ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Mari Ta'aruf


__ADS_3

Fadhil hanya terdiam dan Dia tidak menyadari kalau Andhini sudah meninggalkan dirinya.


"Maafkan Saya...tapi ijin kan saya untuk mengenal kamu lebih jauh demi kebahagiaan anak anak kita,apakah kamu mau ta'aruf"Tanya Fadhil sambil menarik nafas.


Tapi ternyata tidak ada jawaban dari belakang Dia,suasana hening dan sunyi.


"Din....?apakah kamu set..."Fadhil membalikkan badan untuk melihat reaksi Bundanya di kembar.


Tapi ternyata di belakang Dia kosong hanya ada meja atau kursi.


**Astaghfirullah...


kenapa kamu langsung pergi Din?kenapa kamu tidak memberi kesempatan saya berbicara?


Argh**...


Fadhil mengacak rambutnya dan langsung menelpon Ali.


(Assalamualaikum...Al kamu dimana?)


(Wallaikumsallam ..Fadh gimana?Ana sudah di bandara)


(Antum Ama siapa?)


(Ana Ama Zaki)


(Si kembar?)


(Si kembar pulang bersama bunda nya,ada masalah?)


(Kenapa Antum tidak bersama mereka?kalau terjadi apa apa dengan mereka gimana?)


(Aduh..maaf Fadhil Antum kenapa?kok marah marah gitu?Ana kembali Ke Indonesia karena tugas Ana sudah selesai dan si kembar sudah bersama Bunda nya,lagian ga mungkin kan kalau Ana terus mendampingi mereka?Kami bukan Muhrim,Antum kan tahu...soal keselamatan mereka Antum jangan khawatir mereka bisa jaga diri,Ga usah khawatir Fadh...jangan jangan kamu sudah jatuh cinta dengan Bunda nya si kembar?kok sampai sampai cemas gitu?)


(Ngaco kamu Al..kalau boleh tahu berapa nomornya Bunda si kembar?)


(Buat apa antum minta nomor bunda nya si kembar?)


(Eng...Ana cuma mau tanya apakah si kembar mau ambil bea siswa untuk sekolah di Tarim?)


(O...itu bolehlah ..nanti Ana kirim,tapi menurut Ana sih kaya nya ga mungkin deh..tapi kamu coba dulu aja,siapa tahu Bunda nya mengijinkan?)


(Okay..makasih Al sebelum nya, hati hati di jalan...Assalamualaikum)


Fadhil langsung menutup telpon nya.


Kalian kemana?kenapa tidak hubungi ayah?


Dengan langkah gontai Fadhil turun dari balkon Dia menuju ruang kerja nya.Hidupnya terasa hampa,anak anak yang baru saja Dia jumpai akhirnya mereka meninggalkan Dia sendiri.


***Apakah Ayah memang harus pulang dan berkumpul dengan kalian?

__ADS_1


Ting


Ali mengirim nomernya Andhini,Fadhil kemudian meng save nomor tersebut.


Fadhil ingin sekali mengirim pesan ke nomor tersebut tapi hati masih ragu,berulang kali Dia ingin memencet tombol hijau,tapi selalu berhenti.Dan..tanpa sengaja Dia refleks memencet tombol hijau tadi.


(Halo Assalamualaikum....)


Terdengar suara lembut dari seorang wanita.


Fadhil terkejut dan tidak menyangka Dia telah melakukan panggilan.


(Walaikum sallam.....An)


Fadhil berusaha menenangkan hatinya yang gundah gulana.


(Kenapa kamu pergi tanpa pamit An?)


(Maaf ini siapa?)


(Saya An..Fadhil ayah si kembar)


(O..maaf Ustadz..saya rasa sudah tidak ada yang perlu di bahas jadi saya langsung pulang,dan maaf kalau saya lupa untuk pamit)


(An...sebenarnya masih ada yang harus kita bahas,tadi saya ingin mengajak kamu Ta'aruf gimana?)


Tut...Tut...


Ustadz Fadhil berusaha menelpon lagi tapi nada panggilan tidak aktif.


Apa kamu ga memberi kesempatan An...


Ustadz Fadhil berusaha menelpon kembali tapi hasil nya nihil,kemudian Dia mengirim pesan.


*An...beri saya kesempatan untuk menebus kesalahan Saya ,Mati kita Ta'aruf!


