ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Menjadi Juara #


__ADS_3

"Terimakasih Bundha sudah mau berbagi ilmu kepada kami,kalau berkenan bolehlah kita mendengar sholawat Bundha lagi,karena suara Bundha sangat menyejukkan hati"


"Apakah semua setuju kalau Bundha si kembar bersholawat lagi?" kata Mc


"Setuju...." Kata penonton serempak.


"Gimana kalau Sholawatannya dengan Ustadz Fadhil?apakah semua pada setuju?" Kata Habib Hasyim.


"Setuju...." para penonton serempak.


Andhini melihat kearah Habib Hasyim terus ke arah si kembar.


***Busyet ni..anak mau ngerjain Bundhanya.


Mereka kan tahu kalau gua ga nyaman deket sama laki laki.


Ya...Allah...


beri hamba kekuatan


udah dari tadi jantung ga bisa di ajak kompromi


Batin Andhini sambil mengelus dadanya***.


"Gimana Ustadz Fadhil apakah Anda bersedia bersholawat kembali dengan Bundhanya si kembar?" Kata MC


"Saya ga masalah sich..terserah Bundhanya si Kembar gimana?" Kata Ustadz Fadhil berusaha menutupi kegundahan hatinya.


"Aduh...gimana ya,kayanya Ana ga pantas dech Sholawat dengan Ustadz Fadhil suara Saya jelek" Kata Andhini merendahkan diri.


"Ga kok Bund...Suara Bundha tadi bagus kok..apalagi bersama Ustadz Fadhil suara kalian sangat cocok...betul ga Bapak bapak ibu ibu" Kata Bundhanya Adnan salah satu peserta.


"Ayo...ayo...ayo..." kata Para penonton memberi semangat.


Ustadz Fadhil maju ke panggung,Si kembar dan Habib Hasyim turun dari panggung.


"Bundha kali ini mau bersholawat apa?" Tanya Ustadz Fadhil.


"Terserah Ustadz Fadhil aja,Saya ngikut" kata Andhini menundukkan kepalanya.


"Kalau "Al-Hubbul Khalis”,gimana?" Tanya Ustadz Fadhil


Al Hubbul khalis?


Lagu ini bukannya lagu waktu di putar di acara malam terkutuk itu,


#Flash Back On#


"Ray...tunggu?" Teriak Andhini.


"Napa Dhin..." Tanya Raya masih berjalan menuju lobi hotel.


"Aku pulang aja ya...,Ga nyaman nich pakai baju kaya gini?" Kata Andhini sambil menunjukkan gaun yang di pilih Raya.


"Ga nyaman gimana?Kamu cantik seperti ini?siapa tahu nanti dapat kekasih di sini" kata Raya.


"Atau mungkin Kamu ama Kakak Raya aja gimana?" Kata Raya sambil mencolek pipinya Andhini.


"Apa an sich Ray...Aku nganggap Kak Angga itu Kakakku tidak lebih" Kata Andhini


"Tapi Kak Angga mencintai kamu Dhin...." Kata Raya.


"Kata siapa Ray?ngaco kamu?"


"Eh...di sana acara apa ya..suaranya bagus tuh.." Kata Andhini sambil menarik Raya.


Mereka mendekat ke arah panggung,ternyata di sana acar pelepasan dari Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan sekalian bakthi amal untuk Anak Yatim.


Andhini melihat cowok yang ada di panggung sedang menyanyikan lagu "Cinta Sejati" milik Bunga Cinta Lestari.


Andhini terpesona melihat wajah yang ada di depannya,bener bener idola kaum hawa.Suaranya pun sangat menggetarkan hatinya.


***Andai lagu itu untuk Andhini....


#Flash Back Off***#.


"Gimana Bundha apakah setuju kalau lagu itu?" Kata Fadhil membuyarkan kenangan masalalu Andhini yang menari nari di pelupuk matanya.


"E....eng...Saya coba Ustadz, Saya tidak tahu masih ingat ga lirik lagu itu,mohon di bantu" kat Andhini.


"Kalau Versi arabnya bisa?"


"Coba dulu aja Ustdz ..Saya lupa"


"Mungkin kalau saya denger nada lagunya,insya Allah Saya bisa." Kata Andhini masih menunduk kan kepalanya.


"Gimana Ustadz sudah selesai berdiskusinya?" Tanya MC.


"Ya...kami sepakat bersholawat Al-Hubbul Khalis," Kata Ustadz Fadhil.


Tepuk tangan penonton sangat meriah menyambut penampilan mereka.


Andhini berusaha menenangkan hatinya agar bisa tampil sempurna.


...Idza kana albiy yakhlilu nafsi fii ahlami...


