ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)

ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)
Penyesalan


__ADS_3

drrrt.. drrrt.. drrtt.. ponsel Andra terus berdering.


Naila cantik calling...


dengan suara ringtone milik Andra and the backbone " sempurna" , pemilik ponsel mengerjapkan mata, tangannya terasa kaku sepertinya semalaman dia tidur seperti ini, saat mata bulatnya terbuka sempurna dia terkejut, bahkan dia menyadari sekelilingnya, bahwa saat ini dia bukan dirumah.


dilihatnya kembali wanita yang berada disampingnya, dengan polos tanpa sehelai kainpun, hanya tertutup selimut tidur membelakangi nya. dia kembali mengurai ingatan sebelum dia terbangun pagi ini.


"Astaghfirulloh... apa yang aku lakukan semalam?" ucapnya


Andra bergegas masuk ke kamar mandi, memunguti pakaiannya yang berserakan meninggalkan wanita itu seorang diri.


Sebelum keluar dari sana, Andra melihat Lembaran kontrak kerja sama yang telah ditandatangani oleh Jessika, dan terdapat memo disampingnya.


"Seperti persyaratan yang ku berikan, aku akan tandatangan jika aku sudah merasa puas, senang bekerjasama denganmu Devandra Saputra!" tanda kiss bibir dengan lipstik tercantum disana.


Andra begitu frustasi,dia bingung apa yang akan dia lakukan setelah ini, akhirnya dia memutuskan untuk langsung pergi ke kantor AN grup, karna masih terlalu pagi, dia memutuskan untuk mandi lagi dan mengganti pakaian dengan kemeja yang ada ada diruangan khusus presdir.


Andra menatap kosong pada lembaran konttak ditangannya, kini ia sedang duduk di kursi kebesarannya, sebelumnya ia mengirim pesan kepada Naila, bahwa ia tertidur di kantor, dan melakukan panggilan video, sedikit membuat kekhawatiran Naila berkurang.


Andra kembali menatap figura foto keluarga kecilnya


seketika lamunan nya terputus karna ketukan pintu.


"Masuk!"


Rey masuk dengan sigap, tubuh tegapnya kini berada di hadapan Andra.


"Kau siapkan keperluannya!" sambil menyerahkan lembaran kontrak itu


Rey menatap tajam ke arah presdirnya, bahkan wajah murung lelaki dihadapannya tidak bisa menutupi sesuatu, Rey yakin terjadi sesuatu pada bosnya ini. apalagi Rey tau bagaimana clientnya yang bernama Jessika.

__ADS_1


"Setelah itu kau temui dia dan atur jadwalnya, aku akan pulang cepat.!" kata Andra sambil.berlalu melewati Rey yang masih terheran heran.


***


Mobil Andra telah memasuki pekarangan rumahnya, namun pria pemilik wajah tampan ini tidak beranjak sedikitpun dari kursi kemudi nya, Andra terlihat menundukkan kepala di atas stir.


tok tok tok(jendela mobil diketok)


Andra mengangkat kepala, melihat siapa yang mengetuk kaca mobilnya, seketika senyum istrinya menghangatkan hati dan jiwa nya, ingatan mengenai Jessika malam itu kembali diotaknya.


"maafkan abang Nai, abang lalai, abang tidak mendengarkanmu, abang sekarang menyesal!" batin Andra.


"Bang,.. gak mau turun?" Naila masih mengintip di kaca mobil Andra.


Andra tersenyum kemudian turun dari sana.


Naila menghampiri.. " capek banget ya, sampai tertidur di mobil?" ucap nya sambil mengambil alih tas yang Andra pegang.


"ayo masuk bang!" ajaknya lagi


"Abang.. !" panggil Naila, Namun Andra masih terdiam, melamun.


"Abang..!"


ketika Naila sedikit menepuk bahu Andra tersadar. "Ehh iya Nai.. kenapa?"


"Abang kenapa? kenapa abang melamun? apa pekerjaan nya begitu berat ya bang?" tanya Naila


"Enggaaaakk, Abang hanya lelah, abang istirahat dulu ya Nai?"


Naila merasa sedikit perubahan pada Andra, sebagai wanita hamil tentu perasaan nya sangat sensitif apalagi mengenai suami nya, namun Naila segera menepis prasangka buruk itu.

__ADS_1


Ponsel Andra tertinggal di meja makan, ketika Naila ingin beranjak dan menyerahkan kepada Andra, ponsel itu berdering...


"Jessika calling... " mata Naila mengerjap


"Siapa Jessika?" kata Naila dalam hati


kemudian setelah panggilan yang tidak kunjung terjawab, Jessika mengirim pesan


Jessika


"Andraa.. setelah ini aku mau semua keperluanku, kau yang mengurusnya bukan asisten konyol mu itu, atau aku menyebarkan foto kita tadi malam"


Dengan beberapa postingan foto yang dikirim oleh Jessika..


Mata Naila membelalak, cairan hangat kembali mengalir disana.


Andra yang sedang mencari-cari keberadaan ponsel nya berdiri kaku melihat ponsel itu ada ditangan Naila, dan yang lebih membuatnya tak bisa berkutik adalah Naila sedang menangis sambil melihat layar ponselnya.


"Nai?". . panggil Andra


"Nai, ada apa?" pelan-pelan Andra berjalan mendekati Naila.


"Nai.. ?" namun tidak ada jawaban .. Naila semakin terisak.


Segera dengan cepat Andra merampas ponselnya itu, Matanya dibuat membulat sempurna seakan hatinya kembali memanas ketika melihat foto bugil dia bersama Jessika yang sedang terpejam.


"Nai, abang bisa jelaskan ini!" Namun tangan Nai seakan memberi jarak, Naila pergi kekamar dan Mengurung diri.


Andra tidak bisa berbuat apa-apa. Andra meratapi nasibnya yang sial karna ketidak waspadaannya..


kembali dia mengetik Pesan disana.

__ADS_1


lalu keluar membawa mobilnya menuju tempat dimana dia akan bertemu kembali dengan wanita ular yang telah memperdaya nya.


to be continue


__ADS_2