ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Menu Special#


__ADS_3

Melihat Arumi di lecehkan darah Aditya mendidih.Dia ingin menghajar orang yang bikin kerusuhan itu.Tapi Jefri melarangnya.


"Tahan Bro...jangan emosi,lihat tuh Andini bisa mengatasinya" Kata Jefri sambil menunjukkan ke arah rumah makan itu.


"Gila selain otaknya encer ternyata jago berantem juga,untung tadi Zaskia tidak terkena bogem nya cuma pelototi mata aja udah ngeper Dia" lanjut Jefri lagi.


"Apa Dia anakku Jef?"


"Yang pastinya Aku ga tahu Dit,hasil DNA baru besok,tapi kalau Arumi setelah pisah ama kamu ga pernah menikah lagi berarti Andini anak kamu"


"Tapi lihat tuh...kalau dari sikap marahnya sebelas dua belas dengan kamu,aura membunuh kelihatan banget " Kata Jefri masih melihat kearah rumah makan tersebut.


Mereka melihat orang yang melecehkan Arumi pergi dari rumah makan itu dengan membawa amarah yang sangat besar.


"B******...awas loe ya..gue bakal bikin perhitungan nanti" kata Orang itu sambil berlalu.


"Jef..coba kamu cari tahu siapa Dia?" Kata Aditya


"Siap...Boz.."


"O..ya ngomong ngomong laper nich belum makan,gimana kalau kita makan di rumah makan Arumi?"


" Ogah ..ah..nanti kalau Arumi mengingat aku gimana?Aku belum siap kalau ketemu Dia" Kata Aditya


"Dit..Dit.. kaya anak kecil aja kamu,sampai kapan kamu harus seperti ini terus?Kalau Dia ingat Kamu bagus to?"


"Tapi Jef...Aku.."


"Alah udah ayo ga usah pakai mikir lama lama,Aku uda laper tahu" Ajak Jefri sambil mendorong tubuh Adit biar keluar dari mobil.


Jefri pun keluar dari mobil sambil menarik tangan Adit.Di dalam kedai hanya Arumi dan beberapa pelanggan yang makan di situ.


Arumi melihat ada pelanggan masuk ke kedai Dia pun menyambutnya dengan ramah,dan berusaha tenang dan melupakan insiden yang baru terjadi.


Adit sudah antisipasi menggunakan kacamata dan masker agar Arumi tidak mengenalnya.


Sedangkan Jefri tidak perlu memakai penyamaran karena Arumi tidak akan mengenalnya,karena waktu Adit menikah dulu Dia masih di London,Setelah Ayahnya Adit meninggal Dia di suruh pulang untuk membantu Adit mengurus Pratama Group.


"Silahkan Tuan mau makan apa?tapi maaf gulai kepala Kakapnya tinggal satu porsi,tapi untuk menu lainnya masih ada" Kata Arumi sambil melihatkan menu makanan.


Sambil menunggu pelanggannya memesan ,Arumi berusaha menghindari tatapan dari pelanggan yang baru masuk.


Entah perasaan apa ,tiba tiba jantung mulai berdetak kencang dan rasanya mau keluar.Arumni tidak tahu perasaan itu,cuma Dia ingat kalau perasaan semacam itu pernah terjadi beberapa puluh tahun lalu dan hanya Suaminya yang selalu menghadiri perasaan itu.


Tapi sekarang perasaan itu muncul lagi,tapi pada orang yang salah.Ya..kepada pelanggan barunya yang memakai masker dan kacamata.


Setelah selesai memilih menu,Jefri berdiri dan memberikan kepada Arumi.


Arumi kaget melihat menu yang di pilih pelanggan aneh itu.


Makanan ini kenapa sama yang di sukai kamu Sayang...


Arumi masih bengong,selama Dia membuka kedai menu menu itu hanya sebuah tambahan dan tidak Dia masukkan menu spesialnya,Arumi belum sanggup untuk memasak menu itu,karena dengan memasak menu itu Dia akan membuka luka lama.


Ya..Allah...


setelah 27 tahun ini Aku anggap sudah bisa melupakan Dia..


Tapi ternyata aku belum bisa.


Hanya memasak menu kesukaannya Aku merasa tidak sanggup.


Apa Aku minta tolong Andini aja ya?


Akhirnya Arumi mengirim pesan ke Andini untuk meminta bantuan memasak menu untuk pelanggan.


Andini yang ada di kamar membaca pesan dari Ibunya segera turun untuk membantu Ibunya.Apalagi Kedai sebentar mau tutup.


Setelah menenangkan diri emosinya agak mereda,Andini bergegas menemui ibunya.


