ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Pertarungan dengan Jambret#


__ADS_3

Andini merasa di tantang si jambret langsung emosi.Nadia melihat keadaan tersebut menjadi ketakutan.


"An ...udah lah ga usah ikut campur urusan orang,Gue takut nich...lihat wajahnya serem banget" kata Nadia sambil memegang lengan Andini.


"Udah..udah tenang aja,kalau Taksi nya udah datang suruh nunggu aja" Kata Andini pasang kuda kuda dan matanya masih mengawasi si jambret.


"Tapi kan gue ga bisa bahasa sini?


" Pakai bahasa inggris aja"


"Kalau Dia ga bisa?"Kata Nadia bingung.


" Awas..."Teriak Andini sambil menarik Nadia dan melindungi dari pukulan Jambret.


"Sudah Nad..minggir aja dari pada muka loe bonyok! Kata Andini sambil mendorong Nadia menjauh dari tempat pertarungan.


Orang orang semua mendekat tapi tidak ada yang berani melerai.


Buset dah...keras juga pukulan orang itu.Batin Andini sambil mengelus lengannya yang terkena pukulan Si jambret.


" Hebat jug ya kamu bisa menahan serangan ku?"


"Tapi jangan harap setelah ini kamu akan lolos dariku" Kata Jambret sambil menyerang Andini dengan pukulan dan tendangan bertubi tubi.


Andini berusaha menghindar serangan serangan yang tidak ada jeda.


...Buset..dah..ni orang tidak memberikan aku kesempatan untuk bernafas,serangannya kaya orang gila,gerakannya bener bener cepat dan ga ada celah.Gua harus fokus....


...Tapi ribet juga pakai baju kaya gini?...


Andini masih berusaha menghindar,gerakannya terhalang gamis yang di pakainya.


Waktu ada kesempatan Dia menendang si jambret dan si jambret itu linglung.Andhini langsung menggulung gamisnya dan menarik sampai pinggang.


Untung Gua pakai celana panjang lagi jadi Gua bisa leluasa bergerak di saat darurat seperti ini.


Setelah merasa gerakannya bisa leluasa,Andini membalas serangan si jambret bertubi tubi dan tanpa ampun.


Si jambret terkejut mendapat serangan tersebut dan ga menyangka gerakannya lebih cepat daripada yang Dia perkirakan.


Disaat mendesak Si jambret mengeluarkan pisau untuk melawan Andini.


"Wah...ternyata kamu orang pengecut juga ya sampai sampai mengeluarkan senjata" Kata Andini dengan santainya.


Orang orang melihat perkelahian itu pada cemas,apalagi Nadia dia takut kalau terjadi apa apa.


"Kenapa kamu takut ya.." Kata Jambret sambil memegang pisau.


"Takut?buat apa takut hanya pisau mainan seperti itu?" Kata Andini berusaha mengejek si jambret.


"Apa ...?kamu anggap ini pisau mainan?asal kamu tahu ya pisau ini telah Aku lumuri racun yang mematikan,jadi berhati hatilah sekali gores tubuhmu akan langsung mengejang dan mati.." Kata Si jambret sambil memperagakan gaya orang tercekik.


"Ha. ha ..kita lihat saja nanti yang akan tergores aku apa kamu?" Teriak Andini masih gaya meledek.


Si jambret naik pitam karena merasa di remehkan oleh lawannya,seorang wanita lagi.


Nadia mendengar pisau itu di lumuri racun,Dia merasa cemas.Orang orang yang mendengar pun merasa cemas dan mengkhawatirkan keadaan wanita yang melawan jambret.


Ada salah satu orang berusaha menghubungi polisi dan berharap polisi akan datang tepat pada waktunya.


Wanita paruh baya yang di tolong pun merasa cemas.Dan khawatir akan keadaan gadis yang menyelamatkannya.


Si jambret masih membabi buta menyerang Andini,dengan gesit Andini menghindari serangan tersebut.


Tiba tiba Andini melompat dan melakukan gerakan memutar sambil menendang pergelangan tangan si jambret yang memegang pisau dan akhirnya pisau terlepas.


Si jambret mengaduh kesakitan,keadaan tersebut tidak di sia siakan Andini kemudian Dia melayangkan tinju ke mukanya dan memelintir tangannya akhirnya Si jambret jatuh tersungkur.


Andini menghampiri Si jambret yang sudah tidak berdaya.


"Gimana Bang...masih ingin melukai ku?sebenarnya Aku ingin sekali membuktikan apakah pisau itu beracun atau tidak?tapi setelah ku pikir pikir kalau beracun ke enakkan kamu mati dengan mudah" Kata Andini sambil menjambak rambut si jambret.


