ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Penangkapan para Gengster#


__ADS_3

Andhini mengendap endap dan mulai bergerak mendekati sarang mereka.


"Cepat katakan dimana gadis itu!" Kata penjahat sambil menarik baju Rayhan.


"Sampai matipun Saya ga akan pernah mengatakan di mana gadis itu" Kata Rayhan geram.


"Kurang ajar...ternyata kamu masih punya nyali ,rasakan ini..." Kata Penjahat ini sambil menusuk belati ke arah kaki Rayhan.


Sebelum belati itu mengenai kaki Rayhan tiba tiba ada seseorang menendang tangannya.


Auch....


Penjahat itu berteriak kesakitan.


"Kalian mencari Saya?untuk apa?lihatlah sekarang Saya ada di depan kalian" Teriak Andhini sambil melangkah maju melindungi Rayhan.


Andhini memperkirakan mereka akan menembak Dia dengan membabi buta,Di sisi lain Dia juga harus melindungi Rayhan.Sedangkan jarak antara Dia dengan Fadhil terlalu jauh.


"An...kenapa kamu disini?sangat berbahaya?kamu pergi sana!" Kata Rayhan.


"Ga usah banyak omong masih kuat berdiri ga?"


"Masih..."


"Kalau masih cepat berdiri dan julurkan kedua tanganmu ke depan,posisi tali yang mengikat tanganmu tepat dan sejajar di depan mata penjahat itu" Kata Andhini tegas.


"Ha...ha..kalian berundinglah Siapa yang akan mati duluan,atau gimana kalau kalian kami bunuh bersamaan" Kata Ketua gengster.


Rayhan masih berusaha berdiri dan mengikuti intruksi dari Andhini.Dia mulai meluruskan tangannya ke depan,Andhini melihat dengan seksama.


Dengan kecepatan kilat Andhini melempar belati ke arah tangan Rayhan yang di ikat.


Tes...jleb...Auh . ...


Terdengar secara beruntun dan bersamaan,Tali di tangan Rayhan terputus,tapi malang belati yang sudah memutuskan tali melayang kearah mata sang penjahat yang tidak jauh dari Mereka.


Di belakang Andhini juga terdengar teriakan orang terkena benda tajam.Ternyata selain melempar belati ke arah tangan Rayhan ,Andhini juga melempar pisau terbang ke arah orang orang yang bersembunyi yang ingin membokong Dia dari kegelapan.


"Cepat lepas ikatan di kakimu" Perintah Andhini ke Rayhan.


"B******...kamu telah melukai anak buah ku ya?rasakan ini..." Teriak Ketua geng langsung membidikkan pistolnya ke arah Andhini.


Dorr...dorr...


Andhini berguling guling dan menghindari tembakan dari ketua geng.Dengan membabi buta ketua Geng menyerang Andhini tanpa ampun dan tidak memberi kesempatan Andhini untuk melawan.


Rayhan sudah terbebas dari ikatannya,Dia mencari senjata api dari musuhnya yang sudah terkapar karena ulah Andhini.Fadhil datang membantu,dengan Anak buah Rayhan.


Butuh waktu beberapa jam pertempuran antar anggota gengs dengan aparat kepolisian.Andhini mulai kelelahan,tangan yang terluka mulai mengeluarkan darah akibat tekanan tekanan dari pergerakan Andhini.


Kepala Dia mulai berkunang kunang karena darah terus mengalir.Emosi Andhini mulai meledak setelah tahu musuhnya hendak melarikan diri karena kehabisan peluru.


Dengan kekuatan penuh Andhini melempar belati kearah musuhnya,walau dalam kegelapan tidak menghalangi pandangan Andhini.


Agh ...agh..


Jeritan jeritan yang terdengar.Andhini berjalan tertatih tatih menghampiri asal suara.


Dia melihat ketua gengs yang sudah terkapar karena terkena belati di punggungnya.


"Kamu kira akan bisa lari dari ku Hah...cepat katakan di mana ketua kalian?" Kata Andhini sambil meraih kerah baju penjahat itu.


"Yang jadi ketua itu Aku" Kata penjahat itu.


