejadian tadi siang Dia memutuskan untuk istirahat sejenak.Melemaskan otot otot yang kaku.
Tidak menyangka setelah sekian lama Dia tidak pernah berantem,sekali berantem badan terasa remuk seperti di hantam tronton.
Andini berusaha mengingat kejadian tadi siang,Dia berusaha membantu seorang Nenek yang di jambret tasnya,tapi tidak menyangka jambret itu adalah seorang anggota gangster yang sangat disegani di kota ini.
***Uhh...niat bantu orang lain malah kini gua yang kena masalah.
Semoga aja apa yang gua takuti ga terjadi.
Gua ga bisa bayangin hidup Gua akan di kejar kejar para Gang itu?
Mending kalau cuma gua yang di incar?kalau anak anak Gua,atau ibu Gua?
Ach....argh***...
Andini teriak sambil mengacak rambutnya.Dia merasa frustasi.
Nadia yang masih terlelap,akhirnya terjaga dan melihat ke arah Andini.
"Ach...berisik tahu kamu An...Gua masih ngantuk nich..." Kata Nadia masih memejamkan matanya.
"Maaf Nad...lagian udah mau Maghrib tahu,pamali perempuan tidur waktu Maghrib " Kata Andini sambil membersihkan tempat tidurnya.
"Ach...itu cuma mitos An...masak kamu percaya hal hal gituan" Kata Nadia menaikkan selimutnya sampai di dadanya.
"Gua emang ga percaya kaya begituan tapi Gua percaya orang yang pakai logika"
"Kita ga boleh tidur di waktu Sholat magrib karena kita di suruh sholat dan melakukan ibadah kepada Allah"
"Jangan mikirin kesenangan duniawi doang,tapi kita harus mikir untuk tabungan di akhirat nanti" Kata Andini sambil menarik selimut Nadia.
"Ach.. An kamu ga asyik deh..lagi males tahu" Kata Nadia sambil duduk di tempat tidur.
"Lagian gua heran bukannya loe tadi habis berantem kenapa badan loe masih fit juga? " kata Nadia.
"Jujur badan gue sakit semua,tapi kita ga boleh malas malasan sebentar lagi waktu adzan magrib..ayo bangun...bangun" kata Andini sambil melangkah kakinya ke kamar mandi.
Nadia melihat Andini masuk ke kamar mandi,dia langsung bersiap siap mau tidur lagi.
"Awas kamu ya ketahuan tidur lagi Gua seret loe keluar dan ga boleh tidur di dalam" Kata Andini sambil menutup pintu kamar mandi.
"Alah..An..lima menit lagi ya..sekalian nungguin kamu mandi..please.."
"Bodo amat..." teriak Andini dari dalam kamar mandi.
Nadia terdiam,mendengar nada bicara Andini Dia tidak bisa melawan.
"Dari pada gua di suruh tidur di luar mendingan bangun aja deh..." Gerutu Andini sambil berjalan di balkon.
Tiga puluh menit kemudian Andini keluar dari kamar mandi.Nadia masih cemberut.
"Mandi apa tidur Non...?lama amat?badan Gua pegal pegal nich nungguin loe mandi" Kata Nadia ngomel.
"He..he..maaf sekalian buang hajat...dah sana mandi nanti gua traktir makan malam" Kata Andini sambil mengeringkan rambutnya.
"Traktir makan malam apa?bukannya itu sudah termasuk fasilitas dari perusahaan?enak aja"
"He...he iya juga sich...ya udah nanti kita jalan jalan kalau ada yang loe suka nanti gua yang bayarin ,tapi tidak lebih dari seratus ribu Ha..ha.."
"Idih..pelit amat...di tempat gini uang seratus ribu dapat apa?" Tanya Nadia.
"Mungkin permen lolipop ...Ha..ha.." Kata Andini sambil mengelak lemparan handuk dari Nadia.
"Awas kamu An..gua sumpahin loe bakal jadi perawan tua" Kata Nadia sambil banting pintu kamar mandi.
"Ha...ha..sumpah serapah loe ga mempan keles,gua udah punya anak ...apa loe lupa?" Kata Andini sambil membuka laptopnya.
Bener juga ya..Dia kan udah punya Anak,
Wah bisa bisa sumpah serapah gua balik ke diri gua,Hi...ngeri.
Usia Gua udah Dua puluh Lima tahun tapi belum ada yang mau sama gua.
Batin Nadia.
Sambil menahan kejengkelan hatinya Nadia mandi dengan setengah hati.
Di luar Andini mulai bekerja mengirim rencana kerja ke CEO Resto.Dia merinci semua laporan laporan dan memberikan gambaran tentang Resto yang akan datang.
Setelah itu Dia memeriksa laporan laporan keuangan dari Pusat,yang di kirimkan Jefri.
