ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)

ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)
Makan Malam Bertiga


__ADS_3

Andra menyetir mobilnya mengikuti mobil didepannya, disampingnya duduk seorang wanita memangku anak perempuannya yang berusia dua tahun, iyaaah siapa lagi kalo bukan Naila, atas permintaan Dara, akhirnya mereka bertiga pergi mengantar pulang mama Tasya dan Papa Deni ke kota B, sesampainya di Tol pertama, mereka berhenti di rest area bersama, dan mulai dari situlah mereka berpisah, Andra beserta Naila dan anaknya keluar tol dan memutar balik kendaraannya, sepanjang jalan hanya terdengar musik dari radio yang diputar Andra, dan dimainkan tuning nya oleh Dara. . sekitar pukul 17.55 mobil yang dikendarai Andra sudah memasuki kawasan kota J, Andra memutar stirnya ke kanan lalu belok ke kiri kemudian belok kiri lagi memasuki area mall, Naila mengeryit dan berusaha tetap tenang, padahal dia penasaran mau dibawa kemana mereka sama Andra.


Setelah memarkirkan mobil di basement mereka bertiga turun dari mobil, terlihat Dara tertidur dalam gendongan Naila.


"Apa itu berat?" ucap Andra melihat ke arah Naila yang sedang berjalan sambil menggendong anaknya.


Naila hanya menggelengkan kepala.


Mereka melanjutkan langkah mereka dan berhenti di salah satu restoran terbaik disana, Andra sebelumnya telah mereservasi tempat itu untuk mereka datangi malam ini.


kini ruangan berukuran 2x3 dengan meja ditengah dilengkapi dengan lilin aroma terapi di pojol ruangam terdapat hiasan bunga sakura dan beberapa lukisan mini yang menempel menambah kesan elegan didalamnya..


Naila meletakkan Dara yang tertidur pulas disisi meja dan mendudukkan diri di sudut sebelahnya sehingga sekarang posisinya berhadapan dengan Andra.


Tak lama kemudian pelayan datang dengan membawa berbagai jenis makanan, dan minuman, serta camilan.


"Makanlah dulu, setelah itu aku akan mengantar kalian pulang!" kata Andra meneyrahkan sendok garpu ke Naila, Andra tau Naila tidak bisa memakai sumpit.


Naila menerima sendok garpu yang diberikan Andra, dan mulai menyendok beberapa menu disana.


Mereka makan dalam keheningan, ditambah Dara yang masih tertidur pulas.


Usai menghabiskan separo menu diatas meja. Naila meletakkan sendok garpu nya kemudian mengelap mulutnya dengan tisu disana. Lalu menatap ke sang anak yang masih terpejam.


Naila mengalihkan tatapan nya ke arah depan, Dia melihat Andra yang sedang serius mengunyah makanan sambil sesekali tangannya bergerak memegang ponsel dan mengetiikkan sesuatu..


Tiba - Tiba..


" Maafkan aku!" ucap Naila


Andra yang sibuk dengan makanan dan ponselnya akhirnya teralihkan dengan adanya suara dari Naila


Andra menatap lembut ke arah Naila dan meletakkan sumpitnya dan menon aktifkan ponselnya.


"untuk apa kau minta maaf, tidak ada yang perlu dimaafkan Nai?" kata Andra lembut.


"Maaf bang, Nai merasa bersalah pada abang!" Lita sudah menceritakan semua, papa Yudi sudah bercerita semua, mama juga, kenapa bang!" kenapa abang gak bilang sama Nai?" kata Naila


"Abang mau menebus kesalahan abang setahun lalu Nai, Abang bersalah karna membuat Naila dan Dara menderita karna abang, karna saat itu kondisi keuangan kita yang kurang baik, jd abang tidak berani mengejar mu Nai, seharusnya abang yang mjnta maaf!"

__ADS_1


Naila mengeryit heran, berarti selama ini Andra menganggap Naila pergi karna kondisi keuangan?


"Abang.. apa abang tau kenapa Nai pergi dari sisi abang?"