Di meja pelanggan Andini melihat CEO dan Asistennya makan di kedai Ibunya.


Tumben orang berkelas tinggi mampir di kedai murahan seperti ini.


Andini menyapa mereka.


"Assalamualaikum...Tuan CEO,Tuan Jefri....,sungguh penghargaan besar Tuan Tuan mau singgah di kedai kami" Kata Andini memberi salam hormat atasannya.


Jefri dan Aditya terkejut karena tidak menyangka Andini akan menemui mereka secepat itu.


"Lo..kamu Andini di sini?,maaf kami tidak tahu kalau ini kedai milik kamu?"


"Kebetulan kita habis ketemu klien dekat sini,terus kami kelaparan"


"Kamu tidak bercerita kalau punya kedai se enak ini" Kata Jefri sambil tersenyum.


"Terima kasih pujiannya Tuan,silahkan di nikmati menu makanannya,kalau ada kritik dan saran kami terima dengan baik" Kata Andini membalas senyuman Jefri dan mohon diri.


Melihat senyuman Andini Jefri terpesona,sayang Dia sudah punya Istri dan Andini sangatlah pantas menjadi anaknya.


Jiwa Play Boy Nya meronta.Aditya melihat gelagat Jefri langsung menendang kakinya.

__ADS_1


"Ingat umur...Kalau Dia emang anakku awas kalau kamu mengganggu Dia,Aku adu in kamu ke Clara biar tahu rasa" Bisik Aditya


Jefri hanya meringis menahan sakit kakinya yang baru di tendang Aditya


"Santai Bro...Aku ga akan kurang ajar,tapi wajar kan aku mengaguminya,Ternyata Dia cantik yang tertutup sikap dinginnya" Kata Jefri sambil minum pesanannya.


Aditya hanya diam,Memang apa yang di katakan Jefri benar,Andini dan Arumi adalah satu paket yang amat cantik.Cuma bedanya Andini terlalu angkuh dan dingin,sedangkan Arumi Gadis lemah lembut dan ramah.


Setelah menyapa Bosnya Andini menemui Ibunya di dapur yang sedang menyiapkan pesanan.


"Assalamualaikum Bu...ada yang bisa Andini bantu?" Kata Andini sambil mengecup pipinya.


"Walaikum Sallam Nak..bantu Ibu nyiapin. menu ini ya?ternyata Ibu belum bisa move one dan nanti takut ga enak" Kata Arumi sambil menunjukkan menu yang di minta tamunya


"Apa menu ini?siapa yang pesen Bu?" Kata Andini terkejut karena menu itu adalah kesukaan Dia dan Si kembar.


"Itu Orang yang ada di meja no 2,cuma Ibu ga tahu yang pesan yang mana?" Kata Arumi.


"Ibu mengenal mereka?" Kata Andini karena Dia tahu menu yang di minta adalah menu kesenangan Mendiang Ayahnya kata Arumi waktu itu.Walaupun terkadang Andini tidak percaya kalau Ayahnya sudah meninggal.


"Ibu tidak mengenal mereka,kalau di lihat mereka bukan orang sembarangan" Kata Arumi masih menyiapkan bahan bahan yang akan di masak Andini.


"O...Andini kira Ibu tahu mereka Bos bosnya Andini" Kata Andini sambil menghidupkan kompor untuk memulai masak.


"Emang Nama Perusahaan yang baru kamu disini namanya apa?"


"PT Gemilang makmur milik Pra...." Belum sempat selesai bicara ponsel Andini bunyi di situ tertera kalau Ustadz Ali telpon.


"Ibu tolong angkat telponnya Bu!mungkin si kembar yang telpon" Kata Andini masih sibuk mengolah makanannya


Arumi mengangkat telpon dan terlihat jelas muka si Kembar cucunya.


"Halo Assalamualaikum Nenek...." Kata si Kembar terlihat bahagia .


"Wallaikum salam...Cucu cucuku,wah kalian kelihatan ganteng and cantik gimana kabar kalian?"


"Alhamdulilah Nenek kami baik baik aja,semoga di sana baik baik aja ya" Kata Fatih sambil memainkan rambut Adiknya.


"Alhamdulilah Nenek baik baik aja"


"Gimana kabar Bundaku si Kulkas berjalan?apakah masih sama?atau sudah berganti Freezer" Kata Fatih meledek Bundanya


"Idih...anak kurang ajar ya..Bundanya di katakan Freezer berjalan?dari pada kamu muka kanebo kering?" Kata Andini membalas ledekan anaknya.


