
Setelah berpamitan dengan kedua Bosnya,Andini menemui Ibunya yang sedang ngobrol dengan Bibi dan anak anaknya.
"Assalamualaikum Ibu...." Kata Andini.
"Walaikum Sallam....gimana kedai butuh bantuan?" Tanya Arumi
"Kedai aman terkendali Ibu,cuma Andini mau Sholat" Kata Andhini.
"Sholat dulu aja An..takut keburu Ashar...biar Ibu yang jaga kedai lagi"Kata Arumi dan mengajak Tania ke kedai.
"Ibu udah Sholat?" tanya Andini kepada Ibunya.
"Sudah Nak..barusan kita sholat berjamaah,sekarang kamu Sholat dulu"kata Arumi.
"Baik lah Aku Sholat dulu ya Bu,o..ya di meja dua tadi pesan menu favorit lagi,cuma Andini tambahi menu sehat buat Diabetes sama Jantung,Bill nya sudah Andini buat"Kata Andini.
Siapa lagi yang pesan menu favorit An...?"Tanya Arumi heran.
"Biasa Bu Bos Andini,katanya sangat suka dengan menu kita,o..ya kemarin mereka minta agar kita bisa kirim ke kantor pas jam makan siang,tapi Andini belum meng iyakan takutnya Ibu kewalahan,apalagi sebentar lagi Andini tidak bisa bantu ibu"Kata Andini lagi.
"La . .kenapa kamu ga meng iyakan An..kasihan mungkin jadwal mereka padat,kan Ibu bisa kirim lewat Go Send "Kata Arumi.
"Kalau gitu Ibu bisa menanyakan ke mereka langsung jadi kirim makan siang atau ga"
"Udah Andini sholat dulu keburu Ashar beneran nich..Bibi Andini tinggal dulu ya,di lanjuti ngobrolnya,Inara kalau kamu lelah istirahat di kamar dulu biar Mak Mak lanjuti ngerumpi"
"Dan kamu Bar..terserah kamu mau apa?anggap aja ini rumah sendiri"Kata Andini bergegas ke belakang karena waktu sholat duhur hampir habis.
"Akbar ke rumah sebrang dulu sekalian bersih bersih badan,ni lengket semua" Kata Akbar.
"Rumah Sebrang....?" Tanya Arumi.
"Rumah nya Bobi Bu....di sana katanya masih banyak kamar yang kosong"Teriak Andini dari kamar mandi
"O...ya Bobi yang tadi bantuin Ibu ya..." tanya Arumi.
"Iya..Bu"kata Andini lagi.
Arumi dan Tania bergegas ke kedai,sedangkan Inara masuk ke kamar tamu dan ingin istirahat karena perjalanan dari kota Bandung ke Jakarta sangat melelahkan apalagi Dia tidak pernah pergi jauh.
Sedangkan Akbar keluar dan menuju rumah yang ada di depan kedai.
Di ujung kedai Arumi melihat ada Boz anaknya,jantungnya berdegup kencang membuat keseimbangan tubuhnya goyah.
Dia berusaha berpegangan meja yang ada di depannya.
***Ya..Allah..
Ya..Rab...
sebenarnya Dia siapa?
kenapa setiap bertemu jantungku seperti ini
Apakah aku jatuh cinta lagi?
Ya..Allah...
aku sudah tua
dan sudah punya cucu
kenapa harus jatuh cinta lagi***?
Arumi berusaha menata hati dan mengelus dadanya.Dan Dia anggap perasaan Dia salah.
"Kakak ga apa apa?" Tanya Tania ketika melihat Kakaknya mau jatuh.
"Ga apa apa Tan,Kamu ga capek?kalau capek istirahat dulu sana!" kata Arumi sambil mengatur posisi tubuhnya yang hampir jatuh.
"Aku belum capek kok Kak...udah biasa,jam segini biasanya masih di sawah jadi ga biasa istirahat atuh" Kata Tania membantu Arumi membawa piring kotor ke dapur
Aditya dan Jefri mendengar perkataan Tania langsung menoleh ke arah suara.Aditya melihat Arumi menunduk.