Sudah Dua jam Dia berkutat di depan laptop,Dia tidak melihat kalau Nadia sudah dari tadi selesai di kamar mandi.Nadia hanya melihat Andini bekerja.
Kalau kaya gini ngapain Loe ajak gua,kalau sebenarnya loe sendiri bisa meng handlenya.
Terdengar suara Adzan Maghrib Andini menghentikan pekerjaannya.
Dia melihat Nadia yang hanya bengong sambil memainkan ponsel.
"Loe kenapa Nad? " Tanya Andini.
"Gue heran disini yang jadi atasan siapa ?yang jadi asisten siapa?"
"Lho emangnya kenapa?"
"Lihat..dari tadi Loe sibuk di depan laptop,sedangkan Gue bingung mau ngapain?kalau tahu loe bisa menghandle pekerjaan sendiri kenapa loe ngajak gua segala?" Kata Nadia kesal.
"Kata Siapa gua bisa menghandle sendiri?buka tuh..email kamu sudah gua kirim tolong kerjain, malam ini harus selesai,soalnya besok kita libur dan seharian bakal di tempat anak Gua" Kata Andini sambil meletakkan laptopnya.
"Tapi kita kerjain setelah makan malam aja ya..."kata Nadia.
"Iya. .yang penting sholat dulu.." Ajak Andini.
Mereka langsung keluar kamar dan mencari mushola di hotel sekalian makan malam.
*Apartemen Ustadz Fadhil*
"Ha...ha..cerita kamu lucu Ray...hanya gara gara gadis yang melawan jambret,kamu langsung jatuh cinta?" Kata Ustadz Fadhil setelah mendengar cerita Rayhan sahabatnya.
"Ach...kamu Fad..ngeledek terus kerjaannya Ana kan jadi malu" Kata Rayhan seorang komandan polisi yang tadi siang bertemu dengan Andini.
"Tapi sumpah..Fad..kalau kamu ketemu Dia pasti kamu juga akan terpesona,walau pakai cadar tapi aura kecantikannya bener terlihat dari matanya" Kata Rayhan lagi memuji Andini.
__ADS_1
Di tempat lain Andini terbatuk batuk waktu menyantap makan malamnya.
Busyet..dah siapa sich yang iseng ngomongin gua,kaya ga ada kerjaan aja,gua sumpah in tuh kemasukan nyamuk hidungnya.Gerutu Andini
Hatchi...hatchi..
Rayhan bersin bersin karena tiba tiba ada nyamuk tanpa permisi masuk lewat hidungnya.
Fadhil terkejut waktu melihat Rayhan tiba tiba bersin bersin.
"Kamu sakit Ray?"
"Aku ga sakit Fad..cuma ni tiba tiba ada nyamuk nyelonong masuk ke hidung" Kata Rayhan sambil mengeluarkan kotoran di hidungnya.
"Hi..jorok banget sich ,sana ke kamar mandi dulu" Kata Fadhil mendorong Rayhan ke kamar mandi.
"Maaf Fad..ga sengaja?"Kata Rayhan sambil masuk ke kamar mandi.
"Wah kayanya gadis itu nyumpah hin kamu di sana karena Dia tidak terima kamu omongin terus" Kata Fadhil lagi sambil melihat laptopnya karena ada Email masuk dari klien Dia di Resto.
Kinerjanya bagus juga,rapi dan teliti,ga nyesel Ana menyetujui kerja samanya.
Fadhil tersenyum senyum sendiri ketika tangan tanpa sengaja membuka rekaman CCTV waktu tadi siang di ruang meeting.
***Cantik....sungguh indah ciptaan mu Ya Allah..
maafkan hambamu ini yang mengagumi ciptaan mu.
Subhanallah...ada apa dengan diriku?
Maafkan Hambamu ini Ya Allah..
kalau tiba tiba hati ini berpaling
Padahal tinggal besok hamba ketemu Ibu dari anak Hamba
Kenapa harus sekarang hatiku tergoda Ya Allah..
Hamba tidak mau hati anak anak kecewa
kalau Hamba tidak jadi menikah dengan Bunda mereka***.
Hati Fadhil gundah..Dia langsung menutup laptopnya biar gambar Kliennya hilang dari pikirannya.
Fadhil menarik nafas dalam dalam,Dia berusaha menghilangkan perasaan itu,sekarang Dia harus fokus untuk membahagiakan anak kembarnya.
Ting...pesan masuk di handphonenya.
(*****..Ayah..
besok adalah waktu bertemu dengan Bunda,kami bahagia sekali momen ini yang selama ini kami tunggu
,tapi Ayah ...
kalau di hati Ayah sudah tidak ada Bunda lagi kami tidak memaksa
kami sudah bahagia bisa bertemu Ayah disini
Anggap aja Ayah dan bunda tidak berjodoh.
