ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)

ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)
Mengejarmu lagi


__ADS_3

Makan siang hari ini lebih ramai dengan kedatangan keluarga Deni, Tasya dan Nadia serasa reuni mengenang masa SMA mereka. Lita memilih duduk disamping baby seat milik Dara, sedang di sebelahnya lagi Naila yang duduk berhadapan dengan Andra, suasana disana sangat canggung kecuali untuk rekan semasa SMA itu. kedua wanita paruh baya yang sudah hampir 11 tahun tidak bertemu karna memang mereka beda kota itu seperti tak henti membahas sesuatu.


Dara melihat ke depan, menatap sesosok yang mungkin dia kenal namun karna saat itu dia masih bayi, maka dia pun cepat melupakannya, tp yang namanya ikatan batin anak dan ayah tidak bisa membohongi, Dara lebih aktif berbincang dengan Andra..


"unda, itu capa?" katanya menunjuk ke arah Andra


"emang Dara lupa sama oom didepan itu!" tentu bukan Naila yang menjawab pertanyaan Dara melainkan Lita.


"Nda tau" kata Dara sambil menggelengkan kepala.


Dara bocah kecil yang masih berusia dua tahun itu masih terus menatap Andra, begitu sebaliknya Andra pun sangat intens memperhatikan buah hatinya. "kau begitu manis Dara, tumbuh kembangmu sangat baik, bunda mu sangat berusaha menjagamu selama ini, maafkan ayah nak! " tentunya Andra berbicara didalam hati.


Naila menatap ke arah Andra yang seketika pandangan mereka menyatu, namun dengan cepat Naila putuskan.


Acara makan siang selesai, kedua wanita paruh baya kembali bernostalgia.. keduanya seperti tidak mau kehilangan moment kebersamaan. bahkan meninggalkan anak anaknya yang sedang berkumpul di meja makan, kedua wanita ini memilih bebenah di dapur.


"Ka Naila, Dara berapa usia nya sekarang?" tanya Lita


"Hmm.. yaa" jawab Naila yang memang saat itu tidak fokus mendengar pertanyaan Lita


"kenapa ta?" tanya Naila


"Isshh.. kaka bengong aja sih, sama aja sama abang nih!" lita cemberut.


"Hehe.. iya iya maaf, kaka gak fokus, tadi kamu nanya apa?" ucap Naila


seketika pandangan matanya menyatu kembali ke arah Andra yang memang masih memandang kedua kesayangan dihadapannya itu.

__ADS_1


"Gak jadi nanti nanya mama Nadia aja, kaka gak seru!!" lita ngambek meninggalkan meja makan, kini hanya tertinggal Andra Dan Naila serta anak mereka Dara yang duduk disana.


"Nai?" kata Andra membuka percakapan.


Naila masih belum fokus


"Apa kabar?" kata Andra lagi, seketika Naila menatap ke arah lelaki didepannya, menatap dengan tatapan sedih, pilu dan sulit dijelaskan dengan kata-kata.


"Apa kabar kamu selama ini Nai?" ucapnya lagi.


"Hmmm.. aku baik, kami baik, dan kami sangaaat baik!" ucapnya dengan suara rendah .


"Baguslah." kata Andra.


"Nai?"


"Ehmmm.... maafkan aku!"


"Sudahlah, sudah lama juga, tidak usah dibahas lagi!"


Andra menunduk kini tatapannya mengarah ke Dara putrinya.


"Pasti kau sangat lelah mengurusnya sendiri ya Nai?" tanya Andra lgi masih dengan suara rendah.


"Tidak juga, ada mama!" kata Naila singkat


"Nai, kembalilah bersamaku!" ucap Andra.. kali ini Naila memilih meninggalkan meja makan.

__ADS_1


"Maaf, sepertinya Dara mengantuk!" Naila beranjak menuju ke kamar.


"Nai, pikirkan lagi permintaanku!" ucap Andra sebelum Naila benar-benar pergi masuk ke kamar bersama Dara.


Andra menghela nafas berat, di dapur terlihat dua wanita paruh baya menghela nafasnya juga, menyaksikan interaksi putra putri mereka yang terbilang alot. bahkan adanya Dara tidak memuluskan kembali hubungan mereka.


"Kita mesti gimana sya??" ucap Nadia meremas jemari merasa khawatir usaha Andra akan gagal.


"Pelan- pelan saja Nad.. pasti hati Naila akan menerima Andra kembali." kata Tasya menenangkan sahabatnya


tiba -tiba lita datang dengan membawa gelas kosong hendak mengambil air dingin,


"Hayooo.. ngapain mama mama disini? ngintip yaaa???" lita mengagetkan keduanya


"Iisshh.. kamu ini... ngagetin mama aja, tuh liat abang sama kaka kamu!" kata mama Tasya..


"Hmm.. mau gimana??" kata lita mengangkat bahunya.


"coba kamu deketin Kakamu deh ta, kali setelah ngobrol sama kamu dia bisa sedikit membuka hati untuk abang!" kata mama Nadia.


"Yaaahh.. lita lagi deh..."


"Baik siap laksanakan komandan!" kata lita memperagakan sikap tentara hormat.


Lalu keluar dari dapur sambil terkekeh..


to be continue

__ADS_1


__ADS_2