Saya akan menyelesaikan semua urusan Saya dan tunggu Saya di Indonesia.Saya janji akan melamar kamu*


Pesan terkirim tapi nasib sama cuma centang satu.


Sedangkan di sebrang sana Andhini melihat ponselnya yang tiba tiba mati dan ternyata kehabisan daya baterai nya.


Ya habis...maaf Ustadz daya baterai ku habis dan belum sempat pamitan,sudah dua kali aku ga sopan Ama Ustadz


...****************...


Setelah meninggalkan Restoran Fadhil,Andini langsung mengendarai mobil Angga ke Apartemen Angga,Dia sengaja tidak menunggu jawaban dari Fadhil daripada hasilnya sangat menyakitkan,Dia sadar kalau keadaannya Dia tidak pantas menjadi pendamping untuk Fadhil yang seorang Ustad besar.


Walau di lihat segi agama Andini merasa bisa menyeimbanginya,tapi kalau di lihat sifat dan kehidupannya Andini menyerah karena Dia sadar tidak akan bisa menjadi cewek yang lemah lembut seperti kriteria Fadhil.


Ah...mungkin memang harus aku lupakan harapan harapanku yang dulu.Dulu aku berharap bisa bersatu dengan ayah si kembar karena belum tahu siapa Dia,tapi sekarang rasanya tidak sanggup apalagi ternyata Dia adalah anak seorang Ulama besar...yah..Kyai Rizal.

__ADS_1


Andini akhirnya tahu kalau Fadhil adalah anak dari Abah Rizal,Kyai yang pernah menjadi panutan Andini waktu kecil,walaupun dulu Dia sering belajar di pondok Abah Rizal,tapi Andhini jarang melihat Fadhil.


Pernah sekali dulu waktu kecil Andini ikut bermain panahan dan bisa mengalahkan Fadhil.Sejak itu Fadhil benci sama Dia karena Fadhil tidak senang ada yang bisa mengalahkan Dia di bidang yang Dia suka apalagi dengan perempuan.


Dalam perjalan tiba tiba ponsel bunyi dengan nomor yang dia tidak kenal.


(Halo Assalamualaikum....)


(Walaikum sallam.....An)


(Kenapa kamu pergi tanpa pamit An?)


(Maaf ini siapa?)


(Saya An..Fadhil ayah si kembar)


(O..maaf Ustadz..saya rasa sudah tidak ada yang perlu di bahas jadi saya langsung pulang,dan maaf kalau saya lupa pamit)


Tut...Tut...


Ya habis...maaf Ustadz daya baterai ku habis dan belum sempat pamitan,sudah dua kali aku ga sopan Ama Ustadz.


Mobil Andhini melaju menuju ke Apartment Angga,kemudian Dia masuk dan Alhamdulillah penyambutan kedatangan Raya sudah selesai.


"Assalamualaikum..."


"Walaikum sallam"


"Wah..udah rapi aja ni rumah,gimana sudah selesai?"Tanya Andhini


"Alhamdulilah sudah Bunda"jawab si kembar serempak.


"Mana Pak Angga An...kok ga bareng?"tanya Nadia ketika melihat Andhini cuma sendiri.


"kenapa kangen ya....baru berapa menit kok kangen?"


"Idih apa an sih An...gua kan nanya"kata Nadia sambil merona pipinya.


"Idih gitu aja malu..lihat no pipi Lo udah kaya tomat aja"Kata Andhini sambil menoel pipi Nadia.


"Gua heran Ama Lo Nad...setiap ketemu cowok ganteng langsung terpesona,awalnya Pak Angga,terus asisten nya Pak Fadhil,terus Pak Fadhil yang terakhir Pak Rayhan emangnya hati Lo buat siapa?"


"Ya maklum An...gua kan normal jadi lihat cowok ganteng langsung gimana gitu...emang gua Lo An?"


"Emang gua kenapa?"


"Ya mungkin Lo ga normal?....UPS"kata Nadia sambil menutup mulut nya.


"Gila kamu Nad...gua masih normal,Lo tahu sendiri udah ada si kembar mosok masib di ragukan"kata Andhini sambil menonyo kening Nadia.


"ya maaf...lagian gua heran cowok ganteng kaya gitu di bilang biasa aja"

__ADS_1


"Tapi menurut gua semua cowok ganteng di sini terpesona semua dengan Lo An..."


__ADS_2