ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
# Biang kerok#


__ADS_3

Pesawat yang di tumpangi si kembar tinggal landas Andini dan Arumi pun kembali ke parkiran mobil dan meninggalkan area Bandara.


Selama Sebulan di Jakarta Andini sudah mulai bekerja di kantor pusat sebagai manager Keuangan.Dalam satu bulan Dia bisa melihat kalau ada kejanggalan dalam keuangan perusahaan.Andhini berusaha meneliti kembali tentang laporan laporan keuangan yang lalu.Disitu terlihat ada kecurangan dalam laporan keuangan dengan total 250 juta.


Gila Uang segitu banyaknya buat apa?


Terus siapa Itu Anton Pratama?


Apa CEO sini?


Apa perlu aku kasih tahu tentang ini semua


Andini berusaha menjernihkan alam pikirannya.


Apa aku biarin aja terus untuk kedepannya biar aku kontrol pengeluaran perusahaan.


Andini menutup Laptopnya terus menuju ke kantin karena perutnya terasa lapar.Sampai di depan ruangannya Andini bertemu dengan Nadia asistennya.


"Mbak Dhini mau makan?"


"Iya..Nad..ayo bareng ke kantin!


" Baik mba" Jawab Nadia sambil mengikuti Andini dari belakang.


Mereka sampai di kantin dan memesan makanan.


"Nad...kamu bekerja di sini sudah lama?" Tanya Andini


"Ya...udah satu tahun Mba,kenapa kok nanyain seperti itu" tanya Nadia.


"Ga papa sich....cuma aku penasaran tentang CEO kita,apa kamu tahu namanya?terus pernah bertemu?"


"O...saya kira ada apa mbak" Kata Nadia dan berusaha menenangkan ketakutan di hatinya.


"Kamu kenapa Nad kok kayanya kamu ketakutan?"


"Ga papa Mba" Jawab Nadia gugup.


"Bener gapapa?" Tanya Andini lagi.


Nadia mengangguk dan berusaha menenangkan diri.


Andini melihat gelagat yang tidak baik dari sikap Nadia,tapi dia berusaha menahan jiwa keponya.


Ach...mungkin belum saatnya aku mengorek keterangan dari Nadia,


Apa aku cari tahu sendiri ya...tentang perusahaan ini


Setelah makan bersama Andini mengajak Nadia ke kantornya.Kemudian mereka kembali keruangan masing masing.


Andini kembali mempelajari laporan laporan keuangan yang telah di kirim dari berbagai divisi.


Kayanya aku harus mulai dari Data pemilik perusahaan ini untuk menelusuri kecurangan kecurangan yang ada.


Akhirnya Andini mulai memainkan tangannya untuk menerobos sistem keamanan data di perusahaan PRATAMA GROUP.


Semakin Dia larut dengan permainannya,semakin Dia penasaran tentang perusahaan yang memberikan nafkah hidup keluarganya.


Sayang...dengan besarnya perusahaan ini akan hancur sedikit demi sedikit akan ulah orang dalam.


Andini mulai melihat data data keluarga Pratama.Di situ dijelaskan CEO Pratama adalah ADITYA PRATAMA,Sedangkan Anton Pratama adalah Adik Tiri dari Aditya,yang tidak punya wewenang untuk memimpin Pratama Group.


Andini mulai mempelajari data data yang semua kecurangan di lakukan Anton Pratama,dari menjual saham sedikit demi sedikit,dan kalau di hitung Saham Pratama tinggal 75% yang di miliki Aditya,selebihnya saham itu sudah di jual Anton dan masuk ke rekening pribadi Anton.


Andini mulai meretas data milik pribadinya Anton.Akhirnya Dia tahu kecurangan kecurangan yang di lakukan Anton.


Ah.. kenapa aku pingin ikut campur soal perusahaan ini,padahal aku cuma karyawan biasa.


Andini jadi ragu antara mau bongkar kedok Anton atau ga,karena di sini dia hanya seorang karyawan.


Ah...pusing...


Andini meremas rambutnya.Di tengah kekalutan hatinya Andini mendengar keributan di luar.


"Maaf Tuan,ada yang bisa saya bantu" Kata Nadia berusaha mencegah orang di luar masuk.


"Saya ingin bertemu Manager baru kamu"Kata orang di luar.


" Baik Pak...saya beritahu dulu sama Bu Andini" Kata Nadia langsung mengetuk pintu.


