
"Dara, tolong bunda ya!" kata Naila
"Siap bunda.!" jawab Dara
Kini usia gadis kecil itu sampai di usia 4tahun, Sejak di ajak kembali ke rumah Andra, Naila sangat menikmati perannya sebagai Nyonya Devandra Saputra.
Andra semakin hari semakin manja, Pria berusia hampir kepala empat, menikmati kopi hitamnya di taman belakang.
"Dara, Dara mau adiknya laki-laki atau perempuan?" tanya Andra.
Dara yang sedang asik membaca buku cerita bergambar mengalihkan pandangan ke perut bundanya.
"Kaka mau adik perempuan kayak kaka!" ucapnya.
Sejak memutuskan hamil kembali, Naila memprogram kehamilannya. kini usia kehamilan kedua Naila menginjak usia 5bulan, atau sekitar 20weeks,
"Bunda.. emang adik udh ketahuan ya, laki-laki atau perempuannya? kan adik masih di perut?" tanya Dara
"Hmm.. bisa sih ka, tapi nunggu adik usianya 6bulan, nanti kita bisa liat adik itu laki-laki atau perempuan jika kita melakukan USG!"
penjelasan Naila membuat kerut di dahi Dara,
"USG?"
"iyaa . itu lhoo ka, yang kalo tiap bunda periksa tuh, perutnya diusap pakai alat gitu, nanti adek keliatan dilayar monitor."
Dara semakin bingung, pasalnya tiap bunda nya periksa dia hanya fokus sama buku cerita yang selalu dia bawa.
"Besok.. kalo bunda periksa adik, kaka bunda kasih tau deh!"
"Bener ya bunda!" ucap Dara semangat.
Diantara percakapan ibu dan anak, terlihat lelaki yang kini sedang menikmati kopi hitamnya sekilas menampakkan senyum saat melihat layar ponsel.
"Bang,.. kenapa senyum-senyum!" tanya Naila bingung
"Ini, Rey, bilang client yang dia hadapi rada ganjen Nai, dia bilang gak sanggup kalo meeting berdua doank, jd dia ngajak aku buat meeting bareng!" jawab Andra.
__ADS_1
"Terus kamu mau Bang?" tanya Naila
"Ini kerjaan abang sayang, jangan pikiran macam-macam yaa, abang gak akan main-main, ini serius kerja yaa..!" ucap Andra sambil menatap dan mengelus rambut halus istrinya.
drrt.. drrt.. drrr.. ponsel Andra berdering
"Sebentar yaa.. Rey telpon!"
Andra menjawab panggilan telponnya.
"Yaa Rey,.. gimana?".terlihat Andra tertawa menertawai nasib Rey yang bertemu client mesum.
"Oke oke . aku kesana, barengan aja, tunggu diparkiran yaa!" kata Andra lagi.
kemudian menutup panggilan telpon.
Andra beralih lagi ke wajah istrinya yang terlihat murung, karna tau Andra akan keluar untuk bekerja, padahal ini hari sabtu.
"Gapapa yaa, aku keluar sebentar ketemu client?" kata Andra
"Sama Rey, kok.. kasian dia.!" ucap Andra dengan senyum manis.
"Hmmm.. abang wangi amaat?"
Andra tersenyum.. "Kan mau ketemu orang sayang.. masa bau ketek?" jawabnya.
"Bang, aku ikut boleh gak?" kata Naila
Saat ini mereka berada dikamar, Dara telah pamit duluan pergi ke kamarnya, dan bermain bersama mainan - mainannya disana ditemani Bibi Jamilah.
"Abang kerja sayang, ntar kamu bosan disana!" kata Andra memeluk pinggang istrinya yang sudah tertahan perut yang sedikit membuncit.
Naila cemberut, entah kenapa perasaan nya tidak enak, saat mengizinkan Andra pergi, setelah tau client yang mereka temui nanti sedikit centil atau mesum.
"Tapi bang?".. kata Naila tertahan saat andra kembali membungkam.bibirnya dengan bibir Andra.
"Abang tidak mau kamu lelah, jadiii lebih baik kamu dirumah saja, istirahat, abang janji tidak lama!" kata Andra
__ADS_1
"Hmm.. " akhirnya Naila menyerah dan membiarkan Andra pergi,
Mobil yang dikendarai telah keluar gerbang, dan tak terlihat, Naila berjalan kembali masuk kamar Dara, memperhatikan putri kecilnya bermain, seketika dia lupa dengan kekhawatirannya.
****
Sementara di parkiran resto and cafe
"Saya sudah di parkiran ya pak!" ucap Rey,, saat melihat mobil Andra memasuki kawasan Resto tersebut.
mereka turun bersama dan berjalan berdampingan, terlihat elegan dan tampan, keduanya sudah menarik perhatian pengunjung yang lain.
"Rencan kita bagaimana?" ucap Andra kepada Rey
"kita hanya perlu memastikan dia setuju dan tandatangan sih pak!" kata Rey ragu
"tapii?"
"Tapi apa?"
"Tapii dia bilang, asal kita berdua bisa memuaskan, dia akan menyetujui apapun."
"Hahaha.. syarat macam apa itu?"
"Kau sudah siapkan berkasnya?" tanya Andra lagi
"Sudah pak!"
"Oke, serahkan padaku!" kau lihat bagaimana reaksi nya!" kata Andra.
Rey, mengeryit heran, menatap Bos nya yang merasa sangat percaya diri ini..
Namun tugas Rey disini hanya memastikan semua berjalan lancar, dan Rey pun berdoa supaya client nya kali ini tidak bertele tele.
***
Dikursi pojok nomor 3
__ADS_1
"Andra... kau sudah datang?" ucap wanita yang saat ini sedang tersenyum menggoda dihadapannya.
"Jessika?"