ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
# Teringat masa lalu #


__ADS_3

Setelah hasil DNA keluar mereka sepakat untuk menjaga jarak,karena tidak ingin terdapat rumor rumor yang tidak mengenakan.Si kembar fokus dengan perlombaan yang akan di hadapinya.Sesekali mereka di bantu Ustadz Ali dan Ustadz Zaki.


Si kembar juga selalu berhubungan dengan Bundanya tentang kolaborasi antar ibu dan anak.Dari segi hafalan dan sholawat bersama.


Andini memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih materi yang akan di jadikan bahan kolaborasi nanti.


Mereka sudah memutuskan kalau yang akan di tampilkan nanti adalah kolaborasi yang pernah di lakukan waktu ajang "Mom n Kids Islami" yang pernah di selenggarakan di Palembang dulu.


Cuma Andini menambahkan beberapa point supaya tidak monoton dan ada variasinya.si kembar setuju karena mereka percaya kalau ide ide Bundanya selalu berkesan di mata orang orang yang melihat.


Mereka selalu latihan bersama walau jarak jauh.Kekompakan dan penyatuan rasa itulah kunci dari mereka bertiga.


Hari demi hari di lalui dengan kebahagiaan.Terkadang Ustadz Fadhil menelpon mereka di saat semua sudah terlelap.Mereka membahas setelah usai perlombaan hubungan mereka gimana.Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan,tapi hanya Allah lah yang menentukan.


INDONESIA


Sebelum keberangkatan ke Tarim,Andini menyelesaikan pekerjaan yang ada di Indonesia.Rencana awal Andini mau mengajukan cuti satu bulan.Tapi CEO nya tidak mengijinkan.Karena terlalu lama Andini meninggalkan pekerjaan maka semakin menumpuk pula pekerjaan tersebut.Apalagi mencari pengganti Andini sangatlah sulit.


CEO tidak menyetujui cutinya Andhini.Tapi Dia di beri pekerjaan untuk mewakili perusahaannya mengadakan kerjasama dengan Resto yang Go Internasional dan pusatnya Di Tarim.


Ibarat kata Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui 


Selain menghadiri Kompetisi anaknya,Andini juga melakukan pekerjaannya.Akhirnya Andini harus mulai dari awal dan mencari info tentang Resto yang akan di ajak kerjasama.Diapun harus mulai membuat bahan presentasi .


Dia mulai sibuk dengan mempelajari resto yang di Tarim.Dengan kepercayaan itu banyak yang iri karena keberhasilan yang di capai nya.


Rumor pun berdatangan mereka menganggap kalau Andini ada affair dengan CEO,makanya Dia bisa mencapai titik keberhasilan yang paling tinggi dalam satu bulan.


Andini tidak ambil pusing akan itu semua.Dia jalani dengan memasukkan telinga kanan keluarkan telinga kiri.Itulah prinsip yang dia pakai selama ini.


"Assalamualaikum Nad..."


"Walaikum salam Mba"


"Kamu udah makan?"


"Belum Mba ni baru mau ke kantin"


"Ayo kita sama sama ke sana?"


Mereka menuju kantin sama sama.Melihat Andini datang akhirnya kasak kusuk terjadi.Dan banyak yang menyindir Dia menjadi p******* lah,wanita simpanan CEO,Andini tidak menanggapi.


"Lihat...tuh Wanita J***** ga tahu malu makan di tempat umum,Sok cantik tahu" Kata salah satu karyawan yang sedang makan.


"Iya..percuma memakai jilbab tapi hanya buat kedok aja" Kata yang lainnya


Andini mendengar tetapi tidak menanggapinya.Bagi Andini bulian seperti itu udah makanan Dia setiap hari dari kecil sampai sekarang.


"Mbak..ga usah di dengar ya kata kata mereka?" Kata Nadia menenangkan Andini.


Andini tersenyum...


"Tenang aja Nad...udah biasa..udah Ayo makan?waktunya segera habis!" Kata Andini sambil menikmati makan siangnya.


