ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Meninggalkan kenangan pahit#


__ADS_3

Suara Adzan berkumandang,menunjukkan pagi mulai beranjak.


Andini menggeliat dari tidurnya,Dia merasakan sebuah benda menekannya.Matanya mulai terbuka,dan Dia pun terkejut ingin rasanya meloncat dan berteriak.Tapi Dia berusaha menutup mulutnya sendiri.


Dia buka kembali matanya,Dia tatap lagi laki laki yang memeluknya.


Andini berusaha mengingat kejadian semalam.Tapi serentetan peristiwa pun tidak ada yang bisa dia ingat.


Perlahan lahan Dia melepaskan pelukan laki laki itu,Dan turun dari tempat tidur mengambil gaun yang berserakan.


Aku harus pergi dari sini


Andini berjalan perlahan lahan takut laki laki itu bangun,Dia meninggalkan hotel itu dan Dia berharap akan meninggalkan kenangan pahit itu.


Ya..Allah...


apa yang telah kau takdirkan dalam hidupku aku terima


Andini menunggu taksi dan pulang ke rumah.


Kring..kring..


Di kamar hotel laki laki itu terbangun mendengar suara ponselnya.


"Halo Assalamualaikum Umi..." Kata laki laki itu setelah tahu yang menelpon


"Walaikum sallam....Fadil kamu di mana?Semenjak Acara kamu menghilang?kamu ga apa apakan?"


Laki laki itu diam,dan melihat kamar yang berantakan.Baju koko nya teronggok di lantai,Dia memperhatikan seprai yang di tidurinya ada bercak merah di sana


Astagfirullah...


Fadhil menutup mulutnya,dan mengingat apa yang terjadi semalam.


Fadhil mengingat betapa dia menikmati setiap sentuhan dan permainannya.


"Fadhil..." Teriak Uminya di seberang.


"Iya..Umi maaf,Fadhil akan pulang"


"Assalamualaikum Umi"


Fadhil menutup telponnya,dan masih merenung


Sayang...


kamu di mana...


Aku akan bertanggung jawab dengan mu.


Entah angin apa yang merasuki hatinya,Dia bisa memanggil Sayang walau tidak tahu siapa gadis itu


Sayang...


Panggilan itu masih terngiang ngiang waktu bercinta semalam.


Fadhil bangun dan membersihkan diri kemudian Dia melakukan Sholat Taubat dan Sholat subuh.


Setelah Sholat Dia menemukan secarik kertas bertuliskan


Terimakasih untuk semalam


Dan maaf atas apa yang ku perbuat


Lupakan aku dan anggap kita tak pernah bertemu


dan lupakan apa yang telah terjadi di antara kita


Semoga kita tidak pernah bertemu lagi


Fadhil meremas kertas itu,


Kenapa kamu harus pergi


padahal aku sudah berjanji akan mempertanggung jawabkan semua ini


Walau kita baru kenal


Sejujurnya aku telah jatuh cinta pandangan pertama waktu aku melihat kamu di lobi.


Fadhil menuju ke ruang operasi CCTV untuk melihat kejadian semalam,tapi ternyata CCTV yang menuju kamarnya Dia lagi rusak.Dia pun putus asa.


Kemudian Dia menelpon asistennya untuk mengecek tamu yang ikut acara pelepasan Wisuda semalam ,dan Dia kembali ke Pesantren.


Dengan pikiran kalut,Fadhil mengendarai mobil.

__ADS_1


Dan sampai lah Dia ke pesantren langsung menuju ke Ruang keluarga di sana ada Abah Rizal dan Umi Zahra yang sedang menunggunya.


"Aby....Umi..."


Fadhil langsung memeluk Aby dan Umi nya kemudian menangis.


Aby dan Uminya heran dengan kelakuan putranya.


"Fadhil...kamu kenapa?malu dong ama para santri yang lain kalau lihat kelakuan kamu" Kata Umi Zahra.


"Aby...Umi..maafkan Fadil..Hiks..Hiks" Kata Fadil masih menangis.


"Coba tolong ceritakan ada apa?biar kami tidak bingung" Kata Abah Rizal penasaran.


Fadhil mengambil nafas dalam dalam,kemudian menceritakan apa yang terjadi .Fadhil sudah siap resiko yang akan terjadi.


Abah dan Umi terkejut dan tidak menyangka kalau anak yang sangat di banggakan akan melakukan hal zina itu.


Abah murka dan menampar Fadhil.