...Ta udu dzikraty mattal hubbu yulaqil hubba...


...Shohatil lil lah wan nahar wahuma fii gina...


...Aqduru ala sima’ syauqika yad unu wa ismi...


...Matta kuntu gibtu fi ayamika...


...Antadziruk fi dawamil yaumi...


Fadhil mulai menyanyikan lagu,Dia bernyanyi sambil melirik ke arah Andhini.Waktu mata beradu Fadhil tersenyum.


Andhini merasa kikuk,senyuman Fadhil menambah kegalauan hatinya.Jantungnya berdetak kencang.Dia berusaha menguasai perasaannya.


...Lan ughodir minka mustalzim fii albika anta...


...Lan tu baid anniy mustalzim fi albi anaa...


...Wa rukhiy ya shihu yuakid anna hubby liyka...


...Wa syukri li kholiq il hubbi yu wahidu hubbana...


...Matta kuntu ghibtu fi ayamika...

__ADS_1


...Antadziruk fii dawamil yaumi...


Andhini mulai bisa menguasai perasaannya,Dia mulai menyanyi dan meresapi setiap lirik lagu yang Dia ucapkan.


Semua penonton ikut menghayati lagu yang di bawakan,mereka semua terlena.


...Mahabbatuna taswiru tawarikh...


...Tansyuru ishotan tamlau birrakhmati...


...Hatta kulla wahidin minal insan...


...Ad araru anna hubbana kholis...


...Matta kuntu gibtu fi ayamika...


...Antadziruk fi dawamil yaumi...


...Mahabbatuna taswiru tawarikh...


...Tansyuru ishotan tamlau birrakhmati...


...Hatta kulla wahidin minal insan...


...Ad araru anna hubbana kholis...


...Talawanil wadiy...


...Yukawwin aiman bina mu’a nian...


...Wa ruhanal ladzani yatajassadan...


...Fi sukunil mahabbati...


...Mahabbatuna taswiru tawarikh...


...Tansyuru ishotan tamlau birrakhmati...


...Hatta kulla wahidin minal insan...


...Ad araru anna hubbana kholis....


Tepuk tangan penonton sangat meriah dan sangat puas akan penampilan mereka.Andhini mengucapkan terimakasi atas sambutan yang meriah.


Kemudian Ustadz Fadhil dan Andhini turun dari panggung dan MC melanjutkan acara.


Andhini duduk di sebelah orang tua dari peserta.Semua mengucapkan selamat dan memuji penampilannya.


Andhini mengucapkan terimakasih kemudian duduk di tempatnya.


Acara demi acara pun selesai,dan penentuan pemenang di umumkan.Dengan memperoleh skor tertinggi adalah si Kembar.


Setelah prosesi pembagian hadiah selesai,semua meninggalkan tempat .


Andhini tersenyum bahagia karena kemenangan putra putrinya.Ucapan selamat dari para juri dan panitia silih berganti.


Rayhan mendekati Andhini dan mengucapkan selamat kepada si kembar.


"Selamat ya Anak anak yang manis" Kata Rayhan sambil mencium pipi mereka.


"Terimakasih paman polisi" ucap mereka serempak.


"Ya tahulah...Paman...lihat badan Paman sudah kelihatan seorang Polisi,beda dengan Ustadz Ali walau badannya bagus tapi kulitnya sangat halus karena jarang keluar ,kalau Paman kulitnya kelihatan sering terluka" kata Fatih.


Rayhan sangat salut dengan pemikiran si kembar walau masih kecil mereka bisa melihat baik buruknya seseorang.


Ga nyangka Dhil...kamu punya anak secerdas mereka.


Rayhan juga mengucapkan selamat atas keberhasilan si Kembar kepada Andhini.


"Selamat ya An...anak anakmu memang hebat" Kata Rayhan sambil mengacungkan jempol.


"Terimakasih Pak Ray..." Kata Andhini sambil mengatupkan tangannya.


"Oh..ya Pak Ray..sesuai janji Saya setelah urusan selesai ,silahkan proses Saya karena sudah melawan polisi sedang bertugas" kata Andhini.


"Ha..ha..kamu bisa aja An...siapa yang mau memenjarakan kamu,apalagi kamu sedang terluka ,harusnya yang patut minta maaf adalah Saya karena tadi sempat melarang kamu ke sini"


"Soal luka kamu ,silahkan tanya ama Ustadz Fadhil Dialah yang Dokter yang membantu kamu mengeluarkan peluru di tubuh kamu" Kata Rayhan.


"Ustadz Fadhil yang itu...." Kata Andhini sambil menunjukkan ke arah Fadhil.


