
Andra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi kearah apartemen dikawasan jalan MH. seketika ingatannya beralih pada Naila.
"Nai.. buka pintunya Nai, tolong dengarkan abang dulu, ini gak seperti yang kamu fikirkan!" ucap Andra berkali,-kali sambil menggedor pintu.
Dara terlihat keluar dari kamar, namun dengan sigap Bi Jamilah membawanya masuk kamar kembali dan mengunci pintu nya.
"Non Dara disini dulu sama bibi ya,!" Bi jamilah juga bingung kenapa tiba2 sepagi ini majikannya yang 2tahun terakhir terlihat harmonis menjadi seperti itu, tapi bukan lagi urusan nya jika memang ada sesuatu, tugasnya kali ini hanya menemani nona kecilnya saja. pikirnya.
Andra masih terlihat menggedor pintu, kali ini dengam ucapan yang lebih keras "Nai, buka!" abang bisa jelaskan Nai!"
"buka dulu pintunya!"
setelah sekian lama
"Nai,.. kalo kamu gak buka, pintu nya abang dobrak yaa!"
terdengar suara kunci slot diputar, pintu terbuka, Naila menangis dibalik pintu. Andra masuk langsung mendekap tubuh istrinya itu, berkali- kali dia mengecup pucuk kepalanya.
"Nai, Naila harus percaya abang!"
Naila masih menangis, hatinya sakit melihat kenyataan yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehnya.
"Naila.. Abang dijebak!" abang akan segera menyelesaikan semua nya!"
"Naila.. kamu harus percaya sama abang Nai,.. Ya Allah.. kasian bayi kita Nai, kamu tenang yaa.."
"bi.. bibi.. " teriak Andra memanggil Bi jamilah.
Bi jamilah yang mendengar suara teriakan majikannya memanggil segera keluar dari kamar Dara dan menghampiri tuannya.
"Ya Tuan saya disini." ucapnya. mata bi jamilah terlihat ikut merasakan kesedihan nyonya nya..
"Tolong kamu jaga istri saya, saya akan keluar sebentar, kamu jaga jangan kemana-mana,yaa!"
__ADS_1
"Ba. baaik Tuan!"
***
Sesampainya di apartemen
"Rey, kau sudah sampai?"
"Sudah pak!" saya dilobby utama!"
"Baiklah."
Rey sudah menduga pasti bos besarnya mengalami masalah, namun Rey belum tau pasti, yang Rey tau, Andra ingin segera memutuskan kontrak nya dengan Jessika.
"Rey, kau bawa surat pembatalannya?"
"Sudah pak!" tapii?"
"Iya aku tau, perusahaan kita akan membayar denda pembatalan sepihak dengan mereka, dan itu lebih baik Rey, daripada aku kehilangan keluargaku untuk kedua kalinya."
Andra terlihat mengadakan panggilan
"bisakah kau ke lobby?" kita harus selesaikan sekarang juga!" ucapnya tegas dengan seseorang diujung telpon
Tak lama datang seorang perempuan mengenakan dress bertali tau berwarna pink, terlihat dia tidak mengenakan bra karna p***dara terlihat jelas disana.
Orang-orang disekitar memperhatikan wanita itu, namun karna rasa malu nya sudah hilang, wanita itu berjalan seolah-olah tidak ada yang aneh.
"Ada apa Andra?" kau ingin melayani ku lagi!" ucapnya ketika sampai di lobby, tangannya sudah menggerayangi tubuh Andra dan itu membuat Andra jijik.
"Hentika Jessika, sebelum semuanya menjadi lebih rumit, aku akan membatalkan kerjasama kita!" kata Andra tegas
"baiklah.. tapi apa kau tau konsekuensi nya?"
__ADS_1
"Yaa. aku tau.. dan aku akan dengan senang hati membayarnya, aku lebih suka mengeluarkan uangku daripada kehilangan keluargaku, setelah ini, tolong jangan lagi muncul dihadapanku, atau menghubungiku, karna setelah ini kerjasama kita telah berakhir dan jika kau masih berulah, maka kau akan berurusan dengan polisi!" ucap Andra dengan sedikit emosi
"Hahaha.. baiklah Andra jika itu mau mu!" kalo sudah tidak ada yang kita bicarakan aku akan pergi, karna tamu ku sedang menunggu! bye Andraa!!"
"Shiiit... sial.." kenapa aku harus bertemu dengan wanita ular seperti itu!" andra sangat emosi, Rey hanya melihat ke arahnya saja.
"Rey, adakan Rapat dadakan, kita harus menekan angka pengeluaran, stop rekrutmen dulu, sampai kondisi perusahaan kita pulih!"
"Sial, gara-gara wanita itu menjebakku dikamar apartemennya, aku kembali memiliki masalah dengan istriku."
"Rey . kau dengar aku?"
"Iyaa pak, saya mendengarnya!"
Andra berlalu dari sana, Rey mengikuti di belakang, kini perusahaan harus ikut merugi gara-gara ketidakwaspadaan Andra.
Entah, apa yang terjadi malam itu, yang pasti Andra tidak tau dan tidak ingin tau apalagi mencari tau,,
****
drrt.. drrt.. drrr.. ponsel Andra berdering.
home calling...
"Yaa.. "
"Hallo Tuan, Nyonya tuan!" kata bi jamilah ketika Andra menjawab panggilannya.
"Ada apa bi?" jawab Andra saat ini dia sedang memeriksa laporan keuangan yang mengalami penurunan akibat ulah Jessika.
"Nyonya mengalami pendarahan!"
"Apaa!!"
__ADS_1
Andra sudah tidak tau harus bagaimana lagi, dia meninggalkan kertas kertas itu diatas meja, menelpon Rey untuk merapikannya, karna dia sedang bergegas menuju rumahsakit dimana istrinya dibawa.
to be continue