Dengan tenangnya Andini menikmati makan siang tanpa beban.Tapi tiba tiba ada kuman yang mengganggu.


"Aduh....I am Sorry..Bu Andini" Kata Zaskia sambil berusaha mengatupkan tangannya karena sambal yang dia pegang tumpah di baju Andini.


Andini melihat bajunya kotor karena sambal yang di tumpahkan Zaskia.


Selama ini Dia berusaha menahan amarah karena bulian teman temannya,Tapi untuk saat ini Dia merasa harga dirinya di injak injak.Emosinya meledak,matanya melotot.


"Oops...maaf Bu jangan marah,kan baju bisa minta CEO untuk minta beliin yang baru" Kata Zaskia mengejeknya.


Andini menarik kerah Zaskia.


"Dengarkan baik baik ya karena kamu yang menumpahkan sambal di bajuku berarti kamu yang membelinya mengerti...."


"Tapi tunggu aku ga sudi memakai baju dari uang haram,jadi aku minta kamu cuci bajuku sekarang juga"Kata Andini masih mencengkeram kemeja Zaskia.


Zaskia marah dan berusaha menjambak jilbab Andhini.Tapi dengan sigap Andini menangkap tangan Zaskia.


" Mau melawan?silahkan apa kamu mau melihat Video kamu aku sebarkan di sosial media seperti kamu memfitnah aku" kata Andini sambil melihatkan Video Syur Zaskia dengan salah satu CEO yang ada di kota Jakarta.


"Aku tahu kamu memfitnah aku seperti itu,karena kamu merasa tidak berhasilkan merayu CEO jatuh di pelukanmu?"


"Lihatlah...." Andini juga melihatkan Video di mana dia sedang merayu Aditya Pratama tapi malah di tampar oleh CEO.Sehingga dengan kejadian itu Zaskia di turunkan jabatannya menjadi Staf biasa.


Muka Zaskia pucat,ternyata orang yang selama ini kelihatan lemah mengetahui rahasia yang selama ini Dia simpan rapi.


Zaskia mundur dan meninggalkan meja makan Andini.


"Tunggu..." Andini menghentikan langkah Zaskia.


"Kamu lupa harus mencuci bajuku?ingat kamu cuci sendiri dan jangan bawa ke laundry kalau kamu tidak ingin Video ini menjadi tranding hari ini" Kata Andini sambil melepas bajunya.


Ternyata walau Andini melepas baju formalnya Dia masih menggunakan kaos panjang yang biasa Dia pakai setelah pulang dari kerja.


Zaskia tidak bisa berbuat apa apa kemudian mengambil bajunya Andini dan melangkah pergi.


Orang orang yang makan siang di kantin hanya diam,dan tidak menyangka orang yang selama ini Dia buli dan di anggap lemah,ternyata bisa marah juga.


Nadia sangat takjub,selama ini atasannya selalu melihatkan wajah tenang dan sabar ternyata juga punya ketegasan melebihi CEO mereka.


Kalau di pikir pikir sifat dan wajah mereka hampir mirip.


Di kantor CEO Aditya dan Jefri melihat kejadian itu hanya menggeleng geleng kepala.Ternyata Direktur Keuangan yang baru selain mempunyai otak encer tapi Dia juga punya ketegasan yang tidak terlihat.


"Gila Bro ga nyangka kalau Dia bisa segalak itu,padahal biasanya Dia hanya diam dan mengalah"


"Tapi sebentar kalau lagi marah gitu kok mukanya kaya ga asing,coba aku Zoom dulu.' Kata Jefry.


Setelah memperhatikan seksama Jefri mengerut keningnya.


" Kenapa Jef...tampang kamu kok aneh gitu?"


Jefri hanya diam sesekali Dia melihat ke Aditya terus ke foto Andini yang di laptop.


"Mirip.. bener bener mirip" Gumam Jefri.


"Heh...apa apa an sih kamu di tanya malah manggut manggut" Tanya Aditya


" Eh.. Bro selain kencan ama mantan Istri kamu,apakah kamu pernah kencan ama wanita lain?"