Belum sempat Nadia membuka pintu Orang itu dengan kasar mendorong Nadia dan membuka pintu dengan kasar.


Di dalam Andini sudah menduga kalau ada orang yang tak terima akan ulahnya,tapi dia pura pura ga tahu.


"Maaf siapa Anda?kenapa Anda masuk ke kantor saya tanpa ijin" Kata Andini dengan ekspresi datar.


"Sombong sekali...baru jadi Manager aja gayamu selangit" Kata Orang itu .

__ADS_1


"Maaf Bu Andini ...tadi Pak Anton sudah saya suruh tunggu tapi malah nyerobot masuk" kata Nadia.


O..ini to biang kerok itu...


"Ga apa apa Nadia kembalilah ke ruangan mu,biar Pak Anton bicara disini"


"Maaf Pak Anton ada masalah apa ke ruangan saya?" Tanya Andini pura pura ga tahu.Padahal Dia tahu kenapa Anton datang ke ruangannya pasti karena pembatalan kucuran dana untuk biaya produksi.


"Jangan pura pura bego di depan saya,kenapa kamu membatalkan transferan dana buat biaya produksi,padahal Biaya produksi itu buat kelangsungan pembuatan produksi yang sudah di order perusahaan lain" Jawab Anton emosi.


"Maaf Pak Anton,setelah saya cek dan sudah saya teliti ternyata perusahaan kita masih mempunyai bahan untuk di produksi,itu saja masih cukup untuk Lima orderan yang di sepakati Enam bulan ke depan"


"Jadi buat apa kita ngeluarin biaya lagi kalau kita masih cukup mempunyai bahan untuk produksi" Kata Andini


"Hai...kamu orang baru ga usah sok pintar,kamu belum tahu apa apa tentang Perusahaan ini" Kata Anton marah.


"Dengar Pak saya emang orang baru di Perusahaan ini,tapi apa Bapak tidak tahu saya di rekrut di sini dari perusahaan cabang awalnya dari kepala Produksi,terus menjadi Administrasi keuangan jadi saya lebih tahu apa yang di perlukan di perusahaan ini" Kata Andini masih tenang.


"Kurang ajar dasar wanita J*****, " Anton sudah kehabisan kata kata dan ingin menampar Andini.


Sebelum tangan Anton menampar ,Andini langsung meraih dan di plintir tangannya Anton.


Ach....


Anton berteriak kesakitan.


"Dengar ya Pak...sekali kali Bapak macem macem dengan saya, saya bisa melakukan lebih dari Bapak lakukan ke saya" Bisik Andini sambil menghempaskan tangan Anton


"Ba*****,tunggu pembalasanku" Teriak Anton sambil keluar dari ruangan Andini.


Di Ruangan Presdir,duduk Aditya Pratama sebagai CEO dan Jefri sebagai asistennya sedang membicarakan sesuatu.


"Jef..gimana kamu jadi merekrut karyawan cabang yang sudah membuka kecurangan di kantor cabang?" Kata Adit


"Sudah Dit,dan Dia sudah bekerja satu bulan yang lalu" Kata Jefri.


Walau sebagai asistennya Jefri adalah Sahabat terbaik Aditya


"Terus apakah dia sudah menemukan kejanggalan atas kebocoran dana perusahaan?"


"Kalau untuk itu aku belum bisa pastiin Dit,karena aku pikir biarlah dia beradaptasi dulu akan pekerjaannya,nanti kalau dia sudah mengetahui seluk beluknya baru kita bahas masalah sebenarnya"


"Tapi apa tidak terlalu lama Jef...bisa bisa semakin membengkak dana perusahaan ini"


"Kamu harus sabar Dit...kasus ini bener bener butuh ketelitian"


"Kamu sudah bertemu ama Orangnya" Kata Adit


"O..ya tadi aku denger ada insiden di ruangan Administrasi Produksi katanya Anton marah marah dan ini sedang melabrak di ruangan manager keuangan itu"


"Apa perlu kita kesana?takut kalau terjadi apa apa dengan gadis itu,kamu tahu bagaimana peringai Anton selama ini apalagi dia perempuan" kata Jefri dengan nada cemas.


"Coba kamu lihat CCTV di sana" perintah Aditya


Jefri langsung membuka laptop yang di khususkan untuk memonitor CCTV di kantor.Dia langsung membuka CCTV yang ada di ruangan Manager Keuangan.


