
Hari ini Andra begitu semangat, bahkan dia mengskip semua kegiatan yang di ajukan Rey, dia hanya ingin pulang siang dan mengantar orangtuanya kembali ke kota B itu adalah alasan nya saja, padahal dibalik itu, dia sudah merencanakan sesuatu.
"Nona sandra, kemarin saya sudah menyerahkan lembaran kontrak kita kan? lalu sekarang mengapa Nona ingin kita bertemu lagi ?" ucap Andra yang sedang duduk di kursi makan sebuah restoran, Sandra meminta Andra datang kesana dan memakai alasan surat kontrak.
"hmm.. Pak Andra, begini, kemarin asisten saya kurang paham tentang isi kontraknya, makanya saya minta bertemu kembali dengan pak Andra." ucap Sandra dengan nada bicara yang menggoda dan melenggak lenggokkan tubuhnya, seolah menggoda Andra.
"Baik, lalu sekarang dimana asisten Anda nona?" kata Andra lagi
"Dia masih dijalan, kita tunggu saja dulu, silahkan pak Andra pesan sesuatu!" sambil menyodorkan lembar menu.
Andra mengganggukkan kepala tanpa curiga, Andra pun memesan minuman saja.
Satu jam berlalu. namun asisten yang disebut belum datang juga.
"Bagaimana Nona?"
"Apa asisten anda sedang dijalan yang benar?"
"Sebentar yaa pak, saya hubungi dia dulu!" kata sandra
terlihat sandra melakukan panggilan ke asistennya, mengangguk anggukkan kepala kemudian memutuskan panggilan.
"Saya minta maaf atas nama asisten saya pak, mobil yang dia kendarai mengalami bocor ban, sekarang dia masih menunggu mobil derek untuk membawa mobilnya ke bengkel, karna kami wanita jd tidak bisa mengganti ban sendiri!" ucapnya dengan suara mendayu dayu.
Andra terlihat kesal, "Berapa jam lagi kira-kira sampai?"
"setelah mobilnya sampai dibengkel, dia akan kesini naik taksi katanya!" kata sandra
Andra kembali melihat jam tangannya, dua jam lagi orangtua nya akan kembali ke kota B, apa mungkin rencana nya akan berhasil.
Andra menghubungi Rey,
"Hallo Rey, bisa kau ke restoran xxx!"
"___"
"baiklah ku tunggu Rey!"
panggilan ditutup
__ADS_1
"Maaf nona Sandra, saya masih ada urusan, saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi disini, untuk penjelasan surat kontraknya, saya sudah menyuruh asisten saya Rey yang akan menjelaskan kepada asisten Anda," kata Andra mulai kesal
"Tapi pak, apa Pak Rey bisa memnjelaskan ya?" kata sandra mencari alasan supaya Andra tetap disana
"Tentu saja bisa, karna Rey asisten saya yang terbaik, Asisten anda akan dengan mudah paham setelah dijelaskan olehnya!" kata Andra .
"Hmm.. baiklah,.. " sandra menyerah sekarang dia tidak bisa menahan Andra lagi.
Andra berdiri berjabat tangan dan pergi keluar meninggalkan Sandra disana.
Sandra terlihat kesal, dia menyeruput minumannya dengan mengalihkan matanya ke jendela sambil menghela nafas kasarnya.
***
Andra mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rendah, kondisi jalan saat itu sangat padat, "Aahhh sial, macet lagi!"
tuuut tuuut tuuut.. Andra melakukan panggilan
"Hallo.." ucapnya
setelah lampu merah dipertigaan arah komplek rumah mertuanya, jalan kembali lenggang, mobil Andra memasuki pekarangan rumah Yudi, terlihat mama dan papa nya serta Lita sedang membereskan barang-barang ke bagasi mobil.. Buru -buru dia turun dan mengendorkan dasinya.
"lho.. abang katanya gak bisa nganter?" kata mama tasya.
"Pekerjaan abang sudah selesai ma, mana yang belum di rapikan, sini abanh bantu?"
"sudah semua bang!"
"Ayah?" kata Dara lagi, merasa diabaikan
"hmmm.. hai cantik..!" ucap Andra menggendong Dara ke udara.
Dara terlihat tertawa. Naila melihat itu hanya diam saja ditempatnya berdiri.
"Apa anak ayah ini sudah mandi??" kata Andra sambil membaui putrinya itu.
"cudah cama unda, ala mau itut antel nenek kakek cama anti pulang ayah!" kata Dara
"Baiklah, Andara sofia kamu nanti ikut naik mobil ayah saja ya.! bilang bunda suruh siap-siap!" melepas Dara turun dari gendongan.
__ADS_1
Andra kembali menemui kedua orangtuanya " Pa .. maa.. nanti abang anter sampai depan pintu tol pertama ya, Andra punya rencana ngajak makan malam keluarga kecil Andra "
Mama dan papa nya mengerti, mereka hanya mengacung kan jempol saja.
"Sukses yaa abangku sayang!" kata Lita
"Semua karna Lita tau bang, jangan lupa bayarannya yaa, ternyata jago juga lita jadi mak comblang!" ucap Lita
Andra mengeryit heran, Lita membayangkan obrolan bersama Naila kemarin setelah melihat perdebatan antara kedua pasangan muda itu.
"ka Nai?"
"Lita boleh masuk?"
Naila yang saat itu sedang duduk merenung di sofa kamar Dara, mempersilahkan Lita masuk.
"Maaf ya ka Nai, kalo Lita ikut campur, tapi ka, Lita mau ngasih tau beberapa fakta ke ka Naila."
Naila mengeryit.
"Kaka.. apa kaka tau, selama ini Abang begitu menyayangi kaka, abang sebulan sekali itu pulang ke kota B, demi nyuruh mama video call sama mama Nadia buat liat Dara, terus.. abang selalu menyempatkan diri menengok ka Nai, walau hanya melihat dari depan jalan karna sengaja memutar jalan menuju kantor abang. lalu apa ka Nai pernah bertanya pada papa Yudi, uang yang selama ini diberikan oleh papa yudi sebenarnya dari abang tau kaa.. maaf ka Nai, Lita gak sanggup kalo terus melihat kalian gak akur, lita pengen liat kalian bersatu lagi,.. Kalo kaka gak percaya, kaka bisa nanya sama mama Nadia dan papa Yudi setelah ini..!"
Naila menatap mata Lita mencari kebohongan yang menurut nya terlalu mengada - ngada, tapi tidak menemukannya, Lita berbicara sangat jujur dan apa adanya seperri yang di kenal oleh Naila.
"Apa benar seperti itu ta??" kata Naila
"Hmm.. kaka bisa menanyakan ke papa dan mama kaka!" jawab Lita
"Sudah ya ka, Lita permisi dulu, Lita berdoa semoga rumahtangga kalian segera bersatu kembali, demi Dara, demi cinta Abang, dan demi kebahagiaan semua keluarga!" ucap Lita sebelum benar- benar keluar dari kamar Dara
Lita terlihat senyum senyum, dikeplak kepalanya oleh Andra .
"kenapa lagi nih adek jelek malah bengong!" kata Andra.
"yeee.. jangan mukul donk!! sakit tau!! nyesel Lita udh jadi mak comblang abang iihh,, keseeell!!" ucap Lita berjalan masuk ke dalam mobil.
"Mak comblang apaan coba!! dasar adek sengklee.." kata Andra menutup pintu mobil adiknya itu.
to be continue
__ADS_1