"Jef..maksud kamu apa apaan sich,ga ngerti saya"


"Kamu tahu sendiri setelah terpisah dengan Arumi aku ga pernah hubungan dengan wanita lain,walau Mommy selalu men jodoh jodohkan dengan anak dari relasinya"


"Emang kenapa sich...tiba tiba kamu ingatkan aku sama Arumi?" Tanya Aditya

__ADS_1


"Bro masih punya fotonya Arumi ga?"


"Masih..emang kenapa ?kamu termakan gosip murahan kalau aku ada affair dengan Andini?"


"Bukan gitu Bro...tapi coba pinjam fotonya Arumi " Kata Jefri


Aditya kemudian mengeluarkan foto waktu Dia masih bersama istrinya.Aditya memandangi foto itu.


Sayang...


kamu sekarang dimana?


Apakah kamu masih ingat aku?


Apa kamu sudah punya keluarga?


Dua puluh tujuh tahun kita berpisah bagaimana kabar kamu sayang?


"Hai Bro. .kok malah bengong?" Tanya Jefri membuyarkan lamunan Aditya.


"Maaf Jef...ni fotonya Arumi" Kata Aditya sambil menghapus air matanya.


"Udah...Bro sori kalau membuka luka lama" Kata Jefri sambil mengambil foto Arumni.


Jefri memandang Foto Arumi,kemudian Gambar Andhini terus melihat Aditya


Bila di perhatikan dengan seksama wajah Andini mirip dengan Aditya,cuma bibir dan matanya mirip dengan Arumi.


"Bro.. mungkin ga kalau Andini itu anak kamu dengan Arumi?" Kata Jefri.


"Apa Jef..Andini anakku?"


"Ga salah?Waktu itu pernikahan kami belum ada satu bulan mana mungkin Arumi hamil?" Kata Aditya


"Bro..bro itu kan baru kemungkinan,lagian sebelum kalian berpisah kamu kan pasti sudah pernah berhubungan suami istri?"


Aditya hanya diam,Benar kata Jefri sebelum perpisahan itu Dia dengan Arumi pernah berhubungan suami istri tidak hanya sekali atau dua kali,tapi setiap saat mereka selalu memadu kasih.


"Udah.. udah malah mengingat masa lalu,sebentar aku cek dulu biodata Andini biar kita tahu kebenarannya,sekalian gimana kalau kamu test DNA aja buat pastiin Dia anak kamu atau bukan?" Kata Jefri sambil mengecek biodata Andini.


"Lihat Bro...nama ibunya Andini adalah Arumi,tapi kita ga tahu apakah itu Arumi istri kamu atau bukan?"


" Ni ada alamatnya gimana kalau kita cari tempat tinggalnya?"


"Boleh.. boleh itu Jef...terus gimana dengan Test DNA nya?"


"Tenang aja entar Aku akan minta sampel darah dan rambutnya,buat test kesehatan ke luar negeri,gimana menurut kamu?"


"Terserah kamu aja Jef,aku ga sabar pingin ketemu Arumi" Kata Aditya sambil memandangi foto Arumi dengan kerinduan.


"Bro...kalau emang itu Arumi terus rencana kamu gimana?"


"Aku belum tahu Jef,ini terlalu cepat untuk berpikir,yang penting sekarang kita mastiin DNA dan keberadaan Arumi"Kata Aditya


" O...ya Andini berangkat kapan Jef?"


"Satu minggu lagi...berarti tentang hasil DNA kita bahas kalau Andini sudah kembali" Kata Jefri.


"O..ya Jef..Andini bilang mau ke Tarim dalam rangka apa?"


"Waktu itu Dia bilang kalau mau menghadiri perlombaan anaknya di Tarim"


"Emang lomba apa?"


"Wah hebat berarti cucuku ya....kalau emang Andini putriku" Kata Aditya


"Berdoa aja Bro...kalau benar berarti masa jomblo dan penantian kamu selama ini tidak sia sia,dan semoga senjata kamu tidak keburu karatan ...Ha...ha.." Kata Jefri.


"Buset dah.. omongan kamu jorok banget?"


