
Hari demi hari kini Andra lebih mendekatkan diri dengan keluarga kecilnya, setiap akhir pekan, ia akan menghabiskan waktu bersama mereka dan menonaktifkan ponselnya, hal itu membuat Rey kelimpungan , disaat ada client yang meminta bertemu di hari sabtu, maka Rey yang akan menggantikan Andra.
"Cihh. . kenapa sekarang pak Andra jadi sulit dihubungi menjelang akhir pekan!" gumam Rey yang masih menekan tombol call pada ponselnya.
Sedangkan dirumah Andra sedang sibuk memasang beberapa tali yang dihubungkan dari satu tiang ke tiang yang lain, Naila duduk sembari menikmati cemilan buah di meja.
"Ayah, itu belum?" kata Dara
"Hmm . ohh iya .." mereka tertawa lalu sejam kemudian "Taraaaaaa...." ucap Andra
"Yeeeaayy.. ayah hebat!" kata Dara bertepuk tangan,
"sebentar ya yah, Dara mau mengambil sesuatu." Dara berjalan menuju kamarnya.
"Apa sekarang pahlawan kita lapar?" ucap naila menyuapi beberapa potong buah ke mulut Andra.
"Sangaaat lapar!" ucap Andra menggoda mengedipkan sebelah matanya.
Dara keluar dari kamar, membaaa beberapa barang, mulai dari selimut, bantal dan boneka kesayangannya..
"Ayo teddy sekarang kita punya kamar baru!" ucap nya kepada boneka teddy bear berwarna coklat itu.
"Memasang selimutnya bisa tidak kak?" tanya Andra
"Bisa donk ayah, kaka kan hebat seperti ayah!" ucap Dara
"Bunda.. apa bunda mau nyoba menginap dikamar baru kami?" ucap Dara yang kini berada didalam tenda bersama Teddy
"Nanti ya ka.. kalo adek sudah lahir, dan bunda bisa membungkukkan badan, pasti bunda mampir dikamar baru kaka!" jawab Naila tentu dengan senyuman,
Mengambil kembali potongan buah lalu dimasukkan kedalam mulut.
Naila segera beranjak dari sofa menuju dapur, sudah jam 11. 15 pikirnya dia akan membuat sesuatu untuk makan siang suami dan anaknya.
"Mau kemana sayang?" tangan Andra menggenggam nya erat menahan Naila pergi dari sana.
"Mau masak!"
"Sini saja.. biar bi jamilah saja yang masak!" kata Andra
"Tidak.. spesial untuk siang ini, bunda yang mau masak, ayah nemenin Kaka disini ya, kalo sudah selesai bunda panggil!"
__ADS_1
"Cium dulu!"
"ya Ampuun.. " cup
"satu lagii"
cup
"lagi"
"sudah.. nanti gak selesai-selesai," ucap Naila beranjak dari sofa dan kali ini Andra tidak lagi mengganggunya..
Andra melihat Naila yang berjalan menuju dapur.
"sudah berat itu Bund.. jalannya bunda semakin seksi!" teriaknya..
Naila menengok ke belakang lalu memonyongkan bibirnya..
***
Dengan menggunakam celemek dan memegang spatula, Naila membuat tumis jamur dan ikan goreng tak lupa sambal terasi di beri perasa jeruk limau pun dikerjakannya.
"Bi.. maaf sisanya bibi yang bereskan ya, Saya lelah bi!" ucap Naila sambil mengelap keringatnya dan membuka celemeknya.
Naila berjalan menuju ruang tengah, untuk memanggil anak dan suami nya, ditengah jalan tiba-tiba air merembes dari arah ************ kaki, "Ooh ya ampuun.. kenapa tidak tertahan sih!" ucapnya..
"Bang.. " panggilan sayang untuk Andra
Naila memanggil beberapa kali namun Andra tidak bergerak menghampiri.
Naila panik karna air yang keluar tidak lagi sedikit , tapi dia sama sekali tidak merasakan apa-apa, "Air apa ini?"
Nyeri pada pinggang belakang dan kontraksi yang begitu hebat, Naila semakin tidak kuasa menaham, dia mencari beberapa sandaran.
Naila memegang pada tiang tengah rumahnya. lalu masih dengan teriakan yang sama
"Baaaaaang..!"
"Aauuwwhhh.. " ringisnya
"Abaaaang, tolong!!" ucap Naila kini dengan suara semakin rendah.
__ADS_1
Naila tak sadarkan diri kembali dia terduduk di lantai dengan air bercampur darah yang sudah membanjiri lantai.
bi jamilah berjalan ke arah ruang tengah, dan terkejut mendapat Nyonya muda nya pingsan.
"Tuaaaan.. Tuuaaaan..." bi jamilah berlari ke arah Andra, namun Andra terlihat terlelap diatas sofa.
"Ada apa bi?" ucap Dara yang keluar dalam tenda.
"Bunda nya Non Dara pingsan!" kata bi jamilah
"Ayaaahhh.. bunda yah!" Dara menggerakkan badan andra
Andra bangun dan mengeeryit.
"Tuan . nyonya pingsan!" kata bi jamilah
"Dimana bi?"
"Di deket tiang tengah tuan!"
Andra beranjak dan bergegas..
"Ya Allah Nai.. kamu kenapa?"
"Bii.. tlp dokter bi!"
Andra mengankat Naila pindah ke kamar, Dara sudah menangis sesegukan melihat kondisi bundanya".
Setelah dokter datang, Naila segera diperiksa.
"istri saya kenapa dokter?"
"Pak, saran saya segera bawa ibu ke rs, kita harus mengeluarkan bayinya sekarang"
", tapi usianya baru 7bulan dok, ?"
"Tidak masalah, kita lakukan dengan jalan sc, karena air ketubannya juga sudah merembes, kita akan lakuka. CTG dan mengecek apakah Air ketubannya msih cukup atau tidak, mengurangi resiko keracunan juga pak!"
"Baiklah dok, saya minta yang terbaik untuk istri dan anak saya!"
"Saya akan kirim ambulance kesini, dan setelah itu kita adakan pemeriksaan ulang di rumahsakit."
__ADS_1
Andra menatap istrinya dengan tatapan sayu, menunggu ambulance datang. bi jamilah menyiapkan keperluan dan Dara tiduran disebelah bundanya. mengelus perut bunda sambil menyebutkan beberapa doa.