
Mereka bertiga menuju ruang pemeriksaan untuk mengambil sampel darah mereka masing masing.Setelah semua selesai Ustadz Fadhil mengajak jalan jalan si kembar.
Setiap orang yang melihat selalu beranggapan mereka adalah Bapak dan anak karena wajah mereka benar benar mirip.
Sesekali Ustadz Fadhil mengambil foto bersama dan menggugah di sebuah akun sosial media.
Dia memberi Caption "Bahagianya memiliki seorang anak .. kalian adalah pelita hidupku"
Banjir komentar pun memenuhi kontak sosial media.
***Kapan menikah?kok sudah punya anak sebesar itu?
Siapa Bundanya***?
Wajah kalian mirip bagaikan pinang di belah tiga
Kami patah hati.
Itu sebagian komentar komentar yang di baca Fadhil,tapi Dia abaikan.Dengan postingan tersebut bikin heboh keluarga besarnya di Indonesia.
"Assalamualaikum Umi...." Ustadz Fadhil mengangkat Telponnya.
"Walaikum sallam...Fadhil"
"Itu benar mereka anak kamu?kalian benar benar mirip?kapan kamu bawa pulang?" Kata Umi Zahra tanpa jeda.
"Aduh...Umi satu satu dong kepala Fadhil pusing nich?kanya netizen aja pertanyaannya" Jawab Ustadz Fadhil sambil memperlihatkan muka kesalnya.
"Idih.. Fadhil ingat kamu sudah tua umur udah mau kepala tiga,kaya anak kecil aja" Kata Umi Zahra.
"Biarin.. di mata Umi Fadhil kan anak Umi,jadi wajar kan tingkah Fadhil kaya anak anak"
"Dasar bocah Gemblung..."
"Udah jawab jujur gimana hasil test DNA nya?"
"Mau tahu aja apa mau tahu banget...."
"Fadhil....." Teriak Umi Zahra.
"Aduh Umi sakit tahu telinga Fadhil,yang pelan pelan napa?"
"Lagian Umi tanya serius kamu bercanda melulu"
"Maaf maaf Umi Fadhil kangen candaan Umi"
"Kalau kangen ya pulang to...sampai kapan kamu tetap di sana?"
"Masa hukuman Fadhil belum selesai Umi...kan baru Empat tahun?"
"Udah entar biar Umi bilang ama Abi untuk mempercepat masa hukuman kamu"
"Ga usah Umi disini Fadhil udah jadi Dokter sesuai harapan Fadhil"
"Tapi Fadhil juga sudah berusaha jadi orang baik dan jadi Ustadz sesuai harapan Abi"
"Udah...udah jangan mengalihkan pembicaraan kita,gimana hasilnya?"
"Hasilnya baru keluar besok Umi,jadi Fadhil belum tahu mereka anak Fadhil atau bukan?"
" La kok belum?Umi kira kamu posting gitu sudah ada hasilnya"
"Belum Umi,tapi kita sepakat walau hasilnya mereka bukan anak Fadhil,Fadhil tetap akan menjadi ayah mereka"
"Kalian sepakat?maksudnya?"
"Ternyata mereka juga sedang mencari Ayah kandungnya,dan mereka juga meyakini kalau Fadhil adalah Ayah mereka"
Fadhil menceritakan pengakuan dan perjuangan si kembar agar bertemu dirinya.
"Subhanallah Fadhil mungkin dengan perlombaan ini Allah memberi jalan atas doa doamu selama ini,semoga kalian ada ikatan darah yang kalian harapkan,Umi selalu mendoakan yang terbaik"
"Kalau boleh Umi ingin menyapa mereka" Kata Umi Zahra.
Fadhil kemudian memanggil si kembar dan menyapa Umi Zahra.Dengan komunikasi jarak jauh mereka kelihatan akab seperti cucu dan neneknya.
Semoga hasil DNA seperti yang diharapkan.
Menjelang sore mereka kembali ke asrama.Setelah istirahat sebentar mereka mengikuti kegiatan kegiatan untuk menjadi bekal perlombaan nanti.
Si kembar sangat antusias dan mengikuti semua pembelajaran dengan baik.
Ustadz Ali dan Ustadz Zaki juga selalu mendampingi mereka berdua.
Semenjak postingan Ustadz Fadhil di sosial media Ustadz Zaki merasa terpukul karena kesempatan untuk mendapatkan Bundanya si kembar dalam titik gelap.
