
Hari ini Andra memutuskan untuk cuti kerja selama satu minggu, dia menyerahkan semua tanggungjawab dan wewenang kepada asistennya Rey,
Kali ini dia mengunjungi kota B, mengunjungi rumah orangtuanya., kedatangannya disambut baik oleh adik kesayangannya Lita,
"Bang Andra sudah sampai ma!" teriak Lita dari balkon rumahnya, gadis itu melihat mobil Andra masuk ke pekarangan rumah.
Segera dia berlari menuju pintu, "Hati-hati Lita, tidak lucu kan kamu jatuh karna terlalu senang!" kata mama Tasya, walaupun sudah usia lanjut, namun wanita paruh baya itu masih terlihat segar dan masih sering melakukan guyonan ringan dihadapan keluarga.
Sejak Andra ditinggal pergi oleh istri dan anaknya, sejak saat itu, papanya Deni kembali mengulurkan tangan guna membantu putra sulungnya itu, tadinya Deni dan Tasya berfikir Andra telah berhasil mengurus rumahtangga dengan baik, bahkan usia pernikahan mereka yang terbilang cukup lama membuat kedua orgtua Andra berfikir mereka baik - baik saja.
Sampai telpon dari Nadia merubah semua pemikiran orangtua itu.
"Syaa. . Andra kenapa?" kata Nadia panik.
"Kenapa apanya Nad?" kata Tasya bingung.
"Hari ini Naila kembali kerumah kami tanpa Andra, Naila memutuskan pergi menjauh dari Andra, apa kau tidak tau sya?"
"Sungguh aku tidak tau Nad, bahkan Andra jarang memberi kabar kesini!"
"Baiklah, semoga badai rumahtangga mereka cepat berlalu, sementara Naila meminta izin untuk tinggal dirumahku sya.."
"Baiklah Nad, tolong jaga menantu dan cucuku ya, nanti ku coba tanyakan kepada Andra, apa yang sudah terjadi?" kata Tasya, dan panggilan kedua sahabat itu pun berakhir
Tasya melihat ke arah putra sulungnya yang baru saja tiba dirumahnya. "Abang sehat?" tanya nya.
Andra menghampiri mamanya dan menyalimi tangan wanita itu, "Alhamdulillah Andra sehat ma!"
"Gimana pekerjaannya bang?"
"Lancar ma, Andra sudah berhasil bangkit, sebentar lagi Andra mau jemput Naila dan Dara ma, mama doakan Andra terus yaa!" kata Andra, kali ini mereka duduk berhadapan di meja makan
"Tunggu sebentar mama buatkan makanan ya!"
Andra mengangguk.. "lita bagaimana kuliahnya? udh dapat pacar belom?" tanya Andra ke Lita yang memang sejak tadi ikut duduk bersama mereka,
"Iisshh. apa sih Bang, masa kuliah nyari pacar!" kata Lita menepuk bahu abangnya itu.
__ADS_1
"Hahaha. yaa kali ta, kamu butuh ojek pribadi! kan lumayan tuh!" ucap Andra meledek adiknya
"Mamaaaaa... abang tuh ." rengek Lita
Tasya hanya menggeleng melihat kelakuan anaknya, padahal sudah besar tapi masih seperti anak kecil.
"Ma, Andra ke kamar ya! terimakasih mamaku tersayang, makanannya enak!" sambil mengacungkan dua jempol.
"Huuu.. gombal aja, jangan didengerin ma, ada maunya itu diaa!" kata Lita..
"Hheehh.. anak kecil tau apa siih!" ucap Andra sambil mengusap wajah Lita.
"Aaaaaaahh.. abang, aku abis facial tauuuu..! " kata Lita
Andra beranjak sambil menjulurkan lidahnya meledek Lita adiknya. Tubuhnya sangat letih.. rasanya perjalanan dari kota J ke kota B menguras tenaga nya..
Andra merebahkan badannya, seketika dia tertidur.
***
Pada malam hari Andra kembali berkumpul dengan keluarga nya di meja makan, sudah datang papa Deni ditengah-tengah mereka.
"Hmm.. Andra lagi suntuk pa, setahun full Andra fokus bangun perusahaan dengan modal yang papa kasih, sekarang perusahaan sedang bagus-bagusnya, bahkan rekrutmen juga sudah dibuka untuk mengisi posisi yang kosong. gapapalah Andra sekali-sekali liburan, tapi papa tenang saja, semua sudah dihandle sama Rey kok pa.." jawab Andra.
"Hmm.." papa Deni manggut -manggut
"Lalu abang punya rencana apa setelah ini?" kata papa Deni
"Andra mau jemput istri dan anak Andra pa, Andra rasa sudah cukup Andra menahan diri dan bersabar, Andra harus mencoba mendekatkan diri lagi, Andra harus membuktikan bahwa Andra benar-benar tidak melakukan hal bodoh saat itu."
"Sudah-sudah, lanjutkan makannya dulu, nanti kita ngobrolnya.." kata mama Tasya membawa beberapa menu masakan dibantu oleh Lita
mereka menikmati makan malam diselingi canda gurau..
***
dirumah Nadia dan Yudi
__ADS_1
Naila menghidangkan masakannya.. terlihat papa yudi baru saja pulang kerja.
"Lho Nai, mama kamu mana?" kata Papa Yudi
Melihat Naila yang berada didapur papanya heran, karna biasanya Nadia lah yang menyiapkan segala sesuatu, walaupun Naila setahun ini berada dirumah mereka.
"Mama sepertinya masih tidur dikamar Dara pa, tadi pas Naila pulang, mama disana, belum turun sampai sekarang!"
Papa Yudi berjalan ke arah kamar Dara, sekilas papa yudi tersenyum, ternyata Nadia sedang menggantikan baju Dara, dan bersiap keluar kamar..
"Hmmmm. . bau nya enak sekali!" kata mama Nadia
"ayo kita makan,!" kata Naila
"Sebentar papa bersih-bersih dulu" cucu kakek udah wangiii!!"
ucap Yudi sambil menyiumi pipi balita cantik itu
"iihh.. kakeknya masih bau acem!" kata Nadia
papa yudi sekilas mengecup kening mama nadia, melihat itu wajah Naila menjadi malu, dia iri dengan keharmonisan keluarga mama papa nya. dan kejadian tadi siang di AN grup teringat lagi..
"Apa kau merindukan kami?" hmm.. bahkan kau tidak menghubungi atau berusaha mencari kami!" ucap Naila dalam hati membayangkan pria yang sampai saat ini masih mengganggu pikirannya.
***
drrrt... drrrrt... drrtt.. ponsel papa yudi berdering...
Deni calling...
melihat siapa yang menelpon, papa yudi menghentikan aktifitasnya diruang keluarga dan berpindah ke ruang kerja.
"yaa hallo .. "
"______"
"benarkaah??"
__ADS_1
to be continue