"Udah...udah ga di rumah,ga di telpon berantem melulu Fatimah gerah tahu mendengarnya"


"Apa kabar Bunda cantik jangan di ambil hati ya perkataan Babang kanebo kering,ambil jantungnya aja biar tidak menjadi anak durhaka lebih lama,Fatimah tidak tega kalau melihat siksaan di neraka nanti" Kata Fatimah sambil menjitak kepala Kakaknya.


"Kalian baik baik di sana ya,lihat Bunda masak apa ?" Kata Andini sambil melihatkan hasil karyanya.


"Cumi saos tiram...Wow mau..mau.." Kata si Kembar berteriak menelan air liurnya.


"Bunda jahat...kami jadi kangen masakan itu"Jawab si kembar serempak sambil memanyunkan mulutnya bersama sama


"He. he..ya maaf Bunda ga sengaja,ini kebetulan ada pelanggan Nenek minta di bikinin menu special ini"


"Nenek sich...nyertain makanan ini di menunya,Bunda jadi kangen ama kalian" Kata Andini berusaha menyembunyikan Air Matanya.


"Bunda kapan kesini?" Kata Fatimah.


"Bunda berangkat satu minggu lagi masih banyak pekerjaan yang harus Bunda selesaikan dulu di sini,Insya Allah kalau di sana Bunda akan masak buat kalian" Kata Andini.


"Asyik...janji ya Bunda?nanti kita akan ngenalin Bunda pada seseorang "


"Siapa?Ustadz pembimbing kalian?buat apa?"


"Lo. .kok Bunda tahu sich..wah ga jadi buat surprise dong"


"Lo...kok buat Surprise?emang Dia siapa?Paling salah satu Ustadz pembimbing kan?"


"Sampai kapan Nak...kalian jadi mak comblang,Bunda ga mempan"


"Di hidup Bunda yang terpenting adalah kalian bahagia jadi orang sukses oke"


"Tapi Bunda kami ingin punya Ayah seperti yang lain"


"Sejak kapan kalian jadi keras kepala gini,dulu kalian baik baik aja tanpa Ayah kan?"


"Semenjak kita di sini Bunda,kami iri kepada mereka selalu di temani orang tua yang komplit" Kata Fatih sambil menangis.


Andini heran selama ini anaknya ga pernah bertanya dan protes tentang Ayah mereka.


"Bunda beri kesempatan terakhir kali ini aja ya,kalau orang yang kami kenalkan nanti Bunda tak tertarik,maka kami tidak akan memaksa Bunda lagi" Kata Fatimah penuh ketegasan.


"Kami mohon Bunda please..."Kata Fatih Sambil Tangannya yang mungil screenshot gambar Bundanya terus di kirim ke Fadhil Ayahnya.


Foto bunda terbaru sedang jadi chef,satu minggu lagi katanya mau terbang ke Tarim info terbaru.


Pesan yang di kirim untuk Fadhil.


Andini yang mendengar permintaan Anak kembarnya cuma mengangguk,

__ADS_1


" Baik nanti Bunda pikir pikir dulu setelah bertemu dengan kandidat kalian ya,Bunda tutup dulu mau bantuin Nenek beres beres soalnya sebentar lagi tutup" Kata Andini menyudahi panggilan telponnya.


"Assalamualaikum Bunda...


" Walaikum sallam Anak anak manis"


Setelah menutup telponnya Andini mulai bersih bersih dapur,sedangkan Arumi mengantarkan pesanan pelanggannya.


Detak jantung Arumi berirama lagi semakin cepat setiap mendekati meja nomor 2 itu.


Ya Allah...


Ya Rabb...


Kenapa dengan diriku?


Apakah pantas aku jatuh cinta lagi


Sedangkan umurku sudah tidak muda lagi?


Arumi segera menetralkan hati dan perasaannya,kemudian Dia kembali ke dapur.


"Nak...kamu yang beres beres depan ya,biar Ibu yang beresi dapur" Kata Arumi sambil meraih gelas untuk di cuci.


"Kok bisa Bu...?biasanya Ibu yang ngurus depan?ini kok tumben?hanyo kenapa?" Andini heran langsung menatap Ibunya.


Arumi berusaha menghindar dari tatapan Andini,karena Dia tahu anaknya akan menjelajahi pikirannya hanya dengan menatap matanya.


"Hayo...Ibu lagi salah tingkah ya ama Bosnya Andini?Mau yang mana?Yang tanpa Masker atau yang pakai masker?" Kata Andini menggoda Ibunya.


"Apa apa an sich kamu...Ibu sudah tua dan tidak pantas untuk jatuh cinta,lagian kamu aja yang masih muda kenapa juga tidak jatuh cinta?"


