ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)

ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)
Aku ayahmu


__ADS_3

Andra pulang dengan tergesa, sesampainya di pekarangan rumah, dia menelpon seseorang.


"Rey, aku lupa, calon karyawan bernama Naila Apa sudah pulang?"


Rey di ujung telpon mengeryit dengan pertanyaan Andra. "Maksudnya pak?"


"Calon pegawai yang tadi kau interview, apa dia sudah selesai tes?" kata Andra menjelaskan


"sudah pak" akhirnya Rey mengerti.


"ya sudah, terimakasih atas kerja keras mu hari ini Rey, ku tutup dulu telponnya!"


"Baik pak"


***


"Assalamu'alaikum .." ucap Andra ketika memasuki pintu rumah bercat putih itu.


"Wa'alaikumsalam.. "jawab mama Nadia, "Abang udh pulang?"


Andra menyalimi mama mertua nya "Sudah ma, maaf kemarin Andra ada urusan mendadak"


"Iyaa, masuk lah, bersih bersih dulu, Dara sedang bermain bersama Lita dan Mama tasya di playground."


Mendengar kata Dara, Andra mengingat pertemuannya dengan Naila dikantor AN grup tadi siang,


"oia ma, Abang mau nanya? apa Naila sedang mencari pekerjaan?"

__ADS_1


mama Nadia menganggukkan kepala.


"Naila bersikeras ingin kerja bang, buat memenuhi kebutuhan Dara katanya."


"Padahal mama udh bilang, papa masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan semua, tapi kau taulah sifat Naila bagaimana bang!"


"hmm.. "andra mengangguk, "abang ke kamar dulu ya ma, udh gak sabar mau main sama Dara"


"iya iya, sana cepetan!" mama nadia mendorong


***


Usai bersih bersih, Andra menghampiri Dara di playground..


"Hallo Daraaa!!" sapa Andra


"Dara sudah makan sayang?" tanya Andra


"Ala udh maem, sama nenek disuapinnya"


"anak pinter, Dara lagi main apa nak?"


"Ala main kuda kudaan, abang dali mana, kok balu pulang?"


Andra mengeryit mendapat panggilan abang dari Dara, wajahnya sedikit menahan rasa sedih, namun segera ia tepis,


"Dara, sini sama tante, Abang baru pulang kerja, nanti abang capek," kata mama Tasya memggendong dan membujuk Dara setelah melihat wajah Andra.

__ADS_1


Andra menyerahkan Dara kepada mama nya dengan berat, "segitu bencinya kah kamu Nai, sampai Dara tidak mengenaliku sebagai ayahnya!"


"Ma, Andra ke kamar sebentar ya, mau ngecek kerjaan!" kata Andra kepada mama nya.


"Iya, biar Dara sama mama, Lita juga lagi bikin susu, sebentar lagi paling kesini!" ucap mama Tasya.


Andra berjalan menuju kamarnya dilantai dua, sebelum naik, matanya beralih pada pintu yang terbuka, masuk Naila dengan lesu, menampakkan wajah lelahnya, Andra mengurungkan niatnya berbalik menghampiri Naila.


"Kau sudah pulang?" tanya Andra


"Bukan urusanmu ya bang!" jawab Naila ketus melanjutkan langkahnya.


"Nai, kau boleh membenciku, tapi apa baik menutupi kebenaran kepada Dara bahwa aku ayahnya??"kata Andra sedikit tegas


Naila berbalik setelah mendengar ucapan Andra.


"Haahh.. abang?" apa abang sadar apa yang abang bilang?" kata Naila mendekati Andra, kali ini sudah dengan sorot mata tajam.


"Abang tau selama ini kami bagaimana? apa abang pernah liat pernah menanyakan pernah menengok kami, bahkan selama ini papa yang menghidupi kami, kalo tidak ada papa, entahlah, mungkin kami akan menjadi gelandangan dijalan karna setelah menikah dengan abang, kuliahku berhenti, mau nyari kerja susah, Dara belum lepas ASI, dan aku sempat mengalamni depresi ringan. jadiii tolong.. kalo abang mau Dara mengenal abang sebagai ayahnya!! silahkan usaha sendiri!!" ucap Naila kemudian berlalu meninggalkan Andra yang masih berdiri kaku.


"Nai, kalo saja aku tidak melarang papa Yudi menceritakan kisahku padamu, selama ini uang yang di pakai oleh mu dan Dara memang diberikan olehnya tapi itu semua berasal dariku, bahkan.. mama Nadia pun tidak tau." Andra sedih melanjutkan langkahnya kembali ke kamar, mengecek pekerjaan dan mencoba melupakan kegelisahannya. "Baiklah Nai, akan ku coba lebih dekat lagi dengan anakku!" ucapnya pada diri sendiri sambil menatap pintu kamar Dara yang tertutup setelah Naila masuk kesana.


Percakapan kedua pasangan mantan suami istri itu ternyata dilihat dan didengar oleh Lita, Lita yang hendak kembali ke playground menghentikan langkahnya dan berdiam mendengar perdebatan abang dan kaka iparnya.


"Aku harus membantu abang, kesalahpahaman ini harus segera berakhir!" ucap lita dalam hati.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2