Walau tidak terlalu jelas wajah di monitor ,tapi bisa di lihat kalau di dalam ruangan itu sedang ada perdebatan antara manager keuangan dengan Anton.


Aditya dan Jefri baru tahu kalau manager keuangan itu memakai jilbab karena data yang kirim adalah sebuah foto jadul seorang gadis dengan potongan rambut cepak dan sangat dingin tatapannya.


Dengan potongan rambut itu Jefri melihat sosok seorang Aditya waktu remaja,karena Dia adalah sahabat Aditya dari kecil jadi tahu perkembangan Aditya


Di layar monitor itu manager keuangan begitu tenang menghadapi kemarahan Anton,dan mereka melihat Anton ingin menampar gadis itu,Jefri dan Aditya menahan emosi,tapi ternyata apa yang mereka takutkan salah,bukannya tamparan yang di terima gadis itu tapi kesakitan dari seorang Anton.


Aditya dan Jefri bernafas lega .


"Gila gadis itu Jef...ternyata dia tak selemah yang kita kira" Kata Aditya geleng geleng kepala.


"Ya..dan baru kali ini aku lihat ada cewek mengalahkan Anton....Ha...ha..." Jefri tertawa karena habis melihat tontonan yang menghibur.


"Sudah Jef kamu kembali ke tempat duduk semula,aku rasa Anton akan kesini"


"Kita pura pura tidak tahu" Kata Aditya sambil membetulkan duduknya.


Jefri mengangguk dan keluar dari ruangan Presdir,tapi belum sampai pintu ternyata Anton sudah masuk kedalam dan menemui Kakaknya.Jefri akhirnya tidak jadi pergi dari ruangan itu tapi ambil duduk di sofa.


Seperti dugaan Aditya, Anton pun mengadu tentang Manager keuangan baru gara gara Dia menstop kucuran dana untuk biaya produksi dan dia mengatakan gara gara penyetopan Biaya produksi tersebut itu membuat keterlambatan pembuatan produksi.


Sebelum Anton keruangan kerja Aditya dia sudah menelpon kepala produksi untuk memberhentikan para pekerja dan bilang kalau ada yang melanggar perintah akan di pecat.


Dengan kata kata manisnya Anton berusaha membujuk kakaknya agar mau memecat manager keuangan yang baru.


"Jef...tolong panggilkan Manager keuangan yang baru dan kepala produksi ke ruangan saya" kata Aditya kepada Jefri.


Jefri pun melangkah ke ruangan Manager keuangan ,sekalian dia ingin memastikan apakah wajah itu mirip dengan Aditya kecil,kalau iya bisa jadi gadis itu adalah anak Aditya dengan Arumni.Jefri sudah melihat data Andini yang di situ di sebutkan nama ibu kandung adalah Arumi,dan bila di hitung Umur Andini persis usia pernikahan Aditya dengan Arumi.


Sampai depan ruangan Andini,Nadia mendekati Jefri.

__ADS_1


"Selamat Siang Pak Jef,maaf Ibu Andini tidak ada di ruangannya" kata Nadia


"O...ya?kemana Dia?" tanya Jefri.


"Saya tidak tahu Pak,Bu Andini tidak bilang apa apa,mungkin ke toilet?" Kata Nadia lagi.


"Baiklah...nanti kalau Bu Andini datang suruh ke ruangan Presdir!"


"Baik pak..." kata Nadia.


Wah Bu Andini kamu pasti dapat masalah setelah berani melawan Pak Anton.


Tapi aku salut ama Bu Andini dia berani...


Jefri kemudian pergi menuju ke ruangan kepala Produksi.Sebenarnya Dia bisa aja menelpon dan menyuruh kepala produksi datang ke ruangan Aditya,tapi entahlah mungkin feeling atau apa jefri ingin membuktikan apakah Omongan Anton benar kalau para karyawan produksi berhenti karena tertunda pengiriman bahan produksi.


Jefri langsung menuju ke ruangan produksi,di sana memang tidak ada suara mesin berjalan,tapi Jefri mendengar suara wanita yang sangat tegas memberi pengarahan para karyawan.


Jefri berusaha mendekat dan membaur dengan para karyawan dan mendengarkan apa yang di sampaikan oleh gadis itu.