Nguing...nguin..


Tepat si jambret tersungkur polisi yang di telpon warga pun datang.


Seperti dalam film aja polisi datang setelah penjahat kalah....


"Nona tidak apa apa?"" Tanya Polisi yang baru datang.


Andhiani menoleh ke polisi tersebut,Dia melihat pangkatnya dan Andini menebak Dia adalah komandannya.


Masih muda dan gagah,terlihat berwibawa dan tegas.


Komandan tersebut merasa di perhatikan dengan gadis yang bercadar di depannya,Dia langsung memasang muka datar dan dingin.


Andini melihat perubahan muka komandan polisi hanya mengernyitkan kening.


Aneh...langsung berubah aja tu muka,emang gue mau cari perhatian Dia,sok cakep aja.


Tapi boleh juga sich...


Perang batin Andini.


Din...Din...


kenapa sich semenjak di sini gue jadi lebay


nyadar Din..udah punya anak ga boleh tebar pesona.


Batin Andini lagi.

__ADS_1


"An...kamu ga apa apa?" Kata Nadia sambil memegang bahu Andini dan memeriksa tubuh Andini takut ada yang terluka.


"Gue ga apa apa Nad...tenang aja " Kata Andini tersenyum.


"Syukur dech...gue takut loe kenapa kenapa"


"Tapi ga nyangka ya di balik sikap dingin dan cuek kamu ternyata seekor macan betina yang garang" Kata Nadia.


"Kok macan sich...gue manusia kali" Kata Andini sambil membetulkan gamisnya yang sempat dia gulung ke atas.


"Nak apakah kamu ada yang luka?" kata Wanita paruh baya yang di tolong Andini.


matanya....


Wanita paruh baya itu melihat Andini dan merasa matanya kaya orang terdekatnya.


"O..saya tidak apa apa nyonya,ini tasnya dan bisa di cek kembali apakah ada yang hilang" Kata Andini.


Nyonya itu kemudian mengecek barang bawaannya.


"Alhamdulilah masih komplit,yang paling utama adalah paspor saya" Kata Nyonya itu.


"O ..ya ni ucapan tanda terima kasih" Kata Nyonya itu sambil memberikan cek kosong ke Andini.


Andini melihat hanya diam dan melirik cek kosong itu.


"Maaf ini kami bisa menulis berapa pun yang kamu mau,karena tadi kamu sudah mempertaruhkan nyawa kamu untuk saya." Kata Nyonya itu.


"Terima kasih Nyonya tapi ga usah,saya ikhlas menolong Nyonya." Kata Andini sambil menolak cek tersebut.


"Ga apa apa ini tanda terima kasih saya buat kamu,rejeki jangan di tolak ya?" Kata Nyonya tersebut memaksa.


"Mm..gimana ya Nyonya..." Andini masih berpikir.


"Sebentar Nyonya...."


"Pak Komandan maaf ganggu waktu sebentar?" Teriak Andini.


Komandan Polisi tersebut menoleh kemudian menghampiri Andini.


"Ada apa Nona?kalau manggil jangan teriak teriak gitu,emang Saya tuli?" Kata Komandan polisi itu dingin.


"Buset dah...galak amat...Saya kira polisi sini ramah ramah ternyata ngeselin juga"Gerutu Andini.


"Ada apa Nona kok diam aja?kalau ga penting saya kembali kesana karena tugas saya belum selesai" Kata Komandan lagi masih bersikap dingin.


"O..ya uda..ga jadi deh...kalau Pak Komandan masih sibuk lanjutkan pekerjaannya aja " Kata Andini sewot.


"Nona..jangan bikin saya kesel ya..kalau ga penting ngapain manggil saya..kaya ga punya kerjaan aja" Kata Komandan itu dengan nada tinggi.


"E...Pak Polisi bisa ga sich..pelan dikit tu suara?katanya Polisi itu mengayomi masyarakat tapi ini..ada yang mau minta tolong udah di sewoti gitu" Kata Andini masih berkacak pinggang.


"Emang ada apa Nak kamu memanggil Pak Komandan?" Tanya Nyonya itu ke Andini.


"Maaf Nyonya tadi sebenarnya mau minta tolong ke Pak Komandan kalau mau memberikan cek ini buat panti asuhan disini"


"Saya kan bukan orang sini,jadi mau minta tolong Pak Komandan untuk menyumbangkan ini ke panti" Kata Andini masih memegang cek yang di berikan Nyonya tersebut.


Komandan Polisi mendengar alasan Andini kenapa memanggilnya terdiam.Dia juga sendiri tidak tahu kenapa setiap berhadapan dengan gadis itu Dia jadi salah tingkah,makanya untuk menutupi kegugupannya Dia berusaha bersikap arogan di depan gadis itu.