"Iya..." Kata Rayhan sambil melambaikan tangannya kepada Ustadz Fadhil.


Fadhil melihat Rayhan melambaikan tangan ke arahnya langsung menghampirinya.


"Assalamualaikum Ray..ada apa?" Tanya Ustadz Fadhil.


"Walaikum sallam Fadh...ini Andhini mau tanya apakah Dia perlu kembali ke Rumah sakit?" Kata Rayhan.


"Oh..ya..Bundha yang semalam terkena tembakan ya?maaf Saya tidak mengenali Bundha" Kata Fadhil pura pura tidak tahu.


"Tidak apa apa Ustadz...gimana Ustadz apakah Saya perlu kembali,soalnya terus terang tadi Saya memaksa untuk keluar dari sini" Kata Andhini.


" La ini masih sakit ga Bund?"


"Ya sedikit Ustadz,cuma kalau sering di gerakin masih sakit" Kata Andhini.


"Bundha terluka?mana?" Kata Si kembar sambil membolak balikkan badan Andhini.


"Aduh...pelan pelah atuh...sakit.." Kata Andhini sambil meringis.


"Maaf Bundh..kita khawatir" Kata Si kembar bersamaan.


"Pak Ustadz kan Dokter?tolong bantu Bundha ya please..." kata Fatimah merajuk.


"Siap Boss...tapi ga di sini ya..kita di ruangan Bapak gimana?" kata Fadhil.


"Baik Pak Ustadz..."


"Ayo Bundha keruangan Pak Ustadz biar di lihat dulu lukanya" Kata Fatih sambil menarik tangan Andhini.


"Tunggu sebentar Bundha bersama Tante Nadia,Bundha telpon dulu ya" Kata Andhini sambil menelpon Nadia.


Setelah beberapa menit kemudian Nadia datang,Akhirnya mereka pergi menuju Apartemennya Ustadz Fadhil yang letaknya di belakang Gedung Tahfidz.


Rayhan berpamitan dengan Andhini karena masih banyak tugas yang harus diselesaikan.


Andhini berpesan harap berhati hati karena Para Geng mulai mengincar dirinya.

__ADS_1


"Pak Ray...hati hati di jalan ya karena mereka mulai mengincar Pak Ray..'Kata Andhini.


" Terimakasih Andhini,Saya akan berhati hati...ini kartu untuk masuk ke Apartement Saya tinggallah di sana untuk sementara kebetulan Tas kalian masih di sana" Kata Rayhan.


"Terimaksih Paka Ray..sudah ngrepotin Bapak" kata Andhini sambil menerima kartu akses apartemen Rayhan.


Fadhil melihat itu semua melotot ke arah Rayhan,Rayhan menyadari tatapan Fadhil seperti itu karena cemburu,Dia hanya tersenyum dan mohon undur diri.


Rayhan mulai mengirim pesan singkat ke Fadhil.


Maaf Fadh...Ana tahu kamu marah ,bukan maksud hati ingin seperti itu tapi dari semalam tas mereka sudah ada di Apartement Saya.


Jujur Saya mencintai Dia...kamu ingatkan akan cerita Saya semalam?Dialah Gadis yang Saya maksud.


Tapi setelah tahu kalian ada keterikatan karena Anak,Ana mundur Fadh..


Ana ga mau merusak persahabatan kita.


Berjuanglah kalau kamu menginginkan Dia.


Fadhil membaca pesan dari Rayhan Dia terharu.Kemudian Dia mengajak Andhini dan lainnya ke apartementnya.


Sedangkan Ustadz Ali dan Zaki kembali ke kamarnya untuk beres beres.


"Maaf Ustadz..barang bawaan kami udah Kami packing,nanti tolong bawakan ke Apartemen Pak Ustadz Fadhil ya.." Pinta Fatih ke Ustadz Ali.


Ustadz Ali mengangguk.


Beberapa menit kemudian mereka sampai ke Apartemen Ustadz Fadhil.Si kembar di antar ke kamar yang sudah di siapkan Ustadz Fadhil sebelumnya.


"Gimana kamar nya? suka?sebelah sana kamar Fatimah sudah Ayah pisah tapi masih satu ruangan,nanti kalau kalian sudah besar Ayah akan membuat kamar yag besar lagi" Kata Ustadz Fadhil sambil mengelus kepala si Kembar.


"Makasih Ayah...tapi kami belum tahu mau tinggal dimana?tergantung Bundha"


"Lagian Bundha belum tahu kalau Ustadz Fadhil adalah Ayah kami." Kata Fatimah.


