ANAK DARI USTADZ

ANAK DARI USTADZ
#Peristiwa yang tidak di inginkan#


__ADS_3

Kring....


"Halo Assalamualaikum..Raya..ada apa" jawab Andini setelah tahu siapa yang telpon di handphonenya.


"Walaikum sallam Din...kita belanja ke Mall yuk...!


" Ke Mall...?ga mau ah..ini cafe lagi rame,aku ga enak ama Mas Angga"


"Soal itu tenang aja...aku da bilang ama kakakku,dan kata dia ga apa apa"


"Ray..lagian ke Mall mau ngapain sich..males aku"


"Kok ngapain sich...dasar ,kamu ga ingat apa kalau nanti malam wisuda kita" kata Raya.


"Oh.. iya.. iya..sori aku hampir lupa,makasih udah di ingatkan"


"Ya...ya...maklum udah tua jadinya pikun.Ha..ha.."


"Raya...."


"Pelan dikit napa suaranya...sakit tahu telinga ini"


"Sori...lagian kamu Ray. ."


"Oc.. oc...tunggu aku lima belas menit aku jemput" kata Raya sambil menutup telepon sepihak.


Huh...dasar bocah...ga sopan.


"Maaf mbak di panggil Pak Angga di ruangannya" kata Sari mengagetkan lamunan Andini.


"O..ya Sar makasih ya..." kata Andini sambil membalikkan badannya untuk menemui Angga.


Tok...tok...


"Ya masuk..."


"Assalamualaikum Pak angga..."


"E...kamu Din..masuk sini ! "


"Kalau ada orang salam harus di jawab dulu dong Pak..."


"Walaikum sallam...maaf Kakak lupa"


Andini mengernyitkan kening .


Angga tahu maksud ekspresi Andini.


"Di sini ga ada yang denger,jadi apa salahnya kamu manggil aku Kakak"


"Tapi ini kan masih di cafe Pak ga enak kalau ada yang denger"


"Iya...ya...saya tahu" Kata Angga dengan muka cemberut.


"Idih...Bapak kaya Bocil minta permen...ha...ha..." Kata Andini sambil tertawa lepas.


"Kamu...mah..rasain..." Kata Angga sambil menarik hidung Andini yang Mancung.


"Aduh...sakit tahu Pak.." kata Andini sambil memegang hidungnya.


"Ga lucu...ach..." Andini langsung keluar dengan tampang cemberut.


Waktu membuka pintu,Raya juga sudah di depan pintu langsung mereka bertabrakan.


"Aduh....Raya...sakit tahu" Teriak Andini setelah tahu siapa yang bertabrakan dengan dirinya.


"La..kamu juga sich..Din,keluar langsung nyelonong aja,kenapa sich..muka kamu di tekuk gitu?"


"Tuh...tanya Kakak Lo...? Kata Andini langsung pergi.


" E...tunggu Din....kok marah ayo kita berangkat,keburu sore...! Teriak Raya sambil mengejar Andini.


"Din...din...berhenti dong,cape tahu aku ngejar kamu" kata Raya ngos ngos san waktu turun tangga.


"Siapa suruh ngejar aku" jawab Andini sambil duduk di anak tangga.


"Nach..gitu dong berhenti,Ayo ke mobilku kita segera ke Mall keburu sore,nanti acara wisuda kan jam Delapan malam"


"Aku ga usah datang aja kali ya...?"


"Kok gitu...ini kan acara kita,mosok juara Umum ga hadir?"


"Aku malu...kamu sendiri tahu aku ga pernah menghadiri pesta"


"Makanya aku ajak kamu ke Mall cari baju,terus kita salon"


"Hah...salon?gila kamu Ray...buat beli baju baru aja aku masih mikir,ini di tambah ke salon bisa bisa aku jadi pelayan di sana karena aku ga mampu bayar"


"Udah...tenang aja semua aku yang bayar....Oc "


Andini pun tak bisa menolak ajakan Raya yang terus menarik tangannya.


Mobil yang membawa mereka berhenti di depan Mall terbesar di kota itu.


Mereka masuk ke Mall dan menuju butik yang berkelas.


Andini merasa canggung karena baru pertama kali dia masuk ke Mall,Selama ini Dia hanya pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan mereka.