Kamu masih cantik Dik...
Tidak ada yang berubah cuma sekarang kamu Lebih sering menundukkan kepala dan berhijab.
Aura kecantikan kamu semakin mempesona.
"Hai Dit...mau disini apa mau balik?Di kantor kerjaan Gue masih banyak" Kata Jefri.
"Ya...ya..Aku juga mau balik,bukan kamu aja yang kerjaannya menumpuk" Kata Aditya sambil berdiri.
"Iya kali kamu masih ingin memandangi sang pujaan hati,Dah...sana tinggal di samperin dan bilang kalau pangeran tampannya sudah kembali" Kata Jefri sambil mengikuti langkah Aditya
Mereka menghampiri Arumi yang sedang bersih bersih meja dan membayar bill nya
"Makasih ya Teh...makanannya,semakin hari makanan semakin lezat" kata Jefri sambil tersenyum dengan Arumi.
Arumi membalas senyum Jefri.Dan tidak sengaja bertatap muka dengan Aditya.Jantung Arumi berdetak kencang lagi dan Dia ga bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
Dengan cekatan Aditya menangkap Arumi dan menarik dalam pelukannya.
__ADS_1
Aditya merasa ada aliran listrik di saat tubuh saling menyatu.Arumni tersipu malu di saat tubuhnya dalam pelukan Aditya
"Kak..kamu ga apa apa?" Tanya Tania mengangetkan dua insan yang sedang berpelukan
Arumi terkejut dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Aditya
"Makasih Tuan..." Kata Arumi langsung menunduk malu.
"Ga..apa apa dan maaf kalau perbuatan saya membuat tidak nyaman" Kata Aditya
Arumi terkejut waktu mendengar suara Aditya.Suara itu adalah suara orang yang di rindukan berpuluh puluh tahun lamanya.
"Kami pamit dulu ya Teh..." Kata Jefri membuyarkan lamunan Arumi.
Arumi mengangguk
Mungkinkah itu Kamu Kak?
Kalau itu kamu apakah kamu udah lupa dengan diriku?
Selama ini muka kamu selalu kamu tutupi dengan masker.
Kak..
Apakah kamu tahu anak kita sudah besar
Dan kita juga sudah punya cucu.
Arumi menangis,tiba tiba Dia merindukan Suaminya.Tania melihat Kakaknya bersedih.
"Kak...ada apa kok nangis?" Tanya Tania.
"Kakak ga apa apa Tan...ayo beresin meja dulu" Kata Arumi sambil membersihkan meja yang baru aja buat makan Aditya dan Jefri.
"Kak...kalau boleh tahu ayahnya Andini kemana?" Tanya Tania sambil membantu Arumi.
"Ayah Andini sudah pergi" Kata Arumi.
"Pergi kemana?" Tanya Tania tidak mengerti.
"Udahlah Tan...itu luka lama Kakak mohon jangan tanyakan itu lagi" Kata Arumi sedih.
"Maaf Kak...bukannya Tania mau membuka luka lama,cuma Tania penasaran tentang Kakak ipar"
"Tapi kalau itu membuat luka lama terbuka mendingan Tania tutup mulut aja deh...takut di sate ama ponakan sendiri" Kata Tania.
"Kok bisa di sate?" Tanya Arumi.
"La iyalah...mosok Kakak ga tahu kalau Andini marah kaya Singa betina lapar" Kata Tania.
"Kayanya ada yang di sembunyikan dari Kakak?" Tanya Arumi.
Tania akhirnya bercerita asal mula mereka ketemu Andini,dan Andini juga yang membuka kedok pamannya.
Sampai perkelahian antar pamannya dengan Andini dan kemudian semua di menangkan Andini.
Dari sesuai wasiat Kakeknya kalau perguruan di berikan kepada cucunya dari Arumi karena Dia yang mempunyai warisan ilmu leluhur..Akhirnya mulai saat itu kekuasaan di pegang penuh oleh Andini.
Karen kondisi Andini di luar kota Perguruan di pasrahkan semua oleh Mang Asep suaminya Tania.
