ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)

ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)
Calon karyawan


__ADS_3

Pagi ini Andra membuka matanya, dia sadar bahwa dia berada dirumahnya, ponsel di atas meja bergetar.


Mama calling..


"yaa maa... " kata Andra dengan suara khas orang bangun tidur.


"Abang baru bangun?"


"iya"


"Ya ampun.. jam berapa abang kesini?"


Andra melihat jam dinding.


" sekitar jam 11 kayaknya ma, atau setelah makan siang, karna client yang kemarin sore mengajak.bertemu lagi untuk menandatangani kontrak."


"Ooh begitu?"


"Ada apa ma?"


"tidak ada apa-apa? cuma kalo kamu jadi sibuk kerja begini, mama jadi menyesal mengajak mu ke koya J bang.!"


"Mama gak salah, emang kerja Andra begini, Rey sudah terlalu sibuk di kantor, jd dia gak bisa keluar keluat,r, mau tidak mau yaa abang yang ngurus pertemuan diluar, lagipula nanti abang pulang kesana ma, Abang kangen seseorang" ucap Andra sambil mengembangkan senyumnya.


"Kangen Dara?"


"kangen mama nya Dara!"


"iisshh.. abang.. usaha lebih keras donk bang!! jangan kasih kendor!"


"yeeeaaa.. mama doa mama yang terbaik pokoknya yaa ma.. doakan abang!"


"mama doakan bang, sudah sana siap-siap, mama mau lanjutt main sama Dara, dua hari lagi kita pulang ke kota B, mama gak mau menyianyiakan waktu lagi"


"ceehh kemarin yang nostalgia sama mama Nadia siapa cobaaa???"


"haha.. abang tau mama kan!" ya sudah cepet pulang ya bang.!"


"iyaa ma.. "


"ati-ati.. jangan lupa makan"


"iyaaa.. mama ku yang cantik!!"


"assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam"


panggilan mereka berakhir, Andra meletakkan kembali ponselnya ke atas meja, lalu beranjak dari ranjang empuknya menuju kamar mandi.


tring ... pesan masuk ke ponselnya kembali


Rey.


pesan pertama,

__ADS_1


pak, hari ini ada beberapa interview, bapak bisa liat biodata mereka di email yang sudah saya kirim.


pesan kedua,


Lalu, nanti jam 9.15 ada pertemuan dengan client, nona Sandra di cafe xx.


***


Naila bersiap, hari ini dia akan ke AN grup, dia mendapatkan panggilan interview dan penyerahan berkas.


"Dara, hari ini main sama nenek dulu yaa, bunda mau kerja!"


Dara melihat ke arah bundanya yang sudah rapi mengenakan blazer berwarna navy,


"unda ejja?" tatapan mata Dara mengisyaratkan bahwa Naila tidak boleh pergi kerja


"iya sayang.. kalo bunda kerja, bunda bisa belikan Dara mainan dan boneka yang lucu. gapapa ya sayang!" Naila mengecup pipi Dara


"ala kapan ketemu ayah ala?" Dara bertanya diluar dugaan


"Hmmm. nanti sayang kalo sudah ada waktu, ayah pasti datang?" kata Naila


"unda ntal pulang agi?" kata Dara menahan Naila lagi


"iya sayang, nanti bunda pulang sore,"


"unda nda pelgi kan kayak ayah?" kini mata Dara menggenang, dia mau menangis


"bunda kembali pulang nanti sore sayang, jangan menangis ,nanti bunda ikut menangis liat Dara menangis!"


menghirup cairan yang keluar dari hidung, Dara mengelap air mata yang ssmpat meluncur ke pipinya.


Dara mengangguk


***


"Ma.. Naila titip Dara ya, sore Naila sudah kembali." kata Naila kepada mama Nadia


"Lhoo. ka naila mau kemana?" tanya lIta


"Ada panggilan interview ta, kaka pulang sore, titip Dara yaa"


"ooh.. " Lita mengangguk "Siap ka" katanya lagi


"kamu diantar supir aja Nai?" kata mama Nadia


"Enggak ma, Naila naik ojek aja biar cepet!"


