
Angga sendiri walaupun tidak melihat gadis bercadar itu,jantungnya berdegup kencang.
Ya...Allah
Ada apa dengan hatiku?
siapa gadis itu?
Sudah lama hatiku mati
Tapi ini kenapa?
**Rasa itu tumbuh kembali
Ya Rabb..
Dan gadis itu bernama Andini
Apakah karena nama yang sama sehingga hatiku seperti ini?
Din...kamu sebenarnya kemana?
Kenapa tiba tiba kamu menghilang**?
Angga berusaha menata hatinya,dan menetralkan perasaannya.
"Silahkan Nona duduk dulu sambil menunggu CEO" Kata Angga menggunakan Bahasa Indonesia yang sangat fasih.
"Tuan juga dari Indonesia " Tanya Nadia bahagia,karena dari awal masuk Resto Nadia bener bener seperti orang asing yang tidak mengerti bahasa mereka.
"Iya...saya berasal dari Indonesia tepatnya dari Surabaya" kata Angga tanpa menatap Nadia,Dia fokus ke proposal yang di berikan Kliennya.
"Akhirnya Aku disini tidak jadi orang bodoh.." Kata Nadia bahagia.
"Kenapa Nad?" Tanya Andini.
"La iya..lah An,dari tadi kalian ngomong aku kaya kambing congek ga ngerti apa yang kalian maksud" Kata Nadia sambil cemberut.
"Aku kira kalian pakai Bahasa Inggris untuk komunikasi,E...nyatanya pakai bahasa planet yang tak ku mengerti" Kata Nadia lagi.
"Maaf Nad,tadi kayanya lebih nyaman ngikuti bahasa mereka,tapi malah kamu yang tersiksa ya" Kata Andini tersenyum.
Angga hanya mendengarkan pembicaraan mereka,Semakin mendengar suara Andini perasaan Dia semakin gelisah.
Dia melihat proposal yang dibuat dari perusahaan PRATAMA GROUP,dan melihat tanda tangan CEO mereka dan Tanda tangan Andini sebagai pencetus proposal.
Angga terkejut dengan tanda tangan itu,Tanda tangan yang tidak asing di mata Dia.Karena tanda tangan itu selalu menyertai Dia waktu merintis Cafe nya.
Apakah Kamu Andini...?
Orang yang telah membawa hatiku pergi?
Angga terdiam sambil membolak balik proposal itu.Dia melihat logo perusahaan dan logo itu tidak asing.
Angga ingat logo itu adalah logo Perusahaan tempat Ayahnya bekerja di cabang Surabaya.
Jadi Andini bekerja di kantor pusat?
Angga merasa bahagia,Dia yakin orang yang di depannya adalah Orang yang selama ini Dia rindukan.
Untuk bisa dekat kembali dengan wanita pujaannya Angga harus menyetujui keinginan Ayahnya untuk bergabung dengan Kantor Pusat,yang sedang membutuhkan Manager produksi.
Dengan hati berbunga bunga Angga tersenyum di balik proposal.
Nadia melihat perubahan ekspresi Angga yang berubah dari sikap dingin kemudian tersenyum senyum sendiri.
"Dia gila kali ya An..." kata Nadia pelan pelan.
"Hush...jangan ngaco kamu" Kata Andini.
"Aku ga ngaco,dari tadi aku perhatiin sikapnya dingin terus senyum senyum sendiri di balik proposal itu,terkadang Dia curi curi pandang melihatmu langsung tersenyum"
"Mungkin Dia jatuh cinta pada pandangan pertama kali ya...sama kamu" Kata Nadia lagi.
"Bisa aja kamu Nad..." Kata Andini sambil memainkan ponselnya.
"Tapi sumpah orangnya ganteng lo An..kalau kamu ga mau buat aku aja gimana?"
"Silahkan Nad...lagian apa ada yang mau nerima orang yang udah punya anak?"