"Dasar bocah L*****....kenapa kamu tidak bisa mengendalikan syahwat,apa kata dunia nanti kalau mereka tahu,seorang anak pemilik Pesantren Al Firdaus adalah tukang Zina" Kata Abah Rizal


"Maaf kan Fadhil By.. Fadhil salah.."


"Fadhil janji mau bertanggung jawab,Ni Fadhil sedang mencari Dia" Kata Fadhil masih terisak.


"Baik...Aby tunggu dalam waktu satu bulan,kalau kamu tidak bisa menemukannya Aby kirim kamu ke Tarim".


" Tarim By?Tidak mau,Fadhil ingin jadi Dokter By" Kata Fadhil.


Dari dulu Fadhil bercita cita ingin menjadi Dokter daripada menjadi Ustad,makanya Dia bertekad mengambil Kuliah kedokteran.Sekarang gelar Dokter sudah di dapat,tapi kenapa dia harus ke Tarim?


"Keputusan Abi dah bulat,mau tidak mau kamu haris menyetujuinya" Kata Abah Rizal Sambil berdiri dan meninggalkan Fadhil dengan Uminya.


"Umi...." Fadhil menatap Uminya butuh pembelaan.


"Maaf untuk ini Umi tidak bisa ikut campur,Kesalahanmu sangat besar"


"Baru kemarin Umi memohon ke Bu Arumi untuk melamar kamu dengan Andini,tapi karena kelakuan kamu,Umi jadi malu" Kata Umi Zahra sambil menghapus air mata.


"Andini...?Di jodohkan?


" Ga salah Umi...?


"Sejak kapan Umi punya pikiran seperti itu?Lalu Andini itu siapa?" Tanya Fadhil kecewa


"Cewe gahar itu?Ga salah Umi?Dia jauh dari kriteria Fadhil?"


"Emang kriteria Fadhil seperti apa?suka Mabuk?suka merayu?" Kata Umi marah


"Umi..."


Fadhil hanya diam dan baru kali ini Umi marah hanya karena seorang wanita yang tidak ada lembutnya sama sekali.


Mereka diam dan larut dalam pikiran masing-masing.


"Assalamualaikum Umi..." kata Pak Rudi di luar pintu.


"Walaikum sallam Pak..silahkan masuk"


"Makasih Umi...saya kesini cuma mau menyampaikan kalau keluarga Arumi udah pergi dari pagi tadi" Kata Pak Rudi.


"Apa...pergi Pak?mungkin ke pasar Pak?" Kata Umi ga percaya.


"Ga Umi tadi kata tetangganya melihat kalau mereka pergi ke luar kota tapi ga tahu kemana" Kata Pak Rudi.


"Alhamdulillah...." Kata Fadil


"Lo..kok Alhamdulilah Nak.." Tanya Pak Rudi.


"Ya..Alhamdulilah Pak..berarti Fadhil tidak jadi di jodohkan ama cewek gahar itu"


"Kok Gahar...Nak..Bapak rasa Non Andini cewek baik,dan sudah Hafal Alquran 30 juz,mungkin emang sikapnya yang agak Bar..bar karena untuk melindungi diri dari menghadapi kerasnya hidup" Kata Pak Rudi.


"Ach..Pak Rudi ama Umi sama aja,Bagi Fadhil sama aja Dia cewek kelakuan minus"


"Hush...jangan gitu Fadhil,menilai orang jangan dari luarnya,kamu belum tahu kebaikan hatinya"


"Jangan suka mencela,bisa bisa dia jodoh kamu kelak" Kata Umi.


"Idih...amit amit Umi,Fadhil ga mungkin berjodoh sama dia,lihat aja Ilfil..." Kata Fadhil.


"Udah...ah..Umi Fadhil mau cari Cewek itu yang sudah membuat Fadil bahagia.."


"Assalamualaikum.."

__ADS_1


Umi Zahra hanya geleng geleng kepala.


Dasar bocah tak tahu diri udah berbuat dosa malah bahagia.


Ya...Allah pertemukan Fadhil dengan gadis itu ,untuk menebus dosanya.


Di Bandara Juanda Andini dan ibunya sedang menunggu take off pesawat.Mereka memutuskan untu pergi ke Palembang.


Dengan melalui perdebatan panjang akhirnya mereka memutuskan pergi ke sana,Awalnya Andini mau pergi ke Jakarta sekalian mengambil bea siswa S2,tapi Ibunya tidak menyetujui dengan alasan tidak mau mengingat masa lalu yang pahit.


