ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Sholawat Bersama#


__ADS_3

Andini tidak sabar menunggu jawaban dari Dokter yang bertanggung jawab atasnya.Dia nekat mencabut jarum infus sendiri.


Nadia dan Rayhan kaget atas aksi nekat Andini.


"An...jangan nanti bisa berdarah tangan kamu" kata Nadia panik.


"Gua ga sabar Nad...waktu semakin berjalan kasihan Anak anak Gua,mereka sudah berjuang dan Gua ga sanggup kalau mereka gagal karena gua ga hadir" Kata Andini sambil menekan nekan tangannya yang bekas jarum infus.


"Nunggu Dokter aja dulu An...takutnya nanti kenapa napa lagi lukamu?" Kata Rayhan.


"Tidak bisa Pak...Saya harus ke tempat anak anak" Kata Andini keras kepala.


Nadia hanya geleng geleng kepala,selama satu bulan mengenal Andini Nadia tidak pernah melihat sikap Arogan seperti ini,Tapi selama di Tarim Dia baru melihat sisi gelap Andini.


Di balik wajah yang pendiam dan lembut ternyata Dia mempunyai sifat tegas dan di takuti semua orang bila sedang marah.


"Bu Andini maaf tadi kata Dokter Fadhil..."


"Saya bilang hari ini juga Saya harus keluar dari rumah sakit hari ini juga,mau kalian menahan Saya tidak peduli" kata Andini memotong perkataan Dokter dan langsung turun dari Bad rumah sakit.


Lengannya terasa nyeri,tapi Dia tidak peduli.


"Jangan coba menghalangi Saya,kalau tidak ingin saya patahkan tangan kalian" kata Andini mengancam.


"An..kita bicarakan baik baik,jangan seperti ini..." Kata Rayhan berusaha menenangkan Andini.


"Saya bilang hari ini Saya harus keluar jangan menghalangi Saya Pak Ray..sebelum kesabaran saya habis tolong jangan halangi saya" Kata Andini sambil menunjukkan muka garangnya.


Beberapa anak buah Rayhan berusaha menghalangi jalan Andini,tapi dengan sigap Andini mengelak tangkapan mereka dan menendang tubuh mereka.


Anak buah Rayhan langsung rubuh.


"Saya bilang jangan halangi Saya,ijinkan saya pergi sekarang juga setelah urusan dengan anak saya selesai,saya janji akan kembali di sini terserah kalian mau tangkap saya dengan tuduhan melawan petugas yang bertugas itu terserah.." Kata Andini marah dan melompat menghindari Serangan Rayhan yang ingin menahannya.


Andini menarik tangan Rayhan dan berteriak


"Kalian masih melawan Saya...lihat komandan kalian saja tidak berdaya menghadapi orang yang terluka" kata Andini sambil menekan tangan Rayhan.


Rayhan tidak menyangka gerakan Dia bisa di baca Andini,padahal Dia tidak memperhatikannya.


"Tenang lah Andini...sekarang mau kamu apa?jangan banyak bergerak dulu lengan kamu masih terluka" Kata Rayhan pelan.


"Pak Ray ,gua udah bilang biarkan gua pergi sekarang ke tempat anak gua,setelah itu gua janji akan kembali,Gua tidak ingin melihat anak gua kecewa" Kata Andini menangis.


"Pak Ray...kalau tidak percaya boleh mengawal saya,dan Pak Dokter bilang pada Dokter Fadhil saya tidak akan menuntut apa apa kalau lengan saya terluka tambah parah karena saya sadar ini kemauan saya sendiri" Ucap Andhini sedih.


Rayhan tidak tega melihat keadaan Andini yang sedang menangis.Hatinya terenyuh.


"Baik An...kamu boleh pergi tapi ijinkan saya mendampingi kamu,Saya khawatir dengan luka kamu" Kata Rayhan masih menahan sakit karena tangannya masih di tekan Andini.


Dia tidak menyangka di balik sisi lembutnya menyimpan kekuatan yang tidak bisa di remehkan.Dia sebagai komandan polisi saja bisa di jatuhkan dengan mudah.


Pantas waktu menghadapi orang orang anggota geng Dia dengan mudah menjatuhkannya walau harus terluka.


Andini melihat Rayhan kesakitan langsung melepaskannya.


"Maaf Pak Ray...saya sudah menyakiti Anda,setelah acara selesai silahkan Anda bikin laporan kalau Saya sudah menganiaya Anda"


"Itu bisa kita bicarakan nanti An..sekarang kamu mau pergi kemana?" Tanya Rayhan sambil mengelus pergelangan tangannya yang masih sakit.