"Ku kira ga masalah kamu cantik dan ga kelihatan sudah punya anak"
"Udah lah...ga usah bahas yang tidak penting,kamu persiapkan bahan persentasinya,biar aku ga gugup nanti"
"Ini udah aku siapkan,tapi belum aku translate ke bahasa Arab,lagian aku juga ga bisa"
"Ga apa apa,semoga CEO juga orang Indonesia biar kamu juga ga jadi kambing congek" Kata Andini sambil melihat persentasinya.
Beberapa kemudian pintu di buka masuk Dua orang Pemuda yang tidak kalah tampan dari Angga.
Cuma dua sosok ini sangat religius.Keduanya sangat putih,hidung mancung yang satu bercambang dan yang satunya sedikit bercambang sepertinya rajin perawatan.
Nadia melihat sampai melongo.Dia baru saja melihat seorang pangeran yang berada di dongeng dongeng.
"Hush..tutup mulut kamu Nad..nanti lalat pada masuk" Kata Andini ngeledek Nadia.
"Buset dah ..An..kok tahu aja mulut aku menganga?lagian ga bakalan ada lalat masuk Aku kan pakai masker"
__ADS_1
"Ekspresimu kelihatan Nad...kaya ga pernah lihat cowok aja"
"Sumpah An...mereka ganteng habis kaya pangeran yang ada di dongeng,apalagi tuh yang pakai kacamata keren tahu"
"Baru kali ini aku lihat orang orang yang sangat tampan ke arab arabian gitu,kaya artis artis di televisi"
"Maklum di kantor kita ga ada yang seperti mereka" Kata Nadia.
"Emang di kantor ga ada yang ganteng?kata kamu Wahyu yang jadi kepala Produksi?" Kata Andini.
"Di bandingkan Wahyu masih ganteng ini tahu,kamu tahu di kantor yang paling ganteng itu kan CEO kita tapi sayang udah tua...ha...ha.."
"Hush pelan kan suara kamu...lihat mereka melihat kita,takutnya nanti ga respek dengan kerja sama ini" Kata Andini.
"Maaf An...mataku kaya di tarik magnet karena ketampanan mereka" Kekeh Nadia.
Andini mulai fokus dengan persentasinya,sekilas Dia melihat sosok orang yang berkacamata.
Di balik cadar Dia melihat CEO itu,Dari bentuk tubuhnya bisa di tebak Dia suka olah raga,kulitnya sangat putih,hidung mancung,alis tebal dan sedikit bercambang.
**Sayang aku ga bisa lihat matanya?Benar juga sich..kata Nadia Dia sangat tampan.
Aduh...Dhini..dhini ada apa dengan kamu
Ingat kamu udah punya anak dan ga pantas berharap lebih.Batin Andini berperang dengan perasaannya**.
"Gimana Bu Andini sudah siap presentasinya?" Kata Angga membuyarkan lamunan Andini.
"Em...mm..Ba...baik Pak Saya mulai presentasinya" Kata Andini gugup karena terkejut.
Din...Din...fokus ...fokus
Baru kali ini Andini tidak bisa fokus.Pesona CEO yang menjadi Kliennya saat ini membuyarkan konsentrasinya.Jantungnya mulai menari nari.
Andini berusaha menata hatinya,Dia berusaha Fokus dan menutupi pandangannya agar tidak terganggu dari pesona CEO tersebut.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Andini bisa menenangkan hatinya.Dia mulai presentasi dan melupakan kegundahan hatinya.
Dua jam persentasi dan tanggapan tanggapan positif serta perbedaan opini akhirnya menghasilkan sebuah kesepakatan bersama.
CEO dari Resto Al Firdaus merasa puas dari kerjasamanya.Dia tidak menyangka kalau perwakilan dari Indonesia bisa mematahkan setiap penyangkalannya.
Dan selalu memberikan penjelasan sangat sempurna.Setelah kesepakatan bersama mereka makan siang bersama.
Andhiani menolak secara halus ajakan maka. siang tersebut karena ada keperluan lain.Sebenarnya alasan Dia menolak adalah Andini tidak mau berlama lama satu ruang yang sama dengan CEO Resto tersebut.
Entah karena apa Jantungnya selalu menari nari dan tidak bisa Dia atasi.