"Kamu jangan bohong ya..Aku tahu kalau selama ini kamu cuma di jadikan boneka oleh ketuamu,walau orang orang bisa kalian tipu tapi tidak denganku"


"Cepat katakan dimana ketua kalian?apa ingin belati ini semakin aku dorong ke dalam heh..." Kata Andhini marah.


Andhini tahu kebenaran tentang pemimpin mereka,setelah beberapa menit yang lalu Fatih mengirimkan data tentang Gengster tersebut dan ternyata Gengster yang ada Di Tarim juga punya hubungannya dengan Gengster yang mengancam Ibunya Di Indonesia.


Sebelum berangkat Andhini mengirim pesan kepada Anaknya untuk menyelidiki tentang Gengster tersebut.Dan hasilnya memang sangat memuaskan.


"Ampun...ampun..ya..ya..akan ku katakan,tapi lepasin dulu pegangan tangan kamu!" Kata penjahat itu minta ampun.


"Cepat katakan jangan sampai kesabaran Aku habis" Kata Andhini berusaha menguatkan diri karena Dia sudah mulai lemas hampir kehabisan darah.


"Ketua kami ada di Indonesia,karena ayahnya sedang ada masalah makanya Dia sedang membantu di sana"


"Cepat katakan nama ketua kamu Siapa?"


"Namanya...."


Andhini merasakan ada desiran peluru mengarah ke penjahat itu,Dia kemudian mendorong penjahat itu ,karena keadaan lemas Dia tidak bisa menghindari dan akhirnya bahu kanannya yang terkena.

__ADS_1


Karena keadaan Andhini juga sedang tidak stabil seketika Dia ambruk dan di tangkap Fadhil.


Penjahat melihat sampai Shok,untung gadis itu sempat mendorongnya kalau tidak pasti peluru itu sudah bersarang di kepalanya.


Dia merasa nyeri di punggungnya,karena tadi Dia juga merasakan ,selain di dorong gadis itu juga mencabut belatinya,dan melemparkan ke arah si penembak.


Dia melihat salah satu temannya yang menjerit dan terjatuh bersamaan dengan jatuhnya Andhini.


Gadis ini memang hebat bidikannya selalu tepat sasaran,Aku berhutang nyawa kepadanya.Batin penjahat itu.


Karena darah banyak yang keluar penjahat itu langsung pingsan.


Pertarungan pun selesai,di menangkan oleh aparat polisi.Para polisi mulai melakukan pembersihan.Baik yang terluka maupun tidak.


Fadhil melihat Andhini tidak sadarkan diri langsung memanggil ambulance,hatinya sedih .Dua kali Dia melihat Andhini dalam keadaan terluka seperti ini.


Yang pertama Fadhil tidak tahu siapa Andhini Dia masih biasa saja,tapi untuk kali ini setelah Dia tahu siapa Andhini,Dia sangat cemas dan takut kehilangan.


Terdengar suara panggilan di ponsel Andhini,Fadhil melihat kalau itu dari anak anaknya.Fadhil bingung haruskah panggilan telpon itu di terima atau tidak.


Tidak lama ponsel Dia sendiri berbunyi,si kembar menghubungi Dia.


(Hallo..Assalamualaikum Ayah)


(walaikum salam Nak...ada apa?)


(Ayah lagi sama Bundha?)


(Ayah ..lagi...)


(Jujur Ayah,sekarang sedang bersama Bundha kan?gimana kabar BUndha,Dia baik baik saja kan?)


(Iya..Bundha baik baik saja ga usah khawatir)


(Ayah ga usah bohong ama kami ,kami tahu Bundha kenapa napa,tolong segera lakukan yang terbaik buat Bundha)kata Fatih tegas.


(Betul Yah...Sekarang Bundha di rumah sakit mana?kita akan kesana)kata Fatimah.


Fadhil tidak bisa menutupi kebohongan dari anaknya,entah dari mana anak anaknya tahu apa yang sedang terjadi dengan Bundhanya.


Terpaksa Fadhil mengirimkan alamat di mana Andhini dirawat.


Sedangkan Si kembar setelah tahu di mana Bundhanya di rawat ,mereka langsung memberitahu kedua Ustadz pembimbing dan Nadia untuk menemani mereka.


Setelah memberikan data data kepada Bundhanya,Fatih dan Fatimah berkonsentrasi untuk melihat keadaan Bundhanya disana.


