ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)

ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)
Flashback


__ADS_3

Andra masih menunggu jawaban Naila, tapi Naila terlihat diam saja, dia bingung, sebenarnya hati nya masih terlalu cinta sama Andra namun, kegelisahan yang dirasa selama ini menutupi semua perasaan cintanya.


Sedangkan Andra semakin yakin bahwa Naila sudah menutup hatinya untuk siapa saja lelaki yang mendekatinya, termasuk dia, kenyataan yang harus diterima Andra, yang penting sekarang dia bisa bermain dengan anaknya kembali.


"Baiklah Nai, kau tidak perlu menjawab nya sekarang, jika memang perasaan itu masih ada dihatimu, abang yakin, suatu hari nanti kau yang akan memeluk abang!" ucap Andra melemas.


Naila diam memperhatikan manik mata Andra yang menyimpan kecewa itu.


"Begini Nai, sebenarnya saat itu abang bekerja sebagai asisten, bos abang udah tua, tapi di mesum abis, abang juga tidak menyangka bisa bekerja dengan dia selama 7tahun terakhir, yang berujung kesalahpahaman antara abang dan kamu."


"Jadiiii.. waktu kamu liat abang dimobil bareng perempuan, yaa kamu benar, itu abang, waktu temen kamu juga bilang abang membawa ke hotel yaa kamu juga benar, abang memang membawa nya ke hotel, tapiii kejadian sebenarnya adalah, abang diminta oleh bos abang, semua atas perintah darinya, abang memang bodoh saat itu Nai, namun bonus yang ditawarkan tiap kali abang menuruti perintah bejad nya itu menjadikan abang budak dia, saat itu abang cuma berfikir abang bisa pakai uang yang dia kasih buat kamu dan Dara, krn gaji abang kecil Nai."


Andra menghela nafas.


"Mulai dari menemani bos itu di cafe, menunggu nya di lobby hotel, bahkan sampai menjemput wanita simpanan nya, semua abang lakuin hanya demi uang, dia menjanjikan uang pada abang Nai, jadi abang ambil semua resiko itu. salahnya abang tidak pernah menceritakan hal ini padamu dulu."


Naila berusaha mengatur nafasnya, rasa bersalah membuatnya ingin segera memeluk lelaki yang dihadapannya, lelaki yang menalak satu pada malam dimana dia meninggalkan rumah.


"Lalu.. apa yang terjadi dengan kartu kredit abang?"


"Nai liat tagihannya luar biasa bang, rinciannya lebih banyak digunakan di hotel!"


Ingatan Naila kembali pada saat dia membuka dan melihat isi dua lembaran surat tagihan setahun yang lalu.


"oohh . itu.. hahaha" Andra tertawa.


"Itu kebodohan abang yang kedua Nai, abang mengizinkan bos mesun itu menggunakan kredit card abang untuk menutupi aksi selingkuh dia dari istri sah nya!"


Andra tertawa mengingat bagaimana bos nya menanyakan padanya mengenai kredit card, dan mencoba merayu Andra untuk mengaktifkan untuk kelancaran kegiatan kemesumannya.


"Bahkan dia juga Nai yang bayar tagihannya tiap bulan, tentu ditambah tiip untuk abang!"


"itu juga kesalahan abang, tidak bercerita gamblang kepadamu, sehingga kamu pada akhirnya yang meninggalkan abang."


"Lalu sekarang apa abang masih berhubungan dengan bos itu?" kata Naila


"Hmm.." Andra menggeleng


"Sejak kamu pergi, Abang resign dari sana, abang membuang wajah menghadap papa Deni, abang minta modal sama papa, lalu membangun perusahaan, Rey yang sekarang asisten abang dulu adalah OB di tempat abang kerja, tapi sebagai OB Rey cukup pintar Nai, bahkan Rey beeberapa kali menggantikan abang mengerjakan tugas dari bos mesum dikantor saat abang disuruh bos itu keluar kantor!"