Karena tidak ada bekas Anak di dunia ini.
Apa yang menjadi keputusan Ayah kami terima
Asal membuat hati Ayah bahagia.
^^^love you twins baby**^^^
Fadhil membaca pesan dari anak kembarnya sangat terharu.Ternyata mereka merasakan apa yang baru di pikirkan Fadhil.
Mereka tahu aja kalau Ana sedang mikirin wanita lain?
Maaf kan Ayah Nak..bukan maksud Ayah bikin kalian kecewa.
Ayah janji akan berusaha mencintai Buddha kalian,karena dulu Ayah juga pernah mencintainya.
Beberapa menit kemudian Rayhan keluar dari kamar mandi,kemudian duduk di sofa dan melihat Fadhil lagi melamun
"Kamu kenapa Fadhil ..dari tadi Ana lihat bengong aja?"
"Ga apa apa Ray..gimana udah keluar tuh nyamuk?"
"Alhamdulilah udah bisa keluar nich nyamuk, Mungkin kata kamu benar juga Fad...kita ga bahas tentang gadis itu nyamuknya keluar"
"Ha...ha..mungkin itu kebetulan Ray...tapi Ana jadi penasaran seperti apa gadis itu yang bisa membuat kamu klepek klepek" kata Fadhil menutupi kegundahan hatinya.
"Setahu Ana kamu orangnya cuek dengan wanita?kadang Ana beranggapan kamu belok" kata Fadhil.
"Gila kamu Fadhil...Ana cowok normal tahu" Kata Rayhan sambil melempar bantal sofa kearah Fadhil.
"Ha. .ha..ya maaf lagian selama waktu sekolah kamu kayanya anti banget liat cewek,terus sampai sekarang Ana ga lihat kamu punya pasangan?"
"Kaya kamu aja ga Fad..selama ini apa kamu juga punya pasangan? jangan jangan yang belok kamu ya?"
"Astaghfirullah.. Ray..ga lah..Ana cowok tulen,kalau ga tulen... mana ada Ana bisa punya anak" Kata Fadhil keceplosan.
"Apa?Anak?serius kamu Fad?"
Eng....Fadhil garuk garuk kepala
"Fad..ayo jujur aja kamu sudah punya anak?kapan nikahnya?siapa gadis itu?" Tanya Rayhan menginterogasi Fadhil.
"Hush...satu satu dong tanyanya kaya polisi aja"
"Tapi kamu kan emang polisi makanya pertanyaan kamu kaya orang interogasi penjahat" Kata Fadhil berusaha mengelak dari pertanyaan.
"Udah ga usah banyak alasan,coba jawab satu satu tentang pertanyaan tadi " Kata Rayhan masih melototi Fadhil.
"Ya..ya bakal Ana jawab satu satu,sabar napa?"
"Tadi pertanyaannya apa aja ya" kata Fadhil garuk garuk kepala.
"Kamu udah punya anak?"
__ADS_1
"Iya.."
"Kapan nikahnya?"
"Belum nikah"
"Siapa gadis itu?"
"Ga tahu" jawab Fadhil singkat.
"Gila kamu jawabnya kok singkat singkat sich"
"La Ana harus jawab apa?bukannya kalau penjahat jawabnya juga singkat seperti itu" Kata Fadhil dengan santainya.
"Bukan kaya gitu maksudnya ayo jelasan ga sampai detail.." Kata Rayhan sambil menarik krah baju Fadhil.
"Oke...oke...Bro kalem ...santuy dong,kamu mau tahu yang bagian mana?" kata Fadhil berusaha menenangkan Rayhan.
"Semuanya?kenapa kamu bisa punya anak tapi kamu belum menikah dan kamu tidak tahu siapa ibunya?emangnya anakmu lahir dari batu?"
"Jangan...jangan anak yang kamu maksud adalah si kembar yang pernah kamu posting dulu?"
Fadhil mengangguk dan menunjukkan foto anaknya.
"Benar juga ini anakmu,karena mereka duplikat wajahmu waktu kecil,ya Ane ingat muka kamu waktu kecil seperti ini,gimana ceritanya kamu bisa memiliki mereka?"
Fadhil menarik nafas dalam dalam kemudian menceritakan masa lalunya yang akhirnya Dia memiliki anak kembar.
Setelah bercerita Dia menghembuskan nafas kasarnya sambil mengacak rambutnya.
"Ga nyangka ya..kamu punya kisah yang menyedihkan,terus apa kamu sudah bertemu dengan Bundanya mereka?"
"Belum. ..baru besok Dia akan menemani Anak anaknya lomba." kata Fadhil.
"Fotonya apakah pernah lihat" Tanya Rayhan lagi.