Para karyawan tidak menyadari kedatangan Jefri.Sambil melihat ke arah Gadis itu Jefri merekam suaranya.


"Sekarang saya tegaskan lagi apakah kalian ingin mengkhianati perusahaan sebagai tempat kita mengais rejeki atau kalian ingin mengkhianati seorang pecundang"


"Tapi..bu maaf kalau kita mengkhianati Pak Anton kita semua akan di pecat" Kata salah satu karyawan.


"Iya betul..itu..." kata Karyawan lainnya serempak.


"Apakah Ibu berani menjamin kita semua setelah di pecat dari perusahaan ini" Kata Kepala Produksi.


"Sedangkan kedudukan Ibu hanya seorang karyawan baru yang tidak punya wewenang untuk perusahaan ini" Kata Kepala gudang .


"Buat apa saya menjamin kalian setelah di pecat,karena saya pastikan tidak akan ada yang di pecat di sini"


"Kecuali kalau kalian memilih untuk mengkhianati perusahaan ini saya tidak bisa membantu" Jawab Andini.


"Saya emang tidak punya wewenang di sini,tapi saya punya bukti akan pengkhianatan kalian" kata Andini dengan tegas.


Semua saling pandang dan ga tahu berbuat apa,karena mereka tahu manager keuangan itu punya bukti bahwa perusahaan tidak mengalami kesulitan tentang bahan produksi.


"Biar saya yang bertanggung jawab asal Bu manager benar benar punya bukti akurat atas masalah ini" kata Jefri dari tengah kerumunan karyawan produksi.


"Pak Jefri...." kata Karyawan serempak dan langsung menundukkan kepala.


Andriani diam tanpa ekspresi,karena dia tidak tahu siapa orang yang mau bertanggung jawab itu.


"Gimana Bu Manager apakah Anda sudah mengumpulkan bukti" Kata Jefri


Andini memandang Jefri.


Mungkin ini waktunya aku membuka kedok biang kerok.


"Mm...maaf kalau boleh tahu Anda siapa?maklum Saya karyawan baru di sini" Kata Andhiani menunduk Hormat.


Para Karyawan melihat ke arah Andini,kayanya Manager ini cari mati batin mereka semua.


"Saya Jefri ..Asisten Pak Aditya CEO di sini"


"O...maaf Pak Jefri saya tidak tahu,Karena waktu pemindahan saya kita belum pernah berjumpa"


"Dan saya hanya bertemu dengan Pak Wisnu dari kantor cabang,dan beliau menempatkan posisi di sini karena titah CEO" Kata Andini menjelaskan keberadaan nya


"Tidak apa apa ,Sekarang kamu ikut aku dan Kepala Produksi"


"Dan kalian semua bekerjalah kalau kalian tidak mau di bilang pengkhianat,Kalian semua tanggung jawab saya .". kata Jefri .


Jefri melangkah ke arah keluar di ikuti Andini dari belakang.


Di ruangan Presdir Anton tidak sabar ingin memecat gadis sombong yang sudah membuat tangannya sakit.Dia ngoceh kesana kesini membuat kepala Aditya sakit.


" Lihatlah Kak ,manager baru kamu sudah kabur dan takut mempertanggung jawabkan nya atas kerugian perusahaan,Asisten mu aja tidak becus untuk mencarinya" Kata Anton lagi.


"Kata siapa saya tidak berani bertanggung jawab Pak Anton" Teriak Andini .


Aditya melihat Andini tidak berkedip.Dia telusuri dari atas ke bawah.


Mata itu...


Aditya tidak bisa berkata kata apa Mata itu...mengingatkan Dia pada seseorang.


"Maaf Pak Adit.." Kata Andini membuyarkan lamunannya.


"Coba kamu jelaskan duduk perkaranya sehingga Pabrik tidak bisa Operasional" Kata Adit berusaha menenangkan jiwanya.


Andini menceritakan semua yang terjadi,dan bukti bukti kalau perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya.


Anton sangat marah dan tidak bisa mengendalikan diri.Dia pun menyerang Andhini.Tapi serangan dia meleset karena dengan sigap Andini bisa menghindar.

__ADS_1


Aditya melihat kejadian itu sangat marah dan mengusir Anton dari kantornya.Karena semua bukti sudah mengarah kepadanya.


Anton dengan kesal membanting pintu dan meninggalkan kantor Aditya.


__ADS_2