Ustadz Ali melihat keadaan temannya yang tidak bersemangat,hanya bisa memberi support dan anggap aja belum jodoh.
Ustadz Ali tahu walaupun Bundanya si kembar belum pernah mengenal Ustadz Fadhil tapi jalan mempunyai peluang adalah sangat besar karena di lihat Si kembar sangat menyukainya.
__ADS_1
Iseng iseng Ustadz Ali mengirim foto Fadhil dan si kembar ke Andini untuk mengetahui responnya Andini.
Dalam fotonya Dia menulis
Calon Imam masa depan?menurut kamu gimana?
Ustadz Ali ingin tahu respon Andini gimana?soalnya selama ini Dia belum pernah melihat kedekatan Andini dengan lelaki manapun.
Lama menunggu balasan dari Andini tapi tak kunjung juga.
Sesibuk itukah kami Din?sehingga Chat punyaku ga kamu balas?
Lama menunggu balasan akhirnya dia tertidur.
...****************...
Waktu yang di tunggu pun tiba Ustadz Fadhil dan si kembar pergi ke Rumah Sakit.Mereka mau mengambil hasil tes DNA.
Mereka berjalan menuju ruangan Dokter Fauzan.
Tok...tok..tok
"Assalamualaikum Dokter..." Ucap mereka serempak.
"Wallaikum Sallam...wah kalian semua kompak dan sangat bersemangat sekali ya" kata Dokter Fauzan.
"Setiap hari kita harus bersemangat Dokter,kata Bunda dari pagi dimana kita sudah terjaga di situ kita harus tetap semangat walaupun masalah sesulit apapun maka hasil yang kita dapat akan memuaskan hati" Kata Fatih dengan bijak.
"Subhanallah..kalian anak anak hebat,semoga kelak kalian menjadi orang sukses" Kata Dokter Fauzan.
"Kami ingin sukses di mata Allah Dokter karena Sukses di mata Allah akan kekal abadi dan pintu surga menanti,daripada sukses di dunia tapi pintu neraka yang terbuka" Kata Fatimah sambil membuka file file di meja Dokter.
"Adik..jangan sentuh itu nanti di marahi Pak Dokter?"
"Maaf Kakak Fatimah sangat tertarik file ini lihatlah Kak ini Diagnosa pasien terkena ginjal,ini Diagnosa pasien terkena paru paru,dan ini lihatlah pasien terkena kanker walau masih studium awal" Kata Fatimah masih membolak balik file.
Dokter Fauzan sangat terkejut akan kemampuan anak kecil itu,walau usia menjelang empat tahun tapi pemikiran sangat dewasa.
Ustadz Fadhil tidak heran akan kemampuan si kembar,karena Dia juga sudah melihat Fatimah membolak balik Filenya dan membahas penyakit pasien serta obat yang di konsumsi.
Hanya gara gara Pasien kanker mereka sempat beradu pendapat.
"Sudah..sudah Fatimah kamu rapikan filenya om Dokter,jangan salah urutannya katanya kamu mau lihat hasil DNA nya" Kata Ustadz Fadhil.
"Baik Ustadz maaf kalau Fatimah sudah bikin masalah" Kata Fatimah sambil menyusun file sesuai urutan semula.
Dokter Fauzan di buat terkagum kagum dua kali,karena penyusunan file itu sesuai dengan urutan semula.Dokter Fauzan aja tidak bisa menyusun ulang tapi ini anak baru kemarin sore hanya butuh dua menit menyusun file seperti semula.
Dokter Fauzan menyerahkan amplop ke Ustadz Fadhil.Fatih langsung sigap mengambilnya dan membuka amplop tersebut dan membaca hasilnya.
Dari hasil DNA tersebut mereka murni 100% anaknya Fadhil.Mereka gembira sekali karena harapan selama ini tidak sia sia,perjuangan mereka mengikuti perlombaan sampai di negeri orang pun tidak sia sia.Si kembar memeluk Fadhil dan menangis.
Fauzan melihat adegan tersebut meneteskan air mata,Dia ga menyangka akan menjadi saksi bisu kebahagiaan sahabatnya yang sempat terpuruk hampir empat tahun lamanya.
Dia mengingat bagaimana perjuangan sahabatnya mencari wanita yang pernah menemani walau cuma satu malam.
Kini Dia menyaksikan buah hasil cinta satu malam mereka yang telah menjadi anak anak genius.