"Anak saya di gedung Tahfiz Qur'an mereka sedang mengikuti lomba dan hari ini adalah penentuannya,dan Saya harus datang karena ada kompetisi kolaborasi antara Anak dan orang tua" kata Andini sambil berusaha meredamkan emosi Dia.


Rayhan terkejut karena gedung itu adalah gedung dimana Fadhil sedang menjadi juri,dan Dia berjanji ingin melihat anak kembarnya Fadhil.


"O...di gedung itu kebetulan Saya punya teman di sana dan menjadi jurinya kebetulan saya juga di undang untuk melihatnya" kata Rayhan.


"Wah kebetulan sekali Pak...bagaimana kalau antar saya ke sana,Tapi..."


"Tapi apa Andini?"


"Tolong anterin Saya ke butik Pak...soalnya Saya tidak bawa baju dari pelarian semalam" Kata Andini.


"Baik Saya akan antar..Ayo..segera kita pergi takut ga keburu waktunya" Kata Rayhan.


"Tapi ini gimana Pak Ray..kalau Dokter Fadhil marah?" Tanya Dokter yang bertanggung jawab akan kesehatan Andini.


Dokter Fadhil berpesan kalau pasien belum boleh bergerak karena jahitannya masih baru.


"Dokter tenang aja nanti biar Saya yang bicara dengan Fadhil kebetulan Andini juga mau menghadiri perlombaan anaknya dan Fadhil sebagai jurinya" kata Rayhan sambil menepuk bahunya si Dokter.


"Dokter tenang aja kirim nomor rekening rumah sakit,nanti biar saya transfer" Kata Andini


"Bukan masalah uang Bu,tapi masalah tanggung jawab Saya kepada Dokter Fadhil"


"Tenang aja Pak Dokter,kan ada Pak Rayhan yang mengatasinya " Kata Andini sambil tersenyum.


Semua orang yang ada di ruangan itu saya heran,ternyata ekspresi Andini bisa cepat berubah.


Tadi mereka sempat melihat bagaimana marahnya Andini,tapi sekarang Dia bisa tersenyum tidak pernah terjadi apa apa.


Kalau kamu tersenyum cantik juga An..


membuat hatiku klepek klepek..


Rayhan mengangguk dan mengajak Andini keluar dari Rumah sakit di ikuti Nadia dan beberapa perwira.


"Pak Ray wajah kamu apakah ada yang mengenali?" Kata Andhiani sambil berjalan di samping Rayhan.


"Emang kenapa An..." Kata Rayhan.


"Gimana kalau Pak Ray pakai masker atau kalau ga Saya berjalan dekat Anak buah Pak Ray gimana?Saya takut Anggota geng lainnya masih mengincar saya"


"Untuk saat ini Saya lagi ga mood berantem,takut terbuang waktu sia sia" Kata Andini waspada Dia mempertajam pendengaran da penglihatannya.


"Baik Saya keluar duluan,dan kamu pergi sama anak buah saya"


"Dan ini pakailah buat nutupi baju pasien yang kamu pakai" kata Rayhan sambil melepas jaketnya.


"Terima kasih Pak Ray..." Kata Andini menerima jaket Rayhan dan memakainya.


Rayhan langsung memanggil anak buahnya dan mengatur strategi agar bisa selamat dari pengejaran para gengster.


Kemudian Rayhan berjalan duluan di susul Andhini.Tapi Andini mengajak anak buah Rayhan berjalan ke arah lain untuk mengecoh para gangster.


Andini merasakan sebagian anggota gangster ada di area rumah sakit,Mereka mengawasi Rayhan dari kejauhan.


Karena mereka tahu kalau Rayhan adalah pimpinan yang di beri tugas menangkap para anggota geng.


Andini sebenarnya sangat khawatir keadaan Rayhan yang dalam pantauan anggota gangster.


Target setelah Andini adalah Rayhan yang harus di bunuhnya.Tapi untuk keadaan seperti ini Andini tidak memungkinkan untuk menunjukkan batang hidungnya karena dia di kejar waktu dan sangat terluka.


Anak buah Rayhan tidak berani bertanya kepada Andini kenapa Dia tidak mengikuti Rayhan.Dia takut kalau Andini marah.Dia sudah melihat bagaimana kemarahan Andini sebenarnya.


Dalam perjalanan Andini telpon meminta Rayhan untuk berhati hati karena Dia dalam pengawasan para gangster.


Andini meminta agar Rayhan langsung menuju gedung Tahfiz tapi dengan pengawalan yang ketat serta menjaga Nadia.


Setelah keluar dari Rumah sakit Andini di temani anak buahnya menuju ke butik yang di sarankan Rayhan.


Andini berjalan berusaha memeluk lengan pengawal untuk mengurangi kecurigaan atas dirinya dari penglihatan anggota geng.