__ADS_1


,"Seperti yang kamu lihat, abang berhasil sekarang, abang berniat untuk membawamu kembali, abang membeli rumah ini, mendesign dengan selera kamu,"


"Lalu bagaimana dengan rumah pertama kita bang, hadiah pernikahan kita dari papa mama?"


"Sudah abang jual lagi ke papa setelah abang meminta modal!" kekeh Andra


"Issshh.. abang!" ucap Naila menyentuh bahu Andra


Reflek tangan Andra menggenggam jemarinya, posisi yang saling berhadapan membuat detak jantung Naila lebih cepat,


"Nai..?"


Naila melihat ke arah wajah Andra


"Naila?"


Naila masih melihat ke wajah Andra


"Naila Ardelia, maukah kamu rujuk sama abang?"


Naila masih diam


Naila masih menatap Andra namun kini airmata mengalir di kedua pipinya matanya merah, Naila menangis.


"Naila Ardelia binti Yudi Baskoro, maukah kamu menerima abang kembali sayang!"


Naila semakin sesegukan, airmata nya menderas. kemudian setelah menenangkan dirinya, Naila kembali menghadap ke wajah lelaki yang sedang menunggu jawabannya.


"Naila mau bang, Naila mau !"


jawabnya sambil menangis.


Andra menariknya kedalam pelukan, eratt sangat eraat ,Andra merindukan wanita ini, Andra menahan semua gejolak selama melihat Naila hanya untuk kesempatan malam ini..


Andra memeluk, mengecup kepala Naila dan mengusap bahu nya.. kemudian melepas pelukan, tangan Andra memegang bahu Naila, mengarahkan wajahnya ke wajah Naila dan mengecup kilas bibir wanita itu.


Pandangan kedua nya sayu, tampak rindu yang memuncak diantara keduanya .


Andra menuntun Naila ke kamarnya, dan mendudukan dipinggir ranjang, Naila menurut saja.

__ADS_1


Kemudian tangannya kembali meraih tubuh Naila, wajahnya kembali didekatkan ke wajah Naila, mencium kembali wanita itu, dan merebahkan tubuh Naila disana, melanjutkan aktifitas yang sudah lama sekali mereka rindukan, mereka bertukar posisi dan melakukan semua dengan hati ikhlas menerima semua kekurangan dan menutup kesalahpahaman diantara mereka.


Nafas mereka berpacu, dalam kamar megah milik Andra, disanalah cerita mereka dimulai kembali sebagai suami istri.


****


Pagi menjelang..


kedua manusia yang diselimuti rasa rindu itu telah menuntaskan semua perasaan rindunya tadi malam. mereka tertidur saling berpelukan.


Mata Naila terbuka lebih dulu, memandang wajah penuh sayang kepada lelaki dihadapannya. namun tiba-tiba terdengar suara tangisan seorang anak kecil.


"Oohh.. yaa Ampun,.. aku lupa sudah memiliki anak!" ucapnya dalam hati "pasti Dara sedang bjngung mencariku..


***


diluar kamar, Dara menangis mengitari rumah, dia bingung ini rumah siapa.


' uuuundaaaaa..." hiks hiks hiks..


"undaaaaa... unda di anaaa??"


"ala tatuuuutt, undaaaa!!"


Namun ketika Dara terlihat duduk di sofa ruang tengah, sambil menangis, Naila keluar kamar dengan menggunakan handuk kimono.dengan cepat dia menghampiri putri kecilnya .


"Undaaaa?" Dara berlari memeluk Naila


"Sayang . kenapa menangis?" kata Naila


"Ala nda liat undaa, ala bingung, ala tatuuutt unda, unda bobo di anaa??" kata Dara sesegukan


"ooh.. cup cup.. sini bunda gendong, anak bunda takut yaa," ucap Naila sambil memberikan minum sampai suasana hati Dara menjadi tenang


Naila tersenyum melihat putri kecilnya, dan tersenyum kembali mengingat kejadian tadi malam. Dilihatnya pintu kamar Andra yang terbuka tampak suaminya yang masih terlelap.


****


to be continue

__ADS_1


__ADS_2