ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)

ANDRA & NAILA (JODOH ITU APA MASIH ADA?)
bertemu Client


__ADS_3

Pekerjaan Andra kini bukan lagi menjadi bawahan, Andra yang statusnya adalah presdir AN grup walau kondisi cuti masih tetap harus bertemu client yang mewajibkan dia meluangkan waktu, bahkan Rey pun tidak bisa menggantikan karna harus berada di kantor mengawasi pekerjaannya dikantor.


Sore itu Andra terlihat mengutak ngutik laptopnya, dan memegang ponsel ditangan kiri, handsfree diletakka ditelinga, Andra sedang mengadakan meeting online antar karyawan dibagian keuangan, dia memantau laporan keuangan dengan seksama tiap bulan, Rey dan beberapa orang staf keuangan sudah berada di ujung layar sana.


Dengan bijaksana Andra memulai dan mengakhiri meeting tersebut, hingga akhirnya dia melirik jam ditangannya menunjukkan pukul 16.01, Andra memalingkan wajahnya ke pintu kamar Dara, kondisi tertutup, sejak makan siang, Naila dan Dara benar-benar tidak menampakkan diri. Andra sengaja melakukan pekerjaan di ruang tengah, supaya ketika Naila keluar kamar dia bisa melihat wanita itu. namun sepertinya keberuntungan belum berpihak kepadanya.


drrrt.. drrt.. drrt.. ponsel Andra berdering,


Rey calling...


"Ya Rey, Ada apa?" kata Andra


"____'


"Apa kau tidak bisa menghandlenya?"


"____"


"Baiklah, tetap dikantor, aku yang akan kesana , terimakasih Rey! kututup telponnya!" Andra menutup sambungan telpon, dia beranjak ke lantai dua pergi ke kamar tamu miliknya untuk bersiap-siap, dengan memakai jas berwarna crem dan kaos oblong didalamnya, Andra melangkahkan kaki keluar rumah papa Yudi, tapi sebentar dia mengingat sesuatu.


Dia berbalik dan berpapasan dengan Naila yang sedang menggendong Dara.


"mau kemana dia dengan pakaian rapi seperti itu? ceehh.. kenapa aku memikirkannya!"


tatapan Naila pun berbalas.


Andra menghampiri Naila.


"Nai, aku pergi dulu!" ucap Andra


"Lalu apa hubungannya denganku!" jawab Naila ketus


"Aku ingin sekali saja menggendongnya!"


menatap ke arah Dara yang melihatnya dengan tatapan bingung.


"Tidak boleh!" kata Naila memeluk erat anaknya


"Baiklah, tidak apa-apa!" Andra tersenyum kecewa.


Naila yang melihat itu menjadi serba salah.


"Aku pergi dulu ya!" kata Andra kembali


"Sampaikan kepada mama aku mungkin tidak kembali kesini nanti malam, karna ada pekerjaan yang mendesak."

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" ucap Andra


"tumcalam" Dara yang menjawab. Andra memberikan senyum terbaik untuk putrinya.


melambaikan tangan ke arah Dara, dibalas lambaian dan cengiran khas anak-anak. Hati Andra menghangat, dia melangkah dengan semangat kali ini.


"kalo bukan karna ini client penting, aku tidak sudi selangkah pun keluar dari rumah ini!" Andra berdecak ketika membuka pintu mobilnya..


***


Lita menghampiri Naila dan Dara yang sedang bermain di ujung ruangan yang disulap menjadi playground oleh papa Yudi, terlihat Dara antusias bermain apa saja yang ada disitu.


"Kak Nai?" kata Lita.


Naila menengok ke arah Lita dan tersenyum


"Ante.. cini main tama ala." kata Dara.


"Baiklah.. tante mau main sama anak cantik ahh!" kata Lita mendekat dan masuk di kawasan playground. Lita duduk disamping Naila dan melihat aktifitas Dara disana.


"kak?" ucap Lita


"Apa kaka tidak kasian melihat Dara tumbuh tanpa seorang ayah?"


pertanyaan Lita mendatangkan tatapan tajam Naila ke arahnya.


Naila kembali melihat ke arah Dara yang sedang bermain, dia juga berfikir demikian, tapi entah, dia tidak tertarik dengan laki-laki yang kerap kali dikenalkan mama Nadia, dia juga enggan menjalin hubungan khusus dengan pria manapun, dia masih menunggu Andra.


"ehmmm.. Lita?" ucap Naila


"Apa yang selama ini bang Andra kerjakan?" pertanyaan Naila membuat senyum kilas diwajah Lita "yess.. masuk umpan!" Gumamnya..


"Yaa ka, setahu aku abang selama ini kerja!" jawab Lita


"hanya itu?" kata Naila


"Iyaa, soalnya abang tetap di kota J setelah kaka pergi, tapi abang tidak tinggal dirumah kalian, setau aku, abang menyewa rumah di dekat kantornya."


"Ooohh.." jawab Naila singkat


"Apakah abangmu selama ini memiliki hubungan dengan wanita ta?"


upps.. pertanyaan macam apa ini? umpat Naila dalam hati. namun karna penasaran akan kehidupan mantan suaminya, Naila pun menanyakan kepada Lita.


"Hmm.. hmm.." Lita menggelengkan kepala, "Lita kurang tau kalo masalah itu ka, tapi beberapa kali bang Andra membicarakan seorang wanita kepada papa Deni."

__ADS_1


"dan kau tau ka, orang itu adalah kak Naila, tapi aku gak bisa bilang sekarang, aku pengen ka Naila menyadari perasaan kaka masih ada terhadap abang." ucap Lita dalam hati..


"undaa... ala auss.." Dara menghampiri Naila mengatakan bahwa dia haus.


"Iya nak, sama tante Lita dulu yaa, bunda ambilkan minum Dara didapur." ucap Naila


"hmm.. hmm." Dara mengangguk.


Naila mengambil minum ke dapur, kesempatan lita bicara dengan anak dua tahun ini.


"Dara, apa dara tidak kangen ayah?" tanya Lita


"Ala tangen, api ala nda tau ayah imana!


"Ante tau, imana ayah Ala?"


kata anak dua tahun itu, menunjukkan ekspresi rindu akan sosok ayahnya


"Emang Dara lupa bagaimana wajah ayah Dara!"


Dara menggangguk, memajukan bibirnya yang lucu.


"Nanti kapan-kapan kita ketemu ayah ya!"


"benelan ante?"


"Yyeaaay.. ala mau!"


Naila datang dengan segelas susu, sebotol air putih dan setoples cemilan untuk Dara,


"Ini Nak, bunda bawakan cemilan sekalian buat Dara." meletakkan di atas meja


"unda . kata ante ala bica ketemu ayah!" ucap Dara


Naila mengerryitkan dahi, menatap ke arah Lita.


"Iya kapan -kapan kita ketemu ayah!"


"benelan unda?"


"yeeeaaayyy. ala ketemu ayah!" ucap anak dua tahun itu sambil lompat lompat.


Naila masih menatapnya dan sekilas menatap tajam ke arah Lita.


Lita yang merasa dipelototi oleh Naila ,manaikan bahu tanda tidak tau menau..

__ADS_1


to be continue


__ADS_2