Mereka mencoba mengamalkan apa yang sudah di berikan Bundhanya lewat mimpi setelah bisa menghafal 30 juz.


Dan hasinya mereka bisa menggunakan amalan amalan itu.


Di tempat lain Fadhil membawa Andhini ke ruang UGD.Dia mulai melakukan operasi untuk pengeluaran peluru di bahunya.


Saat ini operasi sangat lama karena Dia juga harus menjahit kembali luka lama yang sobek.


Operasi berlangsung lima jam,di luar si kembar sudah menunggu bersama kedua ustadz pembimbingnya dan Nadia.


Tatapan tajam dari kedua anaknya membuat merinding. Walaupun wajah mereka sangat mendominasi wajahnya,ternyata sikap dan sifatnya turun dari Bundhanya.


Fadhil baru melihat sisi buruk dari Andhini saat mengemudi mobil,saat Dia marah waktu melawan penjahat seperti singa yang digigit ekornya.


Fadhil ga menyangka di balik wajah yang lembut ternyata menyimpan sifat yang mengerikan.


Terkadang Fadhil berpikir inikah gadis yang selama ini Dia nanti?Dia berharap suatu saat Dia akan punya Istri yang sholekhah,lembut,dan tidak bar bar.


Tapi gadis yang menjadi Bundha anaknya ternyata bertolak belakang dari katagorinya.Sifatnya mengingatkan Dia pada seseorang beberapa tahun silam dengan gadis pilihan Uminya.


Gadis kecil yang Bar bar dan selalu bikin masalah dengannya.


Fadhil hanya garuk garuk kepala,dan bingung akan hati ama perasaannya.


"Gimana Ustadz keadaan Bundha?" Tanya Fatih.


Fadhil terkejut ternyata si kembar pandai berakting dan pandai mengikuti suasana,kalau di depan orang banyak mereka tidak akan memanggil Ayah.


"Masa kritis Bundha kalian sudah lewat,jadi kalian tenang aja ya" Kata Fadhil sambil mengelus kepala Si kembar.


"Mari kita lihat Bundha Dia sudah di bawa ke ruang perawatan" Ajak Fadhil.


"Maaf Ustadz kita mau bertanya sesuatu apakah ada waktu?" Kata Fatimah.


"Kalian mau tanya apa silahkan?" Kata Faddil.


"Tante Nadia dan Ustadz Ali ama Ustadz Zaki bisa tinggalin kita sebentar,soalnya ada hal penting yang akan kita tanyakan ke Pak Ustadz Fadhil" Kata Fatih sambil bersedekap dada melihatkan sikap arogannya.

__ADS_1


Ustadz Ali hanya geleng geleng kepala karena Dia tahu sikap seperti itu adalah sikap di mana Fatih sedang menahan kemarahannya.


"Fatih Istighfar jangan ikuti hawa nafsumu,dengarkan Ustadz Fadhil memberikan penjelasannya " Kata Ustadz Ali kepada Fatih sambil menepuk bahu anak kecil itu.


"Makasih Ustadz sudah menasehati Fatih" Kata Fatih sambil tersenyum.


Ustadz Ali mengembalikan senyumnya kemudian Dia pergi menyusul Nadia dengan Ustadz Zaki.


Semoga kamu ga kenapa napa Dhil...karena Ana lihat kemarahan mereka sudah sampai ubun ubun.Batin Ustadz Ali mengkhawatirkan Ustadz Fadhil.


Fadhil mendengar ucapan Ustadz Ali tidak mengerti,Dia meminta penjelasan dari ustadz Ali tapi malah tersenyum.


Setelah kepergian Ustadz Ali,Fadhil mengajak kedua anaknya ke ruangan Dia.Sampai di dalam Ruangan Fatih dan Fatimah langsung mendorong Fadhil ke sofa.