Andini pun menyerah dan tidak memaksakan kehendak,yang penting bagi dia keluar dari kota dan tidak akan bertemu lagi dengan laki laki itu.


"Andini..." Panggil Arumi kepada putrinya yang sedari tadi hanya melamun.


"Ya..Bu..." Jawab Andini.


"Kamu udah yakin dengan keputusanmu?apa tidak kamu cari tahu siapa dia?"


"Ga...Bu,Andini yakin keputusan ini,Andini tidak ingin kecewa kalau ketemu Dia terus Andini di caci,dan di hina karena Andini sadar semua itu salah Andini" Jawab Andini sambil menatap ke depan.


Setelah Lima belas menit menunggu,akhirnya pesawat menuju Palembang tinggal landas membawa Andini dan ibunya menempuh hidup yang lebih baik.Itu harapan setiap manusia.


Kita yang merencanakan tapi Kuasa Tuhan yang menentukan.


...----------------...


Satu bulan sudah Firman mencari gadis yang pernah tidur dengannya,Tapi semua Nihil.


Fadhil tidak menemui titik terang.Pihak Hotel yang menangani acara tersebut pun tidak memberi jawaban yang pasti.Hanya memberitahu Nama kampus yang menyelenggarakan.


Pihak kampus pun sudah memberikan berkas berkas murid yang lulus juga tidak memenuhi titik terang.


Semua berkas cewek yang ada tidak sesuai yang di harapkan Fadhil.


Fadhil hanya menemukan nama cewek yang akan di jodohkan dengan Dia.


Ternyata kamu kuliah di sini juga.


Tidak ada bagusnya sama sekali.


Fadhil memandangi foto itu,Gadis yang berpotongan seperti cowok dan tidak ada aura kecantikan sama sekali.


Aku ga tahu dari sudut mana Umi menyukaimu?


Sehingga Umi mau menjodohkan kita.


Seandainya Fadil lebih teliti dan mau mengedit Foto itu mungkin waktu itu juga Fadhil akan malu dengan dirinya sendiri,karena gadis yang dia benci adalah gadis yang sama dan telah membawa dia dalam cinta satu malam yang tidak bisa terlupakan oleh Fadil.


Tepat satu bulan dari perjanjian.Abah Rizal memanggil Fadhil di ruang kerjanya.


"Assalamualaikum...Aby..."


"Walaikum sallam..."


"Ada apa gerangan Aby memanggil Fadhil?"


"Fadhil. ..apa kamu lupa tentang perjanjian kita?"


Perjanjian apa Aby?"


"Dasar bocah...sebenarnya dalam pikiranmu yang kamu ingat itu apa?"


"Maaf ...By,Fadhil bener bener lupa?"


"Fadhil...ini tepat satu bulan Aby memberi kesempatan untuk mencari gadis itu,apa kami berhasil?"


Fadhil jadi ingat kalau satu bulan yang lalu Abby nya memberi kesempatan untuk mencari gadis itu kalau tidak Dia mau di kirim ke Tarim,memperdalam ilmu agama.


Fadhil hanya diam dan menggeleng kan kepala.


"Berarti dengan berat hati Aby kirim kamu ke Tarim malam ini juga?"


"Malam ini juga By..." tanya Fadhil terkejut.


"Iya....semua sudah Aby siapkan kamu tinggal berangkat nanti malam" Kata Abah Rizal.


"Aby..."


"Ga ada toleransi lagi lebih cepat lebih baik mengerti? Kata Abah Rizal lagi.


Fadhil tidak bisa membantah,kemudian Dia undur diri untuk packing baju yang perlu di bawa.


Dia sudah tidak bisa berbuat apa apa kalau Abah sudah memberi Ultimatum.


Umi Zahra yang melihat kejadian itu terus menghampiri dan memberi nasehat bahwa semua demi kebaikan Fadhil dan semoga ada hikmah di balik ini semua.

__ADS_1


Fadhil pun mengerti dan mulai mem packing bajunya di bantu Uminya.


Sebenarnya hati Umi Zahra juga sedih,Baru saja Fadhil pulang setelah menyelesaikan kuliahnya di Jakarta,dan ingin mengabdi Di Rumah Sakit Kota Surabaya,tapi ini Putranya akan pergi lagi meninggalkan Dia ke Tarim kota yang begitu jauh di sana.


__ADS_2