Arumi mendengar itu menetes air matanya,tidak menyangka masalah keluarga yang bertahun tahun dan mengakibatkan kematian kedua orang tuanya bisa di selesaikan dengan mudah oleh putrinya sendiri.
"Tan...apa kamu tidak iri dengan ini semua" Tanya Arumi karena Dia takut putrinya mengalami seperti Kedua Orang Tuanya.
"Iri Kak..?buat apa?lagian Andini bukanlah Bapak yang mudah di bohongi oleh Saudaranya sendiri" Kata Tania.
"Putrimu lebih cerdas dari kita semua,lagian kita semua iri buat apa ,semenjak di pegang Andini kehidupan kita makmur,dan tidak ada kecemburuan soal ekonomi"
"Walau Dia jauh,Putrimu selalu memantau kami dan menjaga kekayaan kami dengan baik" Kata Tania lagi.
"Kakak ingat Pabrik yang pernah di kelola Bapak dulu?"
"Iya Kakak ingat"
"Dulu semenjak kematian Bapak Pabrik itu terbengkalai,tapi sekarang telah menjadi sumber kekayaan kami berkat Putrimu" Kata Tania lagi.
"Jadi buat apa kita iri,Putrimu selalu memikirkan kebahagiaan kami,Kakak harus bangga punya Putri seperti Andini" Kata Tania lagi.
Mereka pun beres beres kedai,dan pengunjung mulai sepi.
Andini selesai sholat langsung menemui Ibunya.
"Assalamualaikum ...Bu,gimana sudah selesai?"tanya Andini.
"Alhamdulilah sudah nak...tinggal menghangatkan masakan yang masih ada biar tidak basi"kata Andini sambil mengeluarkan masakan dari etalase makanan.
"Gimana Bu tadi sudah di rundingkan Ama bos Andini?"Tanya Andini sambil membantu ibunya.
"E...iya lupa Ibu...tadi ..."Arumi menghentikan ucapannya dan mengingat momen yang Dia di peluk Bos nya Andini ada rona merah jambu di pipi Arumi mengingat moment itu.
Andini mengernyitkan keningnya dan melihat pipi Ibunya kaya tomat,Dia merasa Ibunya seperti anak ABG yang jatuh cinta
Ibu jatuh cinta sama siapa?ach...gila jangan jangan sama Pak Adit atau Pak Jefri?
__ADS_1
"Tadi kenapa Bu..."Tanya Andini menyadarkan lamunan Arumi.
"Tadi Ibu lupa An...maaf "Kata Arumi sambil memalingkan tatapannya dari Andini agar tidak menelanjanginya di bawah sadar.
"O..lupa,ya sudah besok Andini ke kantor sekalian Andini tanyakan ke mereka"kata Andini sambil membantu memberesi dapur.
Keesokan harinya Andini berangkat ke kantor dan menyelesaikan tugas tugas di kantor.keberangkatan ke Tarim Aditya menyuruh Nadia untuk menemani Andini.
Sebenarnya Aditya menyuruh Jefri untuk membantu di Tarim,tapi Andini tidak mau karena Dia merasa kurang nyaman berada di dekat yang bukan muhrim.
Akhirnya Aditya menyuruh Nadia untuk membantu Andini.Sedangkan untuk urusan kedai Aditya ikut mengirim orang orang untuk melindungi Arumi.
Dia tidak ingin Arumi kenapa Napa selama Andini tidak ada,dan Aditya takut kalau Arumi kabur lagi kalau suatu saat Dia tahu tentang Aditya.
Satu Minggu kemudian Andini dan Nadia berangkat,mereka berangkat menuju Tarim.
#Tarim#
Di tempat karantina Fatih dan Fatimah sedang sibuk dengan persiapan perlombaan babak terakhir.Sesekali Fadhil mendampingi mereka sebagai guru pendamping.
Hubungan antara Ayah dan anak masih mereka tutupi.Takut ada rumor yang akan menghancurkan keberhasilan si Kembar.