"Ha...ha...bercanda Bro tapi benar kan?emang kamu ga haus kasih sayang seorang wanita?enak tahu,aku aja udah punya istri selalu haus apalagi kamu seorang JONES...Ha..ha.." Kata Jefri ketawa.


"Awas kamu Jef..." Kata Aditya sambil melempar bantal sofa ke muka Jefri.


"Udah.. udah aku mau telpon Andini dulu biar Dia bisa ambil sampel ke rumah sakit,kamu juga bersiap siap untuk ke rumah sakit juga,habis itu kita cari alamatnya atau kita ikuti Andini dari belakang" Kata Jefri sambil menyambungkan interkom nya di mejanya Andini.


Sesuai rencana awal Andini di suruh mengambil sampel untuk di cek apakah DNA nya sama dengan Aditya atau bukan?


Andini tidak terlalu curiga atas pengambilan sampel tersebut,karena bagi Dia wajar kalau itu syarat mau perjalanan ke luar negri.Cuma ada perasaannya yang mengganjal.Tapi Dia abaikan karena bagi Dia bukan masalah penting yang harus menguras pikirannya.


Andini langsung berangkat menuju rumah sakit.Dia menemui pihak Rumah sakit dan mengatakan dari Kantor PRATAMA.


Suster yang mendengar Group Pratama Dia langsung membawa Andini ke ruang pengambilan sampel.


Setelah pengambilan sampel sudah selesai Andini langsung pulang dan ingin segera membantu ibunya karena sebentar lagi Dia akan meninggalkan Ibunya di Jakarta sendiri.


Andini tidak menyadari kalau taksi yang dia tumpangi ada yang mengikuti.Mungkin kalau Dia sedikit membuka mata batinnya Dia akan tahu kalau sedang di ikuti.


Sampai di rumah Dia melihat Ibunya sedang sibuk melayani pembeli.


Semenjak kepindahan ke Jakarta,Andini memberikan modal kepada Ibunya untuk membuka warung makan sekalian menerima katering.


Dengan kegiatan tersebut Andini berharap ibunya tidak merasa kesepian dan ketakutan akan kota jakarta.


Tadinya Arumi sangat menentang untuk hidup di Jakarta dan ingin melupakan masa lalu,tapi karena demi anak dan cucunya Arumi memberanikan diri masuk kota jakarta.


Arumi berharap tidak akan ketemu lagi mantan suaminya.


"Assalamualaikum..Bu" Sapa Andini.


"Walaikum salam...kamu udah pulang nak?"


"Udah bu...gimana warungnya ramai?" Kata Andini sambil meletakkan tas kerjanya kemudian membantu Ibunya menyiapkan pesanan.


"Kamu ga capek Nak.?Istirahatlah besok kamu kerja lagi" Kata Arumi.


"Tenang aja Bu aku belum lelah,lagian sebentar lagi Andini ga bisa bantu Ibu,jadi mumpung Andini masih di sini,Andini siap membantu" Kata Andini


"Ya udah ...itu ada pembeli datang kamu yang layani ya..Ibu masih bikin sayuran ini di luar habis takutnya nanti pembeli yang lain kecewa kalau menu spesialnya habis"


"Gimana kalau Ibu aja yang ke depan,biar Andhini yang masak,Kan masakan Andini juga ga buruk buruk amat kan?"


"Terserah kamu aja Nak,Ibu kira kalau kamu di depan bisa ketemu Arjuna yang memikat hati kamu"


"Idih Ibu bisa aja ga ada Arjuna yang akan tersesat di sini,lagian Andini ga mau mikirin hal hal yang habiskan tenaga dan waktu,di pikiran Andini hanya membahagiakan Ibu dan anak anak"


"Andini takut kalau anak anak ga suka akan pilihan Andini,maka biarkan berjalan seperti ini"


"Kamu uda dewasa Din...seharusnya udah mikirin masa depan kamu"

__ADS_1


"Biar anak anak yang mencari jodoh buat Andini bu,jadi Andini ga usah repot repot minta persetujuan mereka" Kata Andini sambil memasak menu spesialnya.