"Maaf Pak Perwira kalau saya lancang,saya lakukan ini biar mereka tidak menaruh pada kita" Kata Andini masih memeluk tangan Pak perwira.

__ADS_1


Perwira itu hanya bisa mengangguk


Mana ada Saya menolak Nona,di peluk Wanita secantik Anda


Anak buah Rayhan tersenyum,Dia merasa bagaikan mendapat durian runtuh.


Andini melihat ke arah anak buah Rayhan yang cengar cengir sendiri.


Gua getok kepala loe baru tahu rasa ...kalau ga terpaksa emang sudi gua peluk peluk Lo.Gerutu Andini.


Mereka meninggalkan area Ruam sakit dan menuju Butik.


Andini memilih gamis yang cocok dengan Dia,kemudian menuju ke gedung tempat anaknya berlomba.


Dalam perjalanan. Rayhan menelpon Fadhil dan menanyakan apakah perlombaan sudah di mulai,dan Dia menanyakan apa konsekuensinya kalau Orang tua peserta tidak datang.


Fadhil menjelaskan persyaratan lomba tersebut dengan detail.Karena penasaran Fadhil bertanya kenapa Rayhan menanyakan hal hal tentang lomba.


Rayhan menceritakan kalau Dia sedang mengawal orang tuanya salah satu peserta lomba.Rayhan juga menceritakan kalau orang tua itu adalah gadis yang di operasi semalam.


Fadhil kaget,orang tua peserta yang belum datang adalah Bundanya si kembar.Jadi apakah gadis yang di tolong Dia semalam adalah Gadis yang sama di waktu lima tahun yang lalu.


Fadhil tidak menyangka kalau tidak sengaja telah bertemu orang yang di cari selama ini.


Ternyata hati dan perasaan ku masih seperti dulu Sayang...


waktu Aku mengoperasi kamu masih ada getar getar kerinduan di hatiku.


Fadhil mengacak rambutnya dan berusaha mengatur nafas dan menetralkan jantungnya yang tiba tiba berlomba lomba.


Ach...


kenapa hati ga tenang seperti ini?


Beberapa menit kemudian Andini sampai di depan gedung Tahfiz,Dia masih waspada takut kalau para anggota geng ada di sekitar gedung itu.


Setelah merasa aman Andini turun dan menyuruh anak buah Rayhan bergabung dengan yang lain.


Andini menelpon Rayhan dan memberi tahu kalau Dia sudah ada di dalam gedung.


Setelah Rayhan memberi kabar kalau Rayhan akan datang dengan Bundanya si peserta, Fadhil punya rencana untuk memberi surprise kepada si kembar.


Fadhil mengatur dan memberitahu pada panitia agar memberikan kejutan tersebut.


Selama perlombaan Fadhil melihat ada sebersit kesedihan di mata mereka,tapi mereka tetap berkonsentrasi penuh untuk mendapatkan nilai yang bagus agar disaat ada pengurangan nilai mereka masih tetap unggul.


Tiba di sesi perlombaan kolaborasi semua peserta tampil dengan baik bersama orang tuanya.Mereka menunjukkan ke kompakan .


Tiba giliran si Kembar untuk menunjukkan kolaborasinya.


"Ayo Fatih dan Fatimah kalian siap seperti mereka?" Tanya Ustadz Imron.


Fatih dan Fatimah diam,mereka bingung karena menyadari kalau Bundanya sampai sekarang tidak ada kabarnya.


"Ayo Fatih dan Fatimah kenapa kalian diam,apa ga sayang kalau sesi yang ini kalian tidak ikut,kalian sudah berjuang sampai jauh ini kenapa menyerah" Kata Ustadz Nabila memprovokasi Fatimah dan Fatih.


"Maaf Ustadzah Bunda kami tidak bisa hadir,kalau nilai kami akan di kurangi kami pasrah" Kata Fatih meneteskan air matanya.


Fadhil melihat kesedihan kedua anaknya sangat terpukul,ingin rasanya memeluk mereka.


"Fatih dan Fatimah cobalah kalian bersholawat,semoga aja Bunda datang setelah mendengar sholawat kalian" Kata Fadhil menyemangatinya.


" Iya Ayo Fatih.. Fatimah..." Para juri menyemangati mereka.


Di ikuti para penonton karena semenjak perlombaan di mulai sampai sekarang mereka selalu terpukau dengan kepandaian si kembar.


Fatih dan Fatimah saling berpandangan dan mengangguk.Mereka berdoa semoga dengan menyanyikan sholawat Bunda nya akan hadir.


"Baik..Ustadz kami akan bersholawat " kata Fatih.


" Kami akan bersholawat "IBU AKU RINDU" Kata Fatimah


"Baiklah sekarang kita sambut penampilan peserta kita si kembar dengan bersholawat " IBU AKU RINDU" Teriak Mc di panggung.


