
Andra bersiap untuk pulang cepat, sebelum meninggalkan meja kerja dia berencana membeli semua kebutuhan pokok rumah tangga yang sudah habis, ketika sampai di swalayan, ponselnya berdering..
"tolong kau kembali ke kantor, bawa mobilku dan jemput nona Cerry, temui aku di hotel xx , aku sedang di sana, meeting selesai aku akan menikmaati sisa waktu ku dengan cerry, oia.. jangan lupa gunakan kartu kreditmu seperti biasa, kau mengerti??"
tanpa mendengar jawaban dari Andra, bos mesum itu menutup panggilannya sepihak, dan melanjutkan meetingnya di hotel xx,
"Apa-apaan dia ini?? dasar bos mesum tidak tau diri!!" Andra meletakkan kembali pampers dan beras yang sudah diambilnya ke troly, tidak mungkin dia membawa mobil bos nya dengan barang bawaannya itu,
Andra kembali mengambil ponsel lalu melakukan panggilan,
"Hallo sayang, maaf aku tidak bisa membeli keperluan kita, bisakah kau keluar sendiri untuk membeli nya di minimarket dekat komplek, nanti uangnya ku transfer yaa!" ucap Andra
"hmm, baiklah.. " kata Naila
"maafkan aku yang... " tuut tuut tuut.. panggilan diputus sepihak oleh Naila, Andra terdiam menatap ponselnya..
Naila mengeluarkan stroller dan mendudukan Dara di sana, mereka keluar rumah menuju minimarket untuk berbelanja, uang yang ditransfer oleh Andra tidak banyak, jadi Naila sangat selektif dalam memilih barang yang dia beli,
"Sudah cukup, ayo nak kita ke kasir.." ucapnya kepada Dara, putrinya hanya tersenyum memandang wajah bundanya.
keluar dari minimarket, terlihat mobil bos Andra melintas dengan kaca terbuka, Naila memandang dengan tatapan kosong, seketika belanjaan yang dia bawa terjatuh, diikuti airmata yang menetes di kedua pipi tirus wanita beranak satu itu,.
__ADS_1
"Aapaa.. yang kau lakukan Andra?" kenapa kau seperti ini?" ucap Naila, memandang mobil hitam yang menjauh..
Dilain tempat..
Andra menjemput nona Cerry, selingkuhan bos mesum nya di kediaman perempuan itu, Andra mengusap wajahnya ketika tau bahwa rumah Cerry melewati komplek perumahan tempat tinggalnya. dia hanya berharap tidak bertemu dengan Naila, atau Naila tidak melihatnya karna jika itu terjadi, maka akan sulit menjelaskannya.
"Tuan Andra, bisakah kau mematikan blower nya dan membuka sedikit kaca mobil supaya udara tidak pengap, karna aku sedikit pusing dnegan parfum mobil ini" kata cerry sambil mengibas-ngibaskan tangannya, pakaian minim nya bahkan terlihat menerawang.
"Baiklah" kata Andra
"Heran ,kenapa dia suka sekali bau parfum mobilnya seperti ini!" gumam Cerry sambil menekan2 kepalanya yang pusing.
Naila menangis, sesampainya dirumah, teman sekolahnya yang bernama Keysa menghubungi via whatsapp.. tadinya Naila cukup menenangkan diri dengan berfikir positif, "mungkin Andra hanya mengantar wanita itu!"
tapi pikirannya kembali terguncang, saat dia dikirimi foto Andra bersama gadis yang tadi dilihatnya memasuki hotel xx, dimana hotel itu tempat kerja Keysa.
"Ini bukankah suamimu Nai?" kata Keysa sambil mengirim.sebuah foto dalam pesannya.
Naila kembali menepuk dadanya, terasa sakit, dia menangis bahkan tagihan kartu kredit milik Andra juga lebih banyak digunakan untuk di hotel dan cafe.
"Aku tidak mungkin bisa bertahan lebih lama lagi!" ucap nya sambil meremas dadanya merasa sesak karna merasa dikhianati.
__ADS_1
tangisan Dara pun tidak mampu menghentikan tangis ibu satu anak itu, dia begitu sakit, Andra selama ini yang dia percaya, bisa dengan mudah mengkhianati pernikahannya.
Di hotel xx
ketika di lobby hotel, Andra menyuruh cerry duduk di sofa yang telah tersedia.
"Tunggulah sebentar nona, saya akan menghubungi Pak Gio." kata Andra menjauh sambil meletakkan ponselnya di telinga..
Tak lama Andra mengajak cerry menuju lift, karna Pak Gio sudah menunggu di kamar nomor 801, sesampainya di lantai 8, dia melihat sekeliling, ternyata lantai untuk kamar eksekutif, "Cih.. dasar orang tua mesum, sungguh niat sekali!" gumam Andra
"Mari silahkan nona, Pak Gio sudah menunggu Anda di dalam!" ucap Andra sambil membuka pintu dan menutupnya kembali.
ting... !! suara ponsel Andra berdering tanda pesan masuk
"Kau tunggu di lobby, aku takut kelelahan dan tidak bisa menyetir, nanti kau kembali mengantarku dan Cerry pulang!"
kurang lebih begitu isi pesan si tua bangka mesum itu,,
"kalo merasa tua, kenapa masih bermain-main!" namun Andra tetap menunggu bos mesum nya di lobby..
to be continue
__ADS_1