ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)

ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)
Bertemu lagi


__ADS_3

Pagi ini keluarga Deni bersiap-siap karna akan ada tamu jauh, yang akan datang dan menginap, seluruh pelayan diminta membereskan dan menyiapkan menu makanan serta cemilan yang banyak untuk tamu istimewa ini,,


"Wah . seperti akan ada anak presiden yang singgah pa!" kekeh Naila, saat ini putri semata wayang Yudi dan Nadia sedang menyuapi makan anaknya Dara di taman pinggir kolam renang, Nadia datang membawa beberapa buah dan jus untuk dikonsumsi bersama suaminya, Yudi yang membaca koran hanya tersenyum mengingat percakapannya dengan sahabatnya Deni tadi malam via telpon.


"Hallo iyaa.." kata Yudi membuka suara ketika dia menerima telpon dari sahabat Istrinya semasa SMA itu..


"Yud, apa kau punya rencana minggu ini? kami sekeluarga akan mengunjungi rumahmu, dan ehemm.. " Deni menghentikan pembicaraan, mengatur nafasnya


"Dan apa Den? tanya Yudi penasaran.


"Andra ingin meminta rujuk dengan Naila?" kata Deni akhirnyaa..


"Benarkaaah?"


"Tentu saja, Andra sudah siap dan matang, dia sudah mendapatkan pelajaran penting dalam hidupnya, dan dia akan segera menyelesaikan masalahnya dengan Naila secepatnya, dan kalo tidak ada halangan tentu kita akan adakan Akad nikah ulang Yud, tapi untuk keluarga saja!" panjang lebar Deni menjelaskan maksudnya.


"Baiklaah, aku akan menunggu kalian"


"Oke, sampai jumpa Yud, sampaikan salam Tasya untuk Nadia"


"Salamkan balik Yud.."


Yudi menutup telpon nya dengan perasaan tenang dan bahagia, dia menatap ke arah Naila dan Dara yang saat itu sedang menikmati makan malamnya.


***


"Hayoo.. papa ngelamun apa??" ucap Nadia mengagetkan Yudi


"Ssttt.. papa punya rahasia, tapiii..."


"tapi apaa?" ucap Nadia juga berbisik bisik


Yudi melirik ke arah Naila.


Nadia mengerti dan "ooohh . oke!" menganggukkan kepala sambil berbisik

__ADS_1


***


Siang hari


Naila menidurkan Dara dikamar, terdengar sayup sayup ramai orang datang, Naila hanya menepuk nepuk punggung Dara supaya anak kecil itu tetap nyaman dan tidak terganggu tidurnya.


"Ya Allah Syaa... kangennya!" kata Nadia memeluk sahabatnya itu dengan erat, disusul uluran tangan yang dicium oleh Lita.


Tasya dan Lita hanya tersenyum.


"Mana Deni?" katanya lagi


"Deni dan Andra sedang mengambil barang dibagasi mobil." kata Tasya.


"Lita sudah besar yaa! cantik kayak mamany!" kata Nadia


"Hehe . makasih tante!" ucap Lita malu malu.


"Ta, bantuin abang donk, berat nih tas kamu!" kata Andra yang sedang menenteng dua tas ditangan kanan dan kiri tanpa ia sadari saat ini sedang diperhatikan oleh Nadia,


"Apa kabar ma?" kata Andra


"Mama baik bang, abang gimana kabarnya? setahun gak ketemu!" kata Nadia


Andra menggaruk garuk kepalanya bingung. lalu menengok kesana kemari mencari sosok yang dia rindukan.


Sejak tau bahwa orangtuanya mengajaknya ke rumah Naila, Andra begitu semangat bahkan dia menyampaikan maksudnya serta meminta bantuan kepada papa Deni untuk bisa rujuk kembali dengan Naila.


"Nyari siapa bang?" kata Nadia yang seolah tau menantunya itu sedang mencari seseorang


"eeh.. enggak ma ." jawab Andra


"Ya elaaaahh abang masih Jaim aja bang, bilang donk, nyari ka Naila gituu!" ledek Lita


"Sst.. anak kecil gak usah ikutan deh!" kata Andra menutup mulut lita adiknya

__ADS_1


Nadia tertawa melihat tingkah keduanya.


"Naila sedang nidurin Dara dikamar bang" kata Nadia tanpa ditanya lagi.


"Ya udah yuk, mama mau anter mama kamu sama lita ke kamar, kamu tunggu disini dulu yaa, nanti biar bibi bawain cemilan buat kamu "


"eeh . iya ma," jawab Andra canggung.


***


mama Nadia, mama Tasya dan Lita beranjak dari ruang tamu menuju ke kamar, sedangkan papa Yudi dan papa Deni sedang mengobrol masalah bisnis di teras, Andra duduk dengan memainkan ponsel, beberapa pesan masuk dari asisten nya Rey, tak lama Andra memutuskan menelpon asistennya itu,


Naila merasa Dara sudah pulas, dia memutuskan untuk keluar dari kamar, sayup sayup terdengar suara orang bicara di ruang tengah, namun dia hanya melihat camilan dan minuman dimeja saja.


"Siapa yang bicara sendiri?" katanya


Naila berjalan menuju dapur meletakkan botol susu kosong dan mengambil kembali.botol susu bersih, lalu ketika dia ingin kembali ke dalam kamar Dara, matanya menangkap sosok yang baru saja dia pikirkan.


Andra masih sibuk dengan ponselnya, dua tidak menyadari bahwa Naila berada tidak jauh dari tempat dia berdiri, dari lantai Dua turun mama Nadia, memandang putrinya yang membeku menatap Andra yang berdiri membelakanginya.


"Nai?" kata mama Nadia


Mendengar suara mama Nadia, Andra buru-buru menutup telponnya.


"Oke, kabari terus perkembangannya Rey, aku ada urusan, nanti malam ku hubungi lagi!"


seketika Andra menengok ke belakang. tatapannya ikut membeku, dia berdiri kaku melihat wanita yang selama ini dia rindukan, tanpa sadar kaki nya melangkah mendekat ke arah Naila berdiri.


Namun Naila segera tersadar dan langsung masuk ke kamar, meninggalkan Andra yang masih terdiam. kecewa harus ditelan Andra, pertemuan pertamanya dengan Naila setelah setahun terakhir, tetapi Naila masih belum bisa membuka hatinya untuk memaafkannya.


"Beri Naila waktu ya bang, nanti mama bantu bicara!" kata Mama Nadia menepuk bahu Andra


Andra tersenyum menatap mertua nya dengan tatapan lembut..


to be continue

__ADS_1


__ADS_2