Terus Dia juga bingung dengan makannya,karena Dia saat ini sedang memakai cadar,mungkin kalau di Indonesia Dia tidak masalah buka cadar tapi di Negara Tarim Dia tidak tahu apakah di perbolehkan seorang wanita buka cadar?
Andini memesan Ruang VIP agar waktu makan tidak ada yang mengganggu.
"Alhamdulilah...." Kata Andini setelah menyelesaikan makanannya.
"An..tadi kenapa kamu menolak di ajak makan bersama sich,padahal tadi menu mereka enak enak semua aku jadi penasaran mencicipinya" Kata Nadia masih mengunyah makanannya.
"Tadi Aku bingung cara makannya gimana?mau buka cadar apa enggak?"
"O alah..cuma soal cadar?kenapa ga langsung buka cadar aja kan kamu orang yang ga fanatik amat "
"Aku tahu..tapi kan dari awal aku sudah pakai cadar masuk di Negara ini,mosok aku harus melanggar etika bercadar?
" Lagian Klien kita itu Aku lihat orang yang Fanatik agama banget,makanya aku takut kalau menimbulkan kesan yang jelek di mata mereka" Kata Andini sambil mengirimkan laporan ke Email perusahaan.
"Bener juga sich...tadi cara mereka bicara kesannya tidak menghargai kita,mereka menunduk,terus cuma sekilas melihat kita" Kata Nadia
"Itu namanya jaga pandang Nad..karena kita bukan muhrim"
"La terus kalau kita pacaran?" Tanya Nadia
"Dalam Islam tidak boleh pacaran,kalau mau pacaran setelah menikah aja" Kata Andini.
"La kalau kita ga boleh pacaran terus mau nikah gimana?"
"Biasanya mereka melakukan ta'aruf dulu,kalau merasa cocok baru melamar terus nikah deh.." Kata Andini.
"Ta'aruf itu apa?" Tanya Nadia lagi.
"Ta'aruf adalah kegiatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya yang bertujuan untuk mencari jodoh sesuai syari’at islam." Kata Andini.
"Terus kalau ga cocok gimana?" Tanya Nadia.
"Kalau ga cocok ya ga usah di lanjutkan sebelum terjadi pernikahan"
"Kayanya ribet banget ya kalau kita harus ngikuti ajaran agama,lebih baik pacaran ama yang biasa biasa aja" Kata Nadia.
"Ya kedengarannya ribet Nad,tapi apa salahnya hidup kita yang sudah ribet gini ada yang mengajak kita ke jalan Allah"
"Aku aja dari dulu ingin sekali punya suami seorang Ustadz biar bisa membimbing aku ke jalan Allah"Kata Andini.
" Berarti menurut kamu CEO tadi masuk kriteriamu?" Tanya Nadia.
"Bisa jadi Nad..tapi untuk saat ini aku sudah tidak berharap banyak karena dari pada sakit hati,lagian mana ada laki laki yang mau sama wanita yang sudah punya anak"
"Maaf An...kalau boleh tahu Suami kami dimana?
Andini terkejut akan pertanyaan Nadia,tapi Dia berusaha menutupi kegundahannya.
__ADS_1
" Maaf An...kalau pertanyaanku terlalu kurang ajar" Kata Nadia.
"Ga apa apa Nad...wajar kalau kamu tanya tentang itu"
"Soal Ayah anak anak Aku ga tahu,mungkin Dia sudah menemukan kebahagiaan sendiri dan melupakan kami" Kata Andini.
"Maaf An...aku ga tahu kalau kamu di tinggalin suami kamu?sekarang ga usah di bahas lagi kalau membuat kamu sedih" Kata Nadia mengelus bahu Andini.
Andini tersenyum,bagi Andini hal itu tidak masalah karena Andini menyadari kalau yang melarikan diri adalah Dia ,bukan laki laki itu.
***
Kenapa tiba tiba aku mengingat kamu?
Apakah kamu juga mengingat aku?
Apakah kamu juga mengingat kejadian waktu malam itu?
Seandainya kamu tahu karena peristiwa itu sekarang kita punya anak kembar.
Rasanya aku ingin mencari kamu
dan mengatakan kalau kamu punya anak dari rahim ku.
Tapi...aku takut...