"Terserah kamu Din..ibu da capek membujuk kamu cari pasangan,apakah di kantor juga tidak ada yang singgah di hati?"


Andini menggeleng.Karena Dia ga tahu apakah ada teman kantornya yang menaruh hati padanya,sedangkan Dia sedang di gosipkan dengan CEO.


Terkadang Andini merasa kesepian,Cinta tak pernah memihak Dia.Dulu ada Angga yang selalu memberi perhatian dan menyatakan cinta padanya tapi Andini tidak pernah merasakan cinta yang sama.


Andini teringat akan seseorang yang pernah Dia tolong,Dia rela perutnya tertusuk agar orang yang Dia cintai selamat.Itulah Cinta yang pertama kali tumbuh.Tapi hanya cinta masa kecil.Dan cinta itu bertepuk sebelah tangan,karena anak itu ga pernah merespon akan kehadiran Andini tapi selalu aja mengajak berantem.


Walaupun bertengkar Andini sangat bahagia,karena dengan pertengkaran itu Dia bisa melihat sang pujaan hati dengan dekat.


Andini hanya menghela nafas panjang


Kanapa aku harus mengingat Dia?


Mungkin Dia sudah punya keluarga yang bahagia.


Ach bodohnya kamu Din..


mencintai orang yang salah dan ga mungkin Dia akan mencintaimu


Karena kalian bagaikan langit dan bumi.


Apalagi kamu sudah memiliki si kembar.


bodoh...bodoh.


Gerutu Andini sambil memukul kepalanya.


Di luar terdengar keributan kecil,Andini melihat Ibunya di ganggu seorang Om om.Andhini tidak terima melihat Ibunya di lecehkan seperti itu.


Dia langsung menghampiri Om om ganjen itu.


"Ada apa Bu?" Tanya Andini.


"Ga apa apa Nak..udah selesai masaknya?"


"Udah Bu...Dia tidak kurang ajar kan?"


Arumi hanya diam.Ga mungkin Dia bilang tidak apa apa tapi kenyataannya pembeli itu memegang B*******.Tapi ga mungkin Dia bilang iya karena Andini akan menunjukkan kemarahannya.


Andini merasa ibunya menyimpan sesuatu dan berusaha menjelajahi alam pikiran ibunya.Sebelum di jelajahi alam pikirnya Arumi berusaha merayu Andini agar masuk,karena masih ada pelanggan yang ada di rumah makannya.


"Udah Din..Ibu tidak apa apa,Kamu siapin menunya aja ya" Bujuk Arumi berusaha meredamkan amarah Andini.


"Wah..wah ternyata di rumah makan ini ada bidadari bidadari turun dari kayangan ya" Kata Om om itu sambil berusaha meremas b******* Andini.


Andini bukanlah Arumi yang selalu berpikiran baik pada semua orang,Tapi Andini adalah orang yang selalu waspada pada sekelilingnya.Dia melihat dan membaca pikiran kotor itu tangannya langsung sigap menarik dan memelintir tangan orang mesum itu.


"Jangan harap kamu bisa mendapatkan keuntungan dua kali ya dari kami,walau Ibuku tidak menceritakan perbuatan bejat kamu terhadapnya tapi aku tahu dari otak kotor mu mengerti"


"Pergi dari sini dan jangan kembali ke sini lagi"


"Ingat walau kami hanya seorang perempuan tapi kami bukanlah wanita lemah yang mampu kamu tindas" Kata Andini penuh kemarahan dan mendorong orang itu ke pintu keluar.


Orang orang hanya diam,mereka tak menyangka putri rumah makan yang terkenal pendiam bisa semarah itu.


"Tunggu..." Teriak Andini kepada Orang yang berbuat kotor.


Tangan Andini langsung menarik pergelangan tangan orang itu.


Krak...Ach...


Bunyi tulang patah.Orang itu meringis kesakitan.