"Ustadz Fadzil dengarkan baik baik,kami tahu kalau Ustadz ragu dengan Bundha,karena sudah mengetahui sisi buruk Bundha yang berbeda jauh 180 derajat dengan kriteria Ustadz Fadhil harapkan"


"Jadi kami putuskan untuk tidak memaksa Ustadz untuk menikahi Bundha,Kami sudah bersyukur karena Doa kami sudah terkabul karena sudah menemukan Ayah kandung kami"


"Cukup tahu aja siapa Ayah kandung kami,yang ternyata hanyalah seorang Ustadz yang naif dan selalu menginginkan suatu kesempurnaan"


"Sedangkan kita tahu di dunia ini tidak ada yang sempurna".


" Hanyalah Allah yang memiliki kesempurnaan tersebut". Kata si kembar bergantian.


"Maksud kalian apa?Ayah tidak mengerti?" Tanya Fadhil.


"Maksud kami jangan deketi Bundha lagi !kami tidak mau punya Ayah seperti Anda?" Kata Fatimah teriak.


"Cukup Anda menjadi Ayah biologis kami,bukan menjadi pendamping Bundha" Kata Fatih.


"Dan terimakasih sudah menangani Bundha dengan baik"


"Assalamualaikum..." Kata mereka langsung.


Ustadz Fadhil hanya bisa menarik nafas panjang,Dia ga menyangka kalau kedua anaknya tahu keraguan hatinya dengan Andhini.


Ya Allah...


salahkah kalau Hamba berharap sesuatu yang sempurna?


...****************...


Sudah Tiga hari Andhini di rawat di Rumah Sakit,Si kembar selalu menemani Bundhanya ,mereka tidak mau tinggal di Apartement Fadhil.


Mereka sangat kecewa dengan Fadhil, karena keraguan Fadhil dengan sikap Bar bar Andhini.


Andhini melihat perubahan sikap Anaknya terhadap Fadhil.Dia berusaha mencari tahu tentang ada apa dengan mereka,tapi ternyata pertahanan mereka sangat kuat.Entah karena posisi Dia sedang sakit makanya tidak bisa menembusnya,atau kemampuan Anaknya sudah meningkat karena mereka sudah menghafal 30 juz Alqur an.


Tentang Fadhil Andhini akhirnya tahu kalau Dia adalah sosok Pria yang sudah melakukan cinta satu malam bersamanya.


Andhini tahu waktu Fadhil membisikkan kata untuk menguatkan Dia waktu di bawa Ambulans.


Waktu itu Andhini setengah sadar masih mendengar suara Fadhil.


Kamu harus kuat,bertahanlah demi Anak anak kita.


Andhini berusaha membuka matanya mendengar suara Fadhil,dan suara itu persis suara orang yang ingin Dia lupakan.


Andhini melihat di telinga kiri Fadhil ada tanda lahir seperti tanda lahir orang bersamanya waktu itu.


Andhini ingin membuka suara tapi lama lama matanya Dia berkunang kunang dan tidak tahu apa apa lagi.


Waktu Dia bangun Dia melihat Si kembar sedang sholat di samping tempat tidurnya.


Melihat perubahan Anak anak kepada Fadhil,Andhini menyimpulkan kalau mereka sudah tahu tentang Fadhil.


Tapi entah dari mana mereka tahu,Andhini belum bisa mengoreknya.


Kalau mereka tahu, semoga mereka tidak membenci Ayahnya karena semuanya aku yang salah.


Beberapa hari di Rumah sakit Andhini masih di sibukkan dengan pekerjaan kantor,entah tugas dari Jefri atau perkembangan Restoran yang di Tarim.


Setiap saat Angga selalu mengirim laporan hasil dari kerjasamanya dengan Restoran milik Fadhil.


Di depan Fadhil Andhini berusaha bersikap biasa,dan seolah olah menganggap mereka tidak pernah terjadi apa apa.


Sikap Fadhil pun semakin dingin terhadap Andhini,entah karena apa Andhini juga tak pernah tahu.


Ternyata dengan keadaan lemah seperti ini otakku jadi Tulalit,


Andhini berusaha konsentrasi untuk memulihkan kemampuannya tapi ternyata sangat sulit.


Andhini hanya pasrah dan biarlah berjalan semestinya.Dia harus segera sembuh dan segera pulang karena Ibunya membutuhkan Dia di sana.

__ADS_1


Dia akan menyelesaikan secepatnya kerja sama di Tarim.Walau sikap Fadhil semakin menjauh,tapi Dia harus profesional.


__ADS_2