Sampai di butik Raya menyuruh Andini untuk memilih gaun sendiri.


Raya juga sibuk mencari gaun buat Dia sendiri.Soal gaun Raya memiliki selera yang sangat tinggi dan berkelas.Gaun yang melekat di badannya pun selalu sesuai dengan wajah nya.


Di tempat kuliah Dia dijuluki Primadona kampus,karena wajahnya yang cantik dan Elegan.


Sedangkan untuk Andini sendiri Dia di juluki Preman kampus.


Dia terkenal cewek berwajah dingin dan mengerikan.


Pernah ada yang mau kurang ajar terhadap Raya di kampus,Andini langsung maju dan menghajarnya sampai kaki patah.Semenjak itulah Dia terkenal preman kampus dan Bodyguardnya Raya.


"Hai...Din...menurutmu bagus ga?" Kata Raya melenggang lenggok badannya sambil menunjukkan Gaun yang menjadi pilihannya.


Andini melihat Gaun yang di pakai Raya,bener bener cocok dan sesuai dengan wajahnya.


Andini mengacung kan jempolnya.


Raya tersenyum dan memberikan baju pilihannya ke pelayan toko.

__ADS_1


"Sekarang giliranmu Din..."


"Aku bingung Ray...ga ada yang sesuai dengan harapanku"


"Wah...kamu payah Din...coba aku bantu"


Raya pun sibuk memilih Gaun untuk Andini.


Raya mengambil gaun yang berwarna biru dan memberikan ke Andini.


Andini menerimanya,


Andini kemudian berganti baju,dan keluar dengan gaun yang di pilih.


Gaun yang di pilih Raya emang cocok dipakai Andini.


Walau tanpa make up wajah Andini sangat cantik.Mungkin kalau semua melihat kalau yang menjadi primadona kampus bukan lah Raya tapi Andini.


Raya sangat terkesima melihat penampilan Andhini.Dia langsung mengabadikan moment tersebut dan diam diam mengirim ke Kakaknya.


Gimana Kak...cantik ga..?


Di cafe Angga sedang sibuk dengan laptopnya,dan melihat Layar Hpnya yang kedip kedip.


Dia membukanya dan tersenyum


Cantik....walau tanpa polesan


Angga senang sekali mendapat kiriman foto kemudian dia simpan dan dia jadikan wal paper di Hpnya.


Setelah selesai di butik mereka ke salon.


"Din...habis dari salon ntar langsung ke rumahku aja ya,kita nanti berangkat dari sana"


"La ...kok gitu Ray...aku belum ijin ama Ibu Ku?"


"Tenang aja, nanti habis dari sini kita mampir ke rumahmu,terus langsung ke rumahku ya"


"Terserah kamu Ray...."


Setelah satu jam mereka di salon, kemudian mereka pulang.Raya pun tak lupa mengirim foto ke kakaknya lagi.


Gimana sempurnakan....?


jangan telat pulang ke rumah nanti antar kami ke hotel,kalau kakak tidak mau melewatkan keindahan dunia...


Angga senyum senyum melihat kiriman foto adiknya.Dia pun bergegas menyelesaikan pekerjaannya,dan memberikan instruksi kepada karyawannya kalau cafe malam ini tutup jam Tujuh.


Sampai di rumah Andini minta ijin ke Ibu Nya untuk pergi ke rumah Raya dan nanti akan menghadiri acara wisuda di hotel.


Arumi mengijinkan putrinya.Sebenarnya nanti malam ingin mengajak Andini ke acara Bakti Amal yang di selenggarakan oleh pesantren Al Firdaus.


Umi Zahra mengundang mereka dan ingin menjodohkan putranya dengan Andini.


Tapi karena Andini ada acara di kampusnya dia tidak bisa melarang dan lebih baik Dia minta maaf ke Umi Zahra kalau tidak bisa memenuhi undangannya.


...****************...


Acara Wisuda di mulai jam Delapan malam,yang di selenggarakan di Hotel bintang Lima di kota itu.


Keadaan Hotel bintang Lima pun sangat ramai,karena selain ada acara pelepasan wisuda yang di selenggarakan oleh kampus ,tapi juga ada acara Bakti amal yang setiap tahun di selenggarakan oleh Pondok pesantren Al Firdaus,selaku pemilik Hotel bintang Lima tersebut.