Pesonamu membuat aku salah tingkah


Maafkan Aku...


"Pak Komandan sudah dengar kan alasan kenapa Nona cantik memanggil,Ini cek yang saya berikan ke Nona cantik tanda terima kasih tapi Dia tidak mau menerimanya"


"Dan Dia mau isi cek ini buat menyumbang ke Panti tolong di bantu ya Pak Komandan?" Kata Nyonya itu sambil memberikan cek kosong tersebut.


"Ini mau beri berapa NYonya?" Kata Komandan Polisi lagi.


"Mau kamu beri berapa Nak...?" Tanya Nyonya itu.


"Aduh berapa ya....kalau Dua lima juta kebanyakan ga ya...soalnya tadi Saya nolong Nyonya juga ikhlas dan lagian Saya tidak kenapa napa" Kata Andini


"Baik Dua lima juta ya sekalian saya juga nyumbang " Kata Nyonya itu sambil menulis cek tersebut dan memberikan ke Komandan Polisi.


Komandan Polisi menerima Cek tersebut dan tertulis Lima puluh juta dalam cek tersebut.


"Semoga Pak Komandan memegang amanat kami ya dan jangan di salah gunakan" Kata Andini dengan kata yang mengejek.


Komandan Polisi mendengar ejekan itu langsung emosi,matanya melotot dan beradu pandang dengan Andini.


Seperti ada aliran listrik dari pandangan mata di balik cadar.Jantungnya menari nari dan membuat kakinya tidak ada kekuatan.


"Pak Komandan tidak apa apa" Tanya anak buahnya yang baru datang dan melihat atasannya mau jatuh.


"Ga apa apa.. terima kasih" Kata Komandan Polisi berusaha berdiri tegak.


"Gimana hasilnya?" Tanya Komandan Polisi ke anak buahnya.


"Setelah di interogasi memang Dia bagian dari geng star yang selama ini meresahkan warga,kita sudah berusaha menanyakan tempat persembunyian mereka tapi Dia masih bungkam" Kata Anak buahnya.


Andini mendengar obrolan komandan polisi dan anak buahnya langsung teriak.


"Apa anggota Geng Star..?Ya..Allah mimpi apa semalam sehingga aku harus menghadapi anggota geng tersebut" Kata Andini.


"Bisa kamu dikecilin napa suaramu..nanti banyak orang yang dengar dan mereka bisa khawatir" Kata Komandan Polisi melotot kok arah Andini.


"Ya..maaf keceplosan...semoga anggota geng yang lain tidak balas dendam,ga bisa bayangin hidupku di sini ga tenang tujuan kerja malah dihadapkan masalah seperti ini" Kata Andini lagi.


"Kamu bukan orang sini?" Kata Komandan polisi.

__ADS_1


"Bukan ...Aku asli Indonesia ni lagi tugas kerja dan sekalian nengok anak anakku yang lagi lomba Tahfiz di sini"Kata Andini.


" Anak...?" Tanya Komandan polisi tidak percaya kalau gadis bercadar itu sudah punya anak.


"Iya..Pak polisi ,napa kaget ya kalau aku sudah tua,anggap aja muka di balik cadar ini muka keriput yang ku tutupi" Kata Andini santai.


"Bukan..bukan itu maksud aku...tapi.." Kata Komandan polisi salah tingkah.


"Sudahlah Pak pol..semoga aja tidak terjadi apa apa,jangan lupa amanat kami ya Pak untuk anak anak panti" Kata Andini ingin melangkah pergi.


"Tunggu dulu kalau boleh tahu nama kamu siapa?dan tinggal dimana?" Kata Komandan polisi.


"Buat apa ya Pak?kalau Saya suruh jadi saksi males ah ribet..kerjaan saya masih menumpuk" Kata Andini.


Karena Dia paling males berurusan polisi walau hanya sebagai saksi.Dulu Dia juga sering menangkap perampok waktu di Palembang tapi karena di bantu Maher sahabatnya Dia ga pernah terlibat dalam penangkapan tersebut.


"Tapi kami butuh saksi buat penguat aja?"


"Gimana kalau laporannya di bikin yang menemukan polisi,atau Bapak aja gimana yang tidak sengaja menangkap anggota Geng star tersebut,jangan melibatkan Aku Oke.." Kata Andini.


"Sepertinya Nona sering bernegosiasi seperti itu?" Kata Komandan curiga.


"Ng...ga juga sich...itu menurut buku yang ku baca,dan katanya dengan penangkapan salah satu penjahat apalagi kelas kakap akan menaikkan jabatan jadi apa salahnya kalau Bapak aja yang jadi saksi kan nanti Bapak akan dapat bintang,dan Aku akan terlepas dari urusan polisi" Kata Andini.