Di tengah keharuan tiba tiba si kembar menghempas pelukan secara bersamaan.
Ustadz Fadhil dan Dokter Fauzan terkejut akan perubahan mereka.
"Nak..apa yang terjadi?apa kalian tidak bahagia ketemu Ayah?" tanya Ustadz Fadhil.
"Yah.. kami bahagia ketemu Ayah,berarti perjalan kami sampai di sini tidak sia sia"
"Tapi kami tidak tahu apakah Ayah bahagia?Apakah kami anak yang diharapkan?sedangkan selama hampir Empat tahun ini kami tidak pernah mengenal sesosok Ayah?kenapa Ayah tidak pernah mencari kami kalau Ayah mengharapkan kami"
"Mungkin kalau bukan karena kami mengejar sampai di sini Ayah tak pernah mengingat kami"
"walau Bunda selalu berpesan jangan pernah membenci Ayah,karena ini semua salah Bunda." kata Si kembar menahan tangis.
Fadhil menyadari apa yang di katakan si kembar itu benar.Mungkin kalau mereka tidak mengikuti perlombaan ini mereka tidak bertemu.Mungkin kalau bukan dari mulut ke mulut yang selalu bilang muka si kembar mirip dengannya,Dia tidak punya inisiatif melakukan tes DNA.
Fauzan mendengar kata kata si kembar yang menyerang Fadhil akhirnya menengahi.
"Anak anak... sini om Dokter mau bilang kalau Ayah kamu selama ini juga mencari kalian,tapi hasilnya selalu nihil". Kata Dokter Fauzan.
Fatih dan Fatimah pun mulai menjelajahi pemikiran Fadhil.Fadhil merasakan ada gelombang yang masuk ke relung kalbunya.Dengan kemampuan batinnya Fadhil tidak bisa menahan gelombang itu,ternyata kekuatan gelombang itu melebihi batas kemampuannya.Fadhil hanya pasrah dan memandang si Kembar.
Posisi si kembar begitu santai,Fatih memainkan Rubriknya dan Fatimah memainkan boneka kecilnya.
Fadhil tidak habis pikir siapa yang sedangkan memainkan hatinya?Dokter Fauzan ga mungkin karena Dia tidak mempunyai kekuatan apa apa?Si kembar juga ga mungkin karena mereka sedang sibuk dengan permainan mereka.
Beberapa menit Si kembar menarik nafas panjang secara bersamaan.
" Okelah kalau begitu ..kita percaya bahwa Ayah Fadhil sangat mengharapkan kami,Gimana Ayah kita pulang sekarang soalnya urusan kita di Rumah sakit sudah selesai" Kata Fatih.
"Pulang kak?Fatimah lapar?tadi habis berpikir tenaga ini habis" Kata Fatimah.
__ADS_1
Fatih tahu kelemahan Fatimah,kalau Adiknya akan merasa kelaparan kalau habis mengeluarkan energi untuk penjelajahan pikiran orang.
Apalagi baru saja mereka hampir ketahuan karena kekuatan Fadhil juga besar,untung mereka bawa Rubrik dan boneka untuk mengelabuhi pandangan Fadhil kalau mereka sedang berkosentrasi.
"Kalian Lapar?Ayo kita makan?" Ajak Ustad Fadhil.
Mereka bertiga meninggalkan ruangan Dokter Fauzan dan menuju Restoran kebab yang sangat terkenal di Sana.
Ustadz Fadhil mengemudikan mobilnya menuju Restoran milik pribadinya.
Resto Al ****Firdaus****
Nama Restorannya,Dia mendirikan restoran tersebut waktu tahun pertama tinggal di Tarim.Selain belajar di Pondok pesantren ,untuk mengisi waktunya Dia mulai bisnis kecil kecilan di bidang kuliner.Karena ketekunannya akhirnya Resto yang dibangun sekarang sudah mulai go internasional .
Selain itu Dia juga menjadi Dokter spesialis di Rumah sakit pusat.
Setelah sampai di Resto Fadhil mengajak anaknya di ruang pribadinya
Si kembar bingung kenapa mereka tidak duduk di depan malah di ajak masuk ke ruangan yang sangat mewah.
"Ayah kenapa kita ga duduk di luar tapi malah di ruangan yang sangat mewah ini" Kata Fatih sambil melihat lihat di sekeliling mereka.