Mata Angga dari tadi tidak berkedip melihat kecantikan Andhini.Kecantikannya lebih sempurna bila di lihat secara langsung daripada di foto.


Andini merasa risih di lihat Angga seperti itu,tapi dia pura pura tidak melihat.


Woy...jaga mata woy...


kalau ga ingat dia boz uda ku cungkil tu matanya.Batin Andini menahan amarah.


Raya yang melihat tingkah Kakaknya hanya geleng kepala.


Dasar cowok pengecut


mengungkapkan perasaan aja ga bisa


mosok harus aku juga yang bertindak.


Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di Hotel.


"Ntar Kakak yang jemput,hubungi Kakak kalau acara sudah selesai,ingat jangan banyak minum Ray....kamu paling ga bisa menoleransi alkohol"


"Siap..Kak..tenang aja ada Bodyguard Raya yang selalu menjaga Raya...bener ga Din..."


"E....iya.. " Andini kaget soalnya Dia baru saja mengagumi ke indahan hotel bintang Lima yang baru di lihatnya.


Mereka pamit dan masuk ke hotel tersebut.


Sampai di lobi hotel mereka bertemu teman temannya dan mengagumi kecantikan Preman kampus mereka.


"Wah...yang jadi primadona malam ini kamu Din..." Bisik Raya


"Ach...kamu bisa aja Ray...aku kan malu"


Semua mata memandang Andini dengan tatapan mempesona.


Di tempat tidak jauh dari Lobi ada sepasang mata yang sangat terlena akan keindahan surgawi.


Subhanallah...sungguh indah ciptaan mu..Ya..Allah...


Maaf bila hamba tidak bisa menjaga pandangan hamba


Para mahasiswa masuk ketempat Yang sudah di tunjuk.


Andini merasa asing dengan suasana ramai tersebut.Dia hanya diam dan hanya mengikuti Raya.


Raya yang sudah biasa datang ke pesta dan di juluki ratu pesta,lupa kalau Andini di samping nya.Dia malah asyik ngobrol dengan teman temannya dan tak lupa minum Alkohol.


Andini di sebelahnya berusaha menegur tapi tidak di gubris oleh Raya.Pingin marah tapi dia tidak mau merusak suasana pesta.Andhini pun mulai menyingkir dan mengambil tempat duduk yang sepi.


Andini terasa haus,tapi Dia bingung minuman mana yang tidak mengandung alkohol.


Di tengah kebingungan dan rasa haus ada seseorang yang menawarkan minum.


"Kamu mau minum...?" kata Cowok itu.


Andini menoleh

__ADS_1


"Kau..." Andini terkejut dan tahu siapa yang menawari minumnya.


"Ini minumlah ..."


Andini hanya melihat dan tak percaya kalau orang yang selama ini membencinya menawari minum.


Bobi Suhanda.


Adalah musuh bebuyutannya.Sampai kuliah Bobi masih selalu mengganggu nya walau tidak terang terangan.


"Jangan takut ini cuma Orange jus bukan Cocktail..."


"Aku tahu kamu kan ga suka minuman berbau Alkohol"


Andini masih tidak percaya.Dia ragu menerimanya.Tapi karena dorongan haus akhirnya dia mengambil gelas tersebut dan menciumnya.


Tidak berbau Alkohol


mungkin benar ini Orange jus


Andini pun meminum sedikit.Dan dia pun percaya kalau itu Orange jus,akhirnya dia menghabiskan orange jus tersebut.


Bobi melihat Andini menghabiskan orange jus tersebut,dia tersenyum puas.


Mampus kau Andini


Akan gue buat Lo tunduk padaku


Malam ini kau milikku seutuhnya.


Andini melihat perubahan Bobi,Dia pun menyadari kalau dia sedang di jebak.


Tapi semua terlambat...Andini merasakan hawa panas di seluruh tubuhnya dan menimbulkan sensasi yang sangat kuat.


"B*******....kamu Bob,kamu campuri apa minumanku?"