Fadhil menjaga jarak diantara mereka.Hari demi hari pun berganti dan waktu babak final tinggal beberapa hari lagi.
Si kembar bercerita kalau Bundanya sudah di Tarim tapi sudah satu minggu lalu,dan sedang mengurus pekerjaannya.
Fadhil merasa kalau Bundanya si Kembar adalah seorang pekerja keras,nyatanya selain menghadiri acara anaknya Dia juga sempat sempatnya mengurus pekerjaan.
Tok...tok...
"Assalamualaikum Ustadz..."
"Walaikum Sallam ..masuk"
"Maaf Ustadz besok mau mengingatkan nanti jam Dua siang ada temu janji dengan perwakilan dari perusahaan Indonesia" Kata Fajar Asistennya.
"Makasih Jar...apakah sudah kamu siapkan filenya"
"Sudah Ustadz... ini proposal pengajuan dari Indonesia"
"Baik saya akan mempelajarinya dulu"
"Saya permisi dulu Ustadz...Assalamualaikum..."
"Walaikum salam..."
Fadhil membaca proposal itu,Dia sangat suka akan rencana kerjanya.Dan Dia pastikan dengan kerjasama tersebut Restoran Dia pasti akan mendapat keuntungan yang besar.
Sehabis Sholat Dhuhur Fadhil berangkat dan menuju Restorannya tempat meeting dengan Kliennya dari Indonesia.
Fadhil tidak tahu kenapa tiba tiba jantungnya berdegup kencang,padahal bukan kali ini saja Dia akan melakukan kerja sama dengan Perusahaan asing,tapi entah kenapa saat ini perasaannya gelisah.
Di Restoran Andini dan Nadia sudah mempersiapkan diri untuk bertemu pemilik Restoran yang akan bekerjasama dengan Perusahaannya.
Penampilan Andini sangat anggun,dengan memakai Syar'i sosok Andini sangat cantik dan semua orang sangat mengaguminya,walau tertutup cadar.
"Din...hari ini kamu cantik sekali" Puji Nadia kepada Andini.
"Kamu bisa aja Nad...kamu tahu ga ribet nich.." Kata Andini sambil mengibas gamisnya.
"Ribet gimana?kamu benar benar kelihatan wanita sempurna" Kata Nadia
"Emang selama ini aku bukan wanita sempurna?" Tanya Andini.
"Sempurna sich...tapi kaya macan?" Kata Nadia sambil menutup mulutnya.
"Aduh ...sakit tahu " Teriak Nadia sambil mengelus lengannya karena habis di cubit Andini.
"Rasain kamu..." Kata Andini.
Mereka berjalan ke dalam Restoran dan menemui reception.
"Assalamualaikum Kak..maaf kami dari PT.PRATAMA INDONESIA mau bertemu dengan pemilik Resto ini" Kata Andini.
"O..ya silahkan saya antar ke ruang meeting" Kata Resepsionis tersebut.
Mereka berjalan kedalam dan menuju lantai dua.Setelah sampai lantai Dua dari ruangan meeting muncul seorang laki laki yang tinggi ,putih dan hidung mancung.
Andini terkejut seperti muka itu Familiar banget.Tapi entah siapa.
"Assalamualaikum Pak Angga ini perwakilan dari Indonesia sudah datang" Kata Reception itu.
Pak Angga melihat ke arah Dua gadis yang jadi perwakilan Indonesia kemudian mengarah pandangan ke depan.
"Assalamualaikum Pak...nama Saya Andini perwakilan dari Indonesia" Kata Andini memperkenalkan diri dengan menyatukan tangannya.
"Walaikum Sallam...Nama Saya Angga manager Resto ini,dan kebetulan CE O kami masih dalam perjalanan" Kata Angga juga mengatupkan tangan tanpa melihat kliennya.
Di balik cadar Andini melihat Manager itu dan memperhatikan seksama.
Apakah kamu Kak Angga?
Kenapa kamu bisa di sini?
__ADS_1
Resto kamu kenapa Kak?
Andini yakin di depan adalah Angga bosnya dulu dan Kakaknya Raya temannya.