"Belum...mereka tidak mengijinkan Ana melihat wajah Bundanya katanya bukan muhrim" Kata Fadhil
"Ha..ha...Anak anak kamu sangat melindungi Bundanya,dan sepertinya mereka dewasa banget " Kata Rayhan
"Terkadang Ana malu akan pemikiran mereka,Sering kita berdebat tapi ujung ujungnya Ana yang di nasehati" Kata Fadhil bila mengingat perdebatan mereka waktu latihan di tempat karantina.
"Rencana kamu gimana selanjutnya?"
"Entahlah...Ana belum bisa mikirin" Kata Fadhil sambil membuka laptopnya kembali karena ada email masuk.
"Harusnya kamu sudah punya rencana, besok kan kalian mau bertemu,hubungan kalian mau di lanjut supaya anak anak punya orang tua lengkap,apa cuma seperti ini hidup masing masing" Tanya Rayhan.
"Ana belum tahu Ray..lihat besok aja,karena Ana belum tahu Bundanya anak anak gimana?"
"Apa Dia sudah punya kekasih mungkin atau suami?"
"Kalau dari cerita anak anak Bundanya ga pernah dekat dengan laki laki,katanya Dia hanya fokus bekerja dan merawat keluarga"
"Kebetulan guru pembimbing mereka juga teman waktu di Palembang dulu,Dia juga bercerita kalau Bundanya Anak anak ga pernah terlibat percintaan dengan siapapun" Kata Fadhil lagi
"Ana jadi penasaran wanita seperti apa itu yang berjuang sendiri menghidupi anaknya sampai sukses seperti ini"
"Menurutku Dia wanita hebat Fad..lihat anak anak kamu bisa mencapai sampai di sini kalau bukan berkat Bundanya siapa lagi"
Entahlah..Ray..kita lihat besok aja" Kata Fadhil sambil membuka email dari kliennya.
Malam Tuan..
maaf ini rencana kerja buat besok
Saya besok ijin tidak masuk kerja karena ada urusan keluarga .Thanks.
"Besok Ana boleh ga melihat si kembar berkompetisi?besok hari penentuan kan?"
"Iya.. kalau kamu mau datang nanti biar Ana atur undangannya" Kata Fadhil.
"O..ya Fad..hampir lupa Ana kesini mau kasih ini" Kata Rayhan sambil menyodorkan Cek.
"Apa an ini Ray..banyak amat" Kata Fadhil setelah membaca isi cek tersebut.
"Ini amanat dari seseorang untuk menyumbang ke panti Asuhan,La..kamu kan yang memiliki panti di kota ini makanya Uangnya Ana serahin ke kamu.
" Kalau boleh tahu Hamba Allah mana yang benar benar dermawan?"
"Dia gadis yang tadi Ana ceritain ini adalah hadiah dari nyonya yang Dia tolong,tapi Dia menolak pemberiannya ,tapi Nyonya itu memaksanya maka Dia putuskan Uangnya buat Panti Asuhan"
"Wah..baik juga tuh gadis..jarang lo..seorang gadis menolak uang segitu banyaknya"
"Apa Dia orang kaya?" Tanya Fadhil
"Ana ga tahu Fad..Dia orang Indonesia katanya sedang bekerja" Kata Rayhan.
"Wah kapan kapan kenalin Ray..Ana jadi penasaran"
"Kapan kapan Fad..Ana juga ga tahu bisa bertemu lagi apa ga?" Kata Rayhan.
"Ya..harus dong Ray..katanya cinta kan harus di perjuangkan?" Kata Fadhil sambil menutup laptopnya.
Kring...kring..
Ponsel Rayhan berbunyi.
(Halo Assalamualaikum....apa ?mereka sudah menemukan alamat gadis itu?baik kalian harus kirim orang untuk mengawasi dari kejauhan) Kata Rayhan panik langsung menutup Ponselnya.
"Ada apa Ray...?kayanya darurat banget" Kata Fadhil melihat kecemasan Rayhan.
"Ana pergi dulu ya Fad ...Gadis itu dalam bahaya" Kata Rayhan sambil mengambil jaketnya.
"Gadis yang mana?bahaya apa?"
"Gadis yang tadi Ana ceritain,jambret yang Dia lumpuhkan adalah anggota Geng ster yang meresahkan di kota ini,sekarang mereka mulai bergerak dan menemukan alamat gadis itu"
"Wah...bahaya banget itu Ray...kamu harus hati hati mereka sangat berbahaya"
"Kalau butuh bantuan Ana siap membantu" Kata Fadhil sambil berdiri mengantar Rayhan sampai pintu.
"Besok Ana kabari lagi ya jadi ga nya Ana lihat kompetisi di kembar" Kata Rayhan
__ADS_1
"Assalamualaikum..
" Walaikum sallam"