ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)

ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)
Bekerja lebih keras


__ADS_3

Malam ini semua anggota keluarga berkumpul dimeja makan, ini adalah makan malam terakhir sebelum keluarga Deni meninggalkan kota J, karna besok siang mereka sudah akan kembali ke kota B.


"Apa kau yakin akan pulang besok sya?" tanya Nadia kepada sahabatnya itu.


"Hmmm.. sebenarnya aku masih ingin berlama-lama disini, bermain bersama cucuku, tapiii.. Lita masij harus ke kampus, dan Deni, tiap malam sudah sangat sibuk ditelpon oleh asistennya." jawab Tasya dengan menghela nafas berat.


"Mama bisa menginap dirumahku, jika mama mau, biarkan saja papa dan Lita kembali ke kota B" tiba-tiba suara Andra terdengar ditengah-tengah obrolan dua wanita paruh baya itu.


"Oiaa . . memang rumahmu dimana bang?" tanya mama Nadia.


"Tidak jauh dari perusahaan ma, cluster xyz kav. 26." jawab Andra "mama Nadia kalo mau kesana juga boleh," kata Andra melirik ke arah Naila.


Naila tetap pada posisinya menyuapi makan Dara, dan tidak bergeming mendengar percakapan itu,


"Lhoo.. mama kira kau masih tinggal di rumah kalian?" jawab mama Nadia.


Naila melirik mama nya ketika mendengar kata rumah kalian, lalu menghadap Dara lagi.


"Tidak ma, sudah lama Abang tidak disana, sejak Naila pergi" kata nya menunduk.


"Ya sudah, apa boleh mama tinggal sementara dirumah abang pa?" kata Mama tasya kepada Deni.


"Hmm.. boleh.. tapi nanti kalo papa kangen gimana ma?" jawab dDeni tanpa malu sambil mengedipkan mata.


"oohh.. Astaga kedua pasutri ini memang yaaa!" kata Lita..


"pa.. tolong dikondisikan donk,.. ini dimana??" kata Lita lagi.


"Lho.. kenapa, yang lain gak komen kok kamu repot?" kata papa Deni,


"hahaha...memang Deni sudah seperti itu dari dulu Lita, kami sudah paham! iya.kan pa!" jawab mama Nadia meminta pembenaran dari papa yudi


"Hmmm.." papa yudi menggangguk saja.


"Aku sama Dara sudah selesai, mau izin ke kamar dulu, kalian lanjutkan saja makannya!" ucap Naila tiba-tiba membuat suasana semuanya menjadi terdiam,


"Nai, kenapa cepat sekali!" kata mama Nadia namun Naila tetap berjalan sambil menuntun Dara..


"Dadaaah abang, ala ke kamal dulu cama unda ya," kata Dara sambil melambaikan tangan ke arah Andra


"Dadaa.. Dara, bobok yang pules yaa cantik " ucap Andra membalas ucapan Dara


"Lhoo.. Dara sama tante enggak nih!" kata Lita.


"Dadaah.. ante, nenek, kakek, ala bobo dulu ya!" kata Dara


"Dadaahh Daraaa.. !" kata semua serempak,

__ADS_1


Naila kembali berjalan menggandeng anaknya itu menuju kamar, sekilas dia melirik ke arah Andra yang saat itu sedang menatapnya.


"Nailaa.. aku akan bekerja lebih keras lagi, baik untukmu maupun Dara, setelah itu aku akan membawamu kembali!" gumam Andra dalam hati


***


Pagi hari yang cerah, Dara bersama Naila sudah bermain ditaman belakang, mereka bercanda ria tertawa, bermain beberapa permainan disana.


di gazibo duduk papa Deni dan papa Yudi, kemudian mama tasya dan mama Nadia menyiapkan sarapan didapur, sekalian membuatkan bekal untuk Andra yang sudah akan berangkat kerja.


"Ma, nanti andra gak bisa nganter mama papa pulang ya, Andra harus ketemu client lagi soalnya, barusan Rey telp!" kata Andra yang saat ini duduk dikursi makan sudah dengan tampilan jas berwarna hitam berdasi warna biru dongker menyala. penampilannya saat itu sangat tampan.