"Dengar itu balasan orang yang sudah berbuat menjijikkan kepada Ibu saya,lain kali kalau kamu lakukan itu bukan tulang tangan kamu yang aku patahkan tapi leher kamu mengerti?" Teriak Andini penuh kemarahan.


Arumi pun berlari keluar dan menenangkan anaknya.


"Udah...udah Nak malu di lihat orang"


"Malu Bu...apa tadi Ibu tidak malu waktu Dia menyentuh Ibu?Kenapa Ibu diam aja ,Ibu kan bisa melawan bukan hanya menegur pakai mulut aja,Orang kaya gitu ga bisa hanya pakai mulut doang tapi harus pakai kekerasan" Kata Andini sambil pergi dan masuk kedalam rumah.


Arumi hanya Diam,Dia tahu kalau anaknya lagi di kuasai amarah akan sulit di jinakkan.


"Yang sabar Jeng...wajar kalau anak marah apalagi melihat ibunya di lecehkan" Kata Ibu Sofi pelanggan rumah makannya.


"Jeng Arumi harus bersyukur karena punya anak yang masih peduli ama orang tua,tidak seperti Saya anak sudah besar besar,punya kehidupan sendiri Mommy nya bilang kangen tapi mereka selalu aja alasannya" Lanjut Bu sofi.


"Makasih Bu..saya tahu watak anak saya kalau melihat saya kenapa napa Dia ga akan diam,"


"cuma yang saya takutkan masalah akan semakin besar kalau orang tadi tidak terima akan perlakuan anak saya" Kata Arumi penuh khawatir.


"Semoga aja tidak seperti itu ya Bu...banyak berdoa aja" Kata Bu Sofi.


"O..ya punya saya di bungkus seperti biasa ya..." Lanjut Bu sofi.


Arumi pun mulai membungkus pesanan Bu Sofi.


Di dalam rumah Andini sedang menelpon seseorang.


***"Assalamualaikum Boz...tumben lagi hubungi kami" Kata Orang di sebrang.


***"Walaikumsallam ...maaf aku butuh kalian bisa datang ke Jakarta?"


***"Kapan Boz datang ke Jakarta?kok tidak kasih tahu kami?"


***"Sudah..sudah nanti aku ceritakan,ni sangat mendesak tolong kamu ke Jakarta bawa beberapa orang untuk menjaga Ibu"


***"Kira kira berapa Orang Boz?"


***" Mungkin Dua orang jaga di rumah ku tapi cewek,selebihnya bisa di atur di luar?"


***"Kaya nya serius Boz?kok butuh orang banyak?


***Aku mau pergi selama satu bulan dan berharap tidak apa apa dengan ibuku"


***oke Boz nanti aku minta tolong yang di Jakarta,kapan perginya?biar kita bisa ketemu untuk melihat pengawalnya sekalian"


***Oke besok pagi jam sepuluh bisa?


***Baik Boz akan kami siapkan,kebetulan jaga Non Arumi saya tahu siapa yang akan nemenin


**"Aku tunggu kalian dan ku harap ga mengecewakan ya" Kata Andini sambil mengakhiri panggilan tersebut.


Andini merasa tenang sekarang karena ada yang bisa menjaga ibunya selama Dia pergi.Mungkin kalau bukan karena peristiwa tadi Andini tidak perlu khawatir karena Dia yakin ibunya bisa melindungi diri.


Tapi karena pelecehan ibunya tadi Andini tidak tenang,apalagi Dia tahu siapa orang yang telah mengganggu ibunya.Dia adalah seorang pemilik bar yang tidak jauh dari rumahnya.

__ADS_1


Andini tidak tahu kenapa pemilik bar itu bisa tersesat dan makan di rumah makan ibunya.Tidak bisa di pungkiri kalau semua mata lelaki akan terpesona dengan ibunya.


Walau usia sudah mau memasuki setengah abad tapi kecantikan ibunya masih terlihat.Orang orang melihat kalau Dia dan ibunya seperti Kakak Adik.Mungkin mukanya terlihat tua kali ya,karena jarang tersenyum sedangkan Ibunya selalu tersenyum bila bertemu orang lain.


__ADS_2