Aku takut kamu membenci
Dan mungkin kamu di sana sudah memiliki keluarga yang bahagia.
****
"An...ponsel kamu bunyi tuh dari tadi,ngapain sich dari pertemuan tadi kamu ngelamun terus" Tanya Nadia.
"Eh...Sori Nad..." kata Andini sambil menerima telpon ternyata dari Ustad Ali tapi kok tumben video call
(Assalamualaikum..Ustadz...e. kalian bocah gemoy) Kata Andini setengah berteriak karena ternyata yang telpon bocah kembarnya.
(Walaikum sallam Bunda...gimana kabar Bunda) Kata mereka serempak.
(Alhamdulilah Bunda baik baik aja,kalian its okay kan?)
(Kami baik baik aja kok Bund...buat besok udah siap kan Bund?)
(Siap bos ku..dan Bunda tidak akan mengecewakan kalian)
(E...jangan Ustadz kami lagi video call an ama Bunda ga boleh bukan muhrim?)teriak Anak kembarnya dan membuat kamera ponsel mereka goyang.
(Ada apa Gemoy...?)
(Ini Bunda Ustadz Ali resek mau nyapa Bunda,kan ga boleh takutnya Ustadz Ali termehek mehek ama Bunda kan kasian Ustadzah Zainab di sana) Teriak Si kembar.
(O..ya udah Bunda tutup dulu dari pada nambah dosa Ustadz Ali)
(Assalamualaikum...)
(Walaikum salam...)
Andini meng akhiri panggilan telpon,Nadia melihat hanya geleng geleng kepala melihat interaksi Ibu anak yang sangat heboh.
"Kenapa Nad...lihat aku kaya gitu ?" Tanya Andini sambil membetulkan cadarnya.
"Aku lihat di telpon aja udah heboh gitu,gimana kalau ketemu bisa bisa gendang telingaku harus aku sumpal dengan kaos kaki" Kata Nadia sambil tertawa.
"Enak aja emang suara Aku kaya panci rombeng?tapi bener juga sich...kalau kita ketemu bagaikan Tom and Jerry ga pernah akur,Ibuku aja pusing di buatnya" Kata Andini ikut tertawa kalau ingat moment moment dengan si kembar yang ujung ujungnya pasti berantem.
"Ayo Nad kita kembali ke Hotel ,aku capek.Besok aku harus menghadiri perlombaan Tahfiz putra putriku,kamu mau ikut?" Kata Andini sambil menarik tangan Nadia untuk keluar dari Ruang VIP.
"Ikut ga ya?tapi nanti Aku jadi kambing congek lagi yang tidak mengerti bahasa kalian,tapi Aku juga penasaran dengan kemampuan si Kembar" Kata Nadia
"La gimana kamu mau ikut ga?Kata Andini
" Ikut aja deh...nanti bantu translate ya..."Kata Nadia mengikuti langkah Andini.
Sampai di Lobi Andini bertanya pada satpam tentang jasa Angkutan Online.Setelah Satpam memesankan Taksi Online mereka menunggu di depan.
"Aduh...." Teriak orang yang menabrak Andini.
"Hai bung kalau jalan pakai mata dong,orang berdiri main di tabrak aja" Teriak Andini menggunakan Bahasa Arab.
"Kok nyalahin Aku,kamu juga berdiri di tengah jalan" Kata Orang itu marah.
Nadia mendengar mereka bicara hanya diam karena tidak mengerti apa yang mereka perdebatkan.
Jambret...jambret....
Teriak orang orang ...Andini spontan mendengar teriakan tersebut langsung menendang orang itu.
"O...kamu jambret ya...pantas lari buru buru" Kata Andini.
"B******...kenapa kamu nendang aku,bukan urusan kamu aku mau jambret kek...mau merampok kek"
"semua bakal jadi urusan aku kalau ada kejahatan di depan mataku,.mengerti..." Teriak Andini.
"Sini kembalikan tas yang kamu jambret..."
"Enak aja Aku yang susah susah mengambil kok tinggal kasih ke orang,emang kamu berani...ayo maju" Tantang jambret itu.
__ADS_1