
Di Rumah Andra
Andra memasuki pekarangan rumah miliknya, mobil yang ia kendarai telah terparkir di garasi. setelah memastikan mobil dan pintu gerbang terkunci dengan baik, Andra melanjutkan membuka pintu dan masuk ke rumah, langkahnya menuju kamar dan dengan tubuh lelah dia menjatuhkan diri di sofa di dalam kamar.
"Aahh . sepertinya aku tidur disini malam ini!" ucap Andra sambil menekan keningnya yang sedikit pusing.
Andra bangkit membersihkan diri, setelah itu dia membuat makanan kecil didapur, duduk di kursi makan sendiri, semangkuk mie instan telah tersaji disana, dia menuang air putih di gelas bening yang sudah ada di meja.
Rumah Andra tidak besar, tapi karna dia sendiri, rumah itu terasa besar, Andra mengingat Dara, seketika dia membayangkan anakny yang lincah bermain di rumah itu, senyum terukir di wajahnya.
lamunannya terhenti ketika suara ponselnya berdering..
Lita Calling...
"ya Litaa .."
"Abang.. abang gak pulang?"
"abang pulang ke rumah abang ya lit, bilang mama, besok pagi abang ke rumah Naila lagi."
"Hmm.. begitu!"
"iyaa lita abang lelah banget, tadi abis ketemu.client!"
"ya sudah, abang istirahat sana."
"iya nih abang baru nyampe mau makan malam dulu, tadi client minta ketemu di cafe, abang cuma bisa pesan kopi aja"
"ya sudah, nanti lita kasih tau mama,"
"abang tutup telponnya yaa"
__ADS_1
"iyaaa" ucap lita teriak
Andra menjauhkan ponselnya, "haah.. dasar anak itu.." mengusap telinganya.
Andra melanjutkan makannya. mie yang dia buat sudah terlihat membesar, buru-buru dia masukkan ke mulutnya.
***
Dikamar Naila
Naila memikirkan beberapa hal yang harus dipastikan oleh nya, sebelum dia benar-benar yakin akan menerima rujukan dari Andra.
status mereka masih talak 1, jadi bisa dikatakan tanpa dengan mengucapkan ijab kabul kembali didepan penghulu, mereka bisa menjadi suami iistri. mereka hanya menyelesaikan nya di bagian perkawinan saja.
"hufftt... " Naila menghela nafas berat "serumit inikah!" ucapnya lagi
Mata nya memandang Dara yang tertidur lelap. melihat anak perempuannya tumbuh tanpa ayah disampingnya memang ke egoisan yang hakiki miliknya,
"Lelah ya Allah.." ucap Naila
Naila bersandar di sofa dalam kamar Dara, bayangan yang menyakitkan selalu terlintas dipikirannya.
"Selama kami belum meluruskannya, bayangan itu akan selalu menjadi penghalang diantara kami"
"tapii harus bagaimana??"
"Semoga ada jalan ya Allah.." Naila berdialog dengan dirinya sendiri
***
papa yudi dan papa deni, terlihat sedang menyaksikan televisi, acara motoGp yang sedang tayang, membuat kedua lelaki paruh baya fokus, dan berteriak kala ada pengendara motor yang jatuh.
__ADS_1
Karena merasa bosan, Deni membuka suara.
"Yud.. bagaimana menurutmu?"
"apanya?" kata yudi
"Anak-anak yud! rasanya alot sekali menyatukan mereka kembali!" Deni mengambil kopi dan menyeruput nya.
"kita bantu doa saja Den, kalo Naila sendiri sebenarnya dari dulu sudaj ku kenalkan dengan anak rekanku, tapi Naila menolak, bahkan ada beberapa pria yang datang ingin melakukan pendekatan pun dia menjauh."
"Tanda itu Yud.. "
"Tanda gimana??"
"iyaa, Naila masih nunggu Andra anakku!"
"Hmm.. tidak taulah Den.. aku sebenarnya mau meminta dia untuk meluruskan masalah mereka, tapi mereka terlalu egois Den"
Mereka kembali menatap layar 40" didepan mereka, hanyut dalam pemikiran mereka masing-masing.
***
Andra tidak bisa tidur, dia memutuskan membuka album kenangannya dengan Naila, senyum dibibirnya terlihat,
Dia mengenal Naila sejak kecil, namun ketika dewasa mereka sama-sama tidak mengenal pribadi mereka sama sekali makanya itu yang membuat mereka berpisah, mereka terlalu sama -sama egois dan langsung memutuskan tanpa berpikir kedepannya. untuk hal ini Andra sangat menyesal, jika tau Naila akan benar-benar menjauhi nya, malam itu Andra akan langsung menyusul Naila ke rumah papa yudi dan meluruskan masalah mereka, dan mungkin tidak menunggu setahun lamanya mereka baru bertemu lagi.
tapi disisi lain, Andra juga ragu mau menyusul Naila, dalam kondisi keuangan yang sangat buruk, membuat posisi Andra sebagai suami tak tega melihat istri dan anaknya menderita,
"Aaaaaarrggghhh...!!" Andra menutup kepalanya dengan bantal.
to be continue
__ADS_1