"Lhoo.. abang bukannya masih cuti?"


kata mama tasya.


"iyaa masih, cuma client ini maunya ketemu sama abang ma, gak mau sama Rey katanya!" kata Andra lagi


"Jangan-jangan dia naksir kamu bang!" kata mama Nadia


"Haha.. iya kali ya ma, gapapalah ya ma, bosan juga dirumah sendirian mulu!" ucap Andra bercanda padahal posisi nya Naila sedang mengambil air minum disana.


Andra melirik ke arah Naila begitupula Naila, pandangan mereka selalu menyatu dan buru-buru diputus oleh Naila.


"Ya kalo jodoh, alhamdulillah bang, ada yang ngurus abang, jadi mama kan gak khawatir lagi ninggalin abang disini sendiri!" kata mama tasya.


Andra hanya menggaruk-garuk bingung, padahal hanya bercanda tapi kenapa dua mama ini malah bicara seriua bahkan sampai ngomongin pernikahan yang jelas-jelas gak mungkin ada itu.


"Ya sudah ya ma, Abang berangkat! mau liat Dara dulu dibelakang!" kata Andra beranjak dari kursi makan.


***


Ditaman belakang.


"Daraaa .. " panggil Andra


"Abang?" kata Dara


"Abang mau kemana lagi?"


"Hmm.. mau ke...??? emang Dara maunya kemana?"


"Ala mau ke cupelmalket beli et kim"


"ooh Dara mau eskrim, nanti pulang dibeliin yaa, tapi Dara harus pinter hari ini, makan yang banyak, minum susunya yang banyak, istirahat nanti siang bobo yaa.."


"hmm. hmm.." Dara mengangguk

__ADS_1


"Ya sudah sekarang Dara anter ke depan yuk!"


"Ayoo!" Dara menuntun tangan Andra kemudian berjalan bersama Andra menuju mobilnya..


Naila pun mengekor dibelakang mereka.


para mama dan papa memperhatikan dan melantunkan doa yang sama dihati semuanya..


"Sudah sampai, terimakasih ya Dara!" kata Andra


"Iyaa abang, abang hati-hati.!" kata Dara


"Bukan Abang sayang, Aaaayaaaahh!" kata Naila seketika.


Andra melirik ke arah Naila yang berdiri dibelakang Dara, dengan senyum yang mengembang Andra merasa telah mendapatkan lampu sinyal.


"Ayah?" kata Dara


"Hmm . iya sayang!" kata Andra


"Abang itu ayah ala?" kata Dara


"Hmm.. Dara mau nya gimana?" kata Andra


"Ayah?" kata Dara memeluk Andra.. kini posisi Andra itu berjongkok menyamakan tinggi putrinya, Andra menghangat mendapat panggilan ayah dan bisa memeluk putri kecilnya itu,


"Sudaahh.. ayah berangkat ya sayang!" kata Andra lagi


"Iyaaahh, jangan lupa et kim nya ya ayah!" kata Dara tertawa senang menyebut kata ayah


"Iya sayang, ayah tidak akan lupa! Assalamu'alaikum.." kata Andra


"tumcalam" Dara mengangguk anggukkan kepala.


Andra kembali berdiri berposisi berhadapan dengan Naila.


"Aku berangkat!" kata Andra kepada Naila


"Hmm.. hati-hati" jawab Naila.


"jangan lupa janjimu pada Dara!" ucapnya lagi.


Andra menatap lembut wajah wanita tercinta nya itu, mimpi apa dia semalam, mendapat banyak kejutan dipagi ini. seperti enggan untuk beranjak, Andra pun seolah berat untuk melangkah bahkan betah berdiri lama dengan posisi berhadapan seperti itu.


"Aku pergi dulu!" ucapnya.


Naila menggangguk kemudian menggendong Dara dan memperhatikan mobil Andra sampai keluar gerbang dan tidak terihat lagi, ketika hendak masuk ke rumah, para mama dan papa buru- buru mengkondisikan kegiatan seperti semula, supaya tidak ketahuan bahwa barusan mereka mengintip,😆

__ADS_1


to be continue


__ADS_2