"Ayah... Fatih heran kenapa Bundha tidak mengenali Ayah?Apakah Bundha lupa?Tapi seingat kami ingatan Bundha itu lebih tajam dari ingatan kami,Apakah itu tandanya Bundha benar ingin melupakan Ayah?" Tanya Fatih.


Fadhil terdiam,Mungkin benar apa yang di katakan Anaknya,Andhini ingin melupakan Dia.Tapi apakah sholawat tadi juga tidak membuat ingatan Dia kembali ke masalalu?


"Sudah lah Nak...kalian istirahat dulu,nanti coba Ayah memancing Bundha tentang masa lalu " Kata Fadhil.


"Ayah...kami berharap kalian bersatu kembali,tapi kalau kalian tidak bersatu kami juga ga bisa memaksa" Kata Fatih sedih.


"Kita lihat saja nanti ya..Bundha kamu mau ga bersama Ayah?"


"Untuk Ayah sendiri gimana?Apakah Ayah mau bersama Bundha?Apakah Ayah benar benar mencintainya?atau hanya karena kami Ayah mau bersama Bundha?" Tanya Fatimah.


"Ayah sangat mencintai Bundha dari dulu sampai sekarang,tapi Ayah tidak tahu dengan Bundha sendiri gimana?"


"Ayah harus berjuang,sekarang saingan Ayah bertambah" Kata Fatimah sambil mengambil boneka yang di beliin Ayahnya.


"Betulkah?Siapa?"


"Pak Rayhan...teman Ayah sendiri" Kata Fatih.


Fadhil ga nyangka anaknya yang masih kecil tahu kalau Rayhan sangat mencintai Andhini.


"Kalian tahu dari mana?"


"Ada dech..." Kata mereka serempak.


"Wah mulai mainan rahasia ya...awas kalian ya...hayo..hayo" kata Fadhil sambil menggelitik si kembar.


"Ampun Ayah...ampun.." kata mereka kegelian.


Mereka bercanda bersama,seperti dunia hanya milik bertiga ,mereka berharap akan selalu bersama selama nya.


Di sisi lain Andhini sedang sibuk berhubungan dengan Bobi,menanyakan keadaan Ibunya.


Bobby menjelaskan kalau untuk saat ini masih aman aman aja, walau pernah orang bikin perusuh itu datang lagi dengan membawa beberapa orang tapi masih mereka atasi.


Kabar terakhir kalau kelompok mereka di bantu oleh gerombolan gengster dan sewaktu waktu akan mengganggu kembali.


Bobby sedang mencari data gengster tersebut,dan untuk saat ini belum menemukannya.


Andhini minta data gengster tersebut supaya bisa melacak dan mengetahui sepak terjang mereka.


"Makasih Bob...biar nanti Aku minta tolong Fatih untuk menyelediki anggota mereka" Kata Andhini di panggilan telpon.


"Iya bener Teh..minta tolong Fatih aja...Oh..ya gimana hasil lombanya?"


"Alhamdulilah ga sia sia jauh kesana,mereka memang hebat"


"Alhamdulilah Bob...cuma ini Aku lagi bingung,tentang kepulangan mereka?"


"Kenapa Mba?"


"Kerjaanku mungkin akan selesai tiga hari ini,tapi..."


"Tapi apa Teh..."


"Aku juga lagi terkena masalah di sini,Aku juga sedang berurusan denga para gengster"


"Kok bisa..."


"Ya..waktu itu Aku menolong orang yang di jambret,tapi ternyata jambret itu salah satu anggota gengster ,makanya ni Aku lagi di uber uber"


"Nah..Aku takut akan keselamatan Anak anak,Aku tahu kemampuan mereka cuma Aku masih ragu pengendalian emosi mereka"


"Apa perlu Bobi kirim beberapa Orang ?"


"Ga usah Bob...orang orang kamu buat jaga Ibu aja,di sini Aku juga di bantu polisi"


"Bob...gimana kalau personil kamu di tambah?"


"Memang Saya lagi memikirkan itu Teh,cuma kalau Bobi pikir percuma karena anggota kita masih kurang pengalaman ,jadi di kasih banyak personil kurang efektif"


"Bobi ingin minta bantuan Polisi tapi Bobi bingung" Kata Bobi.


"Bingung kenapa Bob?"


"Bingung Teh Kapolresnya di ganti cuma Bobi belum tahu orangnya seperti apa?Apa dia mau bantu Bobi sedangkan Bobi bukan anggota Team".


" Bener juga Bob...gimana kalau kamu juga kirim biodata Kapolres yang baru itu mungkin Aku bisa menyelidikinya".


"Baik Teh..akan Bobi kirim.Udah dulu ya Teh...Assalamualaikum.."


"Walaikum sallam.."

__ADS_1


__ADS_2