" Nak ini Restoran Ayah..dan akan menjadi milik kalian" Kata Ustadz Fadhil sambil menggendong si kembar untuk dibawa ke sofa besar.
"Apa Yah...ini punya Ayah?Keren.....kami suka" Teriak mereka.
Ustadz Fadhil menelpon agar di kirim makanan untuk makan siang.
Tok...tok...tok
"Assalamualaikum Ustadz..." Kata Asisten Fajar
"Walaikum Salam Jar, kenalkan ini anak anak aku si kembar" Kata Ustadz Fadhil.
"Subhanallah ganteng dan cantik mereka Ustadz,hasilnya udah keluar?" Tanya Fajar.
"Alhamdulilah ..dan hasilnya sesuai harapan" Kata Ustadz Fadhil bahagia.
"Alhamdulilah Ustadz saya ikut senang untuk hal ini"
"Halo ..anak anak pintar nama kalian siapa?kenalkan nama saya Fajar" Kata Asisten Fajar memperkenalkan diri
"Fatih "
"Fatimah"
"Oh.. ya Ustadz ini proposal dari perusahaan Indonesia yang mengajak kerjasamanya,dan katanya nanti perwakilan dari mereka akan datang satu minggu lagi." Kata Asisten Fajar.
"Terimakasih. .dan kamu persiapkan kedatangan mereka,berikan yang terbaik karena mereka tinggal di sini selama satu bulan" Kata Ustadz Fadhil.
"Baik Ustadz ,saya mohon diri ...Assalamualaikum" Kata Fajar
"Walaikum sallam"
Setelah Asisten Fajar keluar beberapa menit kemudian menu makan siang pun datang.Si kembar senang kemudian mereka makan bersama.
Canda tawa menyertai mereka sambil menikmati makan siang.
"Nak...untuk perlombaan satu bulan ke depan apakah Bunda kalian bisa hadir?" Tanya Ustadz Fadhil.
"Idih..Ayah udah rindu ama Bunda ya" Kata Fatimah
" Kalian bisa aja.." Kata Ustadz Fadhil menutupi malunya.
Dia belum tahu apakah sudah siap untuk bertemu Bunda nya si kembar,Apakah Dia akan membencinya atas perbuatan di masa lalu?atau akan memaafkannya.
"Kata Bunda nanti Dia yang akan datang sekalian ada Job di negara ini katanya." Kata Fatimah
"Job apa?Emang Bunda kamu kerja dimana?
" Untuk pastinya kami ga tahu,cuma terakhir Fatih berusaha membobol keamanan sistem komputernya kalau Bunda di jakarta naik jabatan menjadi Direktur keuangan"Kata Fatih.
"Kalau di negara ini kami belum tahu Bunda dapat job apa?soalnya hanya data punya Bunda yang ga bisa Fatih tembus" kata Fatih lagi.
"Yah. . kalau Fatih boleh kasih saran gimana kalau kedekatan dengan Bunda secara alami aja,terus terang kami belum siap untuk jujur ke Bunda kalau kami udah menemukan Ayah kami."
"Kami juga tidak tahu hubungan kalian di masa lalu seperti apa?"
"Maka dari itu besok waktu ketemu Bunda gimana kalau Ayah mengenal lebih dekat dulu Bunda gimana orangnya"
"Apakah Ayah dan Bunda saling mencintai kita tidak tahu"
Fadhil mendengar kata kata Fatih dan berusaha mencernanya.
Dia membenarkan apa yang di utarakan Fatih.Apalagi mengingat hubungan Dia dengan Bundanya si Kembar adalah cinta satu malam.
Ternyata anakku lebih bijak dari pada aku.
Dengan banyak obrolan obrolan dengan si Kembar,Dia merasa sifat sifatnya mendominasi ke anaknya terutama Fatimah.Untuk Fatih cenderung bersikap dingin dan arogan.Mungkinkah sifat Bundanya seperti itu?Terus kejeniusannya si Kembar Fadhil meyakini mereka mewarisi Bundanya.
__ADS_1
Waktu pun berlalu.Suara Adzan Ashar mulai terdengar.mereka pun langsung pulang ke asrama.Walau Ustadz Fadhil adalah ayah kandungnya.Tapi Si kembar sangat profesional Dia tidak ingin mereka menang karena Ayahnya seorang juri.
Mereka pun sepakat tidak akan memberitahu kepada siapapun tentang hubungan mereka.