"Ya sudah, hati-hati semoga sukses ya!"


"iya ma, makasih, titip Dara ya ma!!"


Naila mengecek ponselnya melihat posisi driver, ketika driver datang segera dia memakai helm dan meminta driver melajukan motornya dengan cepat, di lampu merah, motor yang dia tumpangi bersebelahan dengan mobil Andra,


"itukaann,??"

__ADS_1


"Sudah ku duga pasti dia memiliki wanita disampingnya!"


"aku tidak boleh banyak berharap"


motor kembali melaju, Andra didalam mobil melajukan kembali ke kantor, setelah mendapat pesan dari client yang minta dijemput, Andra sengaja mengajak bareng ke kantor, pikirnya supaya menghemat waktu, dia ingin cepat-cepat pulang melihat Dara.


motor yang ditumpangi Naila sampai didepan lobby, Naila turun dan membayar ongkosnya.


dibelakangnya mobil Andra juga memasuki parkiran kantor, hanya karna harus menandatangani kontrak, Andra harus membawa client ke ruangannya, semua berkas ada disana.


***


"Rey, kau handle perekrutan ya!" setelah selesai dengan client ini, aku akan langsung pulang, ini juga masih masa cutiku kan!" ucap Andra


Rey hanya menganggukkan kepala.


Di ruang tunggu,


Naila kembali melihat Andra berjalan berdampingan dengan seorang wanita, mereka terlihat membicarakan sesuatu.


"ceehh ada apa denganku!" mengusap airmata yang tak sengaja lepas dari mata indahnya.


saudara Naila Ardelia


mendengar namanya dipanggil, Naila masuk ke dalam ruangan, kemudian duduk berhadapan dengan asisten Rey, tanpa mengenal satu sama lain, Naila menjalani proses interview dengan baik, ketika hampir selesai, terdengar pintu diketuk dan Andra muncul dari sana.


"Rey, apa kau menyimpan berkas kontrak dengan galery roman..." ucapan Andra terhenti ketika menatap wanita yang duduk dihadapan Rey.


"Iya pak!" kata asisten Rey.


Andra kembali fokus dengan tujuannya


"Aku meminta surat kontrak dengan galery romansa!" kata Andra saat ini sudah mengalihkan tatapannya ke asisten Rey


"Ada di loker nomor 2 sebelah rak buku diruangan pak Andra!" jawab asisten Rey


"ooh . oke.. " Andra kembali melirik ke arah Naila, berpikir apa yang dia lakukan disini. apa dia??


Andra melajukan langkahnya menuju ruangan, telah menunggu clientnya bernama. sandra itu, dengan menggunakan dress mini super ketat, nona sandra juga mencoba menggoda Andra sebenarnya, namun sama sekali Andra tidak menanggapinya.


Bahkan sesekali roknya dia angkat dan dia posisikan tubuhnya supaya terlihat seksi dihadapan Andra, namun Andra tetap tak bergeming.


"Baik, nona Sandra, ini kontrak kita, dan kerjasama akan dimulai pekan depan!" Andra menyerahkan lembaran demi lembaran ke hadapan sandra, kemudian berdiri


"Terimakasih atas kerjasamanya!" ucap Andra sambil mengarahkan tangannya untuk berjabat, namun senyum menyeringai.


"Baiklah.. Pak Andra, bisakah kau mengantarku kembali ke apartemen? karna asistenku sedang dalam macet kalo aku menunggu pasti akan lama.." ucapnya sambil mengelus punggung tangan Andra..


dengan segera Andra melepaskan tangannya dari genggaman Sandra, "maaf Nona Sandra, saya masih banyak urusan, jadi tidak bisa memgantar anda kembali, kalo anda mau, saya bisa menelpon Resepsionis supaya menyiapkan taxi untuk anda, bagaimana?"


mendengar perkataan Andra, Sandra kecewa dan pergi begitu saja.


"hmm.. dasar wanita aneh.." gumam Andra.


***

__ADS_1


"Aahh . . Aku harus cepat pulang.. Dara tunggu ayah yaa..!!" senyumnya mengembang sepanjang jalan menuju rumah Naila.


to be continue


__ADS_2