"Hmm.. abang tau Nai!"


"kamu pergi karna kamu tidak tahan sama kondisi keuangan kita yang buruk kan, bahkan abang membatasi pengeluaran belanja kamu, tidak membiarkan kamu meneruskan kuliah kamu, bahkan abang mendzolimi kamu dengan membiarkan kamu mengurus Dara sendiri dirumah!"


'Untuk semua kesedihan yang sudah abang torehkan selama pernikahan kita berlangsung, abang minta maaf ya Nai, abang hanya berharap setelah abang sukses, abang bisa bawa Naila dan Dara kembali pada abang!"


"Tapii bang.. saat itu Naila pergi bukan karna kondisi keuangan kita yang buruk!"


Andra mengeryit heran, "lalu kenapa tiba-tiba Nai ninggalin abang?"


"Abang selingkuhkan dibelakang Nai?"


"Haahh.."


"Iyaa.. saat itu abang nyuruh Nai ke minimarket deket rumah, Nai liat abang dimobil bareng perempuan cantik, kata temen Nai yang kerja dihotel, Abang membawa perempuan itu ke sana."


"Astaghfirulloh Naila.. Demi Allah Nai, Abang gak pernah selingkuh.!"


"Ya Allah, setahun ini abang tau nya kamu memghindari abang karna abang miskin Nai, ternyataa..." Andra mengusap wajahnya..menghela nafasnya..


" Begini Naila sayang,.. abang mau cerita sekarang, mungkin telat, namun, kamu wajib tau, kalo abang gak pernah selingkuh.."


" yaa . dengarkan abang baik-baik!"


Saat Andra siap untuk bercerita, Dara terbangun, dan meminta mereka untuk pulang..


"unda.. ayoo pulang unda!" kata Dara setengah sadar


"Sebentar bang, Dara bangun.!" kata Naila memangku anaknya dan mengusao wajahnya, memberikan air minum


"Undaa.. Ala mau pulang!"


rengek nya..


"Iya sayang sebentar yaa.. bunda lagi bicara sama ayah."

__ADS_1


"Ayah... pulang . ala mau pulang!"


"gimana ini bang!" apa kita teruskan ceritanya besok.?"


Andra menatap anaknya yang masih mengantuk, menggendongnya dan berjalan keluar mall menuju parkiran mobil, Naila berjalan sejajar dengannya menenteng tas Dara.


Andra menjalankan mobilnya, tapi tidak ke arah rumah mertua nya, dia masuk ke komplek perumahan tempat tinggalnya sekarang krn lokasi dari mall cukup dekat,


"Lhoo bang, kenapa kita kesini?"


"Kita bermalam dirumah abang ya, kasian Dara udh ngantuk banget, besok pagi abang anter pulang." kata Andra


Naila menurut saja, mereka turun dan masuk kedalam rumah Andra, rumah lantai satu dengan 3kamar dan kolam renang dibelakang , Andra menuntun Naila ke kamar Dara, terlihat kamar dengan design girly, memang disediakan untuk Dara, karna Andra yakin suatu hari Dara akan tinggal bersama dengannya lagi.


Setelah menidurkan Dara dikamar, Naila keluar dan mneghampiri Andra yang duduk di bar kitchen.


"Bang!" panggil Naila.


Andra menengok dan berbalik, mengajak Naila duduk di sofa ruang tengah.


"Dara sudah tidur?"


"Sudah, abang bisa lanjutkan cerita abang!"


namun Andra hanya memandang wajah wanita dihadapannya, Naila yang mendapat pandangan dari Andra merasa malu, dan menundukkan kepala.


"Sebelum abang lanjutkan ceritanya, abang mau nanya!"


Naila kembali menatap lelaki dihadapannya itu.


"Apa Naila masih mencintai abang?"


to be continue


hayooo... kalo suka silahkan vote dan like yaa.. sisihkan koin nya gaess buat semangat author...


terimakasih


happy reading gaess..

__ADS_1


Eps selanjutnyaa...


__ADS_2