"Ha...ha...Andini...Andini tenang aja aku tidak akan mencelakai,tapi aku akan membawa kamu menikmati surganya duniawi"


"Tenanglah...aku akan membantumu menyalurkan hasratmu,Ayolah....aku sudah menyewa kamar hotel di sini"


kata Bobi sambil tersenyum dan maju mendekati Andini.


"Jangan mendekat Bob...kamu gila..." teriak Andini sambil menahan hasrat yang semakin menyesakkan dada.


"Ha...ha ..mungkin emang aku sudah gila Andini,tadinya aku benci kamu dan sangat benci...tapi entahlah setelah kita sama sama di bangku kuliah,perasaan benci itu jadi cinta"


"Lo...gila Bob...pergi dari sini..." teriak Andini.


Walau Andini berteriak kencang tapi orang orang di sekeliling pun tak akan mendengar karena suara musik yang menggema dan pengaruh alkohol yang membuat mereka tak peduli dengan sekelilingnya.


Andini berusaha menahan gejolak hasratnya,dan berusaha menghindar dari Bobi.


Andini lari dan terus berlari.


Karena pengaruh minuman itu Andini tidak bisa berlari secara sempurna di terhuyung huyung,Dan Bobi berhasil menangkap Andini.


"Lepasin...lepasin..." teriak Andini


"Gue ga akan melepaskan Lo Andini...Lo akan jadi milik gue selamanya..."


Andini berusaha memberontak,dengan kekuatan yang tersisa Dia menyentak tangan Bobi yang memegang lengannya.Sontak Bobi kaget dan pegangan mengendor,


Andini tidak melewati kesempatan itu Dia langsung menendang ke arah ************ Bobi dengan sekuat tenaga,kemudian Dia lari dan terus berlari walau terhuyung huyung dan kerap kali menabrak dinding.


Gue harus cepat pergi dari sini


Ya ..Allah tolong hambamu ini.


Kepala Andini terasa pusing dan menabrak pintu yang tidak terkunci.


Brakk....


Andini terhuyung huyung dan jatuh ke sofa.


Di dalam kamar ternyata ada seorang laki laki yang memakai baju koko.Dia terkejut karena tiba tiba ada seorang masuk di kamarnya tanpa ijin.


Laki laki itu melihat dengan seksama.Gadis yang duduk di sofa dengan gaun yang tersingkap melihatkan paha yang mulus.Jiwa laki laki nya memberontak melihat tontonan di depannya.


Dia perhatikan gadis itu dengan penuh pesona.


Mata yang indah,kulit bersih,dan gundukan di depan dadanya yang sangat menantang ingin menghisapnya.


Astaghfirullah..


Ya Allah ampuni hambamu ini...


hilangkan setan yang terkutuk ini.


Tadi aku mengaguminya...


merindukannya...


Tapi kenapa dia Engkau kirimkan kemari Ya Allah...


Apakah Kau sedang mengujiku?


Andriani yang masih terpengaruh obat itu,melihat ke depan dan menatap mata laki laki itu.


Tampan....


Andin menelan saliva nya dan sudah tidak bisa menahan gejolak hasratnya yang menjalar di tubuhnya.Ada kedutan di area sensitifnya yang menginginkan suatu belaian.


Andini mendekat dan semakin mendekat ke arah laki laki itu.


"Tampan...aku sangat menginginkanmu...tolong aku.." kata Andini manja.


Laki laki itu hanya diam dan berusaha melawan hawa nafsunya.Dan dia berusaha Berdzikir dan berdzikir.


Ya...Allah...


berat sekali ujian mu


Matanya sambil terpejam agar tidak bisa melihat godaan syetan di depannya.


Andini benar benar tidak bisa menguasai diri,dengan melihat laki laki di depannya hanya diam dan memejamkan mata,dia menganggap kalau laki laki itu menginginkan nya.


Walaupun sekuat apa pun iman seseorang,tapi kalau Syetan terus mengganggu itulah titik kelemahan Manusia.Apalagi dua insan yang beda jenis,pasti mudah di kendalikan Syetan.Apalagi Allah pun telah memberikan jalan takdir dan memberikan cobaan untuk menguji keimanan seseorang.

__ADS_1


Peristiwa yang tidak di inginkan pun terjadi,dan penyesalan pun tidak ada artinya.


__ADS_2