"Ayolah...Pak Pol please bantu aku ya...kerjaan ku menumpuk banget dan ga bisa bayangin Aku harus bolak balik ke Kantor Polisi,terus kerjaan ku terbengkalai waktu cuma satu minggu bisa bisa aku disini dua minggu"


"Kalau tidak tepat waktu bisa bisa aku ga jadi naik jabatan dong?"


"Jadi adil kan Bapak dapat bintang saya naik jabatan?" Kata Andini memohon.


Komandan Polisi hanya diam,Dia memperhatikan mata Andini yang sendu.Rasanya ingin sekali membuka cadar gadis itu.


Komandan Polisi ga percaya kalau di balik cadar itu adalah muka yang keriput seperti yang dikatakan gadis itu.


"Baiklah Nona tapi kalau boleh tahu Nama dan Alamat kamu dimana?Saya ingin kirim personil untuk melindungi kamu selama di negara ini,buat jaga jaga kalau mereka nekat mengganggu kamu" Kata Komandan Polisi.


"O..kalau gitu baiklah..dengan senang hati ada yang menjaga saya dan teman saya" Kata Andini sambil memberikan kartu nama dan menulis alamat yang Dia tempati sementara.


Komandan Polisi membaca kartu nama tersebut.


......***ANDHINI PRAMUDHITA......


...Direktur keuangan...


...PT PRATAMA GROUP....


Ternyata gadis ini punya jabatan penting di perusahaannya.Batin Komandan Polisi itu***.


"O..ya nama saya Rayhan " Kata Komandan Polisi sambil menelungkup tangannya.


"Baik Pak Ray terimakasih kerja samanya" Kata Andini menelungkupkan tangannya kembali.


"Kedepannya panggil saya Ray aja,kaya nya kita seumuran ya atau mungkin cuma beda beberapa tahun" Kata Rayhan


"Baik Pak...e...Rayhan" Kata Andini.


"Terus gimana Pak Polisi apakah saya juga harus jadi saksi?kebetulan Saya besok mau kembali ke Indonesia?" Tanya Nyonya yang di selamatkan Andini.


"Begini Nyonya kalau sekarang ikut saya ke kantor gimana kita bikin laporan?" Tanya Rayhan.


"Baiklah ga apa apa kalau hari ini,biar urusan cepat kelar" Kata Nyonya itu.


"O..ya Nak kalau boleh tahu nama kamu siapa?nanti kalau sudah kembali ke Indonesia hubungi saya ya..saya ingin traktir makan di sana" Kata Nyonya itu kepada Andini.


"Nama Saya Andini Nyonya ,ini nomor saya"Kata Andini sambil menyodorkan ponselnya.


" Nama saya Rima, biasa orang memanggil nama Saya Madam Rima" Kata Madam Rima sambil memasukkan Nomor Andini di ponselnya.


Assalamualaikum...bunda kami cantik


ponsel Andini berbunyi.


Andini terkejut dengan nada dering itu,Dia ingat nada dering itu rekaman suara anaknya dan di pasang anaknya untuk nada dering ponsel.


Buset dah ...Duo bocil ini bikin gua malu,lagian bodoh bodoh Napa gua kasih nomer pribadi sih ke orang yang baru gua kenal.


Andini merasa malu dengan nada dering itu tapi untung Dia pakai cadar dan bahasa itu pakai bahasa Indonesia jadi di sekeliling Dia sekarang pasti ga akan paham kata tersebut.


Madam Rima tersenyum dan merasa gemas dengan suara anak kecil itu.


"Gimana sudah masuk ya...tolong save Oke..." Kata Madam Rima


"Baik Madam...ni sudah saya save"


"Suara anak kamu bagus sekali,dan sepertinya mereka benar benar memuji bundanya"kata Madam Rima.


"Madam....saya jadi malu"Kata Andini langsung menundukkan kepalanya.


"Ga apa apa anakmu benar kamu benar benar cantik di lihat dari matanya,mana ada mata secantik itu wajahnya keriput,betul ga Pak pol...?"kata Madam Rima ke Rayhan.


"Mm...maksud Nyonya?"tanya Rayhan dengan bahasa Arab.


"Maksud Madam gadis ini memang cantik walau tertutupi cadar"kata Madam Rima.


"Ah...sudahlah Ayo pak Pol kita ke kantor polisi sekarang"ajak Madam Rima ke Rayhan


"An...Saya pergi dulu ya sampai berjumpa kembali" Kata Rayhan.


"Assalamualaikum..."


"Walaikum Sallam..."

__ADS_1


__ADS_2