Fatih dan Fatimah maju ke tengah panggung dengan percaya diri.Mereka mulai bersholawat.


...Tak terbayang rintihan tangismu.......


...Disaat melahirkan ku.......


...Betapa besar pengorbananmu.......


...Kasih sayangmu padaku......


...Oh ibu........


...Belaianmu aku rindu.......


...Tak terbayang rintihan tangismu.......


...Disaat melahirkan ku.......


...Betapa besar pengorbananmu.......


...Kasih sayangmu padaku......


...Oh ibu........


...Belaianmu aku rindu.......


...Kadang tanpa sengaja ku......


...Sering lukai hatimu.......


...Maafkan diriku ibu......


...Sering berdosa padamu......


...Saatku jauh darimu......


...Betapa hatiku rindu......


...Siang malamku kan selalu......


...Mengabdi lewat do'aku......


...Wahai ibuku tercinta......


...Kuingin selalu bersama.......


...Bukan di dunia saja.......


...Tetapi kekal di surga......


...Oh ibu........


...Belaianmu aku rindu.......


Para penonton mendengar lantunan Sholawat itu langsung menangis dan meresapi setiap lirik lagunya.


...Tak terbayang rintihan tangismu.......


...Disaat melahirkan ku.......

__ADS_1


...Betapa besar pengorbananmu.......


...Kasih sayangmu padaku......


...Oh ibu........


...Belaianmu aku rindu.......


Tiba tiba ada suara seorang wanita yang sangat merdu dan maju ke panggung.Dia gadis bercadar bernyanyi dan mendekati si kembar


Fatih dan Fatimah menoleh ke arah tersebut dan berteriak


Bunda....


...Demi anak yg cintai tersenyum bahagia......


...Harta benda bahkan nyawa kau sudi memberikannya......


...Sungguh mulianya jasamu begitu agung cintamu......


...Aku malu dan tak mampu membalas pengorbananmu......


...aku hanya bisa berdoa......


...semoga engkau di sana tetap dalam lindungannya......


...terhapus segala dosa 2x...


Fatih dan Fatimah sangat senang kehadiran Bundanya ,mereka bersholawat dengan penuh semangat.


Fadhil melihat ke gadis bercadar itu,Dia merasa tidak asing dengan gadis bercadar itu.


***Astaghfirullah...


Dia kan klien yang menyepakati kerja sama dengan restonya.


Ya Allah...


ternyata begitu besar kuasamu


Engkau telah memberikan kesempatan untuk bertemu orang yang selama ini Saya rindukan,


tapi kenapa Saya tidak menyadarinya***?


Fadhil larut dengan sholawat orang orang yang dia sayangi.Tiba tiba ada dorongan untuk ikut bersholawat dengan mereka.


...Tak terbayang rintihan tangismu.......


...Disaat melahirkan.......


...Betapa besar pengorbananmu.......


...Kasih sayangmu padaku......


...Oh ibu........


...Belaianmu aku rindu.......


...Tak terbayang rintihan tangismu.......


...Disaat melahirkan ku.......


...Betapa besar pengorbananmu.......


...Kasih sayangmu padaku......


...Oh ibu........


...Belaianmu aku rindu.......


...Kadang tanpa sengaja ku......


...Sering lukai hatimu.......


...Maafkan diriku ibu......


...Sering berdosa padamu......


...Saatku jauh darimu......


...Betapa hatiku rindu......


...Siang malamku kan selalu......


...Mengabdi lewat do'aku......


...Wahai ibuku tercinta......


...Kuingin selalu bersama.......


...Bukan di dunia saja.......


...Tetapi kekal di surga......


...Oh ibu........


...Belaianmu aku rindu.......


...Tak terbayang rintihan tangismu.......


...Disaat melahirkan ku.......


...Betapa besar pengorbananmu.......


...Kasih sayangmu padaku......


...Oh ibu........


...Belaianmu aku rindu.......


...Demi anak yg cintai tersenyum bahagia......


...Harta benda bahkan nyawa kau sudi memberikannya......


...Sungguh mulianya jasamu begitu agung cintamu......


...Aku malu dan tak mampu membalas pengorbananmu......


...aku hanya bisa berdoa......


...semoga engkau di sana tetap dalam lindungannya......


...terhapus segala dosa 2x...


...Tak terbayang rintihan tangismu.......


...Disaat melahirkan ku.......


...Betapa besar pengorbananmu.......


...Kasih sayangmu padaku......


...Oh ibu........

__ADS_1


...Belaianmu aku rindu.......


Semua penonton bertepuk tangan sangat riuh melihat penampilan mereka berempat,seperti satu keluarga utuh.


__ADS_2