"Idih...Ibu..?kok jadi Andini sich...yang jatuh cinta siapa yang di salahkan siapa?" Kata Andini masih membersihkan kompor.


"Ibu bukan menyalahkan kamu,tapi Ibu menyampaikan fakta harusnya kamu segeralah buka hatimu,kamu masih muda dan anak anakmu butuh sosok seorang Ayah"


"La kok Ibu bawelnya kaya Anak Anak sich...jangan jangan kalian kompak ya?"


"Kompak apanya?Ibu tidak tahu apa apa,cuma tadi Ibu sempat dengar kalau mereka sedang menjodohkan kamu dengan Ustadz pembimbing ,coba kamu buka hatimu Ibu yakin pilihan mereka tepat"


"Nanti aja kalau Andini sudah ketemu orangnya baru Andini pikir pikir dulu" Kata Andini sambil melangkah ke depan.


Setelah Andini keluar,Arumi melihat ponsel Andini,Dia iseng mengirim pesan ke mereka.


Nenek kepo orangnya seperti apa sich yang mau kalian jadikan Ayah?


Arumi mengirim pesan,tidak sengaja Dia melihat foto yang di kirim Ustadz Ali untuk Andini.


Calon iman masa depan,gimana kamu setuju ga?


Di situ terlihat jelas foto seorang Ustadz bersama kedua cucunya,dan Arumi merasa mengenal wajah itu.Dan kalau di lihat lihat wajah mereka benar benar mirip bagai Ayah dan Anak.


Arumi sengaja mengirim foto itu ke ponselnya,bila sewaktu waktu Dia bisa memperhatikan lebih jelas lagi dan mengingat siapa pemilik wajah itu.


Tidak lama pesan terkirim lagi dari cucunya,dan Arumi kaget wajahnya sama yang di kirim Ustadz Ali tadi,ternyata cucunya benar benar bekerja keras untuk mencari pendamping ibunya.


Sedangkan Andini mulai bersih bersih tempat duduk pelanggan.Jefri melihatnya langsung menghampiri sekalian membayar Billing.


"Andini mau tutup ya?Berapa Bill Nya?Kata Jefri.


" E.. sebentar ya Tuan Jefri,sudah selesai makanannya gimana?" Kata Andini sambil menuju meja kasir.


"Makanannya enak,bener ga Dit?lihat punya Adit tanpa sisa di piringnya dan Saya rasa ga usah kamu cuci piringnya lihat sudah bersihkan" Kata Jefri sambil menunjuk piring Aditya yang kelihatan bersih padahal belum di cuci.


"Makasih Pak Jef akan pujiannya.


" Kami tidak memuji tapi kenyataannya tapi makanan kamu sangat enak,kalau boleh saya pesan untuk setiap makan siang gimana untuk kirim ke kantor "Kata Adit sambil mendekati Andini.


" Boleh juga Tuan nanti saya beritahu Ibu saya apakah Dia mau menerima pesanan nya ini,lagian sebentar lagi Andini mau pergi takutnya nanti Ibu repot "Kata Andini.


" Kalau Ibumu repot biar nanti kita kesini lagi untuk makan siang ,bener kan Jef?"


Jefri hanya mengangguk


"Kami pulang dulu An,kalau boleh tahu tadi yang masak siapa?" Tanya Aditya


"E...saya Tuan,maaf kalau tidak berkenan,biasa yang masak Ibu,tapi Beliau lagi ga Mood jadi takutnya citra rasanya berkurang makanya Dia menyuruh saya memasak" Kata Andini cemas.


"Enak An...masakan kamu seperti seseorang yang saya cintai tapi yang telah hilang entah kemana." Kata Aditya lirih.


Andini bingung


"Tuan ga apa apa?" Andini berusaha menjelajahi alam pikir Aditya,tapi karena Aditya menggunakan kacamata Dia tidak bisa konsentrasi.


"Saya Ga apa apa. kami pergi dulu besok kami tunggu bahan yang akan kamu bawa untuk presentasi di Tarim" Kata Aditya


"Makasih Tuan,besok saya kirim laporan keuangan sampai hari ini sekalian bahan presentasinya" Kata Andini.


Aditya dan Jefri pamitan,Andini mulai beres berea kedainya.Arumni yang tahu tamunya sudah pergi,Dia langsung menuju meja kasir dan menghitung pendapatan hari ini.


Andini mengetahui gelagat Arumi hanya tersenyum,kaya anak ABG aja yang sedang jatuh cinta.

__ADS_1


Cuma Andini tidak tahu bos mana yang membuat ibunya jatuh cinta.


__ADS_2